
Setelah serangkaian acara ulang tahun dan perayaan Valentine, hari sudah semakin malam, Leon mulai memasang mata ala polisi patroli pada Hara. Saat Hara masih terlibat obrolan serius ala emak-ema muda dengan istri Billy dan Hilda. Leon mulai mengawasi Hara.
“Sttt … ke kamar ayo,” bisik Leon pada istrinya.
Mendengar bisikan suami untuk ngamar Hara tertawa.
“Di sini masih banyak orang, ngapain kamu mengajakku ke kamar,” bisik Hara mengarahkan bibirnya ke kuping suami.
“Jangan salah paham dulu, aku hanya gak mau kakimu pegal,” ujarnya kemudian.
“Tenang Bos … sepatuku teplek kok, aku pakai tidak pakai tumit,” ujar Hara.
Lalu ia melanjutkan obrolannya dengan para wanita yang bekerja di bagian medis tersebut.
Leon mulai mondar-mandir melewati Hara ia seperti hansip yang sedang jaga ronda tangannya ke belakang.
‘Mereka bicara apa ….? tidak ada habis-habisnya dari tadi’ ujar Leon dalam hati, ia menggaruk kepala bagian kepalanya.
“Lihat Bos, ia terlihat seperti hansip jaga malam,”ujar Ken menahan tawa.
“ Sebenarnya Bos itu ingin merayakan Hari Kasih sayang di kamar,” ujar Bram.
Zidan ikut melirik Leon, melihat Leon yang gelisah Zidan mengajak Clara untuk pulang . Suami istri itu saat ini tidur di hotel Leon.
Saat Clara bergegas pulang Hilda dan lain ikut pulang.
“Kenapa tidak dari tadi,” ujar Leon pelan.
Lalu ia memegang tangan Hara.
“Ayo.”
“Kemana?” Tanya Hara kedua alis diangkat.
“Ke kamar tidur.”
“Sini masih ada orang,” ujar Hara.
“Sudah tidak apa-apa.” Leon mengajaknya naik.
Sebelum naik ke kamar atas, Leon berpesan pada Ken untuk membereskan semua. “ Ken tolong urus iya.”
“Baik Bos.” Lelaki berkulit gelap itu mengangguk tegas.
“Ibu, Bagaimana?”
“Tidak apa-apa Hara, suster Kikan sudah membawanya ke kamar.”
“Bibi Ina?”
“Sudah pulang sama Pak Piter.”
Masuk ke kamar Hara duduk di sofa Leon ikut duduk lalu ia kembali menatap wajah Hara, seolah-olah ia tidak percaya kalau Hara tidak hamil, selepas semua kutukan yang di tujukan padanya.
“Sayang, mata foto USGnya?” tanya Leon lagi.
“Kamu belum percaya aku hamil?” Tanya Hara tertawa.
__ADS_1
“Aku merasa …. tidak nyata,” ujar Leon.
Hara membuka laci dan mengeluarkan foto USG baby twins mereka.
Leon juga mengeluarkan foto USG Ichiro anak pertama mereka, lalu Leon menyeka sudut matanya.
“Chiro Ibu saat ini sudah hamil adik kecil lagi, kamu bahagia di sana iya Nak,” ujar Hara. Leon hanya menatap foto USG itu tanpa berkata apa-apa.
Leon meletakkan tangannya di perut Hara.
“Hai Nak, Ayah berjanji akan jadi ayah yang baik untuk kalian berdua, sehat terus iya Nak,” ujar Leon mencium dan memeluk Hara lagi.” Terimakasih untuk Roh para leluhur karena memberiku kesempatan, dan tolong jaga istriku sampai anak-anak kami lahir ke dunia ini,” ujar Leon.
Hara berdiri ia ingin berganti pakaian, tetapi Leon selalu mengikutinya dari belakang.
“Mau ngapain?” Tanya Hara bingung,
“Hanya ingin melihatmu.”
“Melihatku ganti pakaian?’ Tanya Hara lagi.
“Iya ingin melihat perut kamu.”
“Iya ampun sayang iya belum kelihatan lah,” ujar Hara melepaskan pakaiannya di depan Leon.
“Tapi perutnya masih rata.”
“Iyalah mereka masih delapan minggu masih kecil bangat.”
“Tetapi waktu hamil Ichiro sudah ada kelihatan tonjolan,” ujar Leon ia masih penasaran.
“Oh,” ujar Leon menggaruk kepala belakangnya.
“Apa kamu ingin kita USG lagi, agar kamu lebih yakin?” Tanya Hara.
Leon mengangguk.
“Baiklah, aku capek aku ingin tidur,” ujar Hara ia masuk ke kamar mandi membersihkan wajahnya dan berganti pakaian lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.
Leo juga masuk ke kamar mandi karena dari sore ia belum mandi, ia mandi.
“Sayang apa kamu kemalaman mandinya?” Tanya Hara.
“Aku nanti tidak bisa tidur kalau tidak dulu,” jawab Leon dari kamar mandi. “Aku takut kamu tidak mau dekat denganku saat tidur nanti,” ujar Leon.
Hara hanya tersenyum mendengar penuturan Leon.
Saat ia keluar dari kamar mandi, Hara sudah tertidur karena capek, saat ia melihat kaki Hara di ganjal di atas bantal ia tahu kalau kaki istrinya pegal.
Ia membuka laci dan mengeluarkan botol minyak gosok, mengurut kaki sang istri, Hara membuka mata saat ia merasakan tangan Leon memijit kakinya dengan lembut.
“Apa kamu tidak capek?” Tanya Hara .
“Tidak istirahatlah,” ujar Leon menahan ngantuk.
Tidak lama kemudian ia juga merasa sangat mengantuk, karena tadi malam saat Hara pulang ke rumah Piter ia juga tidak bisa tidur, ia tidur setelah menjelang pagi, tidak lama kemudian ia juga merebahkan tubuhnya dan tertidur pulas, seakan-akan ia membayar waktu tidur yang tidak ia dapatkan selama beberapa hari ini.
Baik Hara juga seperti itu, ia masih tertidur pulas di bawah selimut
__ADS_1
*
Saat pagi tiba,
Panggilan ke ponsel Leon membuatnya terbangun degan cepat ia mengangkat dan berjalan menjauh dari ranjang, ia tidak mau menganggu tidur Hara.
“Ada apa, Kai?”
“Bapak hari ini akan bertemu klien dari Jepang, saya hanya mengingatkan,” ujar Kaila sekretarisnya di ujung telepon.
“Kai, suruh Hilda saja untuk menggantikan, saya ingin menemani Hara hari ini.”
“Baik Pak.”
Leon meletakkan ponselnya di atas nakas dan berbaring lagi di samping Hara, matanya menatap wanita itu dengan tatapan dalam dan penuh cinta.
Menyadari Hara saat ini sedang hamil membuat Leon ingin selalu dekat dengan Hara.
Ia mendekatkan wajahnya ke kening Hara mendaratkan satu ciuman hangat di kening.
“Aku berharap aku tidak bermimpi Hara.”
Ucap leon, ia kembali memeluk Hara dan melanjutkan tidur tidur, mereka berdua tidak menghiraukan sinar mentari yang mengintip dari balik gorden.
Hara terbangun saat panggilan alam mengganggu, ia ingin duduk tangan Leon melingkar di pinggangnya, dengan perlahan Hara mengangkat tangan Leon.
“Mau ke mana?” tanya Leon menatap Hara dengan mata masih memerah.
“Aku mau ke kamar mandi ingin pipis, awas aku tidak tahan lagi,” ucap Hara dengan sikap buru-buru.
“Hati-hati jangan buru-buru,” ujar Leon memperingatkan.
Mendengar nasihat Leon, Hara berjalan hati-hati, ia juga menjaga kehamilan kali ini dengan hati-hati.
Hara memohon pada Tuhan agar kehamilannya kali ini sehat dan selamat, walau terkadang, ia merasa ada ketakutan dalam hatinya, ia takut hal-hal buruk dari masa lalu datang lagi menganggu.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1