Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Hati Berubah Saat Melihatnya


__ADS_3

Ada yang terluka dalam pencarian Hara, Bram terluka dan harus dirawat di rumah sakit, t ia mendapat dua luka tembakan di  bagian pundak dan lengan dan sudah dibawa ke rumah sakit.


Di sisi lain.


Dalam  ruangan kerjanya Leon mengamuk  menjadikan barang di atas mejanya jadi pelampiasan, ia melemparkan computer di atas mejanya sampai hancur, melemparkan telepon mahal di atas meja, bahkan menginjak alat komunikasi kupingnya.


 Bimo juga sudah bekerja keras untuk mencari, tetapi tidak ada yang melihat Hara di manapun.


"Brengsek ....! Cari istriku sampai ketemu!" Leon murka.


"Baik Bos" Bimo yang jadi pelampiasan.


Bahkan cctv Hara juga  tidak terlihat, Leon melupakan satu tempat yang spesial untuk Hara, ia tidak melihat ke gedung atap.


 Kriiig …. Kriiing


Ponsel Leon berdering,  ia  merogoh kantong celananya, mengusap layar membaca sekilas. Kedua alisnya tampak menyengit,  nomor tidak di kenal, mengarahkan benda persegi empat itu daun telinganya.


“Halo … “


Hening tidak ada suara.


“Halo!” Suara Leon membentak.


“Jangan khawatir dia baik- baik saja bersamaku.”


“Siapa kamu? Di mana Hara, apa yang kamu inginkan,” suara Leon bergetar menahan emosi.


“Dia baik-baik saja.”


“Jika sehelai rambut istriku terjatuh, aku akan mengejar mu sampai ke dalam tanah.”


“Kamu  mengancam  di waktu yang tidak tepat, Pak Wardana.”


“Dia tidak sehat, kalau kamu punya masalah denganku, lakukan padaku jangan dia,” ujar Leon menurunkan volume suaranya.


Sang penelepon menatap Hara, ‘Pantas saja dari tadi sikapnya sanga aneh’


“Biarkan aku bersamanya sebentar lagi,  nanti aku akan mengabari untuk menjemputnya."


“Kamu siapa dan kamu di mana?”


“Ini aku Maxell.”


‘Brengsek kamu ternyata pelakunya! aku akan membunuhmu dasar penculik dasar bangsat ….’ maki dalam hati.


Leon terdiam, ia tidak mau salah bicara pada sang penculik, ia tidak mau,  karena perkataanya Maxell menyakiti Hara.


“Apa yang ingin kamu lakukan? apa yang ingin kamu rencanakan, Hara lagi sakit.”


“Aku tahu, kasih kami waktu bersama sebentar, duduklah dan tunggu kami, jangan bertindak gegabah ada mata lain yang mengawasi mu.”

__ADS_1


Maxell memutus panggilan teleponnya.


Zidan dan Toni menelepon Leon.


“Jangan khawatir Bos bukan dia penjahat yang sebenarnya.”


“Apa maksudnya?” Tanya Leon panik.


“Ada hiu  besar yang mengincar mu bos, tetaplah di sana, Nona Hara serahkan padaku,” ujar Toni.


"Baiklah."


Hara masih terpesona dengan keindahan bunga itu.


“Hara, apa kamu menyukai bunga ini?” tanya Maxell.


“Iya, lelaki pemilik hotel ini sering mengajakku kesini.”


“Lelaki pemilik hotel ini suamimu Hara.”


“Iya itu maksudku,” ujar Hara tertawa.


“Hara …. kata suamimu, kamu sakit. Apa yang terjadi?”


“Aku mengalami kecemasan berlebihan dan terkadang memikirkan kematian saat aku melahirkan. Kamu juga pernah kan mengutukku, aku selalu memikirkannya dan merasa bersalah.”


“Hara kamu salah, aku tidak pernah mengutuk, aku hanya merasa kecewa karena Leon merebut mu dariku. Tapi aku tidak ada niat untuk menyakitimu,” ujar Maxell.


“Lalu kenapa kita ke sini?” tanya Hara lagi.


“Terkadang, tapi untuk saat ini aku mengingatmu.Aku  tidak bisa bilang apa-apa, otakku terasa panas dan aku minta maaf , saat ini aku sering sekali melupakan kejadian baru terjadi dan aku terkadang seperti  orang pikun,” ujar Hara.


“Hara apa kamu merasa sakit?”


“Iya, aku merasa kepalaku di bagian   belakang terkadang panas dan sangat pusing.”


“Apa itu bekas luka saat kamu kecelakaan?”


“Mungkin.”


“Hara, jangan sakit lagi, aku mohon … tetaplah sehat, boleh aku memelukmu untuk terakhir kalinya,” ujar Maxell, ia berdiri di depan Hara.


“Apa kamu tidak merasa? Karena saat ini aku sedang mengandung anak Leon.”


“Iya, tadinya aku sangat marah, padamu dan pada Leon. Tapi melihatmu saat ini dan melihat bagaimana Leon sangat mencintaimu aku merasa tidak ada lagi tempatku di hatimu.


Aku akan pergi jauh, tadinya aku ingin membawamu ikut pergi denganku, tetapi dia jauh lebih mencintaimu dariku, aku  berharap kamu selalu bahagia dan  sehat Hara,” ujar Maxell.


“Itu artinya kamu tidak mengirim pesan  yang berisi kemarahan padaku?”


“Tidak lagi, aku akan pergi selamanya. Aku sudah tenang setelah bisa bicara berdua denganmu seperti ini, aku janji tidak akan menganggu rumah tanggamu lagi. Maaf karena rasa sakit hatimu kamu jadi sakit,” ujar Maxell.

__ADS_1


Lelaki tampan itu tadinya , ingin membalas dendam pada Leon, tetapi melihat keadaan Hara dan melihat ketulusan hati Hara. Maxell merasa malu.


“Apa Kak Maxell  tidak akan kembali lagi?” tanya Hara  menatap mata Maxell.


“Tidak ada alasanku untuk kembali Hara, aku kembali karena kamu, tetapi aku tidak perlu lagi khawatir denganmu lagi, aku melihat dia jauh lebih mencintaimu dari lelaki manapun di dunia ini,” ucap Maxell, ia mengelus punggung tangan Hara dengan lembut .


‘Mencintai tidak harus selalu memiliki, alangkah indahnya sebuah cinta, jika melihat orang yang cintai bahagia’


“Itu artinya kita tidak bertemu lagi?” tanya Hara, bulir-bulir dari matanya menyusuri pipi cantiknya.


“Jangan sedih Hara, kita akan bertemu suatu saat nanti, ini untuk kamu,” ujar Maxell memberikan satu botol kecil.


“Apa ini?”


“Papi  yang memberikannya saat beliau mendengar kabar kalau kepalamu sering sakit dan  bisa kehilangan ingatan , ayah menitipkan itu untuk kamu.”


Hara terdiam, ia menatap Maxell dengan tatapan bingung, “Bukankah keluargamu membenciku?”


“Tidak, mereka tidak membencimu lagi Hara. Hanya aku tadinya yang belum mampu melupakanmu. Tetapi melihat keadaanmu saat ini …. Baiklah. Kamu harus tetap sehat Hara, aku memaafkan mu,” ujar Maxell .


“Jangan buka sekarang, kalau kamu merasa gugup, sedih, marah, panik kamu buka botol kecil itu dan tutup matamu kamu akan merasa tenang, ini  hadiah spesial untukmu Hara yang dirancang khusus untuk kamu”


“Kak Maxell yang merancangnya sendiri? Wah hebat kak.“


“Bukan aku Hara, tetapi papi,” ujar Maxell.


“Papi sudah tahu kalau kamu akan mengalami itu lagi, dokter yang menangani kamu saat kamu buta duku , kan dia, Jadi  sudah memberi tahuku, kamu bisa mengalami lupa ingatan lagi suatu saat, mungkin saat inilah yang dimaksud papi itu, apa kamu sudah merasa sedikit tenang?”


“Terimakasih Maxell, sampaikan ucapan terimakasih untuk mami kamu dan papi, aku meminta maaf.”


“Baiklah tetaplah sehat dan jaga dirimu,” ujar Maxell.


Hara hanya mengangguk kecil,  Maxell memberinya botol kecil yang  bisa Hara hidup saat ia merasa pusing dan sakit kepala itu akan membuatnya sedikit merasa nyaman.


Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2