Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Lelaki Sejati


__ADS_3

Malam itu Hara tidak bisa tidur,  ia memikirkan pertemuan keluarga Leon dengan kedua pamannya.


‘Apakah mereka akan duel nanti? Aku berharap om Piter dan Vikky mau menerima Leon' Ucap Hara memohon dalam hati.


“Jangan khawatir aku siap menghadapi apapun Hara yang penting kamu bersamaku,” ujar Leon I percaya diri.


“Tapi, apa kamu yakin? Om sangat membencimu, aku takut dia memukulimu lagi nanti, pada saat kamu dipukuli nanti aku harus berbuat apa? satu sisi ada lelaki yang hebat yang menyelamatkan hidupku,  satu sisi ada suamiku, apa yang  aku lakukan nantinya?”ucap Hara matanya tampak Berkaca-kaca.


“Kamu cukup diam,  itu lebih baik, jangan membelaku,  karena apa yang aku lakukan emang semua salah, Namun, itu aku lakukan  karena aku sangat mencintai Jovita Hara, aku takut kehilangannya untuk kesekian kalinya, aku takut kamu pergi jauh meninggalkanku,  karena itulah aku melakukan pemaksaan pernikahan itu padamu saat  itu, ujar Leon.


“Baiklah aku paham sekarang, mudah-mudahan Om Piter tidak marah lagi besok dan mau menerima pernikahan kita, mau memaafkan kamu juga, Ayo tidur,  aku sudah mulai mengantuk,” ucap Hara merebahkan tubuhnya .


Untuk pertama kalinya  setelah sah jadi suami istri Hara ingin tidur di lengan Leon, ia merasa nyaman tidur di samping Leon.


Saat Hara sudah memejamkan mata Leon malah sebaliknya, ia tidak bisa tidur ada perasaan yang tidak  tenang menghantuinya, salah satunya Piter lelaki itu pernah bilang pada Leon kalau ia tidak akan pernah meyerahkan Hara padanya.


‘Apa yang aku katakan  besok? Lebih baik dia langsung menghajarku dengan berbagai pukulan aku siap  dari pada  mencerca ku dengan pertanyaan, Ucap Leon dalam benaknya,  ia merebahkan tubuhnya, menatap langit-langit kamar,  Hara  berbaring di sebelahnya menjadikan tangan Leon  jadi bantal.


Leon membalikkan tubuhnya melihat Hara yang tertidur pulas, tangan  mengusap pipi Hara dengan penuh sayang.


“Aku akan melakukan yang terbaik,  demi kamu Hara, apapun itu, demi bisa terus bersamamu seperti malam ini, demi bisa tetap   memelukmu,”  ucap Leon ia baru bisa memejamkan matanya saat jam sudah bertengger di angka tiga.


**


Saat pagi tiba Hara bangun lebih awal, niatnya ingin  membantu Bu Atin untuk mempersiapkan keberangkatannya mereka nantinya, ke rumah keluarga Hara.


Saat ia bangun,  tiba-tiba tangan Leon menahannya. ” Mau kemana jangan pergi,” ucap Leon membuka matanya setengah sadar.


“P Ini sudah pagi, aku ingin membantu Ibu beres-beres,” ucap Hara  dengan  mata menyengit.


“Jangan tinggalkan aku Hara,” ucap Leon setengah sadar,  mata setengah menutup. Namun , tangannya memegang lengan Hara.


“Aku tidak akan kemana-mana,”ujar Hara.


‘Apa yamg membuatku  begitu takut? Percayalah, semua akan baik-baik saja’ Hara membatin, ia membaringkan tubuhnya lagi di samping Leon. Ketakutan Leon bukanlah kalah dalam perang maupun takut kan harta kekayaannya tetapi ketakutan pria itu. Takut  Hara meninggalkannya.


Pagi tiba,  keluarga Leon sudah bersiap akan berangkat kerumah Hara.

__ADS_1


Leon tidak main-main, bahkan ia juga membawa  ketua adat untuk mendampinginya kerumah Hara tetua ada yang ia bawa, seseorang yang punya kedudukan besar dalam suku Leon, itu cara Leon  menunjukkan rasa hormatnya pada Piter dan Vikky sebagai pengganti orang tua Hara.


Tetua adat itu juga yang menikahkan Leon dan Hara pada saat itu,   Haris sengaja menjemput  dari Kalimantan menggunakan Helikopter tadi malam.


Leon juga mempersiapkan beberapa seserahan atau hadiah untuk keluarga Hara, kalau biasanya di kampung di adat Leon, seserahan yang di berikan pada orang tua perempuannya, biasanya dihitung  dengan  beberapa ekor pig sebagai hadiah atau hewan peliharaan.


Namu,  Leon  saat ini mempersiapkan,  dengan  menggantinya dengan barang. Membungkusnya jadi empat bagian,  karena  di rumah Hara ada empat orang Bu Ina dan suaminya dan Vikky dan Piter.


Leon sudah rapi dengan setelan Jas berwarna abu-abu  namun, ia beberapa kali menarik nafas  merasa tegang.


“Leon, ini bukan lamaran, kenapa kamu jadi tegang seperti ini,” ucap Lelaki tua, ketua adat  lelaki yang di panggil Leon dengan sebutan bulak atau paman.


“Ini lebih menegangkan dari lamaran Bulak, saya merasakan  tegang , karena orang yang ingin kita temui  nantinya  orang yang menakutkan, menakutkan dengan prinsip-prinsip yang dia miliki,”  ucap Leon  menghela  napas panjang.


“Tidak apa-apa,  lelaki sejati lelaki yang berani bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan.” Ucap lelaki  tua itu menepuk pundak Leon.


Saat Hara turun dari atas,  ia kaget dengan banyak orang yang akan ikut ke rumah Hara.


Ia melotot dengan hadiah-hadiah yang sudah di persiapkan Leon,   ia juga tidak percaya kalau Leon  memangil ketua adat yang membawanya  jauh-jauh dari kampung.


“Iya Halo”


“Bi, ini aku Hara”


“ Iya nak, kalian sudah di mana?”


“Bi …  dengarkan aku, Leon membawa rombongan besar ke rumah kita, apa bibi sudah melakukan persiapan?” tanya Hara panik.


“Iya itu sudah pasti nak, walau kalian hanya tiga orang datang, bibi tetap masak karena seperti itu adatnya,” ucap Bi Ina santai.


“Bi! Leon membawa rombongan dari kampungnya, ia membawa ketua adat juga dari kampung , bilang paman Piter dan paman Vikki  untuk mempersiapkan semuanya “


“Apaa? satu kampung”?” tanya Bi Ina panik , ia belum memberikan kabar kalau keluarga Leon akan datang kerumah Hara.


“Iya Bi, sekarang ada puluhan orang yang akan datang ke rumah kita,” ucap Hara  dengan panik,


Di tempat Lain di rumah Hara.

__ADS_1


“Kenapa Bi?” tanya Piter ia juga baru bangun bersiap ke kantor, ia diam melihat wajah Bi Ina yang tiba-tiba seperti kebingungan setelah meletakkan gagang teleponnya.


“ Piter … bagaimana ini?” tanya Bi Ina panik


“Kenapa?”


“Leon datang membawa rombongan kelurga besarnya,  ia juga mengundang satu kampungnya,” ucap wanita itu makin heboh.


“Maafkan bibi,  karena sudah pikun,  Hara sudah menelepon kalau keluarga Leon  akan datang kerumah kita.”


Piter  mendengar hal itu ia tidak bersemangat,  ia berencana akan berangkat ke  kantor, Bi Erna memohon agar Piter mau menerima kedatangan Leon dan keluarga persiapan dadakanpun  terjadi Hildapun ikut kerepotan untuk membantu  Piter


Di kediaman Hara,  terjadi kepanikan, mempersiapkan  acara penyambutan untuk keluarga Leon.


Apakah Piter menerima Leon nanti?


Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


-Turun Ranjang(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2