
Setelah Leon menyetujuinya, kini waktunya bekerja, Hara mulai bekerja dimulai dengan merovasi ruangan kantin para karyawan,
Hara sendiri yang mendesain bentuk ruangannya pantry tersebut yang jadi pekerja bagian kontraktornya adalah omnya sendiri , ia meminta perusahaan almarhum ayahnya yang melakukannya. Karena saat itu, kedua omnya yang menjalankannya perusahaan tersebut, perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor.
Piter datang, setelah Hara menelepon dn menjelaskan keinginannya.
“Selamat pagi, Bu Bos,”sapa Piter bercanda saat tiba
“ Selamat Pagi Om, apa kabar?” Hara meraih punggung tangan Piter dan Viky ia menciumnya dengan hormat, walau ia sudah nyonya besar, ia tidak melupakan dirinya kalau ia bisa sampai bisa berada di titik itu karena Piter orang yang paling berjasa untuk hidupnya.
"Memang masih ingat tentang Bagaimana Gambarannya atau desain?" Tanya Piter.
"Masih Om"
"Soalnya kamu sudah lama tidak melakukan pekerjaan itu kan?"
"Masih melekat di otakku Om"
"Ok baiklah, apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Piter melirik Hara, ia tahu dari putranya Jordan kalau Hara mendatangi sekolah anak-anak mereka.
"Baik Om, Hara, hanya sedikit mengantuk kurang tidur, om sudah serapan biar Hara pesan.”
“Sudah, sudah.” Piter menganguk
“Kopi saja iya, Om,” ujar Hara, memberi perhatian dan rasa hormat pada kedua omnya.
“Boleh, iya kopi saja,” ujar Piter.
“Om Viky mau kopi apa serapan?”
“Kopi saja,” ujar Viky dengan mata terfokus pada gambar yang dibuat Hara.
“Apa suamimu tidak ada?” tanya Piter melirik Hara.
“Ada Om, dia lagi rapat, ada masalah di jajarannya, ia memecat semua orang-orang yang bermasalah, padahal kesalahan mereka hanya kesalahan kecil, tetapi ia menendendang mereka semua.”
“Apa kamu tidak ikut rapat juga?”
“Hara membereskan ini om, awal masalahnya dari sini, tetapi Leon membuatnya panjang bagai jalan tol, sampai sekarang belum kelar, dia begitu, kalau masalah sampai ke tangannya yang tadinya hanya api kecil akan bisa terbakar.”
__ADS_1
“Kenapa harus memberitahukannya kalau itu hanya masalah kecil” Piter memberinya nasihat.
“Masalahnya, kalau ini, perkara besar kalau tidak di beritahukan kasihan para pegawai kecil yang biasa makan di sini om, tetapi bawahan Leon memotong dana yang di pakai ke sini, dana untuk menyediakan makanan untuk semua pegawai, tetapi yang terjadi, makanan yang di sediakan, tidak layak untuk mereka. Kemarin juga Leon mengamuk di sini.”
“Ooh, kalau tentang korupsi biarkan saja, mereka semua di hukum, wajar Leon marah,” ucap Piter menyerumput kopi hitam di depan hit
Saat mereka duduk megobrol hangat, Viky datang membawa gambar yang dibuat Hara,
“Hara, apa kamu mau membuat gambar ini?”
“Iya om, kenapa?” tanya Hara ia berpikir, kalau gambar buatanya tidak bagus lagi kerena ia sudah lama vakum dari gambar, mengambar.
“Apa gambar Hara berantakan?”
“Tidah Hara, gambar kamu masih sangat bagus , kamu memang orang yang profesional di kantor kita membutuhkan orang yang handal sepertimu,” ujar adek almarhum ayahnya masih menatap takjup gambar desain sang keponakan
“Apa aku pindah ke sana saja Om?” tanya Hara menatap keduanya bergantian.
“Pindah kemana?” Leon sudah berdiri di belakang Hara.
Mereka tertawa bersamaan.
Setelah menyapa kedua om dari istrinya, Leon menarik kursi di samping Hara dan ia juga ikut bergabung duduk.
“Tunggu tadi kamu bilang pindah, kamu mau pindah kemana?” tanya Leon mengeluarkan sikap porsesifnya tidak perduli walau Hara duduk dengan kedua omnya.
“Isss, aku hanya bercanda tadi om viky memuji gambarku da om bilang perusahaan mereka kekurangan tenaga desain, jadi aku menawarkan diri untuk kerja di sana, karena sebagai lulusan arsitek itu adalah duniaku.” ujar Hara.
“Lalu ….?”
“Lalu kami akan mengerjakan ini dulu sekarang, mendekorasi ruangan ini, jadi tempat yang nyaman dan situasi yang layak disebut tempat makan.”
Kedua alis Leon menyengit menatap mereka bergantian.
“Hanya itu?”
“Iya, oh iya Om saya ingin memasang kaca sebagian jadi dindingnya di sini.” Hara berdiri diikuti Piter dan Viky Hara memberi pengarahan sesuai gambar dan keinginannya.
Leon masih duduk di kursi menatap istrinya yang sibuk menjelaskan bentuk desain yang ia rencanakan,
__ADS_1
“Apa dia belum berubah?” tanya Viky tersenyum kecil melirik Leon.
“Maksud om masalah kecemburuannya?”
“Iya”
“Jangan tanya Om, itu tidak akan hilang lagi, cemburu sikap posesifnya tidak berubah lagi sampai setua itu,"ujar Hara
Mereka bertiga menertawakan sang Bos besar.
*
Hara tipe orang yang pekerja keras ia akan mengerjakan dan bertanggung jawab dengan segala tugasnya.
Setelah Hara memutuskan menganti bentuk ruangan itu, ia juga membangun ruang kantor pemasaran mall di sana, ia segaja membagun di sana agar mudah diawasi.
Dulu kantor pemasaran mall milik Leon, ada di lantai paling atas di mall jadi tersembunyi, maka itu mereka seakan-akan bebas melakukan semuanya tanpa ada yang memantau. Hara tidak ingin hal seperti itu lagi terjadi, Hara ingin semua bekerja dengan baik tidak ada lagi namanya korupsi dan memperkaya diri sendiri.
Bukan hanya menganti kantor pemasaran mall, Hara juga merombak semua jajaran pegawai bagian pemasaran, semha yang tidak berkompeten bekerja ia keluarkan, salah satunya Darmo kepala Bagian pemasaran yang memarahi Kakia bawahannya, karena membongkar semua keburukan di kantornya.
Hara mengisi kantor tersebut dengan wajah baru, untuk mengisi jabatan yang kosong.
Bahkan untuk masalah karyawan bagian pegelolaan gedung mall milik Leon ia tidak mau buat ribet, setelah Kakia memberinya daftar semua karyawan, ia menyaringnya dan menginterview sendiri.
Bukan hanya itu, Hara juga menurunkan sewa toko setelah berdiskusi dan mendengar keluhan para penyewa toko.
“Saya ingin toko-toko di sini semua dipakai dan dibuka agar tidak sia-sia, coba kamu pikirkan biaya listrik keamanan kita harus bayar. Namun toko banyak yang tutup,” ujar Hara setelah ia berkeliling di dalam mall.
“Baik Bu,” jawab Rio lelaki yang saat ini bekerja sebagai kepala bagian pemasaran.
“Baik lakukan dengan baik kesempatan yang aku berikan aku ingin melihat kinerja Bapak selama tiga bulan, kalau dalam tiga bulan masih banyak toko yang tutup tidak terpakai seperti saat ini, itu sama saja Bapak tidak ada bedanya dengan mantan atasan bapak,” ujar Hara pada lelaki bertubuh pendek itu. Rio yang mengantikan atasnya setelah Hara memecatnya.
Hara tidak asal memperkerjakan semua karyawan yang baru, ia juga melihat rekam jejak dan menginterview mereka satu persatu dan Kakia wanita yang ia minta membantunya.
Kakia menjadi manager bagian promosi , Hara melihat wanita berkulit putih itu pekerja keras dan tidak gampang menyerah maka ia mendapat kenaikan jabatan.
Bersambung
Jangan lupa bantu like dan vote iya.
__ADS_1