Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Di hutan


__ADS_3

Melihat terget yang mereka lukai  salah, dan tidak ada di dalam mobil . Para Penjahat itu yakin  kalau Jovita di lokasi kuburan.


Menyadari anak  buahnya mati tertembak Bunox sangat marah. Bunox kaki tangan Bokoy yang paling ia percaya, dia lelaki yang sangat  membenci Leon, karena Bokoy lebih memilih Leon sebagai pewaris kekayaannya dari padanya.


Jika Bokoy  meminta hanya ingin melenyapkan Jovita , lelaki bertampang  menyeramkan itu, berniat  menyingkirkan Leon dan anak buahnya.  Leon dan Bunox sama-sama anak buah Bokoy dulu, jika Leon memilih membangun kerajaan bisnisnya, maka Bunox memilih  bertahan  di sisi Bokoy dan menjadi anjing pesuruhnya selamanya.


“Saya ingin kepala Naga di bawa ke hadapanku, tidak perduli dengan cara apapun,” ujar Bunox saat melihat rekannya tewas karena tertembak senjata Zidan.


“Tapi Bos, Ketua hanya meminta melenyapkan wanita itu, tidak ingin menyakiti Naga,” ujar rekannya protes.


Tiba-tiba Bunox menarik pistol dari rekan yang berdiri di sampingnya  dan menembak rekannya yang memprotes kemauannya.


Dooor ....! Lelaki itu tewas seketika.


“Singkirkan mayatnya”


“Baik Bang!"


Tidak ada yang membantah lagi.


“Dengar semua. Dengarkan apa yang saya katakan. Lelaki  itu hanya tahu menyuruh kita, tetapi tidak pernah tahu keadaan di lapangan. Jika saya membunuh kalian semua dia tidak tahu. Jadi! Saat ini saya perintahkan kalian semua memburu Naga di dalam hutan ini”


“Baik Bos


Bunox yang di minta Bokoy membunuh Jovita mengambil kesempatan ingin membunuh Leon juga, jadi ia menambah pasukannya empat kali lipat dan membaginya empat bagian  untuk mengepung  hutan di mana Leon dan Jovita berada. Maka nyawa kedua saat ini dalam bahaya, karena bukan hanya Jovita yang jadi incaran melainkan Leon juga.


“Regu A  kalian akses keluar dari hutan ini, lainya masuk ke dalam hutan  lakukan malam ini juga,” pinta Bunox.


“Baik Bang”


Sementara anak buah Leon , beruntung sudah keluar saat Bunox menyadari  rekannya  tertembak.


Iwan dibawa kerumah  dan langsung dapat penanganan dari dr. Billy, lukanya tidak terlalu parah  karena ia lelaki. Tetapi jika itu Jovita, seorang wanita, sudah bisa dipastikan ia tidak selamat.


Iwan  mendapatkan lima Jahitan di bagian perut.

__ADS_1


“Tidak ada yang perlu dikawatirkan, tidak mengenai organ vital karena kulit perutmu tebal kayak badak. Tetapi jika itu tadinya Jovita aku yakin ia tidak selamat karena keparat itu  sengaja memutar pisaunya. Kenapa keparat itu mengincar perut Jovita? Bisa saja dia menikam bagian dada atau  menembak  dengan pistol,” ujar Billy memikirkan sesuatu.


“Mungkin  lelaki bangkotan itu, ingin melihat musuhnya menderita sebelum mati,” timpal Zidan.


“Aku khawatir dengan Non Hara dan Bos. Sementara bos meminta kita jangan datang.” Iwan sangat khawatir


“Jika Bunox yang sampai turun tangan itu artinya Pak Ketua sudah sangat marah dengan orang yang mengusik hidupnya, aku berharap Bos baik-baik saja.” Zidan terlihat sangat tegang.


Leon meminta  semua anak buahnya tetap  berjaga di rumah, untuk menghindari banyak korban terluka. Leon sadar  Pak Ketua bukanlah orang yang mudah di taklukkan , butuh persiapan untuk menghadapinya. Leon  tidak ingin nyawa anak buahnya melayang karena kepentingan pribadinya. Leon  sadar Jovita masalah pribadinya.


Leon tahu, rumahnya saat itu, pasti sudah diawasi sama anak buah Bokoy karena itulah ia sengaja meminta Rikko memutuskan  jaringan komunikasi dengan Leon agar  lokasinya tidak dapat terlacak.


Sementara lelaki yang menusuk Iwan sudah mereka  kurung di ruang bawah tanah  dan membuang semua alat komunikasi yang menempel di tubuhnya, sebelum di bawah  kerumah Leon.  Tetapi  sekeras apapun mereka menyiksa  pria yang menusuk  Iwan,  ia tetap tidak mau buka mulut. Bahkan beberapa kali ingin melakukan  bunuh diri dari pada  buka mulut.


Semua anak  Bokoy akan melakukan hal yang sama jika sudah tertangkap musuh dibunuh atau pilih bunuh sendiri. Itu salah satu perjanjian dalam bekerja pada ketua. Bekerja pada Sang Ketua sama halnya menjual jiwanya sama iblis. Tadinya Leon kejam dan sadis seperti Bokoy tetapi sejak Jovita datang dalam hidupnya sedikit demi sedikit ia berubah bahkan  anak buahnya merasa kalau Jovita malaikat pembawa kebaikan untuk hidup Leon. Maka saat Jovita gagal berangkat ke luar negeri mereka berharap Jovita dan Leon bisa selamat dan bisa kembali ke rumah.



Disisi lain di sebuah hutan arah Bogor Leon masih tertidur lelap memeluk erat tubuh Jovita di dadanya. Leon terbangun saat ia bermimpi ayah kandungnya  membangunkannya.


“Ayah!” Panggil Leon kecil dalam mimpinya.


“Bangunlah nanti kamu dapat  hukuman lagi,” ujar ayahnya


Leon terbangun merasakan bulu kuduknya merinding karena desiran angin seolah -olah, ada roh dalam angin yang menyapu kulit wajahnya.


Tidak lama kemudian di depan Leon sepasang burung berisik bertengkar hebat bahkan sampai terjatuh ke tanah.


Dalam kepercayaan  dalam agama Leon, itu adalah pertanda bahaya besar.


“Bahaya!”  membangunkan Jovita yang masih tertidur lelap dalam pelukannya.


“Hara … Hara”


“Ummm”

__ADS_1


“Bangunlah,” bisik Leon.


“Ada apa ?”  Jovita bangun  degan mata setengah sadar.


“Mereka ada disini,” ujar Leon ia berdiri di belakang pohon yang mereka gunakan bersandar untuk tidur.


Saat  Leon menoleh ke balik pohon . Benar saja .... Mereka sudah ada, Jovita panik matanya melotot terkejut.


Leon menunjuk arah sungai meminta mereka menyelam, karena hanya itu akses satu-satunya tempat persembunyian.


“A-a-aku berenang?” ucap Jovita , wanita cantik itu memang sangat takut berenang, karena punya trauma. Pernah tengelam saat masih kecil, tubuhnya masih gemetar.


“Aku akan bersamamu,” balas Leon  menatap dalam manik- manik mata Jovita


Wajah Jovita pucat saat di minta berenang.


“Baiklah lepaskan pakaianmu”


“Apa?”


“Jika kamu berpakaian , kita akan ketahuan, karena pakaianmu nanti akan melambai ke atas.


“Percaya padaku, aku tidak akan mencelakai kamu"


Tidak ada pilihan lain Jovita melepaskan pakaiannya di depan Leon hanya meninggalkan  bra dan ****** *****, sementara Leon hanya melepaskan  kaos miliknya. Leon menggulung pakaian kering mereka dan menimpanya dengan batu. Lalu masuk ke dalam air  di balik batu besar. Baru masuk  ke dalam air, hitungan detik mulut Jovita sudah mengap- mengap  menimbulkan gelembung  air. Leon menunjuk ke atas,  para penjahat itu  mulai menyebrangi sungai dengan cara melompati bebatuan, tidak ingin mereka ketahuan .


Leon meraih lehernya menempelkan mulutnya di bibir jovita memberinya  napas. Walau sudah  menyelam beberapa menit Leon  masih terlihat tenang.  Lelaki itu  layak mendapat julukan lelaki tangguh, di saat Jovita masih ngap-ngapan walau sudah di beri napas bantuan, Leon terlihat sangat tenang.  Jovita mengisyaratkan  tangannya tanda menyerah, Leon meraih pinggangnya dan memeluk tubuh wanita cantik itu di dadanya, ia baru sadar kalau kulit Jovita sangat putih, sudah pasti akan membuat penampakan dalam air. Leon memeluknya didadanya  menyamarkan warna kulit Jovita yang putih dengan kulit coklat milik Leon.  


Menunggu mereka menyebrang satu-satu, ternyata butuh waktu lumayan lama, Jovita tidak  kuat lagi, ia akhirnya lemas kehabisan tenaga .


Leon sudah mulai panik melihat jovita lemas  ke lamaan menyelam dalam air membuat nyawa Jovita dalam bahaya.


Bersambung …


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA IYA! SAYA IKUT CRAZI 3 BAB UPDATE SATU HARI.,  SELAMA TUJUH HARI. BANTU BERI KOMENTAR YANG BANYAK DI SETIAP BAB.

__ADS_1


LIKE DAN VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. TERIMAKASI KAKAK SEMUA I LOVE ALL.


__ADS_2