
Hara masih bertamu di rumah Piter.
Saat Hilda sedang mengobrol dengan Hara, Piter juga datang ia rela meninggalkan acara rapat pagi ini hanya karena Hara. Piter berpikir kalau Hara ada masalah lagi dengan Leon, seperti yang dia alami ke tiga mantan anak buahnya, rumah tangga Zidan, Toni, Ken di ujuk tanduk, ternyata mereka bertiga lemah dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka. Jika mereka sangat setia pada Leon dan bertanggung jawab dalam pekerjaan di masa lalu, tetapi tidak untuk saat itu.
Piter berharap Hara dan Leon tidak ikut-ikutan seperti rumah tangga Ken, ia sempat berpikir kalau Hara lari lagi dari rumah kerana bertengkar dengan suaminya, karena di masa lalu Hara sering juga kabur dari Leon.
“Om, pulang?” tanya Hara merasa tidak enak saat Piter pulang dari kantor karena dirinya.
“Iya, gak apa-apa, ada Viky yang menggantikan ku,” ujar Piter.
"Terima kasih Om," ujar Hara.
"Apa kamu kabur juga dari rumah seperti mereka? "
Ah ... tidaklah Om masa sudah tua kabur - kaburan, "ujar Hara tersenyum kecil.
Lalu Piter duduk bergabung dengan Hara dan Hilda.
“Mau minum apa, PI,” tanya Hilda melirik suaminya.
“Air dingin saja.”
Rumah tangga Piter dari dulu, sampai saat itu baik-baik saja, karena Hilda punya karakter tegas dan terbuka, ia tidak mau menyimpan semua masalah dalam hati, jika ia merasa itu salah maka ia akan menegur Piter, pertengkaran memang selalu ada, tetapi justru dengan itu mereka jadi saling terbuka membuat mereka berdua saling mengetahui kekurangan dan kelebihan satu sama Lain.
Hal itu berbanding terbalik dengan rumah tangga Clara, Kikan, Rebeka ketiga wanita itu selama itu memilih diam dan menyimpan dalam hati demi menjaga agar rumah tangga mereka damai dan tenang terlihat, hingga rasa sakit yang di tumpuk dalam hati menggunung, akhirnya tidak terbendung lagi pada saat itu ingin meledak dan memilih menyerah.
Tidak berapa lama seorang asisten rumah tangga datang membawa minuman dingin dan cemilan untuk Piter dan Hara.
“Apa terjadi sesuatu Hara?” tanya Piter lagi, setelah menyeruput air dingin dalam gelasnya.
“Tidak Om, Aku hanya kangen sama ibu dan ayah dan bi Ina juga, makanya aku datang,” ujarnya Hara.
“Baiklah, kalau kamu mau Om temenin ke makam ibumu, ayo kita pergi,” ajak Piter.
“Tidak apa-apa, kalian pergi saja, maaf aku idak bisa ikut, Jordan dan Kiano ada pertandingan basket hari ini, aku mau mendampingi mereka,” ujar Hilda.
Kedua putra Piter dan Hilda Jordan dan Kiano sudah beranjak remaja dan berteman baik dengan Okan, Danis dan Juna.
__ADS_1
Persahabatan orang tua mereka, ternyata menurun juga pada anak-anak mereka, anak-anak itu sering main ke rumah Leon dan Hara selalu menyayangi mereka semua seperti keluarga.
Karena itulah yang Hara khawatirkan ke depan nya, jika orang tua mereka berpisah akan sangat berpengaruh pada mental anak -anak tersebut
**
Hara akhirnya pergi bertiga dengan supir ke makam orang tuanya, ke Bogor ke makam keluarga Hara.
Ia duduk sedih menumpahkan isi hatinya di makam ibunya.
“Ibu, apa yang ibu lalui aku alami juga, apa ibu tahu Leon menantu ibu dia juga memiliki sikap cemburu yang berlebihan Bu, sama seperti ayah, sekarang aku mengerti Bu. Aku tidak marah lagi Bu, aku akan mencoba memahaminya sama seperti ibu lakukan pada ayah dulu, rasanya sangat menjengkelkan iya Bu, tetapi tante istrinya Om Piter sudah mengajariku, aku akan bertahan dan tetap semangat demi cucu kembarmu yang saat ini sudah beranjak remaja. Bu, ayah aku, akan, baik-baik saja,” ujar Hara , ia tersenyum kecil, lalu bangun membasuh wajahnya dan membersihkan rumput-rumput di area kuburan.
Lalu ia beralih ke makam Bu Ina.
“Bi … rumah tangga Kak Toni di ujung perceraian, aku sedih mendengarnya kasihan Arjuna putra Kak Toni dia pasti akan sangat kecewa mendengar itu, Bi doakan dari sana iya, agar rumah tangga mereka bertiga Zidan, Ken, Toni dan aku juga agar baik-baik saja,” ujar Hara di makam Bu Ina.
Setelah curhat panjang lebar di kuburan orang tuanya dan Bi Ina, Hara merasa beban dalam otaknya terangkat tiba sebagian.
Setelah bersih dan ia merasa sudah nyaman, barulah Hara merasa tenang,
Matahari sudah mulai bergegas meninggalkan langit, mengukir garis-garis warna jingga di cakrawala, Hara masih duduk dan Piter dan supir, menikmati alam yang asri di area pemakaman orang tuanya tepat di kota Bogor, kuta hujan yang sejuk.
“Om sudah tua Hara, lihat uban di kepalaku,” ujar Piter tersenyum.
“Om Piter harus tetap sehat,” lirih Hara dengan suara kecil.
“Hara …. Leon tidak akan melakukan apa yang di lakukan Ken pada istrinya, kalian berdua sudah melalui semua itu, kamu harus percaya pada suamimu, dia cemburu karena dia sangat mencintaimu dan anak-anakmu,” ujar piter.
“Baik Om.” Hara merasa sedikit lega mendengar nasihat-nasihat Piter.
“Baiklah, jangan marah lagi,” ujar Piter menatap langit yang sudah mulai gelap.
“Ayo Om, kita pulang ujar Hara setelah ia melirik jam di pergelangan tangannya, wak.
“Sudah cukup, apa sudah merasa tenang sekarang?” tanya Piter.
“Sudah Om, aku sudah lega sekarang, terimakasih mau menemaniku.”
__ADS_1
“Hara, tidak banyak lelaki yang sangat mencintai wanitanya di dunia ini, hanya bisa di hitung dengan jari, kamu tahu terkadang lelaki kalau sudah menikah, mereka cenderung jenuh dan bosan pada usia pernikahan di atas tujuh tahun.”
“Iya seperti Toni apa om seperti itu?” Hara melirik wajah lelaki itu dengan mimik penuh penasaran.
“Iya kalau bisa terus terang, Om juga seperti terkadang ada rasa jenuh juga.”
“Haaa? Itu artinya om bosan?”
“Iya, tetapi tidak ada niat untuk meninggalkan ataupun untuk merusak hubungan rumah tangga Om, hanya berpikiran sempit yang mencari wanita muda demi kesenangan, rumah tangga yang sudah dibina lama bahkan puluhan tahun akan runtuh”
“Apa semua lelaki seperti itu? Karena beberapa klienku juga bicara seperti itu padaku, melihat Clara, Kikan dan Rebeka aku merasa sangat kasihan nasip semua wanita.” Hara menatap Piter.
“Makanya aku bilang Hara, Leon berbeda dia memberikan cinta yang berbeda padamu .”
Baiklah Om aku mengerti aku melakukan yang terbaik aku tidak akan menyerah dan tidak akan marah lagi, aku sudah curhat pada ibu tentang semua yang terjadi,” ujar Hara.
Bersambung....
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasi untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (tamat)
__ADS_1