
Hari itu sebuah pernikahan diakan di halaman mansion Leon di Kalimantan. Walau pernikahan itu untuk Rikko dan Susan , tetapi tidak mengurangi rasa bahagia dari mereka semua. Ini pertama kalinya ada sebuah perayaan pernikahan di mansion Leon, kalau biasanya yang ada pesta kolam renang dan acara mabuk-mabukan. Leo berubah, ia menunjukkan perhatiannya pada anak buahnya.
Kali ini Rikko terlihat sangat gagah dengan setelan jas berwarna hitam, sementara Susan gaun berwarna cream dan dipadukan dengan mahkota kecil yang menghiasi kepalanya.
Tamu yang hadir semua orang yang bekerja untuk Leon dan dokter Billy membawa beberapa rekanya sesama dokter dari Jakarta.
“Duduklah biarkan mereka yang mengawasinya,” ujar Leon yang kurang suka melihat Hara yang terlalu sibuk mengurusi acara pernikahan Rikko.
“Pernikahan acara yang sakral , aku ingin Kak Rikko serasa punya keluarga saat kita ikut andil dalam persiapan pestanya”
“Hara, kamu lagi hamil tidak bisakah kamu duduk saja dan membiarkan mereka yang bekerja,” bisik Leon menahan tangan Hara agar tetap duduk disampingnya.
“Kita ini harus jadi tuan rumah yang baik, sayang,” ucap Hara ia sangat cantik kali ini.
“Yang datang semua karyawan ku Hara , apa aku harus menyambut mereka juga?”
“Harus Pak Leon, di kantor mereka semua anak buah dan karyawan mu . Namun , saat ini mereka tamu kita,” ujar Hara meminta Leon berdiri.
Walau dengan raut wajah terpaksa Leon mengikuti Hara berdiri.
“Tunggu di sini, aku akan melihat semua persiapan,” ujar Hara. Lagi-lagi Leon memperlihatkan raut wajah cemas saat Hara terlihat sibuk mengurusi semuanya, mulai dari makanan persiapan ijab kobul dan tempat untuk mengucapkan janji.
Hingga janji suci itu terucap lantang dari mulut Rikko, kini kedua pasangan sejoli itu sudah resmi jadi pasangan suami istri, Leon menatap pasangan pengantin itu dengan tatapan sedih.
Ia meninggalkan acara, ia berjalan menjauh menuju lapangan belakang mansion dan duduk di sebuah kursi panjang.
Melihat Leon meninggalkan acara dengan wajah sedih, Hara mengikuti Leon.
“Ada apa?” Tanya Hara, ia duduk di samping Leon.
“Aku takut Hara”
“Takut kenapa?”
“Aku takut tidak bisa menikah denganmu, aku sudah melakukan semuanya dan kamu sudah menyetujui menikah denganku. Tetapi kenapa alam tidak merestui,” ujar Leon mengalihkan wajahnya ke arah lain.
“Kamu takut karena apa? Apa kamu takut aku akan meninggalkanmu dan memilih pria lain?’
“Entahlah Hara, beberapa Hari ini … aku tidak bisa tidur , aku mengalami mimpi buruk lagi”
“Leon, sayang ….” Hara memegang pipi Leon dengan kedua telapak tangannya.
“ Aku tidak akan berpaling pada siapapun lagi, walau ada diluar sana, ada yang menawarkan cinta, bagiku kamu cinta yang nyata untukku.”
__ADS_1
Mendengar kata-kata manis itu dari Hara kembali hati Leon tersentuh, ia ingin menangis, buru- buru mengalihkan wajahnya sebelum Hara menangkap basa dirinya sedang menangis.
‘Sial sejak aku tahu Hara hamil, aku jadi gampang menangi’ Leon membatin.
“Aku sudah berusaha keras Hara, sepertinya para leluhur belum merestui pernikahan kita,” ujar Leon. Batal menikah dengan Hara bulan ini, membuat Leon sangat sedih.
“Sayang. Ibu sering berkata seperti ini; Manusia boleh berencana tetapi, Tuhanlah yang menentukan, jadi, apapun yang kita berdua rencanakan kalau belum jodoh, kita bisa apa,” ujar Hara.
Saat Leon bimbang, Hara akan selalu mendukungnya, bahkan saat ini ia sudah berani memanggil di kanebo kering itu dengan panggilan ‘sayang’ Karena hal itu jugalah membuat Leon semakin bahagia saat bersama Hara. Kalau dulu Hara selalu memangilnya dengan panggilan Pak sekarang sudah ‘sayang.
“Aku tidak bisa tidur lagi belakangan ini,” keluh Leon.
Walau Leon sudah melamar Hara dan wanita itu sudah resmi sebagai kekasihnya, rupanya keduanya masih tidur dikamar masing-masing. Leon menghargai keputusan Hara yang meminta kamar terpisah, Hara bilang mereka akan satu kamar jika sudah menikah.
Tetapi mendengar Leon tidak bisa tidur, Hara menawarkan untuk tidur bersama.
“Apa kamu mau tidur bersama kami mulai nanti malam?”
“Kami?” Tanya Leon menyepitkan matanya.
“Dengan dia.” Hara menunjuk perutnya
“Apa sekarang kamu sudah mau?” Tanya Leon.
“Mau, kamu berdua ingin menghiburmu yang sedang sedih,” ujar Hara menatik tangan Leon menempelkan tangannya di perut Hara.
“Ayo.” Hara berdiri dan mengandeng tangan Leon membawanya kembali ke dalam pesta.
Akhirnya pernikahan kali ini dapat terlaksana dengan baik.
“Bos sini foto!” Teriak Ken.
Leon awalnya tidak mau saat diajak saat berfoto,tetapi saat semua anak buahnya mengajak Hara berfoto saat Toni ikut di sana, Leon akhirnya mau dan menggenggam tangan Hara, seakan-akan ia ingin mengatakan pada semua orang kalau Hara wanitanya .
“Jangan banyak gerak,” bisiknya lagi, saat Hara ikut larut dalam kegembiraan pesta.
Hara hanya tersenyum saat Leon bersikap perhatian berlebihan padanya.
*
Setelah acara pernikahan selesai Hara memberikan tiket perjalanan bulan madu untuk Rikko.
“Aku tidak ingin bulan madu Non untuk saat ini, Bos dan kamu membutuhkan penjagaan,” ujar Rikko menolak. Namun, itu salah satu impian Susan berbulan madu ke satu pulau di timur Indonesia. Raja ampat, Susan dari kuliah punya keinginan jalan-jalan ke pulau yang cantik itu.
__ADS_1
Saat itu Hara pernah bertanya pada Susan.
“Kalau Kakak ingin jalan-jalan ke satu tempat, kemana yang paling kamu inginkan?” Tanya Hara saat di Jakarta, sebelum Susan menikah dengan Rikko.
“Aku ingin ke Raja Ampat dan Danau Toba,” ujar Susan membuat Hara terkejut, saat itu, tadinya Hara berpikir kalau ia meminta ke luar negeri, ternyata keinginannya tidak neko-neko. Masih seputar pulau Indonesia.
“Kemana?” Tanya Hara penasaran saat itu.
“Dulu temanku saat kuliah pergi jalan-jalan ke sana, tetapi aku tidak bisa ikut karena tidak punya uang lebih, padahal ingin bangat soalnya mereka memperlihatkan foto-foto cantik. Keinginanku. Jika aku akan bulan madu jika sudah menikah ingin di sana,” ujar Susan saat itu, itulah yang di ingat Hara, maka ia meminta Leon memberi izin bulan madu untu Rikko.
Mendapat tiket ke tempat yang paling di impikan Susan sangat terharu.
“Ini buat aku Non?” Tanya Susan dengan mata berkaca-kaca.
“Iya, itu tiket bulan madu ke Raja Empat lalu ke Danau Toba, bukan itu yang ingin kakak kunjungi?’
“Iya benar,” ucap Susan mengangguk terharu.
Rikko berangkat mulan madu hari itu juga.
Saat malam tiba, Hara menepati janji untuk tidur di kamar Leon, malam itu juga ia datang ke kamar Leon.
“Kamu ingin kemana untuk bulan madu kita nanti?” Tanya Leon memeluk Hara saat tidur.
“Aku ingin ke jepang melihat bunga sakura dan ingin melihat salju,” Ujar Hara.
“Baiklah, bibi sudah mengurus pernikahan kita”
Hara dan Leon sudah mempersiapkan semua. persiapan pernikahan hanya tinggal keputusan tetua adat saja, andai mereka bilang besok Leon juga akan langsung menikah besok.
Bersambung…
KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA, AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing