
Kelemahan seorang Leon karena rasa cemburu, ia bisa mengubah segalanya . Namun, ia tidak bisa mengubah sikap tersebut. Saat Hara meringis kesakitan. Leon memohon pada Sang Penguasa langit agar tidak menguji hidupnya lagi.
Saat Leon ternyata berdoa sampai tertidur
“Bos, bos bangunlah,” suara itu membangunkan Leon.
Ia bangun dengan wajah bingung.
“Apa yang terjadi?” tanya Leon menatap Bimo.
“Kami mencari bos kemana-mana, Ibu sampai panik ternyata Bos di sini.”
“Aku mengalami mimpi buruk. Hadeh… badanku semua sangat sakit, sekarang jam berapa?” Leon merapikan rambut dan pakaiannya yang berantakan.
“Jam delapan pagi Bos.”
“Apa aku tidur di sini sepanjang malam?”
“Iya Bos.”
“Iya aku mimpi buruk, mimpi kalau Hara kesakitan tadi malam, setelah aku memarahinya.”
“I-iya itu bukan mimpi Bos, memang terjadi seperti itu.”
“Apa?”
Leon masih berdiri, berusaha memulihkan ingatannya.
“Non Hara sa-“
“Oh…. Hara” Leon berlari dari gedung belakang, potongan –potongan ingatannya mulai muncul.
”Bagaimana dengan Hara?”
Saat melihat perut Hara, ia mematung dan duduk lemas di sofa menundukkan kepalanya , sebuah isakan tangis terdengar dari Leon, pundaknya terlihat naik turun karena ia menangis. Leon tidak memperdulikan namanya gengsi dan malu pada ibunya dan Hara, Leon menangis. Lalu ia bangun dan memeluk tubuh Hara dan berkata;
“Maafkan aku Hara, maaf”
Hara menerima pelukan itu dengan diam, ia tidak tahu harus berbuat apa saat melihat Leon menangis.
Bu Atin meletakkan mangkok bubur itu, Bu Atin sedang menyuapi Hara saat Leon datang, ia mengusap punggung Leon dengan dengan hangat, kehangatan tangan seorang ibu yang bisa memenangkan hati.
__ADS_1
“Tidak apa-apa Nak.”
“Maafkan aku Hara, karena aku kamu kesakitan tadi malam.”
“Tidak apa-apa Leon dia baik-baik saja,” ucap Hara membalas pelukan Leon.
“Ini, kamu suapin Hara, kata dokter ia belum bisa bangun dari tempat tidur ini satu hari ini, ibu mau mandi dulu, nanti bibi suruh mengantar serapan kamu ke sini. Jangan masuk kantor dulu, jaga istrimu hari ini,” pinta Bu Atin memberikan Bangkok ke tangan Leon.
“Iya Bu,” jawab leon dengan patuh, wajah kusut dan pakaian berantakan sebagian kemeja itu masuk kedalam celana dan sebagian lagi keluar dua kancing bagian atas terbuka memperlihatkan singlet putih yang Leon pakai.
Karena saat berdoa tadi malam ia tertidur di sana.
“Dari mana?” tanya Hara, ia bertanya walau ia tahu kalau suaminya berdoa untuknya. Bimo melihatnya menangis dan berdoa sepanjang malam di sana.
“Aku ketiduran di ruangan doa Hara, aku minta maaf ,” ucap Leon ia menunduk, tidak berani menatap mata Hara.
Tangan Hara menyentuh wajah Leon dengan lembut, Hara menatapnya dengan tatapan sendu” Leon, aku mencintaimu” ucap Hara dengan tulus.
“Jadi lain kali jangan ada lagi rahasia diantara kita.”
Leon menatap ke dalam mata Hara, melihat ada ketulusan di sana, Leon meletakkan mangkok itu dan memeluk tubuh istrinya, bahkan ia tidak sungkan menundukkan kepala di depan Hara. Karena ia sadar ia salah.
Leon linglung dan hampir gila saat mendengar Maxell datang. Bimo juga memperlihatkan rekaman suara saat Leon lupa mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
Ia tahu Leon sangat mencintainya, lebih dari apapun di dunia ini, Hara berpikir tidak seharusnya ia marah karena Leon melupakan ulang tahunnya.
Bu Atin sudah menjelaskan semuanya.
“Aku tidak mau mengingat masa lalu lagi Leon, aku hanya ingin menjalani masa depan bersamamu , aku ingin menghabiskan masa tuaku bersamamu, aku ingin menua bersama, bisakah kamu mempercayaiku dan melupakan masa lalu kita?” ucap Hara terdengar sangat dewasa bahkan lebih dewasa dari Leon saat itu.
Leon mendongakkan kepalanya, menatap Hara dengan wajah memelas.
“Hara maafkan aku, karena aku tidak bersikap dewasa, berhadapan denganmu, kadang otakku tidak bisa berpikir, jika berhadapan denganmu, maafkan atas segala kebodohanku, aku juga inginnya seperti itu Hara, aku ingin percaya padamu kalau kamu tidak akan meninggalkanku , tetapi bayangan masa laluku yang kelam itu sangat membuatku terpuruk, andai waktu bisa di putar Hara, aku akan memperbaiki saat itu, dimana saat itu aku tidak akan menyakitimu dengan begitu dalam, aku tersiksa Hara, kadang aku berpikir kalau aku terlalu egois karena memintamu bersamaku, tetapi beberapa kali aku mencoba meninggalkan dan melupakanmu justru aku makin terpuruk dan gila, aku mendapat hukuman atas perbuatanku.”
Jovita Hara ingin menyingkirkan luka masa lalu itu dari hati Leon agar mereka bisa hidup. “Katakan apa yang harus aku lakukan Leon agar kamu bisa melupakan masa lalu ?”
Leon hanya menggeleng, memegang telapak Hara yang masih mengelus pipi, Leon meletakkannya di bibirnya mencium telapak tangan Hara dengan lembut dan penuh cinta.
“Aku mencintaimu Hara sangat … aku hanya takut kamu meninggalkanku hanya itu, aku gila kalau ada lelaki lain di hatimu.”
“Itu tidak akan ada Leon tidak pernah, percayalah.”
__ADS_1
Leon menatap ke dalam mata Hara.” Jangan pernah ada lelaki lain di hatimu selain aku Hara! jangan menelepon, jangan chating apa lagi memikirkan mereka, kamu hanya milikku Hara, hanya milikku.”
“Baiklah , aku janji, aku akan selalu terbuka untukmu.”
“Hara kamu akan selalu terbuka untukku katakan apapun yang kamu pikirkan.”
“Baiklah sayang.”
“Aku sangat cemburu kalau kamu menatap pria lain, apa lagi mengobrol, kamu chating tanpa aku ketahui, akan membuatku gila.”
“Ha? Hanya aku menatap saja kamu cemburu?”
“Iya.”
Ingin rasanya Hara tertawa mendengar pengakuan Leon kali ini, pantas saja setiap Hara melihat pria lain, Leon langsung menatapnya dengan sinis. Ia tidak tahu kalau lelaki itu cemburu.
“Baiklah, aku akan memperbaiki sikapku mulai saat ini.”
Ia juga tidak ingin tidak ada masalah dalam rumah tangganya. Hara hanya berharap Leon bangkit dan melupakannya masa lalu.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1