
Melihat terget yang mereka lukai salah, dan tidak ada di dalam mobil . Para Penjahat itu yakin kalau Jovita di lokasi kuburan.
Menyadari anak buahnya mati tertembak Bunox sangat marah. Bunox kaki tangan Bokoy yang paling ia percaya, dia lelaki yang sangat membenci Leon, karena Bokoy lebih memilih Leon sebagai pewaris kekayaannya dari padanya.
Jika Bokoy meminta hanya ingin melenyapkan Jovita , lelaki bertampang menyeramkan itu, berniat menyingkirkan Leon dan anak buahnya. Leon dan Bunox sama-sama anak buah Bokoy dulu, jika Leon memilih membangun kerajaan bisnisnya, maka Bunox memilih bertahan di sisi Bokoy dan menjadi anjing pesuruhnya selamanya.
“Saya ingin kepala Naga di bawa ke hadapanku, tidak perduli dengan cara apapun,” ujar Bunox saat melihat rekannya tewas karena tertembak senjata Zidan.
“Tapi Bos, Ketua hanya meminta melenyapkan wanita itu, tidak ingin menyakiti Naga,” ujar rekannya protes.
Tiba-tiba Bunox menarik pistol dari rekan yang berdiri di sampingnya dan menembak rekannya yang memprotes kemauannya.
Dooor ....! Lelaki itu tewas seketika.
“Singkirkan mayatnya”
“Baik Bang!"
Tidak ada yang membantah lagi.
“Dengar semua. Dengarkan apa yang saya katakan. Lelaki itu hanya tahu menyuruh kita, tetapi tidak pernah tahu keadaan di lapangan. Jika saya membunuh kalian semua dia tidak tahu. Jadi! Saat ini saya perintahkan kalian semua memburu Naga di dalam hutan ini”
“Baik Bos
Bunox yang di minta Bokoy membunuh Jovita mengambil kesempatan ingin membunuh Leon juga, jadi ia menambah pasukannya empat kali lipat dan membaginya empat bagian untuk mengepung hutan di mana Leon dan Jovita berada. Maka nyawa kedua saat ini dalam bahaya, karena bukan hanya Jovita yang jadi incaran melainkan Leon juga.
“Regu A kalian akses keluar dari hutan ini, lainya masuk ke dalam hutan lakukan malam ini juga,” pinta Bunox.
“Baik Bang”
Sementara anak buah Leon , beruntung sudah keluar saat Bunox menyadari rekannya tertembak.
Iwan dibawa kerumah dan langsung dapat penanganan dari dr. Billy, lukanya tidak terlalu parah karena ia lelaki. Tetapi jika itu Jovita, seorang wanita, sudah bisa dipastikan ia tidak selamat.
Iwan mendapatkan lima Jahitan di bagian perut.
__ADS_1
“Tidak ada yang perlu dikawatirkan, tidak mengenai organ vital karena kulit perutmu tebal kayak badak. Tetapi jika itu tadinya Jovita aku yakin ia tidak selamat karena keparat itu sengaja memutar pisaunya. Kenapa keparat itu mengincar perut Jovita? Bisa saja dia menikam bagian dada atau menembak dengan pistol,” ujar Billy memikirkan sesuatu.
“Mungkin lelaki bangkotan itu, ingin melihat musuhnya menderita sebelum mati,” timpal Zidan.
“Aku khawatir dengan Non Hara dan Bos. Sementara bos meminta kita jangan datang.” Iwan sangat khawatir
“Jika Bunox yang sampai turun tangan itu artinya Pak Ketua sudah sangat marah dengan orang yang mengusik hidupnya, aku berharap Bos baik-baik saja.” Zidan terlihat sangat tegang.
Leon meminta semua anak buahnya tetap berjaga di rumah, untuk menghindari banyak korban terluka. Leon sadar Pak Ketua bukanlah orang yang mudah di taklukkan , butuh persiapan untuk menghadapinya. Leon tidak ingin nyawa anak buahnya melayang karena kepentingan pribadinya. Leon sadar Jovita masalah pribadinya.
Leon tahu, rumahnya saat itu, pasti sudah diawasi sama anak buah Bokoy karena itulah ia sengaja meminta Rikko memutuskan jaringan komunikasi dengan Leon agar lokasinya tidak dapat terlacak.
Sementara lelaki yang menusuk Iwan sudah mereka kurung di ruang bawah tanah dan membuang semua alat komunikasi yang menempel di tubuhnya, sebelum di bawah kerumah Leon. Tetapi sekeras apapun mereka menyiksa pria yang menusuk Iwan, ia tetap tidak mau buka mulut. Bahkan beberapa kali ingin melakukan bunuh diri dari pada buka mulut.
Semua anak Bokoy akan melakukan hal yang sama jika sudah tertangkap musuh dibunuh atau pilih bunuh sendiri. Itu salah satu perjanjian dalam bekerja pada ketua. Bekerja pada Sang Ketua sama halnya menjual jiwanya sama iblis. Tadinya Leon kejam dan sadis seperti Bokoy tetapi sejak Jovita datang dalam hidupnya sedikit demi sedikit ia berubah bahkan anak buahnya merasa kalau Jovita malaikat pembawa kebaikan untuk hidup Leon. Maka saat Jovita gagal berangkat ke luar negeri mereka berharap Jovita dan Leon bisa selamat dan bisa kembali ke rumah.
Disisi lain di sebuah hutan arah Bogor Leon masih tertidur lelap memeluk erat tubuh Jovita di dadanya. Leon terbangun saat ia bermimpi ayah kandungnya membangunkannya.
“Ayah!” Panggil Leon kecil dalam mimpinya.
“Bangunlah nanti kamu dapat hukuman lagi,” ujar ayahnya
Leon terbangun merasakan bulu kuduknya merinding karena desiran angin seolah -olah, ada roh dalam angin yang menyapu kulit wajahnya.
Tidak lama kemudian di depan Leon sepasang burung berisik bertengkar hebat bahkan sampai terjatuh ke tanah.
Dalam kepercayaan dalam agama Leon, itu adalah pertanda bahaya besar.
“Bahaya!” membangunkan Jovita yang masih tertidur lelap dalam pelukannya.
“Hara … Hara”
“Ummm”
__ADS_1
“Bangunlah,” bisik Leon.
“Ada apa ?” Jovita bangun degan mata setengah sadar.
“Mereka ada disini,” ujar Leon ia berdiri di belakang pohon yang mereka gunakan bersandar untuk tidur.
Saat Leon menoleh ke balik pohon . Benar saja .... Mereka sudah ada, Jovita panik matanya melotot terkejut.
Leon menunjuk arah sungai meminta mereka menyelam, karena hanya itu akses satu-satunya tempat persembunyian.
“A-a-aku berenang?” ucap Jovita , wanita cantik itu memang sangat takut berenang, karena punya trauma. Pernah tengelam saat masih kecil, tubuhnya masih gemetar.
“Aku akan bersamamu,” balas Leon menatap dalam manik- manik mata Jovita
Wajah Jovita pucat saat di minta berenang.
“Baiklah lepaskan pakaianmu”
“Apa?”
“Jika kamu berpakaian , kita akan ketahuan, karena pakaianmu nanti akan melambai ke atas.
“Percaya padaku, aku tidak akan mencelakai kamu"
Tidak ada pilihan lain Jovita melepaskan pakaiannya di depan Leon hanya meninggalkan bra dan ****** *****, sementara Leon hanya melepaskan kaos miliknya. Leon menggulung pakaian kering mereka dan menimpanya dengan batu. Lalu masuk ke dalam air di balik batu besar. Baru masuk ke dalam air, hitungan detik mulut Jovita sudah mengap- mengap menimbulkan gelembung air. Leon menunjuk ke atas, para penjahat itu mulai menyebrangi sungai dengan cara melompati bebatuan, tidak ingin mereka ketahuan .
Leon meraih lehernya menempelkan mulutnya di bibir jovita memberinya napas. Walau sudah menyelam beberapa menit Leon masih terlihat tenang. Lelaki itu layak mendapat julukan lelaki tangguh, di saat Jovita masih ngap-ngapan walau sudah di beri napas bantuan, Leon terlihat sangat tenang. Jovita mengisyaratkan tangannya tanda menyerah, Leon meraih pinggangnya dan memeluk tubuh wanita cantik itu di dadanya, ia baru sadar kalau kulit Jovita sangat putih, sudah pasti akan membuat penampakan dalam air. Leon memeluknya didadanya menyamarkan warna kulit Jovita yang putih dengan kulit coklat milik Leon.
Menunggu mereka menyebrang satu-satu, ternyata butuh waktu lumayan lama, Jovita tidak kuat lagi, ia akhirnya lemas kehabisan tenaga .
Leon sudah mulai panik melihat jovita lemas ke lamaan menyelam dalam air membuat nyawa Jovita dalam bahaya.
Bersambung …
KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA IYA! SAYA IKUT CRAZI 3 BAB UPDATE SATU HARI., SELAMA TUJUH HARI. BANTU BERI KOMENTAR YANG BANYAK DI SETIAP BAB.
__ADS_1
LIKE DAN VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA, AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. TERIMAKASI KAKAK SEMUA I LOVE ALL.