
Perut sudah kenyang pikiran sudah bisa diajak kerja sama, Leon membawa tubuh yang sudah tak bernyawa itu ke kamar Bokoy, lelaki tua itu masih tertidur pulas karena masih jam tiga pagi, Leon membaringkan tubuh kaku Kanza yang sudah tak bernyawa itu, di sampingnya
"Mari kita mulai permainan kecilnya, aku yakin kamu akan terkejut melihat lelaki yang kamu pilih ini,"ucap Leon.
Leon duduk menunggu sebentar, ia bebas melakukan apapun di kamar orang tua itu karena penjaga semuanya sudah, dilenyapkan.
Leon membuat kejutan untuk Bokoy.
Ia berjanji tidak akan melenyapkannya, ia ingin melihatnya gila, Leon meletakkan benda kecil di pojok kursi, hologram wajah Leon. Ia meninggalkan kamar itu setelah memasang camera pengawas dan kembali ke kamarnya, ia mengawasinya dari kamar sebelah.
Menunggu kira-kira 20 menit akhirnya lelaki tua itu bangun juga, ia membalikkan badannya, ia kaget melihat tubuh Kaku Kanza berlumuran darah di sampingnya. Ia terbangun wajah ketakutan, saat melihat ada mayat di tempat tidurnya berbagi ranjang dengannya.
“A-a-apa ini?” Bokoy terduduk ia mundur, ngesot ke belakang.
"Apa ini? penjaga! Penjaga!" Bokoy ketakutan dan memangil anak buahnya. Namun , sayang. Semuanya sudah di habisi Zidan dan Ken.
Bokoy bangun meraih pistol dari bawah tempat tidurnya dan mengacuhkan ke segala arah dengan wajah ketakutan.
Ia lebih terkejut lagi melihat sosok Leon duduk dalam kamar juga.
" Ka- ka- kamu masih hidup," ucap Bokoy gelagapan. Sosok Leon masih diam di kursi itu hanyalah sebuah hologram wajah Leon.
“Apa yang kamu lakukan disini ?” Bokoy melemparkan bantal pada Leon, ia masih tetap diam, duduk melipat tangan di dadanya seperti biasanya, siapapun yang melihatnya akan mengira itu adalah hantu Leon.
Bokoy terlihat bergelidik mengusap lengannya ia berdiri menarik selimut menutupi wajah Kanza yang seakan akan ikut melihatnya,
"Apa kamu setan?” tanya lelaki tua itu, ia mengacuhkan pistol dan menembakkannya, Leon sudah menggantikan pistol milik Bokoy dengan pistol yang ia gunakan menghabisi anak buahnya tadi.
Bokoy mendekat dan ingin memukul wajah Leon tapi tembus, ia makin ketakutan dan berlari keluar kamar.
Leon ingin membuat lelaki tua itu gila dan mengakui semua perbuatannya, Bokoy keluar kamar, ia menenteng pistol yang Leon gunakan menghabisi semua anak buahnya.
Leon sudah mempersiapkan gambar hologram untuk menakuti-nakuti Bokoy mulai dari Iwan, Iwan dan Zidan dan Leon.
Setiap kali Bokoy berlari ke sudut hotel akan melihat bayangan orang -orang yang sudah ia bunuh.
__ADS_1
Ken menempatkan setiap hologram di sudut hotel Bokoy dan Zidan meminta semua petugas hotel untuk pulang. Jadi saat Bokoy berlari ke koridor hotel lampunya gelap dan ada yang sengaja di buat mati hidup - mati hidup kesannya bangunan hotel itu angker karena hanya Bokoy yang masih hidup.
Leon ingin lelaki itu gila dan depresi.
Karena menurutnya, kalau hanya menghabisinya itu gampang, hukuman itu terlalu singkat untuknya.
Saat ini lelaki tua itu lari ke sana- kemari dan menenteng pistol , mengarahkan kesemua arah terlihat ketakutan dan seperti melihat setan.
" Kenap kamu melakukanya?" sebuah hologram ayah Hara tepat di depannya dan suara itu milik Ken.
"Maafkan aku, aku melakukan itu karena ....." Bokoy berlutut di di hologram Iwan, ia mengakui semua pembunuhan itu dan mengakui apa tujuannya membunuh, akhirnya lelaki jahat itu mengakui semuanya di hadapan sebuah hologram gambar Iwan dan Leon. Bokoy berpikir itu hantu Leon dan Iwan.
"Akhirnya kamu mengakui semuanya brengsek," ujar Leon Cukup sampai disitu dulu, Leon menelepon Kinan.
"Kinan, sambungkan ke wartawan dan sebarkan di internet," pinta Leon .
Kinan selamat dari kebakaran di rumah Leon karena malam itu, ia di cafe bersama Nana, Kinan membantu Leon untuk menghancurkan Bokoy dan membersihkan nama keluarga Hara itu tujuan utama dari Leon.
Lalu Leon menelepon polisi.
"Saya tahu polisi akan melepaskannya, saya hanya ingin dia gila dan merasakan bagaimana rasanya dikhianati," ujar Leon.
Kehebohan terjadi di Hotel, ada delapan orang anak buah Bokoy yang ditujukan ke Bokoy, semua bukti mengarah padanya, di dalam kamar Bokoy ia temukan Kanza sudah meningal, ada barang bukti lain yakni; narkoba yang baru dikomsumsi orang tua itu, membuatnya berhalusinasi dan menghabisi semua anak buahnya, itu yang disimpulkan polisi.
Bokoy belum paham apa yang terjadi, ia masih terlihat ketakutan, polisi Bali membawanya ke kantor Polisi, didampingi beberapa pengacaranya.
"Dia tidak akan ditahan, dengan alasan, karena mentalnya sedang terganggu, bukan hukum penjara yang saya inginkan darinya"
*
Walau sudah ada barang bukti,
Dugaan Leon benar, lelaki jahat itu, tidak tahan di kantor polisi, karena ia dinyatakan mengalami gangguan mental.
Leon sudah memperkirakan hal itu, ia tahu orang tua itu akan di lepaskan, walau bukti sudah mengarah padanya, dengan kekuasaan yang ia punya hukum seakan mental padanya.
__ADS_1
Maka itu Leon sudah mempersiapkan hal yang lain untuknya menyerangnya, saat Bokoy kembali pulang kerumahnya di Denpasar Bali, kedua wanita yang biasa menemaninya sudah pergi.
Leon sudah memberi rumah dan uang untuk keduanya,
ternyata benar kata bijak.
'Manusia itu tidak akan pernah merasa cukup'
Walau Leon sudah memberinya uang dengan jumlah yang banyak, ternyata kedua wanita itu menguras harta Bokoy, mereka berdua yakin lelaki tua itu tidak akan selamat dari Leon.
Bokoy masuk kedalam kamarnya, kedua wanita itu sudah menghilang, ia membuka brankas tempat penyimpanan harta bendanya semuanya lenyap.
“Dasar wanita-wanita gila, tidak tahu berterimakasih, aku akan memberikan kalian berdua pelajaran nanti,” ucap Bokoy dengan marah.
Ia terduduk dalam ranjangnya dalam kemarahan, Leon sengaja meletakkan kaset rekaman adegan panas itu di atas bantal, dengan cepat tangan orang tua itu menyetelnya, betapa terkejutnya ia, saat melihat kedua wanita itu bermain panas di ranjangnya bersama lelaki lain.
“Dasar manusia-manusia, hina, kotor, aku akan menghabisi kalian berdua wanita kotor, kamu berani melakukanya di rumahku, bahkan di kamarku!" teriak Bokoy ia melampiaskannya pada kedua penjaga rumah yang tidak tahu apa-apa itu.
Ia menarik pistol dari pinggangnya dan menembak kedua lelaki penjaga rumahnya.
"Untuk apa saya menggaji kalian menjaga rumahku, kalau tidak bisa menjaganya, matilah kalian,” umpatnya dengan kesal,
Kedua lelaki itu tersungkur di depan kamarnya, ia menelepon seseorang “ Buang manusia tidak berguna ini, kasih makanan buaya,” kata orang tua itu, tanpa belas kasihan. Leon sudah memasang camera dalam rumah, ia bisa melihat jelas apa yang di lakukan Bokoy sat itu.
"Itu belum seberapa, akan aku buat kamu sampai benar-benar gila dan hancur"ucap Leon.
Orang tua itu terlihat mondar-mandir, ia kebingungan, anak buahnya sudah habis satu persatu, bahkan ada yang melarikan diri tidak ingin mati sia-sia di tangan lelaki bangkotan itu. Leon berhasil membuatnya gila, ia ketakutan saat melihat berita kalau ia seorang pembunuh dan ia mengakui kalau ia mengkhianati Iwan. Namun saat Leon ingin menjalankan rencana selanjutnya, hal yang tidak terduga terjadi ....
Dalam rekaman cctv Leon melihat, tiba- tiba Bunok datang menenteng samurai. Ia anak buah yang dipecat Bokoy. Bunox dan empat orang anak buahnya dalam rekaman itu menenteng parang besar mendatangi kamar Bokoy, lalu menghabisi Bokoy tanpa ampun. Leon, Zidan, Ken dibuat terpelongo dengan serangan dadakan itu . Bokoy mati di tangan anak buahnya sendiri.
Lalu dalam rekaman cctv itu Bunox mengambil semua hartanya bukan hanya ia, bahkan semua anak buah Bokoy menjarah harta Bokoy setelah melihatnya mati.
"Tragis sekali," ujar Ken melihat cctv itu.
"Dia juga mati sia- sia," ujar Zidan mendesis kesal.
__ADS_1
Bersambung