
“Aku hanya mengobrol, tidak menyentuh, itu karna Mbak Hara cantik,” Kenzo membela diri merasa tidak melakukan kesalahan.
“Non Hara itu bagai setangkai bunga yang indah, tidak boleh dipandang apa lagi di sentuh,” timpal Iwan.
Ken hanya bisa pasrah saat ia dihukum karena mengagumi kecantikan wanita milik sang Bos.
Sementara Jovita tidak tahu apa yang telah terjadi.
Kenzo benar-benar mengalami nasip yang sial, karen lancang mengagumi kecantikan Jovita, ia dapat hukuman. Tumpukan batu kali yang menggunung harus ia pindahkan sendiri.
Pekerjaan yang seharusnya di lakukan tukang , tetapi karena satu kesalahan kecil itu, ia harus mengerjakannya. Di saat rekan-rekanyn makan siang santai Ken masih bekerja memindahkan batu-batu tersebut keringat membahasi pakainya .
Setelah memindahkan batu-batu itu selesai, Kenzo duduk.
Semua rekanya hanya diam melihat Kenzo yang kelelahan, tidak cukup sampai di situ, Leon memberinya hukuman lagi.
“Sudah Ken?” Leon datang lagi.
“Sudah Bos”
“Apa kamu merasa capek?”
“Iya Bos”
“Baiklah kamu makan dulu setelah selesai makan siang saya punya tugas lagi untuk kamu”
“Baik Bos.” Wajah Kenzo benar-benar sangat lelah.
“Pekerjaan seperti itu .... Cocok untuk kamu karena kamu terlalu pecicilan”
Mulut Kenzo lansung menganga saat Leon menyebutnya pecicilan.
'Memangnya aku anak kecil
Leon meningalkan Ken yang lansung mati gaya saat Leon memberinya banya pekerajaan berat dan menyebutnya pecicilan.
“Baru dikagumi begitu saja Bos dongkolnya minta ampun apalagi diajak selingkung bisa-bisa di cimcang dah gue,’ ujar Kenzo menyesal mengajak mengobrol si cantik Jovita.
Rikko hanya tertawa kecil, soalnya ia sudah mengingatkanya namun Ken tidak menghiraukanya.
Setelah mendapat hukuman dari Leon Ken benar-benar menjaga sikap pada Jovita ia tidak mau mendapat hukuman dari Leon.
Melihat semua anak buahnya sangat akrap dengan Jovita Leon mencoba melakukan sesuatu.
Saat menjelang sore setelah berpikie panjang ia memutuskan mengajak Jovita makan di restauran tidak jauh dari ruma sebelumnya ia sudah melakukan penjagaan ketat dan menempatkan Ken sebagai mata elang mengantikan Zidan.
Saat Hara sedang mencari-cari buku bacaan di rak buku di ruang baca. Leon datang, Jovita bersikap tenang, ia berpikir kalau Leon ingin mengambil buku untuk ia baca juga. Namun ia malah berjalan mondar mandir .
__ADS_1
‘Ada apa sih denganya kalau bicara-bicara saja kenapa mondar-mandir kayak setrikaan’ Jovita membantin.
“Kita makan malam”
Jovita masih diam menatapnya dengan tatapan.
“Bicara dengan saya?”
“Ya bicara kekamu emang ke siapa lagi,” ucapnya datar.
“Kemana?”
“Ikut saja”
“Kalau saya bilang tidak mau kamu pasti marah,” ujar Jovita.
Leon hanya diam, satu kalimat sepertinya begitu berharga ia ucapkan.
“Baiklah, saya bertanya kita mau makan di mana Bapak juga tidak akan memberitahukanya kan?”
“Ikut Saja Nona Hara”
“Baik, baiklah percuma melawan,” gumam Jovita.
Leon berusaha memperbaiki diri , tetapi sikapnya masih saja kaku seperti kanebo kering jarang bicara dan bicara hanya hal penting saja. Irit bicara itu tetapi lebih parah saat bersama Jovita, lelaki itu seolah-olah kehabisan bahan obrolan jika bersama Jovita .
Jovita memakai dres yang dipadukan dengan cardingan style Jas kali ini Leon tidak mengatakan apa-apa untuk penampilan Jovita karena ia memang semua tertutup. Tetapi saat di mobil mode diam dari Leon membuatnya sangat tersiksa.
“Boleh kita stel musik?” ujar Jovita kali ini Leon menyitir sendiri.
Tidak ada jawaban.
‘Hadeh tidak ada jawaban, Jovita dian tidak berani menyetel, tetapi suasana hening itu membuatnya merasa sangat pusing.
Ia hanya menatap kearah jalanan ibukota di malam hari sangat indah karena dihiasi lampu-lampu malam.
Saat di restauratn yang sudah di reservasi Leon sebelumnya, duduk di kursi di sambut pemandangan yang indah dari pinggir pantai.
“Wow … indahnya.” Jovita tersenyum sangat manis. DIam-diam Leon mencuri padang padanya tenpa di sadari Jovita.
“Apa Bapak sudah biasa makan di sini?” Tanya Jovita berusaha membuat suasana cair apa adanya.
“iya.” jawan Loen jawabanya singkat dan padat.
“Makanan apa yang jadi menu vavorit di sini?” Tanya Jovita lagi.
Leon tidak menjawab.
__ADS_1
“Apa daging steak ini?’ Tanya Jovita lagi ia bertanya ia juga yang menjawab.
“Iya.” Leon mengangguk.
Melihat situasi selera makan Jovita lansung hilang, ia berpikir kalau Leon setengah hati mengajaknya makan malam . Walau hatinya terasa panas , ia tetap tenamng tidak ingin mendapat masalah.
Leon merasa marah karena Jovita melepas jasnya dan mengantungkannnya di kursi tetapi memang model pakaianya seperti, seorang pelayan pria melirik Rara terus menerus saat mengantar makan. Leon tidak suka tetapi tida mau menegur karena ia tidak ada perdebatan tetapi Jovita tidak peka dengan tatapan sinis Leon pada pakaian terbuka uyang ia pakai, jasi Leon
Jovuta merasa tidak selera dengan sikap dingin Leon, tetapi ia tidak tahu kalau Leon cemburu dan marah tetapi tidak mau mengungkapknya ia memilih diam menahan semua sendiri’
‘Ni si lar Naga ngapain aku diner kalau untuk di cuekin dasar tuan batu’ Jovita membatin.
Tatapan Leon semaki sinis saat seorang lelaki dari meja di samping yang makan dengan istrinya namun terus melirik Jovita.
‘Saya mau ke kamar mandi dulu’ Jovita memakakemmbali cardingannya dan berjalan ke kamar mandi.
Tetapi siapa sangka lelaki yang melihat jovita sedari tadi malah izin ke istrinya untuk ke toilet juga. Mata Leon melotot tajam ua yakin kalai lelaki itu punya niat buruk pada Jovita.
“Ckkk Bajingan” Janga pintu kamar mandi”
“Baik Bos.” Rikko dan Ken yang berjaga di diluar segera masuk dan menjaga pintu kamar mandi. Saat Jovita masuk ke dalam bilik kamar mandi itu lelaki itu menole beberapa kali dan malah menungu Jovit keluar melihat itu Leon menyeretnya ke toliet dan mnghajarnya hidungnya sampai mengeluarkan saos.
“Berhenti menatap wanitaku Bodoh, kamu membuat selera makanku hilang dari ,” ujar leon memberinya pukulan di perut dan di wajah.
Lalu ia keluar.
“Kita pulang Lain kali pakai pakain yang tidak mengundang perhatian orang,” ujar Leon memberikan tas kecil jovita dan melongos menuju nobil.
Jovita masih bigung dengan sikap marah Leon ia melihat pakaiannya tidak ada yang salah justru pakaian yang paling tertutup
BERSAMBUNG ….
JANGAN LUPA!!! … VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR AUTOR SEMANGAT
, Makasih, kakak semua”
DAN
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing
__ADS_1