Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Pernikahan


__ADS_3

Hari itu  sebuah  pernikahan diakan di halaman mansion Leon di Kalimantan. Walau pernikahan itu  untuk Rikko dan Susan , tetapi tidak mengurangi rasa bahagia dari  mereka semua. Ini pertama kalinya ada sebuah perayaan pernikahan di mansion Leon,  kalau biasanya yang ada pesta kolam renang dan acara mabuk-mabukan. Leo berubah, ia menunjukkan perhatiannya pada anak  buahnya.


Kali ini Rikko terlihat sangat gagah dengan setelan jas berwarna   hitam, sementara  Susan  gaun berwarna cream dan dipadukan dengan mahkota kecil yang menghiasi kepalanya.


Tamu yang hadir semua  orang yang bekerja untuk Leon dan dokter Billy membawa beberapa rekanya sesama dokter dari Jakarta.


“Duduklah biarkan mereka yang  mengawasinya,” ujar Leon yang  kurang suka melihat Hara yang terlalu sibuk mengurusi acara pernikahan Rikko.


“Pernikahan acara yang sakral , aku ingin Kak Rikko serasa punya keluarga saat kita ikut andil dalam persiapan  pestanya”


“Hara, kamu lagi hamil tidak bisakah kamu duduk saja dan membiarkan mereka yang bekerja,” bisik Leon  menahan tangan Hara agar tetap duduk disampingnya.


“Kita ini harus jadi tuan rumah yang baik, sayang,” ucap Hara ia sangat cantik kali ini.


“Yang datang semua karyawan ku Hara , apa aku harus menyambut mereka juga?”


“Harus Pak Leon, di kantor mereka semua anak buah dan karyawan mu . Namun , saat ini mereka tamu kita,” ujar Hara meminta Leon berdiri.


Walau dengan   raut wajah terpaksa Leon  mengikuti Hara berdiri.


“Tunggu di sini, aku akan melihat semua persiapan,” ujar Hara. Lagi-lagi Leon memperlihatkan raut wajah cemas saat Hara terlihat  sibuk mengurusi semuanya, mulai dari makanan persiapan ijab kobul  dan tempat untuk mengucapkan janji.


Hingga janji suci itu terucap lantang dari mulut Rikko,  kini kedua pasangan sejoli itu sudah resmi  jadi pasangan suami istri, Leon menatap  pasangan pengantin itu dengan tatapan sedih.


Ia meninggalkan acara, ia berjalan  menjauh menuju lapangan belakang mansion dan duduk di sebuah kursi panjang.


Melihat Leon meninggalkan acara  dengan wajah sedih, Hara mengikuti Leon.


“Ada apa?” Tanya  Hara, ia duduk di samping Leon.


“Aku takut Hara”


“Takut kenapa?”


“Aku takut tidak bisa menikah denganmu, aku sudah melakukan semuanya dan kamu sudah menyetujui menikah denganku. Tetapi kenapa alam tidak merestui,” ujar Leon mengalihkan wajahnya ke arah lain.


“Kamu takut karena apa? Apa kamu takut aku akan meninggalkanmu dan memilih pria lain?’


“Entahlah Hara, beberapa  Hari ini … aku tidak bisa tidur , aku mengalami mimpi buruk lagi”


“Leon, sayang ….” Hara memegang pipi Leon dengan kedua telapak tangannya.


“ Aku tidak akan berpaling pada siapapun lagi, walau  ada diluar sana, ada  yang menawarkan cinta, bagiku kamu cinta yang nyata untukku.”

__ADS_1


Mendengar kata-kata manis itu dari  Hara kembali hati Leon tersentuh,  ia ingin menangis, buru- buru  mengalihkan wajahnya sebelum Hara menangkap  basa dirinya sedang menangis.


‘Sial sejak aku tahu Hara  hamil, aku jadi gampang menangi’ Leon membatin.


“Aku sudah berusaha keras Hara, sepertinya para leluhur  belum merestui pernikahan kita,” ujar Leon. Batal menikah dengan Hara bulan ini, membuat Leon sangat sedih.


“Sayang.  Ibu sering berkata seperti ini; Manusia boleh  berencana tetapi, Tuhanlah yang menentukan, jadi, apapun yang kita berdua rencanakan kalau belum jodoh, kita bisa apa,” ujar Hara.


Saat Leon bimbang,  Hara akan selalu mendukungnya, bahkan saat ini ia sudah berani memanggil  di kanebo kering itu dengan panggilan ‘sayang’ Karena hal itu jugalah membuat  Leon semakin bahagia  saat bersama Hara. Kalau  dulu Hara selalu memangilnya dengan panggilan Pak sekarang sudah ‘sayang.


“Aku tidak bisa tidur lagi belakangan ini,” keluh Leon.


Walau Leon sudah melamar Hara  dan wanita itu sudah resmi sebagai kekasihnya, rupanya keduanya masih tidur dikamar masing-masing. Leon menghargai keputusan Hara yang meminta kamar terpisah, Hara bilang  mereka akan  satu kamar jika sudah menikah.


Tetapi mendengar Leon tidak bisa tidur, Hara menawarkan  untuk tidur bersama.


“Apa kamu mau tidur bersama kami mulai nanti malam?”


“Kami?” Tanya Leon menyepitkan  matanya.


“Dengan dia.” Hara menunjuk perutnya


“Apa  sekarang kamu sudah mau?” Tanya Leon.


“Mau, kamu berdua ingin menghiburmu yang sedang sedih,” ujar Hara menatik tangan Leon menempelkan tangannya di perut Hara.


“Ayo.” Hara berdiri dan mengandeng tangan Leon  membawanya kembali ke dalam pesta.


Akhirnya pernikahan kali ini  dapat terlaksana dengan baik.


“Bos sini  foto!” Teriak Ken.


Leon awalnya  tidak mau saat diajak saat  berfoto,tetapi saat semua anak buahnya  mengajak Hara berfoto  saat Toni ikut di sana, Leon akhirnya mau dan menggenggam tangan Hara, seakan-akan ia ingin mengatakan pada semua orang kalau Hara wanitanya .


“Jangan banyak gerak,” bisiknya lagi,  saat Hara  ikut   larut dalam kegembiraan pesta.


Hara hanya tersenyum saat Leon bersikap  perhatian berlebihan padanya.


                              *


Setelah acara pernikahan selesai Hara memberikan tiket perjalanan bulan madu untuk Rikko.


“Aku tidak ingin bulan madu Non untuk saat ini, Bos dan kamu membutuhkan  penjagaan,” ujar Rikko menolak. Namun, itu salah satu impian Susan berbulan madu ke satu pulau di timur Indonesia. Raja ampat, Susan dari kuliah punya keinginan jalan-jalan  ke pulau yang cantik itu.

__ADS_1


 Saat itu Hara pernah bertanya pada Susan.


“Kalau Kakak ingin jalan-jalan ke satu  tempat, kemana yang paling kamu inginkan?” Tanya Hara saat di Jakarta,  sebelum Susan menikah dengan Rikko.


“Aku ingin ke Raja Ampat dan Danau Toba,” ujar Susan membuat Hara terkejut, saat itu, tadinya Hara berpikir kalau ia meminta ke luar negeri, ternyata keinginannya tidak neko-neko. Masih seputar pulau  Indonesia.


“Kemana?” Tanya Hara penasaran saat itu.


“Dulu temanku saat kuliah pergi jalan-jalan ke sana,  tetapi aku tidak bisa ikut karena tidak punya uang lebih,  padahal ingin bangat  soalnya mereka memperlihatkan foto-foto cantik. Keinginanku.  Jika aku  akan bulan madu jika sudah  menikah ingin di sana,” ujar Susan saat itu,  itulah yang di ingat Hara, maka ia meminta Leon memberi  izin bulan madu untu Rikko.


Mendapat tiket ke tempat yang paling di impikan  Susan sangat terharu.


“Ini buat aku Non?” Tanya Susan dengan mata berkaca-kaca.


“Iya, itu tiket   bulan madu ke Raja Empat  lalu ke Danau Toba, bukan itu   yang ingin kakak  kunjungi?’


“Iya benar,” ucap Susan mengangguk terharu.


Rikko berangkat mulan madu hari itu juga.


Saat malam tiba,  Hara  menepati janji untuk tidur  di kamar Leon, malam itu juga ia datang ke kamar Leon.


“Kamu ingin kemana untuk bulan madu kita nanti?” Tanya Leon memeluk Hara saat tidur.


“Aku ingin ke jepang melihat bunga sakura dan  ingin melihat salju,” Ujar Hara.


“Baiklah,   bibi  sudah mengurus pernikahan kita”


Hara dan Leon sudah mempersiapkan semua.  persiapan pernikahan hanya tinggal  keputusan tetua adat saja, andai mereka bilang besok  Leon  juga akan langsung menikah   besok.


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2