Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Rela Melakukan Apapun Demi Ciinta


__ADS_3

Piter menolak dengan keras untuk bertemu Leon, bagi Piter  Leon  orang yang angkuh yang mengunakan kekuasaannya untuk mendapatkan Hara, Piter tidak tahu,  kalau Leon sudah banyak berubah demi Hara,  ia tidak tahu kalau cinta bisa mengubah segalanya.


“Jangan lihat dari Leon, lihatlah dari segi Hara,  kalau Hara bahagia dengan pilihannya,  kenapa kita harus melarangnya? karena dia tahu mana yang terbaik untuk hidupnya, dia sudah dewasa Bang, biarkan di menentukan pilihannya, ia bukan lagi  anak kecil yang terus kamu jaga, sampai kapan kamu menjaganya seperti anak –anak, kamu juga harus memikirkan hidupmu sendiri,  pikirkan masa depanmu, tugasmu sudah selesai, kamu hanya perlu menyerahkannya pada Leon agar suaminya yang menjaga Hara,"ucap Vikky menasehati Piter,


“Lelaki seperti Leon mana bisa menjaga Hara, dia hanya lelaki  sombong yang mengunakan kekuasan untuk menyelesaikan masalah,” ucap Piter ketus.


Melihat Piter yang  tidak mau menemui  keluarga Leon,  Bi Ina memutar otak,  ia menelepon Hilda lagi,  wanita yang saat ini jadi kekasih Piter,


Mendengar keluhan Bi Ina,  Hilda datang membantu,  ia juga membawa kerabatnya untuk ikut meyambut kelurga Leon yang tak lain adalah Bosnya sendiri.


Piter tidak bisa mengelak lagi,  ia mengganti pakaiannya, memakai setelan kemeja batik yang senada dengan gaun Hilda,  keduanya terlihat serasi dengan pakaian coupel seperti sepasang suami istri.


Berkat Hilda juga   menu hidangan bisa di atasi,  ia terpaksa membawa  hidangan dari restaurant Leon  untuk mempersiapkan makanan untuk menjamu keluarga Leon.


“Aku berharap Bos, tidak memotong gajiku gara-gara ini Pak.” ujar Hilda pada Zidan  dan Ken yang saat itu ikut membantu.


“Tenang Bu, kalau dipotong kita lapor saja Nyonya Bos, di gertak sekali  Bos langsung ciut sama Nona Hara,” ujar Ken tertawa.


“Berarti Pak Leon suami takut istri maksudnya?” Tanya Hilda.


“Iya,” jawab Bram ia juga tiba-tiba datang.


Mereka  bertiga tertawa membahas Leon Wardana sang Bos.


Tepat jam sepuluh pagi,  rombongan  Leon akhirnya tiba juga di rumah  Hara, Leon beberapa kali menghela napas panjang karena gugup, ia juga beberapa kali menarik  dasi  di lehernya,  merasa ada yang menghimpit kerongkongannya,


“Ini minum dulu” ucap  Bu Atin sebelum turun dari mobil,  ia tahu Leon terlihat sangat gugup.


“Tidak apa-apa sayang,  aku bersamamu,” ucap Hara tersenyum manis,  ia meraih tangan Leon dan menggenggamnya.


Hara tertegun,  karena telapak tangan Leon terasa dingin  dan berkeringat.

__ADS_1


“OH …. Mafia juga bisa takut,” ujar Hara menahan tawa.


“Ra, aku takut karena aku sadar salah,”bisik Leon membela. “Rasa takutku, karena takut kehilangan kamu, "bisiknya lagi.


‘Apakah kamu harus setakut itu menghadapi om Piter,  ini pertama kalinya aku melihatmu terlihat cemas seperti ini, kalau biasanya kamu selalu percaya diri untuk segala hal,  kenapa  saat ini sangat berubah, sebesar itukah rasa bersalah yang kamu pikul selama ini?’ Ucap Hara semakin  menggenggam tangan Leon.


 Keluarga Leon akhirnya turun  dari mobil,  disambut piter dan Vikki,  Bu Ina dan suaminya. Hilda juga ikut dalam rombongan keluarga Hara.


Sementara Zidan, Ken, Bram mengawasi dari wartawan, acara tertutup hanya yang diundang orang terdekat Leon.


Setelah serangkaian penyambutan sebelum masuk, kini keluarga Leon  dipersilahkan masuk membawa kotak  hadiah untuk keluarga Hara,


Acara di mulai seorang bapak menyampaikan maksud kedatangan mereka.


Hadiah yang pertama diberikan pada Vikki yang sebagai paman kandung  dan untuk berikutnya Piter sebagi orang yang di takuti dalam rumah itu, ia tidak ada sedikitpun menunjukkan sikap ramah dan  tidak pernah tersenyum.


“Berikutnya kami akan memberikan pada saudara pak Piter sebagai orang tua dari Hara ,” ucap  seorang lelaki paruh baya  itu memegang buku dan sesekali berbisik pada ke tua suku dan bertanya pada Leon juga.


“Kami persilahkan bapak menerima hadiah pemberian dari keluarga lelaki, sebenarnya dalam adat kami semua ini akan diserahkan berupa  beberapa ekor kerbau atau pig,  saat kami ingin membawa saudara Hara. Namun, karena mereka  sudah menikah  jadi kami menggantikan  dengan barang-barang  sebagai seserahan, bukan seserahan ini lebih tepatnya cindera mata,” ucap Lelaki itu meralat ucapannya lagi. “Ini kami berikan pada orang tua mempelai wanita sebagai ucapan terimakasih karena sudah menjaga  dan membesarkan Hara  dengan baik” ucap lelaki itu  ingin memberikan kotak kedua pada Piter


Benar dugaan Leon,  kalau Piter tidak akan semudah itu memaafkannya, ia terlihat marah, tiba-tiba suasana dalam rumah itu jadi hening. Para tetua ada beserta rombongan ada sekitar sepuluh orang.


“Om,  kalian sudah sebagai ayah untukku, Om Vikki dan om Piter baik Bibi dan  bapak, bagiku kalianlah keluargaku,” ujar Hara dengan suara bergetar.


“Hara, kalau kamu menganggap ku sebagai keluarga, harusnya kamu akan mendengarkan apa yang aku katakan,   bagimu aku hanya seorang pesuruh dan penjagamu tidak lebih, kalau kamu ingin meminta restu dan  berterimakasih,  sana kekuburan keluargamu  Hara bukan pada saya”


Suasana semakin menegang  karena kemarahan Piter.


“Om,  maafkan aku, aku salah kerena tidak meminta izin pada keluarga sebelum menikah,” ucap Hara ber urai  air mata.


Melihat Hara menangis tiba-tiba Leon merasa hatinya bagai diperas,  ia berpikir semua itu karena dia, Leonlah yang menjadikan Hara tidak punya kesempatan untuk meminta izin pada keluarganya Leonlah yang memaksa Hara menikah saat itu,  kalau ada yang ingin disalahkan itu adalah Leon. Hal yang paling membuat Leon merasa sakit melihat Hara menangis.

__ADS_1


'Ok ini salahku jangan menangis Hara' Leon tidak kuat melihat Hara menangis.


Tiba-tiba Leon berdiri dan berlutut, “ Maafkan aku, aku yang  salah,  kalau ada yang ingin disalahkan aku yang pantas di salahkan , aku yang memaksanya menikah saat itu, tidak memberikan waktu untuk meminta izin pada keluarga, aku yang salah pak Piter, Hara tidak salah sedikitpun , aku sangat mencintainya,  maka itu aku  memaksa menikah denganku” ucap Leon degan kedua lutut bersimpuh di lantai.


Leon sadar apa yang dilakukan di masa lalu saat ia menyekap Hara satu kesalahan besar, ia takut semua diungkit Piter, Jalan satu - satu-satunya minta maaf, ia yang seharusnya di lakukan lelaki sejati, jika Leon egois dan keras kepala ia akan kehilangan Jovita Hara.


Semua mata melotot kaget dengan apa yang di lakukan Leon , tidak ada yang menduga kalau seorang Leon wardana akan berlutut di hadapan orang lain, demi seorang wanita.


Mulut Ken sampai menganga  dan mata melotot melihat apa yang di lakukan Leon. "Bos berlutut..."


“Bos ….” Zidan lebih kaget lagi.


“Gila! aku tidak tahan melihatnya kalau Pak Piter sampai menolak,” ujar Bram  mengalihkan, wajah  dari bos mereka.


“Leon! Apa yang kamu lakukan?” Hara terkejut.


Bukanya hanya dia,  semua orang yang datang  terkejut  atas apa yang di lakukan Leon.


“Apa tujuan kamu menikahinya?” tanya Piter,  ia masih marah, walau Leon sudah berlutut meminta maaf.


“Aku mencintai”


“Cinta kamu bilang! saat itu juga kamu bilang kamu mencintainya dan menjaga Hara padaku, akan tetapi, apa yang kamu lakukan,  kamu meninggalkannya pada saat dia sedang buta, apa kamu ingat itu? dan sekarang saat ia sudah sembuh dan bisa melihat kamu menikahinya, apa itu yang dinamakan cinta? Nanti kalau Hara terjatuh lagi,  apa kamu juga akan meninggalkannya?” tanya piter geram dan marah.


“Bangunlah,  hadapin aku,” ucap Piter di depan semua orang,  dia berjalan ingin mendekati Leon  ingin menghajarnya, namun, vikki melarangnya dan menahannya.


Tiba-tiba Hara maju  berlutut juga di samping Leon, ia tidak membiarkan Leon sendirian.


“Om, terimakasih untuk menjagaku selama ini terimakasih sudah menjadi mataku dan sudah menjadi tongkatku, aku menghargai Om sebagai ganti Ayah dan Ibu, namun jika aku tidak bersama Leon izin kamu pergi selamanya”


Leon menatap dengan panik,  hal yang tidak ingin ia dengar, ia tidak ingin kata pergi lagi  dari Hara.

__ADS_1


“Saat itu ….  aku juga membencinya atas apa yang di lakukan padaku, aku sangat membencinya karena itu aku pergi.  pernikahan adat Leon, pernikahan singkat,  tanpa rencana, semua dia lakukan karena ia mencintaiku,  Om,  aku juga mencintainya, apa  memaafkan orang yang kita cintai sebuah kesalahan? Apa memberi kesempatan kedua padanya tidak boleh? jawablah om agar aku mengerti.” Ucap Hara masih dalam berlutut.


Bersambung.


__ADS_2