Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Malam pengantin sesi II


__ADS_3

Hara masih duduk di depan kaca di kamar mandi.


“Mengobati rasa sakit yang kamu rasakan,” ujar Leon santai.


“Kamu gila iya ….!”Hara ingin turun dari atas wastapel. Namun Leon menahan tubuhnya dengan kedua tangannya.


“Tenanglah Hara nanti juga akan menikamtinya,” ujar Leon


“Leon, aku  bukan wanita yang suka dengan gaya ranjang yang aneh- aneh, aku bukan tipe wanita yang suka berfantasi liar seperti itu ,” ujar Hara menolak Leon melakukan hal seperti itu.


"Hara terkadang kita membutuhkan berbagai cara untuk melakukan agar tidak nonopon, asal sama pasangan kan," ujar Leon.


"Saya satu saja belum pernah menikmati, bagai mau berbagai gaya," Balas Hara.


Leon juga tidak   memaksa Hara, ia berdiri lagi.


“Benarkah … itu karena kamu belum berpegalaman Hara, kamu seorang artis apa kamu  belum  pernah ….?”


“Maksudmu tidur dengan pria lain?”



Leon menganggukkan kepalanya.


“Kamu tahu … Om piter selalu menjaga seperti menjaga sebuah telur agar tidak pecah, kamu tahu betapa ketatnya  dia menjagaku? Jangan ketat tidak boleh seorang priapun yang boleh bicara padaku sebelum seleksi olehnya. Makanya kamu harus berterimakasih padanya karena menjaga jodohmu selama ini,” ujar Hara terdengar tulus bahkan sangat menyentuh lubuhk hati paling hati Leon paling Leon.


Leon tidak bisa berkata-kata, ia memeluk tubuh Hara lagi.


“Baiklah aku akan melakukannya nanti,” ujar Leon masih memeluk tubuh sang istri memberi beberapa kecupan di kepala.


“Makanya kamu lelaki satu-satunya yang melakukannya,” ujar Hara tulus.


Leon memundurkan tubuhnya dan menatap wajah Hara, tidak ada kebohongan di sana.


“Aku mencintaimu Hara,” ujar Leon.


Hara diam.


“Aku lapar,” ujar Hara ingin turun.


“Eh, kamu tadi sudah membangunkannya masa kamu  suruh tidur lagi,” ujar Leon.


“Siapa?” tanya Hara belum konek


“Dia,” ujar Leon menunjuk juniornya.


Hara tersenyum kecil.


“Tidak ah sakit,” ujar Hara.


“Ini tidak akan sakit lagi Hara"


“Ah mungkin sudah terbiasa dengan gaya fantasi yang ekstrem ,” balas Hara lagi.


Leon meraih  dagu Hara  memberi kiss yang lembut.


Lalu Leon  menarik dirinya, ia berpikir kalau Hara lapar ternyata …


“Eh …?” Tanya Hara seolah-olah, ia protes karena Leon menyudahinya dengan cepat.

__ADS_1


“Ummm bukannya kamu lapar?” Leon menatapnya


Pipih Hara merona.


“Iya,” ucapnya lagi tetapi wajahnya memerah Leon menahan tawa.


‘Aku tidak ingin kamu pingsan Hara ... tenanglah nanti kita akan lamjut,” ujar Leon  menahan tawa.


Saat makan  malam Hara memilih diam.


“Kamu tidak apa-apa?” Tanya Leon saat Hara maasih  diam setelah selesai makan.


“Tidak apa-apa, aku mau mandi,” ujar Hara setelah selesai makan. Ia berdiri dan buru- buru  masuk k kamar-mandi, tetapi  Leon masih duduk manis di sofa melihat handuk masih terlipat rapi di atas ranjang Leon terseyum.


“Kamu yang memulai Nona manis jangan menyalahkan nanti ,” ujar Leon menyembunyikan handuk.


Beberapa menit kemudian.


“Eh …. handukku kemana, ais aku lupa,,"ujar Hara setelah selesai mandi.


“Hara apa kamu masih lama aku mau mandi!”


Hara membuka pintu kamar mandi mengeluarkan sedikit kepalanya.


“Tolong ambilkan handukku donk”


“Yang mana?”


“Saya melipatnya tadi di atas ranjang”


“Tidak ada kamu  membawa ke kamar mandi mungkin ,” ujar Leon, ia berdiri pura-pura ikut mencari ke kamar mandi. Modus ala mafia tidak perlu merayu ataupun memaksa lagi …. benar saja Hara membiarkannya masuk ke kamar mandi mereka sama-sama Mencari.



"Tidak ada"


Leon melepaskan  semua pakaiannya dan berdiri dibawah shower.


“Apa yang kamu lakukan?”Tanya Hara protes.



“Aku gerah Hara,” ujar Leon menghidupkan shower


“Tapi aku belum keluar,” ujar Hara menutup  bagian depannya dengan pakaian kotor.


“Hara bisa ngosok punggungku ah tanganku sangat sakit,” ujar Leo memegang lengannya yang sakit.


“Tapi aku belum pakai handuk ….”ujar Hara.


“Hara, tolong lebih cepat,” desak Leon.


Hara meletakkan pakaian kotornya dan berjalan ke arah Leon, menuangkan sabun cair ke tangannya lalu mengosok punggung Leon,


Leon tersenyum ini namanya mendapatkannya tanpa  harus merayu.


“Hara tolong gosok bagian depan” Leon duduk di sisi batdhum dan  pura-pura menutup  mata,  Hara menurut ia mengosok sabun ke dada Leon saat gerakan tangan  mengusap ke bawa mata Leon terbuka, ia menahan tangan Leon di dadanya.


Hara diam, bulu matanya mengerjap-erjap  dengan tubuh mematung, tubuhnya yang polos  berdiri tepat di depan Leon.

__ADS_1


Leon tidak mau menunggu lama, ia mendaratkan bibirnya diperut rata Hara, wajah itu semakin memerah  terasa panas.


Hara ingin menolak, tetapi bibirnya terlalu keluh untuk berucap yang ada hanya terdiam. Setelah dari perut bibir Leon merangkat naik ke dada Hara, wanita cantik itu masih diam seribu bahasa.


Tidak ada penolakan.... Leon mengarahkan bibirnya ke bagian indah di tubuh Hara, awalnya Leon memberinya beberapa kecupan di sana tetapi tuntutan tubuhnya menginginkan lebih untuk mencici bagian lembut tersebut, ia mengarahkan bibirnya pada  bagian berwarna coklat kemarahan itu, tubuh Hara menegak bagai tersengat aliran listrik saat Leon mengercapnya dengan lembut.


Buah yang masih terlihat mengkal,  ia melakukannya layaknya seorang bayi, tubuh Hara semakin  menegang, bibir Leon menikmati satu bagian dan  tangan kanan Leon mengusap  satu bagian dengan lembut . Hara akhirnya tidak bisa bertahan dengan sikap diam, ia mengeluarkan  suara-suara kecil dari bibir mungilnya, melihat bibir merah ranum tersebut, Leon  menarik tubuh Hara dan duduk di pangkuanya, memegang tengkuk Hara dan kembali menikmati bibir mungil tersebut, ternyata gerakan lembut  itu  mendapat sambutan dari Hara, ia membalas  bibir sang suami, lidah mereka saling membelit dan  memutar, bermain-main lama, mengabsen tiap inci di dalam sana, Leon  merasa semakin  bersemangat saat wanita cantik itu mengeluarkan suara indah dari bibirnya.


Tangan kanan Leon tidak  berhenti mengusap pungunggung mulus sang istri. Bibir Leon melepaskan pangutan bibir sang istri lalu turun ke cerukan leher dan memberi tanda cinta di beberapa area. Lalu tangan Leon memegang tubuh Hara menggunakan kedua tangannya dan bibirnya kembali menyusiri bagian dada menikmatinya dengan leluasa tanpa ada penolakan dari Hara lagi.


“Ahhh … Leon,” suara Hara lembut, seolah - olah menggoda sang suami untuk melakukan lebih banyak sentuhan.


Leon tidak menyia-nyiakannya, ia mengarahkan jemarinya ke bagian  bawah sana meraba lembut dan bergerak   semakin dalam hingga akhirnya menemukannya.


Hara terbelak kaget. Namun,  Leon tahu apa yang harus dilakukan untuk menyamarkan rasa takut Hara, ia kembali memperdalam pangutan bibirnya.


“Aku takut sakit,” ujar Hara.


“Jangan takut nikmati saja, lepaskan jangan di tahan ,” ujar Leon.


Hara akhir mengeluarkan suara kecil dari bibirnya.


Setelah memberi banyak  warna-warna dalam aktivitas  bibir, napas Hara mualai tersengal-sengal dan tangan bergerak liar mencakar tubuh Leon,  karena jari-jari Leon melakukan gerakan maju - mundur dibawa sana, tanmelihat wajah Hara yang semaikin memburu Leon akhirnya memasukkan benda  miliknya.


“Ahhh ….!”Pekik Hara.


“Sakit?” Tanya Leon.


Hara mengeleng dengan wajah besemu merah, Leon memang ahlinya dalam urusan ranjang, ia tahu mana gaya yang membuat tubuh istrinya nyaman, karena itulah ia melakukan gaya memangku seperti itu,


Leon mengerakkan panggul   beberapa hentakan. Namun, seolah tidak mau kalah Hara  membalas hentakan tubuh sang suami, ia mengantikan melakukan gerakkan   naik turun   suara riuh terdengar dari kamar hotel Suara saling bersahutan.


Hingga akhirnya suara panjang terdegar dari mulut mereka bersamaan. Ternyata mereka berdua sama-sama mendapat puncaknya. Hara  memeluk  tubuh Leon  yang masih memangku tubuhnya. Tubuh mereka berdua bermandikan keringat dan pundak Hara masih naik turun, tangannya masih memeluk leher sang suami.


"aku capek....," suara parah.


Leon memberi beberapa kecupan.


“Terimakasih,” ujar Leon tubuh mereka berdua benar- benar lelah.


 Hara belum mau melepaskan pelukannya.


Leon meraih shower di samping batdhum dan membantu Hara membersihkan diri, setelah mereka  berdua selesai mandi.


“Tunggu di sini,” ujar Leon.


Mengambil handuk yang ia sembunyikan tadi.


“Kok ada?” Tanya Hara melihat  handuk  model batrobes tersebut


“Ada di situ ternyata,” ujar Leon tersenyum puas.


Sesi malam pengantin kedua berhasil.


Bersambung….


Jangann lupa bom like iya akak


Panas... panas basah... basah. 😁 Suami mana suami 😝 Paksu.... ayo bobo ciang.. 🤣

__ADS_1


__ADS_2