Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Dekorasi pernikahan


__ADS_3

Leon  fokus  mengurus pernikahan,  ia tidak ingin ada masalah. Terpaksa meminta bantuan   temannya seorang polisi, untuk   membongkar sindikat  bisnis gelap  milik Bokoy mulai dari kasino, gudang penyimpanan barang haram itu. Dari dulu,  Leon tidak pernah ingin membocorkan rahasia sang Ketua,  karena ia  sangat  menghormatinya , ia juga tidak ingin berurusan dengan lelaki tua itu.


Namun,  karena Bokoy  mengincar nyawa Hara dan  calon anaknya, ia akhirnya membongkar   semua rahasia  bisnis gelap miliki Bokoy.


“Bos, ketua pasti sangat marah karena Bos membongkar  semuanya,”  ujar Rikko.


“ Saya ingin dia fokus ke masalahnya,  agar ia menarik anak buahnya  dari sini . Kasihan Hara tidak bisa keluar dari kamar,” ujar Leon.


“Apa rencana bos, selanjutnya? Kenapa ingin memindahkan Toni ke Jogja,  padahal  kita kekurangan orang di sini Bos?” Tanya Rikko.


“Aku tidak percaya padanya, biarkan  dia  mengurus  bisnis di Jogja,”balas Leon.


Leon berbohong, ia berencana memindahkan Toni ke Jogja karena ia  sudah tahu kalau Toni  tunangan Hara, ia takut Toni mengaku pada Hara  dan pernikahan mereka gagal.


 ‘Terkadang  kita akan mengorbankan sesuatu   demi mendapatkan hal yang besar’ ujar Leon dalam hati.


Leon  berpikir ia akan kalah, jika Toni sampai mengakui tentang pertunangan mereka, sebelum Hara  mengetahuinya  semuanya ingin  Toni tidak bisa.


Leon juga  melakukan tindakan yang sangat berani, ia membuat Bokoy repot dengan berurusan dengan polisi dan beberapa usahanya tepaksa di tutup,  karena kedapatan menyimpan  narkoba dan  senjata.


 Tetapi apa yang dilakukan  Leon sangat berbahaya, leon sadar akan hal itu, hanya itu  satu-satunya  cara yang bisa ia lakukan untuk memaksa Bokoy menarik anak buahnya yang mengawasi  rumahnya yang mengincar nyawa Hara.


“Apa tidak apa-apa kamu melakukan itu?” Tanya Hara sangat khawatir.


“Tidak ada  pilihan lain, biarkan saja, biar ketahuan bobroknya semua, selama ini orang selalu menyebutnya orang dermawan dan suka  menolong orang. Kini  orang akan tahu siapa  dia,” ujar Leon.


“Tapi aku takut dia bertambah marah nanti, karena kamu mengusik bisnisnya.”


“Jangan khawatir Hara,  setelah kita menikah kita akan pergi ke luar negeri, kita akan mencari pamanmu di Amerika dan kamu akan melahirkan di sana,” ujar Leon.


“Kamu serius.” Hara   memeluk  leher Leon dengan erat.


                          *


Ternyata apa yang di rencanakan Leon tidak berjalan mulus.


Mereka tidak diperbolehkan menikah di bulan itu, menurut  ritual kepercayaan yang dianut Leon.  Tetua adat menyebut,   saat ini  bulan yang buruk untuk menikah, akan ada pertumpahan darah. Leon  dan Bu Atin yang masih percaya  kekuatan mistis dan percaya dengan ramalan Leon  percaya dengan  hal itu.


Jadi Leon menunggu bulan depan untuk menikah.


                           *


“Jangan  sedih kita akan tetap adakan pernikahan … tetapi bukan untuk kita,” ujar Hara.


“Lalu untuk siapa?” Tanya Leon.


“Untuk Kak Rikko dan Susan,” ujar Hara.

__ADS_1


Leon setuju, karena mereka gagal menikah, maka pernikahan diadakan untuk Rikko dan Susan.


Awalnya Rikko  tidak mau,  tetapi Susan setuju jadi pernikahan akan diakan  mansion Leon di Kalimantan.


“Apa kau yakin akan melepaskan masa lajang mu?” Tanya Ken membantu  Rikko memilih jas.


“Iya aku yakin, aku ingin punya keluarga.” Rikko terlihat sangat gugup.


“Melihatmu menikah seperti itu,  aku juga jadi ingin punya pacar lalu menikah.” Iwan merasa sedih di tinggal menikah sama Rikko, pada hal mereka tetap bertemu dan bekerja seperti biasa.


“Aku juga ingin menikah,” ujar Ken ikut-ikutan.


Tetapi untuk Zidan,  ia akan terlihat bersikap acuh.


“Kamu bagaimana Zidan?”


“Tidak,  aku tidak akan menikah sampai kapanpun,” timpal Zidan, lelaki satu ini korban dari broken home, tidak percaya pada namanya cinta apa lagi pernikahan.


Makanya sekeras apapun  Clara berusaha menarik perhatiannya, ia tidak terusik. Zidan tetap acuh padanya.


Menjelang pernikahan.  Rikko ingin Hara yang mendesain  dekorasi pernikahannya


“Apa kakak yakin?” Tanya Hara.


“Iya, saat Non  membangun rumah kucing saat itu, aku ingin sebuah dekorasi pernikahan sederhana  bertema garden,” ujar Rikko.


“Kenapa harus sederhana? Kan, Bos mau membiayai pernikahanmu di gedung ,” ujar Hara


Rikko tidak punya keluarga, maka itu saat Leon menawarkan pernikahan di gedung, ia menolak, Rikko ingin pernikahan sederhana.


“Apa keluarga Susan tidak ada, kenapa dia juga mau pernikahan sederhana seperti ini?” Tanya Hara


“Ada,  ibunya baru meninggal satu tahun yang lalu, jadi sekarang tinggal kakaknya.” Rikko kurang semangat saat membahas tentang keluarga sang calon istri.


“Apa ada masalah Kak? ayo cerita padaku  nanti  biar aku dapat inspirasi  untuk tema dekorasi pernikahannya,” ujar Hara.


“Keluarganya tidak menerimaku, karena pekerjaanku, mereka bilang tidak jelas dan karena keluargaku tidak ada.”


“Lalu …. Apa yang terjadi kenapa ada pernikahan?” Tanya Hara ia khawatir pernikahan Rikko gagal.


“Susan menentang keluarganya,” ujar Rikko menunduk merasa bersalah.


“Lalu apa  keluarganya nanti tidak datang juga?” Hara menatap serius ke wajah Rikko.


“Tidak.”


‘Oh apa rumah Leon kumpulan anak-anak malang, anak yang tidak punya keluarga seperti aku?’ tanya Hara membatin.

__ADS_1


“Bagi kami berlima Bos adalah keluarga satu-satunya,” ujar Iwan yang  mendengar obrolan mereka berdua.


“Jadi, Non kalau kamu tidak keberatan. Ayo kita kerjakan sendiri dekorasi pernikahan   untuk saudara kami ini,” ujar Ken ikut-ikutan menunjukkan wajah melow.


“Baiklah.” Hara akhirnya setuju,  ia  yang mengerjakan dekorasinya.


Hari ini suasana sibuk terlihat  di rumah Leon, Leon berencana akan  mengundang semua pegawainya untuk memeriahkan  pernikahan Rikko,  karena tidak ada keluarga yang akan menghadiri pernikahan keduanya. Untuk saksi sendiri Leon ada dari pihak Rikko dan orang tua teman Susan yang jadi saksi pernikahan untuk Susan.


“Kamu tidak boleh capek.” ujar Leon saat Hara  mulai  mengerjakannya.


“Ini, tidak capek, aku hanya  menyuruh mereka,” bisik Hara saat Leon bersikap posesif pada kehamilannya.


“Tapi kamu tidak boleh jongkok seperti itu,” ucapnya lagi, ia mengekor dan mengawasi Hara sepanjang hari saat Hara memberitahukan kalau ia yang akan mengerjakan panggung pernikahan untuk Rikko.


“Dia tidak  apa-apa  lagian  kehamilannya baru  empat belas minggu, belum  berasa  mengganjal, jangan khawatir,” ujar Hara.


Saat  Bu Atin dan Leon sempat berpikir,  Hara akan  bersikap manja selama kehamilannya, ternyata tidak sama sekali,  ia bersikap mandiri, kerasnya hidup yang ia jalani sejak kehilangan orang tuanya,  ternyata perlahan mengubah  sikap wanita cantik itu. Ia tidak mau bermanja-manja pada Leon saat ia hamil,  walau ia bisa melakukannya dan Leon mengharapkan itu dari Hara. Namun Hata  bersikap mandiri.


“Hara,  katakan apa yang aku bisa aku bantu,  biar aku yang mengerjakan tinggal kamu perintahkan aku saja ,” ujar Leon.


“Tidak apa-apa sayangku, aku tidak akan mengerjakan sesuatu pekerjaan yang membahayakan dia, sebaiknya kamu duduk di sana, mereka semua jadi sungkan membantuku karena kamu ada di sini , pergilah ke kursi sana ngopi-ngopi , minum teh. Jangan mengikuti seperti ini membuatmu tidak fokus bekerja,” ujar Hara.


“Tapi bagaimana kalau dia kesakitan,” ujar Leon melihat perut Hara dengan wajah gelisah.


“Baiklah, kamu bantuin aku saja,  biar pekerjaan  cepat selesai, ini  pasang bungnya di sana,” perintah Hara pada bos.


“Kamu tidak merasa capek gitu atau ingin aku pijat kakimu soalnya …  kamu berdiri terus dari tadi,’ ujar Leon lagi.


Ken dan Iwan hanya bisa menahan  tawa melihat  sikap  khawatir Leon pada Hara dan Leon rela ikut membantu menghiasi tenda untuk  acara pernikahan  Rikko.


“Tidak apa-apa,  ayo cepat kerjakan,” bisik Hara pada Leon.


Hingga sebuah dekorasi pernikahan akhirnya selesai  lebih cepat, karena Leon ikut membantu.


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2