
Alasan Leon kembali ke Indonesia saat itu, niat awalnya hanya ingin menuntaskan wasiat Bokoy, ia tidak ingin ada hutang janji pada lelaki jahat itu. Setelah ia menyelesaikan permintaan Bokoy, rencananya akan memulai kehidupan yang baru. Ia ingin melupakan semua masa lalunya. Karena itulah ia tidak lagi menjadikan Zidan dan Ken sebagai pengawalnya.
Leon sangat berniat membuang semua masa lalunya, semuanya bahkan pengawal pribadinya ia ganti. Saat ini, lelaki yang menjadi pengawal pribadinya yang baru bernama Bram Shito, lelaki tampan dari negara Sakura Jepang, bahkan sekretaris yang bernama Jeny wanita yang cantik, yang sudah puluhan tahun bersamanya ia ganti dengan yang baru.
Leon memang sudah sangat bertekad membuang bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan itu.
Kedua lelaki tampan Zidan dan Ken sudah punya kehidupan yang sangat baik. Leon menghadiahkan mereka hotel dan rumah sebagai kesetiaan keduanya selama bekerja pada Leon. Jadi Zidan dan Ken sudah memiliki kehidupan sendiri. Saat ini kedua lelaki tampan itu memiliki kehidupan yang sangat baik.
Tapi apa kabar dengan Toni dan Hara? Mereka justru kebalikannya, mereka sangat menderita. Apakah itu adil?
Oh … jangan pernah tanya tentang keadilan hidup pada manusia …. Karena takdir, akan jadi sebuah rahasia untuk manusia yang masih hidup. Karena yang tahu hanya Sang Pemilik Kehidupan
“Aku tidak salah. Aku tidak tahu Hara dan Toni masih hidup,” ujar Leon malam itu. Ia tidak bisa memejamkan mata setiap malam sejak Hara dan Toni masih hidup.
Setelah Leon menolak Hara masuk kedalam hidupnya, karena sudah memilki seorang wanita cantik yang bernama Bianca , wanita yang membantunya pulih dari trauma dua tahun lalu. Leon tidak mencintai wanita itu, tetapi ia hanya ingin memulai rumah tangga dengannya.
Bagi Leon, cinta yang ia miliki sudah mati terbakar di rumahnya, tetapi Leon berpikir ia harus punya keluarga, ia tidak ingin hidupnya seperti Bokoy, mati sia-sia tanpa memiliki keluarga dan hartanya jadi rebutan orang lain. Karena itulah Leon mengajak Bianca untuk menikah. Ia sudah berjanji akan menikahi wanita itu tahun ini.
Lalu bagaimana dengan Jovita Hara?
Disisi lain.
Di rumah Hara, Bu Ina menceritakan pada Piter kalau ia melihat Leon mengawasi Hara di pinggir jalan hanya dari dalam mobil tanpa turun.
“Untuk apa lelaki lemah itu datang ke sini, apa dia ingin melihat Hara? apa masih buta apa bukan?” Tanya Piter mendesis kesal.
“Kalau dia punya niat baik Bibi pasti akan membuka pintu gerbang tadi dan mengajaknya masuk. Tadi mah …. tidak. Pak Leon, hanya melihat dari dalam mobilnya, kan, tidak sopan,” ujar Bi Ina ia masih berharap Leon menerima Hara.
“Jangan buka Bi, biarkan saja, aku sudah sangat kecewa padanya. Lihat saja nanti, aku buat Leon menyesal karena telah meninggalkan Non Hara,” ujar Piter.
“Apa yang akan kita lakukan untuk nona kita ini,” ? ujar Bu Atin dengan wajah sedih.
“Bagaimana nanti masa depannya, siapa nanti yang akan menjaganya.? Siapa laki-laki yang mau menerima gadis yang buta,” ujar Bu Atin.
“Bi, Non Hara gadis yang sangat cantik. Cantik hatinya secantik wajahnya, dia bagai bidadari yang turun dari kayangan, ada banyak lelaki baik yang akan mencintainya dengan tulus di luar sana, percaya padaku Bi.”
“Kenapa Pak Leon tidak setia?”
“Bi, tidak ada yang benar-benar tulus di dunia ini selain cinta orang tua pada anak-anaknya, hanya itu cinta tulus yang aku tahu,” ujar Piter
__ADS_1
“Tapi dia buta, bagaimana dia menjalani hidup?”
“Nona pintar bernyanyi, akan aku jadikan dia penyanyi terkenal nanti Bi, aku jamin itu,” ujar Piter dengan tatapan tajam, seolah- olah ia merencanakan sesuatu yang besar.
“Tapi kita tidak punya uang lagi, semuanya sudah habis terjual”
“Aku salah Bi, tidak seharusnya aku menyerahkan semuanya pada Vikky yang belum tahu apa-apa tentang perusahaan ini. Apa yang di bangun Pak Iwan hancur di tangan adiknya sendiri,” ujar Piter.
“Kita tidak bisa membawa Nona Hara berobat ke dokter,” keluh Bi Ina.
Perusahaan milik keluarga Hara semua hancur, dua tahun yang lalu Piter menyerahkan semuanya pada Vikky, tetapi Paman Hara menjual semuanya dan ia berfoya-foya dengan teman prianya. Ia tidak mengurus perusahaan dengan baik. Ia berpikir kalau Hara sudah meninggal. Tetapi saat ini, setelah semuanya hancur ia
menyesal.
Mereka akan bangkit kembali dan memulai dari Nol.
Keesokan hari, Leon datang lagi untuk kesekian kalinya untuk melihat Hara sore itu.
Leon bisa menemukan rumah Hara setelah beberapa minggu menyuruh anak buahnya mencari tempat tinggalnya, beberapa hari lalu akhirnya berhasil mengikuti Vikki pulang dari kantor dan berhenti di rumah itu.
Setelah menemukan rumah Hara, Leon jadi setiap sore akan datang melihat Hara bernyanyi dan memetik gitar di pendopo di depan rumahnya, kini sudah hari ke empat ia datang, takut di curigai ia berpura-pura pesan ketoprak dan duduk di samping gerobak dan mobilnya di parkir tidak jauh dari depan rumah Hara.
“Nona cantik itu, suaranya sangat bagus Pak,” ucap si Bapak, saat Leon menatap Hara begitu dalam, saat ia menyanyikan lagu -lagu melow.
Aku Tidak Mau Sendiri
Kirim aku malaikatmu
Biarkan jadi kawan hidupku
Karena di dunia ini aku tidak mau sendiri dst ….
Leon langsung tertegun mendengar setiap lirik lagu yang dinyanyikan Hara.
Bukan hanya Leon, beberapa orang yang makan ikut terhanyut setiap lirik lagu-lagu yang di nyanyikan Hara.
Bapak penjual ketoprak sangat senang, jika sore tiba, akan ada banyak pembeli yang sengaja mampir dan pesan jualannya, sekedar ingin melihat gadis cantik itu bernyanyi suara Hara bagus mirip suara Agnes Mo. Piter sengaja memberinya mikrofon agar bisa suaranya terdengar jelas.
“Cantik bangat iya, sayang buta,”ujar seorang wanita yang duduk di samping Leon.
__ADS_1
Leon mengepal tangan dengan kuat mendengar orang-orang yang membicarakan Hara.
“Kalau diminta jadi suaminya, aku mau walau buta, cantik begitu siapa yang menolak,” ujar seorang lelaki yang ikut duduk,
Kuping Leon panas mendengar omongan orang-orang di dekatnya, kalau biasanya, ia akan menghajar mereka yang berkata seperti itu pada Hara. Tetapi kali ini, ia memilih pergi. Tetapi saat ia ingin berdiri, saat itu juga Piter dan Vikky baru pulang dari kantor. Melihat ada mobil mewah di depan rumahnya. Piter sudah menduga siapa orangnya.
“Kamu duluan saja, aku turun di sini, biarkan aku menyelesaikannya,” ucap Piter turun dari mobil, lalu ia menghampiri Leon yang baru ingin pergi.
“Apa yang kamu inginkan lagi,” ujar Piter mendekat.
“Ayo kita bawa Nona Hara, ke luar negeri untuk menyembuhkan matanya”
“Untuk apa? Agar dia bisa melihat kamu bersama wanita mu itu?”
“Pak Piter, saya hanya ingin bertanggung jawab say-”
“Tidak … Tidak! Kami tidak meminta tangung jawa apa-apa dari kamu. Begini saja Pak Leon ,jalani hidupmu dengan segala kesuksesanmu saat ini, dan Hara akan menjalani hidupnya sendiri. Lupa ingatan jalan yang terbaik untuknya. Jangan pernah kamu datang lagi ke sini dan jangan muncul di hidupnya,” ujar Piter dan meninggalkan Leon.
Leon menghidupkan mesin mobilnya, mendengar Piter menolak bantuannya lagi dan memintanya tidak menemui Hara, Leon hanya diam ia akan mengalihkan semua perasaan sedih itu ke dalam pekerjaan.
“Kaila, minta Bram bersiap. Kami akan ke Jepang lagi, ada pekerjaan di sana,” pinta Leon. Ia melarikan diri dari perasaannya .
Dalam pesawat malam itu Leon hanya diam, bayangan Hara menyanyikan lagu-lagu sedih membuat hatinya ikut.sedih
‘Aku ingin kamu bahagia Hara, bukannya aku tidak mau memilikimu lagi, jika aku kembali padamu akan ada hati yang terluka juga, aku sudah berjanji pada wanita itu, akan menikahinya, bagaimana aku meninggalkannya. Maaf aku tidak tahu, kalau kamu masih hidup’ Leon bermonolog dalam hati
Bersambung …
KAKAK TERSAYANG JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing