
Bianca Carlote pantas di beri julukan wanita tidak tahu malu.
Bahkan Leon menyebutnya sebagai psikopat, awalnya Leon merasa berhutang padanya. Karena saat menjalani pengobatan di tempat ibu Bianca, wanita itu selalu datang menemaninya karena itulah ia setuju saat Billy meminta Leon untuk menikah dengan Bianca. Tetapi ia tidak tahu kalau sifat wanita membuatnya jadi ilfil.
Bianca begitu terobsesi dan tergila-gila padanya, bahkan Bianca melakukan semua cara untuk menarik perhatian Leon, beberapa kali sampai mengikuti Leon kerja bisnis ke luar kota.
Baru- baru ini Leon secara gentleman mendatangi orang tua Bianca bicara baik-baik kalau ia membatalkan niatnya ingin menikahi putri mereka karena perbedaan pemikiran.
Oran tua Bianca mengerti dengan alasan Leon , bahkan mereka merasa simpati dengan kisah hidup Leon. Tetapi tidak begitu dengan Bianca. Ia semakin menggila saat orang tuanya memintanya agar menjalani hidupnya dan membiarkan Leon menjalani hidupnya.
Hari Itu dia datang lagi ke hotel Leon tidak ingin menambah masalah, karena tidak punya waktu untuk bicara dengan Bianca karena Hara tiba-tiba bersikap aneh Jadi Leon ingin bicara dengan Hara.
Dengan rendah diri Leon meminta Maaf pada Bianca, untuk pulang ia berjanji pulang kantor akan mengajak bicara empat mata, bahkan Leon berjanji akan mengajak ibunya ke rumah Bianca, Karena Leon tidak ingin Masalahnya semakin merembet kemana-mana dan tidak ingin sampai Hara mengetahuinya, Leon Benar-benar merasa bersalah pada Bianca. Namun saat ini Bianca membuat emosi lagi.
Saat ia turun ingin ke parkiran, ternyata Bianca tidak pulang, ia menunggu Leon turun itu juga yang menyebabkan lelaki itu murka, tadinya ia tidak ingin memarahi, tapi karena sikapnya yang jadi posesif membuat Leon merasa tidak nyaman dengan sikap yang di tunjukkan Bianca seperti anak kecil.
Sangat berbeda saat di Jepang dulu, Leon merasa Bianca berubah dari saat pertama kenal. bersikap berlebihan dan sifat yang paling di benci.
“Apa yang kamu lakukan di sini? Bukannya aku suruh kamu untuk pulang?” Alis Leon terlihat menyatu menggambarkan ketidaksukaannya dengan sikap Bianca.
“Aku pikir aku di sini saja menunggumu , nanti kalau aku pulang juga aku tidak akan merasa tenang, pikiranku pasti ke kamu juga,” ucap Bianca tanpa merasa malu
“Itu artinya kamu tidak mengerti aku dan tidak mau mendengarku” ucap Leon melepaskan tangan Bianca dari lengannya dengan kasar karena Bianca mencoba merangkul lengannya dengan sikap manja ia berpikir apa yang ia lakukan Leon akan Bianca kaget dengan sikap penolakan yang di lakukan Leon.
Hara lewat secara tidak sengaja.
"Hara urusan kita belum selesai, sekarang kamu ikut saya” pintar Leon.
“Maaf Pak Leon, jam kerja saya mulai" Karena ini sudah jam kerja,” ucap Hara melirik jam yang melingkar di tangannya.
"Lagian Aku tidak mau terlibat dengan urusan percintaan kalian," ujar Hara tertawa kecil.
__ADS_1
“Ini perusahaan saya, paling tidak suka ada orang yang tidak menurut apa yang aku katakan”
“Oh, tamu di kamar atas menyuruhku, tadi datang ke kamarnya,” ucap Hara meninggalkan kedua pasangan yang sedang bertengkar itu.
“Kamu pulanglah, jangan coba - coba temui aku lagi!” Ucap Leon menatap Bianca tegas.
“A-a-apa?? apa kamu harus bicara seperti itu hanya karena aku tidak mendengarkanmu?" Wajah Bianca bagai mengeluarkan asap
“Dengar… kamu belum jadi istriku saja sudah tidak mau mendengarku, bagaimana kalau sudah jadi istriku? Maka pulanglah," ujar Leon tega
“Aku tidak akan menerima itu,” bentak Bianca .
Bianca berpikir Leon akan luluh dan malu kalau ia berteriak dan menangis di depan orang banyak, ia tidak berpikir kalau Leon lelaki batu.
“Berteriaklah sepuasmu, permalukan dirimu sendiri, lepas itu jangan harap aku mau melihatmu,” ucap Leon tenang, ia berjalan kearah taman.
Bianca makin panik, ia berhenti berteriak dan berlari mengikuti Leon ke Taman.
“Terimakasih karena kamu menunjukkan sifat asli sekarang, syukur aku belum menikahimu, ternyata penilaian ku salah padamu selama ini. Kamu wanita yang tidak punya harga diri,"ujar Leon sangat kesal
“Harusnya kamu pulang dan mendengar ucapanku tadi, sehingga kejadian seperti sekarang ini tidak terjadi lagi, tapi kamu tidak melakukanya , kamu malah mempermalukan ku di depan pegawai ku, itu hal yang paling tidak bisa aku terima, biar bagaimanapun aku ini lelaki terhormat, aku seorang bos, apa yang dipikirkan mereka tentangku karenamu.”
“Itu Karena kamu tidak melihat sebagai wanita lagi dan memberi perhatianmu pada wanita .... Siapa namanya?
Aku cemburu aku tidak ingin kamu berbagi perasaan dengan wanita lain"
“Baiklah, karena kamu jujur," ujar Leon, menahan diri agar tidak marah.
Wajah terlihat senang, saat Leon memujinya karena sudah berkata jujur.
" Kamu tidak perlu tahu, aku sama siapa. Aku bukan tipe lelaki yang suka berbagi rahasia dengan seorang wanita, sekarang kamu pergilah, cari lelaki yang bisa menuruti seperti apa kemauanmu, karena aku bukan tipe lelaki yang suka menuruti kemauan seorang wanita dan aku tidak mau melakukan hal itu.”
__ADS_1
“Kenapa kamu jadi lelaki tidak punya sedikitpun kelembutan dan perhatian sama seorang wanita, selama ini walau aku mencoba segala cara untuk menarik perhatianmu, kamu tidak pernah melirikku, aku sengaja mewarnai rambutku jadi warna coklat berharap kamu memperhatikannya , aku ingin sekali kamu mengomentari penampilanku, tapi sejak kamu mengungkapkan kamu ingin menjadikanku jadi istrimu, kamu tidak pernah memberikan komentar apapun denganku, aku cantik entah jelek, sekarang aku sadar kamu hanya mengaku sebagai pelarianmu, apa kamu pecinta wanita? Apa kamu pecinta lelaki?"
“Pergilah aku tidak ingin marah padamu, kamu membuatku sakit kepala," ucap Leon ia berdiri dari kursi taman.
“Dasar lelaki jahat, tidak ada perasaan , aku berharap wanita manapun di muka bumi ini, tidak mau untukkmu,”ucap Bianca memaki dan menyumpahi Leon dengan kemarahan.
“Jangan khawatirkan aku, khawatirkan saja dirimu” ucap Leon meninggalkan Bianca.
Tidak tahan dengan sikap posesif wanita itu akhirnya ia memutuskan bicara pada keluarga Bianca , tapi jika perasaan wanita sudah tersakiti dan sudah menyangkut hati, semuanya bisa terjadi, bahkan bisa dibilang nekat.
Leon meninggalkannya di taman dan Leon kembali bekerja, Bianca memang psikopat, ia ke rumah Leon saat Bu Atin tidak ada di rumah, ia memaksa masuk ke kamar pribadi Leon, Ia ingin memastikan siapa wanita yang jadi tunangan Leon yang dikatakan orang tuanya. Sampai - Sampai Leon membatalkan rencana pernikahan mereka.
Ia membawa palu dari dapur dan merusak kunci lemari dan laci Leon, hingga akhirnya dia menemukan foto Hara.
"Jadi kamu orangnya Ha ... ha ....," Ia tertawa seperti orang gila
Asisten rumah menelepon Leon dan Bu Atin.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)