Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Tidak Bisa lepas Dari Masa lalu


__ADS_3

Leon tidak akan bisa lepas dari masa lalu,  kabar tentang Hara dan Toni , Bu Atin yang masih hidup. Terdengar juga oleh  Zidan  dan Ken. Zidan mengurus bisnis di China akhirnya pulang, dan Ken yang selama ini di Bali kembali ke Jakarta. Dokter Billy yang mengabari keduanya, kalau Hara masih hidup.


Mereka  berdua  orang yang sangat setia pada Leon, walau Leon sudah memberikan mereka kehidupan yang lebih baik tidak lantas membuat si tampan Zidan lupa diri. Ia kembali ke Indonesia untuk Leon. Ken juga, ia tahu Leon kembali ke Jakarta,  ia juga datang , bukan hanya mereka bahkan Billy yang selama ini  tinggal di Amerika bersama istrinya  ikut pulang ke Tanah Air, Leon beruntung karena memiliki orang- orang seperti mereka.



Zidan dan Ken membuat  kejutan untuk Leon, mereka berdua datang tanpa berkabar terlebih dulu padanya.


Saat tiba di hotel.


“Sttt … biar saya yang mengetuk pintunya, Mbak Kaila,” ujar Zidan saat Kaila mengangkat gagang telepon ingin melaporkan kedatangan Zidan dan Ken


“Baik Pak Zidan, silahkan”


“Apa kabar Mbak Kaila?” Goda Ken pada Kaila.


“Baik,” ujarnya ketus.


Ken hanya tersenyum kecil saat Kaila  menjawab  ketus.


Zidan mengetuk  pintu ruangan Leon.


Tok … Tok …


“Masuk!”


“Selamat siang Bos”


“Zidan? Ken?” Leon  berdiri  merangkul tubuh kedua sahabat lamanya bergantian , wajah Leon terlihat sangat terharu saat melihat mantan  anak buahnya  datang.


“Apa kami mengganggu, Bos?”


“Tidak, sini duduk. Kenapa tidak  mengabari kalau mau datang”


“Kalau kami meminta izin pasti Bos tidak akan memperbolehkan kami datang,” ujar Ken.


Mereka berdua menatap Leon, suasana menjadi  hening, tiba-tiba wajah Leon terlihat sedih.


“Apa itu benar Bos?” Tanya Zidan kemudian.


Leon hanya  mengangguk lalu ia berdiri menatap jalanan dari  jendela  kaca.


“Lalu, apa yang terjadi Bos?” Tanya Ken lebih penasaran lagi.


“Aku dengar Toni cacat dan Non Hara Buta?” Zidan menatap Leon dengan tatapan penasaran.


“Ya, Toni  pergi setelah dia marah karena aku menolak Hara dan saat ini aku kehilangan jejak atas Hara, sudah hampir dua bulan,” ujar Leon.


Wajah  mereka bertiga langsung berubah ada rasa bersalah di wajah  Zidan karena hidupnya sangat sukses. Tepat, setelah Leon memutuskan tidak memakai mereka lagi sebagai anak buah dan memberi hadiah rumah dan hotel untuk mereka berdua. Tetapi ia tidak tahu kalau rekan kerjanya justru  kebalikannya, mengalami hidup susah bahkan cacat.


“Itu bukan salahmu Bos, kita tidak tahu kalau mereka masih hidup,” ujar Zidan ikut terlihat sangat sedih.


“Tenang Bos, saya akan mendapatkan kabar tentang Non Hara untukmu”. Ken ikut bicara


“Entahlah, terkadang aku berpikir mungkin akan lebih baik ia  menjauh dariku, agar aku bisa memulai hidup baru dengan Bianca. Lalu di satu sisi,  aku masih  mencintainya,’ ujar Leon, ia akhirnya  mau terbuka pada  keduanya.


“Tetapi  saya akan tetap mencarinya Bos, ingin memastikan  kalau dia baik-baik saja ,  rindu pada keceriaan Nona Hara,” ujar Ken.

__ADS_1


“Dia bukan hanya Buta dia juga lupa ingatan”


“APA ….!?”


Mereka berdua terkejut.


‘Kasihan  sekali hidup Non Hara’ Ken membatin.


Seperti yang diketahui kalau Ken sangat mengagumi Hara sejak dari pertama kali mereka  bertemu, ia beberapa kali menghela napas  berat ada rasa sesak di dalam dada membayangkan wanita cantik itu tidak bisa melihat dan dan tidak mengingat apa-apa tentang mereka dulu.


“Tapi apa kamu bisa melakukan?”Tanya Leon menatap Ken.


“Serahkan pada kami Bos, kami akan menemukannya,” ujar Zidan.


Tidak lama kemudian ketukan pintu terdengar  mengalihkan perhatian  mereka bertiga.


Billy datang dengan Bram.


“Dok, kapan datang?” Tanya Leon tersenyum ketir, akhirnya  dia paham kalau  tidak akan mudah lepas dari masa lalu.


Melihat mereka bertiga di ruangannya, tidak mungkin rasanya ia  bisa lari, dari masa lalu.


“Tadi malam. Oh, akhirnya aku mendapat kabar terakhir dari Nona Hara,” ujar dr. Billy.


Mata mereka semua terfokus ke arah Billy, dokter berkulit putih itu mengeluarkan kertas dari saku celananya.


“Menurut  teman saya  dia seorang dokter, Piter membawa Nona Hara ke bagian radiologi kepala di Batam.”


Mereka semua masih diam mendengarkan. ” Dalam Laporan di kertas ini, Nona Hara mengalami penggumpalan darah di otak”


Wajah  mereka semua langsung menegang.


“Lalu dokter yang di Batam ,menyarankan di bawa ke Singapura. Tetapi ….” Billy menggantung kalimat membuat wajah mereka semua semakin tegang.


“Apa”


“Dari sana tidak ada kabar lagi, tetapi ada rumor mengatakan kalau Hara sudah meningal”


“Itu tidak mungkin, itu pasti ulah Piter lagi,” ujar Leon.


“Iya bisa jadi Piter yang melakukannya. Tetapi menurutku ada dua kemungkinan  sudah bisa melihat Namun tetap lupa ingatan, karena untuk gumpalan dara dalam  otak biasanya sangat beresiko saraf-saraf atau sebagian jaringan dalam otaknya akan dipotong untuk membersihkan penggumpalan , seperti kayak pita kaset kusut saat dipotong sebagian rekaman pasti hilang, kan,  sebagian. Hara mungkin seperti itu. Lalu yang kemungkin kedua, dia tidak selamat"


“Saya berharap dia bisa melihat walau tidak bisa mengingat,”ujar Zidan.


“Tidak terbayang Non Hara kembali ke Indonesia , bisa melihat. Namun, tidak bisa mengenali Bos, apa lagi datangnya dengan kekasih baru. Bos bisa gila kali iya,” bisik Ken.


“Biarlah, itu pilihan Bos, dia yang memilih Bianca,” balas Zidan.


Saat Leon  keadaan pusing  ulah wanita-wanita cantik itu membuatnya semakin pusing.


Kaila menelepon,  kalau Bianca  datang  ingin mengajak Leon makan siang.


“Katakan saya lagi  sibuk,” bentak Leon  marah.


“Baik Pak.” Kaila bersemangat, belakangan ini ... ia sangat senang melihat Leon bertengkar dengan Bianca.


Saat mereka membahas tentang Jovita Hara, Kaila menelepon lagi Katrina seorang  model cantik,  memaksa ingin menemui Leon ingin mengajak Leon makan siang juga.

__ADS_1


“Maaf Pak Leon, Mbak Katrina memaksa  ingin  bertemu Bapak, padahal saya sudah melarang,” ujar Kaila.


Emosi Leon langsung meledak lagi.


“Kalau hal itu saja  tidak bisa kamu tangani lebih baik kamu ganti pekerjaan,” ujar Leon  menutup telepon dan mencabut kabel telepon agar tidak ada yang menganggu.


Mendengar itu Kaila langsung  diam seperti patung.


“Bram urus mereka. Minta Hilda untuk menemui Katrina,” pinta Leon tegas.


“Baik Pak”


“Bila  perlu minta bagian keamanan yang menanganinya,” ujar Leon terlihat sangat kesal.


“Siap Pak”


“Menyusahkan saja, wanita-wanita yang tidak punya harga diri ,” ujar Leon ketus.


Leon jadi rebutan tiga wanita- wanita cantik. Bianca, Kaila dan baru-baru ini seorang foto model  mengejar-ngejar Leon juga, hotel Leon  mensponsori satu acara yang dibawakan Katrina, sejak terlibat hubungan kerja sama wanita  berpostur tinggi itu, ia terpesona pada Leon.


“Hadapi dengan tenang Pak Leon,” ujar Billy  mereka masih dalam ruangan Leon.


“Wanita-wanita ini benar - benar sangat merepotkan, saya tidak lagi ingin ...  meniduri wanita manapun,” ujar Leon dengan wajah datar mereka semua hanya diam.


 Kini  Zidan, Ken dan Billy sudah bersama Leon lagi.


              *


Disisi lain Piter akhirnya memutuskan pengobatan untuk Jovita  ditangani seorang dokter senior yang baik hati, yang sering membantu orang yang kurang mampu.



Saat ini Jovita Hara dalam tahap penyembuhan.


Seorang dokter keturunan Jepang -Indonesia, membuka prakteknya di Kota Hona Jepang, Piter tidak meneruskan pengobatan di Singapura lagi, karena kekurangan biaya, saat Piter merasa bingung memikirkan pengobatan Hara,  saat itu,


dr. Jason sedang berkunjung ke rumah sakit Elisabet  Singapura bertemu dengan Piter dan mendengar kesulitan yang dialami Jovita Hara akhirnya dr. Jason menawarkan bantuan untuk pengobatan untuk Jovita.


Piter setuju dan membawa Hara ke Jepang, di mana dr. Jason  sebagai kepala rumah sakit juga di sana.


Dua Bulan sudah Jovita Hara berada di Jepang.


Ia akan melakukan serangkaian pengobatan bertahap dan dalam pengawasan  dokter senior dr.Jason, sistem pengobatannya kali ini berkala dan butuh waktu, tetapi Jovita akan bersabar demi sebuah  kesembuhan dan ia bisa pulang ke Indonesia nantinya.


Bersambung ….


KAKAK TERSAYANG JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2