
Setelah Leon merombak manajemen di hotelnya beberapa hari lalu saat perayaan ulang tahun hotel, ternyata masih ada saja yang luput dari perhatiannya.
Kini beberapa karyawan hotel kembali mengadu pada Hara.
Bagian pantri tempat makan para karyawan yang di sediakan perusahaan untuk semua pegawai tidak layak. Sebelum mengurus gedung tempat perbelanjaan tersebut, ia berencana membereskan tempat makan para karyawan dahulu.
“Nanti sore siapkan semua orang kita akan mengadakan rapat, "ujar Hara menatap Darmo kepala pemasaran gedung Mall Hara berdiri.
Kakia terdiam, ia menatap rekan kerjanya yang berdiri di dalam ruangan itu dengan gelisah, ia belum menyadari kalau Hara adalah Nyonya Bos pemilik gedung tempat ia bekerja , walau rekan kerjanya sudah mengirim pesan ke ponselnya. Karena terlalu bersemangat menjelaskan ia sampai kelupaan membuka ponsel.
“Baik Bu,” ujar Pak Darmo dengan wajah menegang.
“Baiklah Kakia karena sudah menjelaskan semuanya dengan rinci pada saya, saya punya tugas penting kalau begitu untuk kamu, catat semua berapa pegawai dalam kantor ini apa jabatannya berapa lama sudah bekerja saya ingin memberikan bonus pada orang yang kinerjanya bagus serahkan besok pagi pada saya, besok juga saya ingin kamu memandu saya keliling mall.”
“Baik, baik Bu,” ujar Kakia
Sat Hara keluar dari ruangan semua mata menatap tajam pada perempuan muda berkerudung biru itu.
“Ada apa Mbak?”
“Ada apa lagi, saya kan, tadi sudah kasi kode pada kamu untuk buka ponsel kenapa diabaikan!” teriak seniornya dengan marah.
“Sa-saya tidak tahu, tadi saya hanya fokus menjelaskan saya pikir calon costumer mbak.”
“Costomer apa? Kamu pikir yang kamu layani tadi costumer? Dia pemilik gedung ini, Lu membahayakan kita semua dengan membongkar semuanya,” ujar wanita bertubuh gemuk menatap Kakia.
“Ma-ma-maaf mbak saya tidak tahu saya pikir tadi customer, makanya saya layani dengan baik,” ujar wanita muda itu dengan takut karena semua seniornya menatapnya dengan tatapan seperti serigala.
“Kita, kan, sudah kasih kode tadi masa kamu tidak mengerti, kok tidak peka bangat sih mam dasar, bodoh,”ujar seorang lagi padanya mereka semua adalah para pegawai yang berkerja cukup lama.
Mereka semua marah pada orang baru karena mereka sadar telah lama makan uang dari hasil korupsi dari sana.
“Maaf mbak ,” ujar Kakia, hampir menangis karena mengalami perundungan dari para seniornya. Hara sudah tahu akan hal itu, oleh karena itulah dia tadi meminta nomor ponsel wanita muda itu.
Saat ia berdiri menunduk ketakutan, tiba-tiba ponselnya berdering.
“Halo.”
“Kakia ini saya Bu Hara.”
“Bu-Bu Hara?” Mata semua orang melotot semakin panik,
“Kamu datang menemui saya di kantor hari ini bawaan nama-nama orang yang saya minta sebaiknya kamu kerjakan sekarang.”
“Ba-baik bu.”
“Jangan takut, jangan hiraukan orang-orang sekitarmu sebentar lagi kalau mereka terbukti terlibat saya akan menendang mereka dari sana, lakukan tugas yang saya berikan.”
“Ba-ba-baik Bu,” ujar Kaki tiba-tiba ia bersemangat lagi, padahal saat dirundung para seniornya, tadi wanita muda itu sudah sempat down.
“Maaf Pak Darma saya di suruh Bu Hara untuk mengerjakan membuat laporan.”
“Baiklah lakukan,” ujarnya cemas.
*
Ditempat Lain Leon terlihat sangat gelisah ia sebentar berdiri sebentar lagi duduk,
Lalu ia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan menelepon Hara. “Ibu di mana? tadi katanya sebentar.”
“Aku di belakangmu.”
“Haaa?”
__ADS_1
Leon berbalik badan ia melihat Hara sudah meletakkan tasnya di mejanya.
“Kok, baru datang?” Leon mematikan ponselnya di tangannya, matanya menatap istrinya dan memburu dengan berbagai pertanyaan.
“Hmm, mulai lagi deh,” ujar Hara mengingatkan suaminya.
“Gak, maksudku, kok lama?”
“Aku sudah tiga jam lalu sampai di sini-“
“Terus kamu dari mana?” potong Leon dengan mata menyelidiki.
“Ayah, belum juga aku sudah selesai ngomong udah di selak duluan, aku tidak ngapa-ngapain tadi aku jelaskan kita makan dulu, nanti aku jelaskan sekalian makan,” ujar Hara.
Ia tahu, kalau tidak di jelaskan dengan cepat-cepat Leon akan terus menatapnya.
“Baiklah, kita makan di mana?”
“Pentri”
“Haaa?maksudnya di pantry karyawan?”
“Iya”
“Ada apa? Gebrakan apa yang ingin kamu lakukan lagi?” tanya Leon tersenyum kecil.
“Kamu mencurigai ku.”
“Tidak sayang, ada kamu di sampingku bekerja aku semakin bersemangat.” Leon memeluk pinggang Hara dari belakang, ia tahu istrinya sangat pintar dan akan melakukan sesuatu yang baru lagi kali ini.
"'Kira-kira apa lagi yang akan dibenahi istriku saat ini? "
"Dari pada kita pusing memikirkan persoalan rumah tangga mereka lebih baik kita fokus ke pekerjaan," ujar Hara.
"Apa Danis terpengaruh anak-anak nakal di sekolah?"
"Aku akan mendatangi sekolahnya dan mematahkan tangan anak nakal yang mempengaruhi Danis anak mantan Mafia mau di usik," ujar Leon.
"Jangan coba - coba fokus saja ke pekerjaan kita dulu," ujar Hara.
JIka Leon melakukan pekerjaannya sering menggunakan otot maka sejak Hara bekerja dengannya pekerjaan di lakukan dengan otak.
“Baiklah, ayo, aku yakin semua pegawai akan ketakutan nanti kalau kita di sana.” Leon mengusap-usap dagunya.
“Kenapa harus takut, kita juga manusia sama seperti mereka, kalau mereka takut itu urusan mereka,” ujar Hara santai.
*
Tiba di pantry.
Hara memilih meja dekat dekat dengan konter dan meja-meja dapur, ia mendengar keluhan para pegawai kalau pantry hanya menyediakan menu yang itu-itu saja.
Benar saja , saat Hara datang tidak banyak orang yang makan lagi di sana, mereka memilih beli makan di luar karena lebih enak dan lebih bersih.
Saat Hara dan Leon duduk penjaga dapur langsung pucat pasi, mereka gugup, tetapi Hara tidak langsung mengintimidasinya ia berdiri dan mengambil piring.
“Ayah, di sini saja biar aku yang memesan,” ujar Hara Leon hanya mengangguk, tetapi matanya memindai semua sudut ruangan ada suasana yang tidak nyaman di gedung yang diperkususkan untuk tempat makan untuk semua pegawai group Wardana.
‘Apa yang direncanakan Hara untuk tempat ini?”
Hara mengambil piring dan mulai menyendok makanan di meja prasmanan, kelima orang lelaki yang berseragam biru hitam khas catering terlihat berdiri dengan wajah pucat saat Hara memilih menu masakan yang mereka sajikan.
‘Saat ia menyendok menu sayur dari paci yang tidak di tutup ia meletakkan sendok itu lagi ada tidak enak dari menu masakan yang mereka sajikan saat ia melihat lalar hijau hinggap di salah menu masakan emosi Hara naik sampai ke ubun-ubun.
__ADS_1
“Sini kamu!” panggil Hara ke lelaki yang berbadan tinggi besar itu.
“Iya Bu.”
“Ini masakan yang kamu sajikan untuk manusia apa untuk binatang?” tanya Hara mengertakkan giginya.
“Maaf,maaf Bu.”
Hara meletakkan piring itu melihatnya saja jijik.
“Siapa yang bertanggung jawab di sini?” tanya Hara mulai mengintrogasi.
Tidak sabar duduk Leon penasaran.
“Ada apa Bu?” tanya Leon berdiri, tadinya ia tidak ingin melibatkan Leon yang ada emosi yang meledak.
“Lihat menu makannya ada yang bau, basi, ada lalar yang hinggap kalau makanan yang anda sajikan seperti ini siapa yang mau makan? Terus nada yang diberikan perusaan akan kebuang-buang dan orang-orang akan tetap makan diluar, semua makan ini akan kebuang sia-sia alangkah mubajirnya semua ini.”
Emosi Leon langsung tersulut ia mengecek makanan yang di sajikan wajahnya langsung muram.
“Buang semua sampah ini!” pinta Leon tegas ruang pantry langsung ramai, tetapi wajah para pegawai langsung senang karena keluhan mereka langsung ditanggapi Hara.
“Baik Pak.”
“Panggilkan Pak Pur sekarang juga bagaimana dia mengelola ini?”
Bimo yang saat itu senang makan di dapur hotel , mendengar bosnya mengamuk di gedung pantry, ia berlari ke sana.
Bimo juga membawa Pur seorang yang mengurus kantin karyawan.
“Iya Pak.”
“Apa bapak makan di sini?” tanya Leon dengan suara tegas menatap tajam.
“A-a-itu saya tidak pernah bapak”
Leon dengan kemarahan menyendok nasi dan lauk dan diberikan pada Pur. Coba kamu makan!”
Dengan tangan gemetaran lelaki bertubuh tinggi itu menyendok ke mulutnya tetapi wajahnya langsung berubah saat ia mencicip sayur dan lauk.
“Ini semua basi pak.”
“Iya sekarang kamu bilang basi, mana mungkin kamu tidak tahu kalau mereka menyediakan makanan seperti ini di hotel saya, ini busuk bau, siapa yang mau makan? Dikasih kucing juga tidak mau makan apa lagi manusia, saya sudah memberikan dana untuk menyediakan makanan di pantry ini.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasi untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-Turun Ranjang( on going)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (tamat)