
“Ini pakai lagi” Leon memberikan pakaian Hara yang ia tarik paksa tadi.
“Dasar lelaki kasar,” ucap Hara, sekali lagi Leon menarik napas berat, ia hanya diam dan membiarkan ia meluapkan kemarahannya.
Setelah Memakai pakaian lagi, Leon mengawasi keadaan sekitar, orang-orang yang mengejar mereka sudah tidak ada lagi, Leon bernapas lengah dan menyadarkan kepalanya dengan frustasi di diatas setir mobil.
Setelah melakukan hubungan suami istri , Leon jauh merasa terluka dan malu, bahkan ia merasa tangannya bergetar.
Ia mengawasi keadaan sekitar, orang-orang yang mengejar mereka sudah tidak ada lagi.
Tapi Hara yang sudah terlanjur kecewa dengan apa yang di lakukan Leon, apa lagi Leon langsung diam setelah melakukannya, ia karena merasa puas, tetapi ia diam karena nia malu pada Jovita Hara.
Melihat Leon diam, Hara keluar setelah memakai pakainya.
“Hara! Kamu mau kemana?” Teriak Leon dengan buru-buru ia membuka pintu mobil dan mengejar Hara, dengan pakaian yang belum dirapikan Hara berlari menjauhi mobil Leon , tapi dengan lari yang cepat Leon menangkapnya merangkul pinggang Hara dari belakang menguncinya dengan erat.
“Maaf, maaf Hara,"Leon memeluk dengan erat.
“Kamu … ka-kamu kurang ajar, aku sangat membencimu, kenapa kamu selalu memperlakukanku dengan buruk, saat pertama kamu membawaku ke hutan ini, kamu memaksaku juga, saat aku kehilangan anakku kamu menendangku dari hidupmu dengan paksa juga, saat aku bilang tidak ingin menikah, kamu memaksa dan sekarang kamu juga memaksaku” teriak Hara dengan suara tangisan yang terdengar pilu, bahkan Leon berasa dadanya terasa sakit saat melihat ia menangis seperti itu.
“Hara, nanti aku akan jelaskan ayo kita pulang, di sini sangat berbahaya nant-“
“Apa bedanya sama kamu, kamu juga berbahaya” ucap Hara memotong ucapan Leon
“Hara tolonglah dengarkan aku”
“Lepaskaaaaan!” suara meninggi penuh emosi. Aku sangat membencimu, aku sangat benci sikap egoismu, aku benci semua sikapmu" Teriak Hara.
Leon hampir frustasi melihat kemarahan Hara, Leon tahu kalau mereka sampai malam dalam hutan belantara itu, ia yakin nyawa mereka berdua dalam bahaya juga.
“Ini lakukan sesukamu jika kamu membenciku,” ucap Leon memberikan pisau kecil dari balik pinggangnya.
Hara yang sudah dipenuhi kemarahan, tidak bisa mengontrol emosinya, ia menyambar pisau kecil yang diberikan Leon padanya dengan cepat ia mengayunkan pisaunya ke kiri.
“Aku membencimu."Hara gelap mata.
“Aaaa!” Leon kaget dengan serangan cepat yang di lakukan Hara padanya
Pisau mengenai lengan Leon, satu luka di lengannya, darah dari lengannya mengalir deras, bahkan menetes ke daun-daun kering. Leon tidak marah ia hanya diam menatap Hara.
__ADS_1
Tetapi melihat Leon terluka Hara lebih ketakutan lagi ia menangis histeris, ia menjatuhkan pisau dan tangannya gemetaran, ia terduduk dengan tubuh bergetar, ini kedua kalinya Hara melukai Leon, Ia juga pernah menembak dengan pistol dan melukai dengan pisau. Ia. menangis ketakutan.
“Tidak apa-apa sayang, itu hanya luka kecil” ucap Leon merangkul tubuh Hara yang gemetar.
“Ta-ta-tapi kamu berdar-“
“Tidak apa-apa, aku tidak merasakannya, ayo kita ke mobil di sini banyak binatang yang berbahaya,” ucap Leon membujuk Hara agar masuk mobil.
Memapahnya masuk kedalam mobil menurunkan sandaran mobil agar Hara bisa merebahkan tubuhnya.
"Tanganmu berdarah Leon biar aku obati," ujar Hara
"Tidak apa-apa, ini hany luka kecil, melihat terluka Hara ... itulah lukaku yang sesungguhnya,", ujar Leon mengusap air matanya.
“Tutup matamu dan cobalah untuk tidur,” ucap Leon tidak menghiraukan luka di tangannya, bahkan darah dari tangannya sudah mengotori celana dan pakaiannya.
Sebelum menghidupkan mesin mobil, ia merobek kemeja yang ia pakai dan membungkus lengannya yang terluka sebelum ia kehabisan darah.
Memutar balik mobilnya dan kembali kearah kota, dalam mobil Hara menutup wajahnya dengan jaket yang di berikan Leo padanya, tapi bukan untuk tidur seperti yang disuruh Leon, di balik jaket yang menutup wajahnya, ia ter isak-isak dengan pilu.
“Ibu, Ayah. Aku merindukan kalian, kenapa kalian meninggalkan aku sendirian di dunia ini” ucap Hara dalam tangisannya, ia terisak-isak sepajang perjalanan.
Mendengar Hara menangis, ia juga merasa terluka, ia menggenggam setir dengan kuat, ia hanya diam mendengar isak tangisan Hara sepanjang jalan tapi dalam hati ia merasa ingin berteriak meluapkan perasaanya.
Satu jam lebih perjalanan, akhirnya tiba di hotel, tapi karena lelah karena menangis sepanjang perjalanan Hara tertidur pulas dengan wajahnya masih ditutup jaket.
Leon berhenti di depan Hotel, tapi ia tidak membangunkan Hara, ia tidak tega, ia membiarkan wanita itu tidur dengan puas, ia keluar dan menyalakan sebatang rokok, luka di tangannya ia hiraukan, luka di hatinya jauh lebih sakit.
Padahal Leon sudah berjanji pada dirinya, kalau Hara sudah bersamanya lagi, ia tidak akan membiarkan Hara menangis, tidak membiarkan wanita yang paling ia cintai itu untuk terluka lagi, tetapi karena para penjahat hutan, Leon harus melihat Hara menangis lagi.
Walau apa yang ia lakukan bukanlah kesalahan, ia sudah sah istrinya saat ini, hanya saja cara yang ia lakukan salah.
Leon menghembuskan asap mengembul itu ke udara, matanya melihat luka di tangannya, ia memikirkan kemarahan Hara dalam hutan tadi, ditampar, ditendang, didorong , dilukai. Itu jadi hadiah malam pengantin untuknya.
Sekitar 20 menit berhenti, Hara bangun ia meyingkapkan jaket dari kepalanya menoleh kanan –kiri matanya terlihat sembab karena menangis sepanjang jalan tadi.
“Kita di hotel, kita akan istirahat di sini,” ucap Leon
Hara hanya diam, tidak ada reaksi, saat mendapatkan kamar Leon memegang kuncinya, Hara mengambil kunci dari tangan Leon, ia berjalan mendahului, Leon hanya hanya diam dan mendengus kecil melihat kemarahan Hara.
__ADS_1
“Ini kamar untuk aku sendiri! Gunakan kamarmu sendiri” ucap Hara saat membuka pintu kamar Hotel, lalu ia menutup pintunya dari dalam. Ia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Lalu ia menangis memanggil nama anak mereka.
Leon masih mematung di depan kamar yang di tutup Hara, mendengar nama anaknya disebut, ia jauh lebih sedih, itu pertama kalinya nama anaknya di panggil selama ini hanya mendengar nama ICHIRO, hotel miliknya tapi saat Hara yang menyebut dan memangil nama anak itu, ia merasa rongga di bagian dadanya terasa sesak.
Nama yang mereka pilih untuk anak yang kandung Hara saat itu, janin yang ber- umur lima bulan, Hara dan Leon tidak akan mudah melupakan semua kenangan itu.
Ia menarik nafas panjang dan meninggalkan kamar Hara. Dari jauh Haris datang berlari kecil menghampirinya.
“Apa yang terjadi Bos, kata warga desa Bos diincar musuh a-apa Non Hara selamat?” tanya Haris dengan suara bergetar, karena Leon terlihat sendirian dengan wajah pucat.
Ia sudah berpikir kalau Hara sudah diambil paksa oleh musuh, karena biasanya, jarang yang selamat kalau sudah keluar dari kampung.
“Iya baik-baik saja, dia ada di kamar”
“Oh iya ampun syukurlah” ucap Haris bernafas lega.
“Tolong suruh Zidan untuk menjaganya malam ini, saya ingin membakar mereka semua karena sudah membuatku marah,” ucap Leon.
Maka kalau suku lain menganggu orang dari suku mereka, maka perang adat akan terjadi, apalagi yang mereka ganggu seorang ‘Putra Penjaga’ adat
Itu sama saja mengundang perang.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)