Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Minta Jatah Pagi-pagi


__ADS_3

Pertemuan Hara dengan Johan ternyata membawa dampak untuk dirinya sendiri. Leon mengawasi ponsel Hara setiap kali Hara pegang benda pipih tersebut, lebih parah lagi, saat Hara ingin keluar rumah untuk ke salon bersama ibu mertuanya. Namun Leon tidak memperbolehkan lagi keluar.


“Sayang, aku sama Ibu nanti ke salon Iya. Sama Kak Zidan  juga tidak apa-apa?” ujar Hara pagi itu, sembari ia merapikan dasi sang suami.


“Ingin salon, panggil tukang salon, ingin pakaian bawa desainernya ke rumah kita, ingin belanja tinggal pilih nanti diantar,” ujar Leon dengan kedipan mata.


“Kamu bercanda, iya,” ujar Hara dengan mulut menganga.


“Tidak,” ujar Leon mengigit bibir bawah Hara.


"Auuh sakit, tau ....," ujar Hara memegang bibirnya.


Leon hanya tersenyum.


“Leon kamu mengurungku ….?” Tanya Hara lagi.


“Tidak, itu semua demi kebaikanmu, Hara.”


“Kebaikanku atau kamu yang cemburu Ha ….? "Hara menggelitik pinggang Leon.


“Tidak cemburu,.” Leo menangkap tangan Hara  menggendong tubuh istrinya ke atas  ranjang.


“Kamu yakin?” Tanya Hara lagi.


“Yakin,”ujar Leon.


Hara tersenyum licik diatas kasus ada ponsel  Leon, lalu ia gunakan menelepon nomornya sendiri,  lalu ponsel Leon ia tutupi pakai bantal.


“Iya  halo siapa ini?” Hara mengangkat teleponnya, seolah-olah yang menelepon adalah Johan.


Leon langsung mematung menatap tajam padanya.


“Oh … Bang Johan, selamat pagi Bang, ada apa? mau bicara berdua denganku, boleh, boleh, "ujar Hara.


Wajah Leon langsung berubah  merah matanya bagai banteng yang siap menyeruduk, seketika ia menyambar ponsel dari tangan Hara.


“Halo ….!”


“Ha … Ha ….” Hara tertawa terbahak- bahak.


Leon menatap layar ponselnya dan  membaca nama pemanggil’  Sayangku’ Leon menelepon balik  ke pemilik nomor ‘Sayangku’ ternyata nomornya Leon sendiri, melihat namanya kontaknya di ponsel ia tertawa.


“Haraaa …. Kamu membuatku gemetaran,” ujar Leon.


Hara  masih tertawa terbahak-bahak  memegang perut yang buncit.


“Makanya kalau cemburu bilang Bos …,”pungkas Hara lagi.


“Hara, minta yang lainlah.” ujar  Leon .


“Baiklah. Aku ku minta jatah sekarang."

__ADS_1


“Haaa  …. jatah apa, kan kartuku ada samamu" ujar Leon.


“Jatah preman,” ujar Hara tertawa ngakak.


“Hei  … ini pagi Nona Hara, " ujar Leon kaget.


“Iya aku pengen saja,” ujar Hara.


Leon menahan tawa dengan permintaan Hara, karena ia tahu  selama ini ia selalu meminta duluan, tetapi saat Hara hamil, ia malah yang ketagihan, meminta duluan.


“Kamu yakin? tetapi aku sudah   mau berangkat ke kantor sayang,” ujar Leon, Tadinya ia berpikir Hara  bercanda ternyata, ia beneran meminta jatah.


“Jangan salah, karena  dari artikel kesehatan yang aku baca, itu bawaan hormon dan lazim untuk wanita hamil,” ujar Hara dengan wajah serius.


“ Baiklah, tapi sayang. Mereka bertiga Toni, Ken, Zidan menunggu di mobil kami berempat ada rapat penting di Bandung hari ini.”


“Terus kamu tidak mau memberiku jatah, kamu tidak boleh rumah sebelum memberikan" Hara menatap sang suami.



“Ba-baik, jangan marah,” ujar Leon melepaskan  dasi dan  melepaskan jas miliknya.


“Kita akan melakukannya dengan cepat,” ujar Hara, pagi itu  ia mirip ibu  yang menangi uang kontrakan.


“Baiklah," ujar Leon masih tersenyum. “Ia merogoh saku celananya dan menelepon Zidan dan Toni.


“Ton,  aku akan turun sepuluh menit lagi, kalau mau serapan , serapan saja dulu,” ujar Leon.


“Lalu kita mulai dari mana?” Tanya Hara tersenyum.


“Tugasmu …. bangunkan dia dulu,” ujar Leon melepaskan ikat pinggangnya.


“Gampang kalau hanya membangunkannya, kita sentil saja kepalanya  tepat di helemnya,” ujar Hara, mengarahkan tangannya ke junior Leon,  jari-jarinya siap menyentil kepala  tepat di helem.


“Enak saja di sentil, kalau pingsan bagaimana, tidak bisa bangun-bangun lagi,” ujar Leon memundurkan tubuhnya.


Hara ngakak saat Leon mundur.


“Lalu harus bagaimana?” Tanya Hara lagi.


“Usaha donk sayang.”


“Oh  … gampang, sini”


“Mau dia apain ?” Tanya Leon.


“Kita tampar saja bolak balik pasti bangun,” ujar Hara tertawa  terbahak-bahak.


“Sebenarnya kamu beneran ingin apa tidak, Hara, dari tadi tertawa dan bercanda terus,” protes Leon.


“Sayang, aku tahunya membangunkan  seperti itu …. kalau tidak disentil, ditampar, disiram kalau tidak ditendang,” ujar Hara tertawa berhak-bahak.

__ADS_1


Semenjak resmi menikah dengan Hara Leon jadi sering ikut tertawa, apalagi semenjak hamil, jika wanita pada umumnya akan manja, maka  di keluarga Leon berbeda, istrinya yang selalu  terlihat ceria dan tegar, suaminya yang  mengidam dan minta di manja.


Sementara  Clara dan dan Hilda sangat manja pada suami mereka, kalau  Hara suaminya yang  ingin dimanja.


“Membangunkan  jangan di sakitilah  di sayang biar dia gak ngambek,” ujar Leon.


“Oh tahu, kamu pernah mengajariku saat di Norwegia, oh begini, kan.” Hara memasukan si Otong ke mulutnya dan mengemutnya dengan nikmat.



“Iyes … gitu donk.” ujar Leon merem melek, ia tetap berdiri  membiarkan  si Otongnya dibangunkan Hara.


Ia melorotkan semua celananya, setelah si Otong itu bangun, ia membangunkan tubuh Hara dan  mengarahkan bibirnya mencium bibir istri nya dengan nikmat dengan sikap hati hati ia membantu Hara menanggalkan pakaian hamil model inne dress itu dari tubuhnya, bukan hanya bagian perut Hara yang menonjol bahkan  kedua  gunung kembar tersebut ikut membengkak, lebih padat dan lebih menantang ke depan.


Leon melepaskan pangutan bibirnya  mengarahkan bibirnya ke bagian  buah ranum tersebut, Hara yang terlihat lebih bersemangat. Saat bibir berada di bagian gunung tersebut,  tangan Leon mengusap-usap lembut perut Hara, memainkan jarinya di bagian pusar.


Saat hamil, bagian pusat salah satu titik yang paling kuat membangkitkan  gejolak dalam tubuh wanita, Hara menggeliat ada sensasi yang ia rasakan di bagian pusar.


“Sayang …. lakukan dengan cepat saja, kamu di tungguin di bawah,” ujar Hara dengan suara tersendak-sendak, karena tangan Leon sudah berada di sela kaki Hara.


“Baiklah,” ujar Leon mengarahkan Hara untuk melakukan gaya From Behind. Salah satu gaya yang aman untuk wanita hamil seperti Hara. Gaya yang satu ini di mana posisi suami harus di belakang istri.


Hara membelakangi  Leon dan memegang  sisi  ranjang, lalu Leon mendorong  tubuhnya menyatukan tubuh mereka, lalu mendorong panggulnya dengan  hati-hati, melakukan beberapa kali, hingga lahar panas itu tumpah di goa milik Hara. Setelah sama-sama puas Leon menarik tubuh kembali.


Berjalan  menuju kamar mandi, Hara juga datang menyusul ke kamar mandi.


Tanpa diminta,  Leon membantu Hara membersihkan tubuh bahkan membantunya berpakaian.


Setelah memberi Hara jatah , barulah Leon berangkat ke kantor.


 Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2