
Piter benar- benar serius memberi pelajaran untuk Leon, setelah ia sengaja membuat rumor kalau Jovita Hara sudah menikah dengan Maxell. Kini ia sengaja menyebar gosip di hotel Leon, kalau Hara tinggal di china. Dugaan Piter benar, kalau Leon masih mencintai Hara dan ia akan mencarinya ke sana.
Awalnya Leon tidak berencana membuka restauran di negara tirai bambu tersebut, Rencana awal ia ingin membuka restauran di Korea Selatan, peluang sukses lebih besar karena banyak warga Indonesia yang berkunjung ke negara ginseng tersebut.
Tetapi saat mendengar kabar kalau Hara ada di China, Leon berpindah haluan dan berencana membuka di sana.
Piter benar-benar gigih dengan janjinya kalau ia akan membuat Leon menyesal meninggalkan Hara. Leon berangkat ke China sengaja tidak mengajak Zidan dan Ken karena ia tidak mau mengakui kalau ia kesana demi Hara, ia beralasan ingin liburan sendiri dan ingin meninjau lokasi pembukaan restauran di kota Beijing.
Sampai lebaran kuda juga Leon tidak akan menemukan Hara di China, karena Jovita Hara ada di jepang. Kali ini ia masuk jebakan Batman ala Piter.
Leon menugaskan Zidan dan Ken ke Jepang untuk acara kegiatan sosial yang diadakan tiap tahun di sana,
Karena kebetulan Leon salah satu pengurus yayasan Kasih yang di bentuk orang-orang Indonesia yang tinggal di Jepang.
Dalam mobil Leon hanya diam, ia hanya menatap keluar jendela.
‘Ada apa dengan Bos, apa pertemuannya dengan Bianca gagal juga?’ Bram melirik dari kaca depan.
Leon beberapa kali menghela napas panjang.
‘Ada apa denganku? bukankah niatku ingin memulai hidup baru dengan Bianca, tapi kenapa aku tidak baik, pada wanita itu, ada apa dengan hatiku.? Hara ... tadinya aku ingin melupakan kamu karena itu aku ingin menikahi wanita itu. Tapi sepertinya aku tidak bisa melakukannya, sebelum aku melihat kamu bahagia
Leon mengusap layar ponselnya , ternyata di sana masih ada foto Hara.
'Aku harus mencari tahu tentang Hara ke China, memastikan kalau dia baik baik saja. Hanya ingin memastikan tidak lebih ’ ucapnya mencoba menyangkal perasaanya.
“Bram. Kita dipersingkat saja perjalanannya, kita berangkat sore ini
“Oh, bukannya besok Pak?’
“ Tidak, nanti sore saja. Apa ada masalah?” Leon balik bertanya.
“ A-a Tidak ada , hanya dadakan saja Bos,”ujar Bram tergagap.
“Maka itu, kamu harus siap kapan dibutuhkan kamu izin dululah sama semua selir-selirmu, karena kita akan lama di sana empat bulan atau mungkin lima bulan” selir yang dimaksud Leon adalah kekasih Bram.
“Baik Pak ”
“Oh satu hal lagi Zidan dan Ken tidak usah beritahu, saya sudah menugaskan mereka berdua ke Jepang”
“Baik Pak”
**
Sesuai yang sudah di rencanakan, Leon akhirnya terbang ke China, alasan ingin membangun sebuah restauran. Tetapi tiba di sana ia Leon bukan mencari lokasi untuk restauran melainkan mencari lokasi di mana Jovita Hara tinggal.
Hari pertama, kedua, ketiga pada hari ke empat Leon mulai putus asa, ia bekerja keras mencari keberadaan Jovita Hara, tetapi tidak ada. Bram bahkan bingung melihat Leon. Karena ia hanya di minta mengantar kesana kemari tanpa tahu yang dikerjakan sang Bos. Bram tidak berani bertanya, ia hanya menurut saja kemanapun di minta mengantar Leon.
Hingga beberapa hari di sana tidak menemukan hasil akhirnya Leon menyerah.
__ADS_1
“Kita pantau bangunan yang cocok untuk membuka restoran,"ujar Leon kahirnya.
“Baik Pak’
‘Lalu yang berapa hari ini ke sana-kemari untuk apa?’Bram menyengitkatkan alisnya. Hingga ia melihat foto Hara di atas nakas saat Leon mandi.
“Bos, Bos ini bukan di China, ini di Jepang, sebuah taman yang di Jepang yang mirip seperti di China, gengsi bertanya akhirnya begini,” ujar Bram pelan dan meletakkan foto itu di nakas kembali.
Leon baru keluar dari kamar mandi melihat Bram yang duduk menonton siaran televisi bersikap gelisah.
“Ada apa?”
“Pak, saya boleh memberitahu sesuatu, tidak?’
“Apa?”
“Foto Non Hara itu diambil di Jepang bukan di sini"
Dug ….!
Leon langsung diam, ia berdiri menatap jendela kaca hotel, malu itu sudah pasti, tetapi, Leon akan bersikap tenang walaupun dalam hati mengumpat kesal pada diri sendiri.
“Apa kamu yakin?”
“Iya Pak, saya lahir di Jepang dan ikut orang tua di Indonesia, tetapi masih sering pulang ke sana karena rumah nenek saya masih ada di sana. Taman itu di Kota Hona tidak jauh dari taman bunga Sakura”
“Taman bunga?”
“Bunga … dan Hara.” Leon tertawa mendesis, ia akhirnya sadar kalau ia ditipu.
‘Pak Piter kamu hebat ' Leon membatin.
*
Takamatsu.
Di sisi lain di sebuah gedung seni yang bernama Takamatsu di Jepang diadakan sebuah acara sosial.
Sebuah kegiatan di mana anggotanya orang-orang Indonesia yang tinggal di Jepang, sebuah kegiatan kemanusiaan yang di isi berbagai kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari.
Hari itu Zidan dan Ken baru tiba di sana, sebagai perwakilan yang menggantikan Leon Wardana yang saat itu lagi sibuk dengan petualangan cintanya di China.
Seperti kegiatan acara -acara pada umumnya yang diisi dengan acara persembahan lagu tarian, bahkan pembacaan puisi.
“Aku lapar, mau makan buah dulu.” Ken menghampiri meja menu makan.
__ADS_1
Baru juga Ken ingin memasukkan satu potongan buah melon ke mulutnya, tangannya berhenti dan mulut menganggap . Hara tiba-tiba berdiri di samping Ken, tersenyum manis padanya.
“Ha-hara,” ujar Ken tergagap, ia masih mematung melihat sosok wanita cantik yang berdiri di sampingnya.
Bukan hanya Ken, bahkan Zidan yang berdiri tidak jauh dari mereka ikut mematung.
‘Apa aku bermimpi? Apa benar itu Non Hara’ ucap Zidan.
“Mas, tidak apa-apa?” tanya Hara pada Ken saat ia menjatuhkan piring buah di tangannya.
Seketika airmata Ken mengucur bebas, mewakili rasa rindu pada sosok wanita yang selama ini ia kagumi.
“Mas, tidak apa-apa?” Tanya Hara untuk kedua kalinya. Ia tidak mengenali Ken.
“Tidak apa-apa Non,” ujar Ken mengusap air matanya dengan buru-buru.
“Baiklah,” ujar Hara meninggalkan Ken yang masih shock.
Ken Keluar dan ternyata lelaki yang selalu humoris itu bisa menangis juga, ia menangis tanpa suara saat Hara tidak mengenalinya tadi. Dari kelima anak buah Leon dulu, Ken orang selalu membela Hara walau wanita cantik itu sebenarnya salah. Ken mengagumi Hara karena menurutnya sosok yang selalu ceria dan cantik .
“Hei hentikan bocah cengeng , kamu terlalu cengeng,” bisik Zidan si manusia beku nomor dua dan nomor satunya Leon.
“Brengsek lu,” maki Ken kesal saat Zidan menyebutnya bocah cengeng.
“Ok, aku ngerti kamu shock tadi tapi ayolah jangan menangis begitu kamu dilihatin orang kawan,” bisik Zidan yang berdiri di belakang Ken.
Lelaki berkulit gelap tersebut mengusap sisa air di matanya dan ia membalikan tubuhnya.
“Kamu tidak tahu Bro, bagaimana kagetnya gua tadi, gua mengenalnya dan kita semua dulu sangat dekat sama Non Hara, bercanda, bernyanyi. Tetapi tadi, dia … tidak mengenali gua Bro,” ujar Ken dengan raut wajah serius.
“Ayolah Ken, bukan hanya kamu yang kaget, aku juga, sekarang bagaimana ni, kasih tahu Bos apa biarkan saja?” tanya Zidan.
Bersambung.
KAKAK TERSAYANG JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing