
Leon fokus mengurus pernikahan, ia tidak ingin ada masalah. Terpaksa meminta bantuan temannya seorang polisi, untuk membongkar sindikat bisnis gelap milik Bokoy mulai dari kasino, gudang penyimpanan barang haram itu. Dari dulu, Leon tidak pernah ingin membocorkan rahasia sang Ketua, karena ia sangat menghormatinya , ia juga tidak ingin berurusan dengan lelaki tua itu.
Namun, karena Bokoy mengincar nyawa Hara dan calon anaknya, ia akhirnya membongkar semua rahasia bisnis gelap miliki Bokoy.
“Bos, ketua pasti sangat marah karena Bos membongkar semuanya,” ujar Rikko.
“ Saya ingin dia fokus ke masalahnya, agar ia menarik anak buahnya dari sini . Kasihan Hara tidak bisa keluar dari kamar,” ujar Leon.
“Apa rencana bos, selanjutnya? Kenapa ingin memindahkan Toni ke Jogja, padahal kita kekurangan orang di sini Bos?” Tanya Rikko.
“Aku tidak percaya padanya, biarkan dia mengurus bisnis di Jogja,”balas Leon.
Leon berbohong, ia berencana memindahkan Toni ke Jogja karena ia sudah tahu kalau Toni tunangan Hara, ia takut Toni mengaku pada Hara dan pernikahan mereka gagal.
‘Terkadang kita akan mengorbankan sesuatu demi mendapatkan hal yang besar’ ujar Leon dalam hati.
Leon berpikir ia akan kalah, jika Toni sampai mengakui tentang pertunangan mereka, sebelum Hara mengetahuinya semuanya ingin Toni tidak bisa.
Leon juga melakukan tindakan yang sangat berani, ia membuat Bokoy repot dengan berurusan dengan polisi dan beberapa usahanya tepaksa di tutup, karena kedapatan menyimpan narkoba dan senjata.
Tetapi apa yang dilakukan Leon sangat berbahaya, leon sadar akan hal itu, hanya itu satu-satunya cara yang bisa ia lakukan untuk memaksa Bokoy menarik anak buahnya yang mengawasi rumahnya yang mengincar nyawa Hara.
“Apa tidak apa-apa kamu melakukan itu?” Tanya Hara sangat khawatir.
“Tidak ada pilihan lain, biarkan saja, biar ketahuan bobroknya semua, selama ini orang selalu menyebutnya orang dermawan dan suka menolong orang. Kini orang akan tahu siapa dia,” ujar Leon.
“Tapi aku takut dia bertambah marah nanti, karena kamu mengusik bisnisnya.”
“Jangan khawatir Hara, setelah kita menikah kita akan pergi ke luar negeri, kita akan mencari pamanmu di Amerika dan kamu akan melahirkan di sana,” ujar Leon.
“Kamu serius.” Hara memeluk leher Leon dengan erat.
*
Ternyata apa yang di rencanakan Leon tidak berjalan mulus.
Mereka tidak diperbolehkan menikah di bulan itu, menurut ritual kepercayaan yang dianut Leon. Tetua adat menyebut, saat ini bulan yang buruk untuk menikah, akan ada pertumpahan darah. Leon dan Bu Atin yang masih percaya kekuatan mistis dan percaya dengan ramalan Leon percaya dengan hal itu.
Jadi Leon menunggu bulan depan untuk menikah.
*
“Jangan sedih kita akan tetap adakan pernikahan … tetapi bukan untuk kita,” ujar Hara.
“Lalu untuk siapa?” Tanya Leon.
“Untuk Kak Rikko dan Susan,” ujar Hara.
__ADS_1
Leon setuju, karena mereka gagal menikah, maka pernikahan diadakan untuk Rikko dan Susan.
Awalnya Rikko tidak mau, tetapi Susan setuju jadi pernikahan akan diakan mansion Leon di Kalimantan.
“Apa kau yakin akan melepaskan masa lajang mu?” Tanya Ken membantu Rikko memilih jas.
“Iya aku yakin, aku ingin punya keluarga.” Rikko terlihat sangat gugup.
“Melihatmu menikah seperti itu, aku juga jadi ingin punya pacar lalu menikah.” Iwan merasa sedih di tinggal menikah sama Rikko, pada hal mereka tetap bertemu dan bekerja seperti biasa.
“Aku juga ingin menikah,” ujar Ken ikut-ikutan.
Tetapi untuk Zidan, ia akan terlihat bersikap acuh.
“Kamu bagaimana Zidan?”
“Tidak, aku tidak akan menikah sampai kapanpun,” timpal Zidan, lelaki satu ini korban dari broken home, tidak percaya pada namanya cinta apa lagi pernikahan.
Makanya sekeras apapun Clara berusaha menarik perhatiannya, ia tidak terusik. Zidan tetap acuh padanya.
Menjelang pernikahan. Rikko ingin Hara yang mendesain dekorasi pernikahannya
“Apa kakak yakin?” Tanya Hara.
“Iya, saat Non membangun rumah kucing saat itu, aku ingin sebuah dekorasi pernikahan sederhana bertema garden,” ujar Rikko.
“Kenapa harus sederhana? Kan, Bos mau membiayai pernikahanmu di gedung ,” ujar Hara
Rikko tidak punya keluarga, maka itu saat Leon menawarkan pernikahan di gedung, ia menolak, Rikko ingin pernikahan sederhana.
“Apa keluarga Susan tidak ada, kenapa dia juga mau pernikahan sederhana seperti ini?” Tanya Hara
“Ada, ibunya baru meninggal satu tahun yang lalu, jadi sekarang tinggal kakaknya.” Rikko kurang semangat saat membahas tentang keluarga sang calon istri.
“Apa ada masalah Kak? ayo cerita padaku nanti biar aku dapat inspirasi untuk tema dekorasi pernikahannya,” ujar Hara.
“Keluarganya tidak menerimaku, karena pekerjaanku, mereka bilang tidak jelas dan karena keluargaku tidak ada.”
“Lalu …. Apa yang terjadi kenapa ada pernikahan?” Tanya Hara ia khawatir pernikahan Rikko gagal.
“Susan menentang keluarganya,” ujar Rikko menunduk merasa bersalah.
“Lalu apa keluarganya nanti tidak datang juga?” Hara menatap serius ke wajah Rikko.
“Tidak.”
‘Oh apa rumah Leon kumpulan anak-anak malang, anak yang tidak punya keluarga seperti aku?’ tanya Hara membatin.
__ADS_1
“Bagi kami berlima Bos adalah keluarga satu-satunya,” ujar Iwan yang mendengar obrolan mereka berdua.
“Jadi, Non kalau kamu tidak keberatan. Ayo kita kerjakan sendiri dekorasi pernikahan untuk saudara kami ini,” ujar Ken ikut-ikutan menunjukkan wajah melow.
“Baiklah.” Hara akhirnya setuju, ia yang mengerjakan dekorasinya.
Hari ini suasana sibuk terlihat di rumah Leon, Leon berencana akan mengundang semua pegawainya untuk memeriahkan pernikahan Rikko, karena tidak ada keluarga yang akan menghadiri pernikahan keduanya. Untuk saksi sendiri Leon ada dari pihak Rikko dan orang tua teman Susan yang jadi saksi pernikahan untuk Susan.
“Kamu tidak boleh capek.” ujar Leon saat Hara mulai mengerjakannya.
“Ini, tidak capek, aku hanya menyuruh mereka,” bisik Hara saat Leon bersikap posesif pada kehamilannya.
“Tapi kamu tidak boleh jongkok seperti itu,” ucapnya lagi, ia mengekor dan mengawasi Hara sepanjang hari saat Hara memberitahukan kalau ia yang akan mengerjakan panggung pernikahan untuk Rikko.
“Dia tidak apa-apa lagian kehamilannya baru empat belas minggu, belum berasa mengganjal, jangan khawatir,” ujar Hara.
Saat Bu Atin dan Leon sempat berpikir, Hara akan bersikap manja selama kehamilannya, ternyata tidak sama sekali, ia bersikap mandiri, kerasnya hidup yang ia jalani sejak kehilangan orang tuanya, ternyata perlahan mengubah sikap wanita cantik itu. Ia tidak mau bermanja-manja pada Leon saat ia hamil, walau ia bisa melakukannya dan Leon mengharapkan itu dari Hara. Namun Hata bersikap mandiri.
“Hara, katakan apa yang aku bisa aku bantu, biar aku yang mengerjakan tinggal kamu perintahkan aku saja ,” ujar Leon.
“Tidak apa-apa sayangku, aku tidak akan mengerjakan sesuatu pekerjaan yang membahayakan dia, sebaiknya kamu duduk di sana, mereka semua jadi sungkan membantuku karena kamu ada di sini , pergilah ke kursi sana ngopi-ngopi , minum teh. Jangan mengikuti seperti ini membuatmu tidak fokus bekerja,” ujar Hara.
“Tapi bagaimana kalau dia kesakitan,” ujar Leon melihat perut Hara dengan wajah gelisah.
“Baiklah, kamu bantuin aku saja, biar pekerjaan cepat selesai, ini pasang bungnya di sana,” perintah Hara pada bos.
“Kamu tidak merasa capek gitu atau ingin aku pijat kakimu soalnya … kamu berdiri terus dari tadi,’ ujar Leon lagi.
Ken dan Iwan hanya bisa menahan tawa melihat sikap khawatir Leon pada Hara dan Leon rela ikut membantu menghiasi tenda untuk acara pernikahan Rikko.
“Tidak apa-apa, ayo cepat kerjakan,” bisik Hara pada Leon.
Hingga sebuah dekorasi pernikahan akhirnya selesai lebih cepat, karena Leon ikut membantu.
Bersambung…
KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA, AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing