
Leon tidak akan bisa lepas dari masa lalu, kabar tentang Hara dan Toni , Bu Atin yang masih hidup. Terdengar juga oleh Zidan dan Ken. Zidan mengurus bisnis di China akhirnya pulang, dan Ken yang selama ini di Bali kembali ke Jakarta. Dokter Billy yang mengabari keduanya, kalau Hara masih hidup.
Mereka berdua orang yang sangat setia pada Leon, walau Leon sudah memberikan mereka kehidupan yang lebih baik tidak lantas membuat si tampan Zidan lupa diri. Ia kembali ke Indonesia untuk Leon. Ken juga, ia tahu Leon kembali ke Jakarta, ia juga datang , bukan hanya mereka bahkan Billy yang selama ini tinggal di Amerika bersama istrinya ikut pulang ke Tanah Air, Leon beruntung karena memiliki orang- orang seperti mereka.
Zidan dan Ken membuat kejutan untuk Leon, mereka berdua datang tanpa berkabar terlebih dulu padanya.
Saat tiba di hotel.
“Sttt … biar saya yang mengetuk pintunya, Mbak Kaila,” ujar Zidan saat Kaila mengangkat gagang telepon ingin melaporkan kedatangan Zidan dan Ken
“Baik Pak Zidan, silahkan”
“Apa kabar Mbak Kaila?” Goda Ken pada Kaila.
“Baik,” ujarnya ketus.
Ken hanya tersenyum kecil saat Kaila menjawab ketus.
Zidan mengetuk pintu ruangan Leon.
Tok … Tok …
“Masuk!”
“Selamat siang Bos”
“Zidan? Ken?” Leon berdiri merangkul tubuh kedua sahabat lamanya bergantian , wajah Leon terlihat sangat terharu saat melihat mantan anak buahnya datang.
“Apa kami mengganggu, Bos?”
“Tidak, sini duduk. Kenapa tidak mengabari kalau mau datang”
“Kalau kami meminta izin pasti Bos tidak akan memperbolehkan kami datang,” ujar Ken.
Mereka berdua menatap Leon, suasana menjadi hening, tiba-tiba wajah Leon terlihat sedih.
“Apa itu benar Bos?” Tanya Zidan kemudian.
Leon hanya mengangguk lalu ia berdiri menatap jalanan dari jendela kaca.
“Lalu, apa yang terjadi Bos?” Tanya Ken lebih penasaran lagi.
“Aku dengar Toni cacat dan Non Hara Buta?” Zidan menatap Leon dengan tatapan penasaran.
“Ya, Toni pergi setelah dia marah karena aku menolak Hara dan saat ini aku kehilangan jejak atas Hara, sudah hampir dua bulan,” ujar Leon.
Wajah mereka bertiga langsung berubah ada rasa bersalah di wajah Zidan karena hidupnya sangat sukses. Tepat, setelah Leon memutuskan tidak memakai mereka lagi sebagai anak buah dan memberi hadiah rumah dan hotel untuk mereka berdua. Tetapi ia tidak tahu kalau rekan kerjanya justru kebalikannya, mengalami hidup susah bahkan cacat.
“Itu bukan salahmu Bos, kita tidak tahu kalau mereka masih hidup,” ujar Zidan ikut terlihat sangat sedih.
“Tenang Bos, saya akan mendapatkan kabar tentang Non Hara untukmu”. Ken ikut bicara
“Entahlah, terkadang aku berpikir mungkin akan lebih baik ia menjauh dariku, agar aku bisa memulai hidup baru dengan Bianca. Lalu di satu sisi, aku masih mencintainya,’ ujar Leon, ia akhirnya mau terbuka pada keduanya.
“Tetapi saya akan tetap mencarinya Bos, ingin memastikan kalau dia baik-baik saja , rindu pada keceriaan Nona Hara,” ujar Ken.
__ADS_1
“Dia bukan hanya Buta dia juga lupa ingatan”
“APA ….!?”
Mereka berdua terkejut.
‘Kasihan sekali hidup Non Hara’ Ken membatin.
Seperti yang diketahui kalau Ken sangat mengagumi Hara sejak dari pertama kali mereka bertemu, ia beberapa kali menghela napas berat ada rasa sesak di dalam dada membayangkan wanita cantik itu tidak bisa melihat dan dan tidak mengingat apa-apa tentang mereka dulu.
“Tapi apa kamu bisa melakukan?”Tanya Leon menatap Ken.
“Serahkan pada kami Bos, kami akan menemukannya,” ujar Zidan.
Tidak lama kemudian ketukan pintu terdengar mengalihkan perhatian mereka bertiga.
Billy datang dengan Bram.
“Dok, kapan datang?” Tanya Leon tersenyum ketir, akhirnya dia paham kalau tidak akan mudah lepas dari masa lalu.
Melihat mereka bertiga di ruangannya, tidak mungkin rasanya ia bisa lari, dari masa lalu.
“Tadi malam. Oh, akhirnya aku mendapat kabar terakhir dari Nona Hara,” ujar dr. Billy.
Mata mereka semua terfokus ke arah Billy, dokter berkulit putih itu mengeluarkan kertas dari saku celananya.
“Menurut teman saya dia seorang dokter, Piter membawa Nona Hara ke bagian radiologi kepala di Batam.”
Mereka semua masih diam mendengarkan. ” Dalam Laporan di kertas ini, Nona Hara mengalami penggumpalan darah di otak”
Wajah mereka semua langsung menegang.
“Lalu dokter yang di Batam ,menyarankan di bawa ke Singapura. Tetapi ….” Billy menggantung kalimat membuat wajah mereka semua semakin tegang.
“Apa”
“Dari sana tidak ada kabar lagi, tetapi ada rumor mengatakan kalau Hara sudah meningal”
“Itu tidak mungkin, itu pasti ulah Piter lagi,” ujar Leon.
“Iya bisa jadi Piter yang melakukannya. Tetapi menurutku ada dua kemungkinan sudah bisa melihat Namun tetap lupa ingatan, karena untuk gumpalan dara dalam otak biasanya sangat beresiko saraf-saraf atau sebagian jaringan dalam otaknya akan dipotong untuk membersihkan penggumpalan , seperti kayak pita kaset kusut saat dipotong sebagian rekaman pasti hilang, kan, sebagian. Hara mungkin seperti itu. Lalu yang kemungkin kedua, dia tidak selamat"
“Saya berharap dia bisa melihat walau tidak bisa mengingat,”ujar Zidan.
“Tidak terbayang Non Hara kembali ke Indonesia , bisa melihat. Namun, tidak bisa mengenali Bos, apa lagi datangnya dengan kekasih baru. Bos bisa gila kali iya,” bisik Ken.
“Biarlah, itu pilihan Bos, dia yang memilih Bianca,” balas Zidan.
Saat Leon keadaan pusing ulah wanita-wanita cantik itu membuatnya semakin pusing.
Kaila menelepon, kalau Bianca datang ingin mengajak Leon makan siang.
“Katakan saya lagi sibuk,” bentak Leon marah.
“Baik Pak.” Kaila bersemangat, belakangan ini ... ia sangat senang melihat Leon bertengkar dengan Bianca.
Saat mereka membahas tentang Jovita Hara, Kaila menelepon lagi Katrina seorang model cantik, memaksa ingin menemui Leon ingin mengajak Leon makan siang juga.
__ADS_1
“Maaf Pak Leon, Mbak Katrina memaksa ingin bertemu Bapak, padahal saya sudah melarang,” ujar Kaila.
Emosi Leon langsung meledak lagi.
“Kalau hal itu saja tidak bisa kamu tangani lebih baik kamu ganti pekerjaan,” ujar Leon menutup telepon dan mencabut kabel telepon agar tidak ada yang menganggu.
Mendengar itu Kaila langsung diam seperti patung.
“Bram urus mereka. Minta Hilda untuk menemui Katrina,” pinta Leon tegas.
“Baik Pak”
“Bila perlu minta bagian keamanan yang menanganinya,” ujar Leon terlihat sangat kesal.
“Siap Pak”
“Menyusahkan saja, wanita-wanita yang tidak punya harga diri ,” ujar Leon ketus.
Leon jadi rebutan tiga wanita- wanita cantik. Bianca, Kaila dan baru-baru ini seorang foto model mengejar-ngejar Leon juga, hotel Leon mensponsori satu acara yang dibawakan Katrina, sejak terlibat hubungan kerja sama wanita berpostur tinggi itu, ia terpesona pada Leon.
“Hadapi dengan tenang Pak Leon,” ujar Billy mereka masih dalam ruangan Leon.
“Wanita-wanita ini benar - benar sangat merepotkan, saya tidak lagi ingin ... meniduri wanita manapun,” ujar Leon dengan wajah datar mereka semua hanya diam.
Kini Zidan, Ken dan Billy sudah bersama Leon lagi.
*
Disisi lain Piter akhirnya memutuskan pengobatan untuk Jovita ditangani seorang dokter senior yang baik hati, yang sering membantu orang yang kurang mampu.
Saat ini Jovita Hara dalam tahap penyembuhan.
Seorang dokter keturunan Jepang -Indonesia, membuka prakteknya di Kota Hona Jepang, Piter tidak meneruskan pengobatan di Singapura lagi, karena kekurangan biaya, saat Piter merasa bingung memikirkan pengobatan Hara, saat itu,
dr. Jason sedang berkunjung ke rumah sakit Elisabet Singapura bertemu dengan Piter dan mendengar kesulitan yang dialami Jovita Hara akhirnya dr. Jason menawarkan bantuan untuk pengobatan untuk Jovita.
Piter setuju dan membawa Hara ke Jepang, di mana dr. Jason sebagai kepala rumah sakit juga di sana.
Dua Bulan sudah Jovita Hara berada di Jepang.
Ia akan melakukan serangkaian pengobatan bertahap dan dalam pengawasan dokter senior dr.Jason, sistem pengobatannya kali ini berkala dan butuh waktu, tetapi Jovita akan bersabar demi sebuah kesembuhan dan ia bisa pulang ke Indonesia nantinya.
Bersambung ….
KAKAK TERSAYANG JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing