Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Aku akan kuat jika bersamu


__ADS_3

Leon merasa orang yang paling bahagia sejagat raya saat itu, walau ia tidak  tahu caranya menunjukkan rasa senangnya, tetapi dalam hati ia  merasa sangat gembira,,, tatapan matanya  menatap Hara dengan begitu dalam.


‘Aku akan menjadi seorang ayah,"ucap Leon menatap kearah langit.


 Lamaran di terima Hara, kini ia sudah merasa berhak padanya dan  bayinya. Ia hanya akan mempersiapkan pernikahan sebelum anaknya lahir.


‘Aku bahagia sekaligus merasa sangat takut,,  aku takut kalau  lelaki tua itu mencari Hara lagi’


“Kita akan menikah setelah aku berhasil menyingkirkan kakek tua itu, percayalah padaku, aku bisa mengatasinya, selama ini, aku mencari waktu yang tepat untuk mendapatkannya,” ujar Leon


Kata-kata yang mampu membuat hati Hara sedikit terobati..


“Iya baiklah aku akan mempercayaimu,” ujar Hara,


“Apa kamu tidak bahagia Hara menikah denganku?’ Tanya  Leon saat Hara hanya tersenyum kecil.


“Aku senang Kok,  tapi aku ingin ke kamar mandi, bisa bantu aku?”


“Ok, mulai sekarang kamu jangan sungkan lagi padaku ,anggap saja aku sudah menikah denganmu, itu artinya hanya aku yang  berhak atas kamu, tubuh kamu dan anakku dan satu hal lagi, jangan menyebut nama-nama lelaki lain di depan mataku,” ujar Leon bersikap seakan ia   sudah resmi jadi suami Jovita. Hara


“Baiklah .” Jovita  mencoba berdiri dengan sangat  hati-hati, berpegangan pada ujung meja makan,


“Dengar, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian berdua” Leon bergegas berdiri dan membantu Jovita Hara ke kamar mandi.


                               *


Selama  di villa Leon tidak sedikitpun merasa tenang, sesekali  ia mengintip keluar dari dalam Villa


Saat mereka mengobrol santai, Zidan mengabari.


“Bos sebaiknya keluar saja dari villa aku merasa mereka akan datang kesana"


“Baiklah”


Leon berusaha tenang ia tidak ingin melihat Hara panik.


Baru juga ia merasa sangat bahagia, tetapi ulah anak buah  Bokoy kebahagiannya sedikit terusik. Tidak lama kemudian Piter juga  mengirim pesan ke ponselnya


[Pak Leon, sebaiknya sebelum malam, lebih baik tinggalkan villa, turunlah kebawa arah sungai di sana ada rumah warga] isi pesan Piter


“Ada apa  kok gelisah, ada masalah?” tanya Hara menatap Leon dengan bingung.


“Apa kamu tahu keberadaan lingkungan Villa ini?” Tanya Leon.


“Tau, villanya aku dan Ayah yang bangun, jadi aku tahu,  di belakang villa ada kebun kosong, ada jalan setapak menuju sungai di bawah, ada apa?”


“Oh, tidak, aku hanya penasaran, kalau malam hari udaranya sangat dingin menurutku,” ucap Leon, ia tidak ingin Jovita tahu ada bahaya.


Jovita tidur lagi setelah makan siang, wanita itu mungkin karena bawaan hamil, ia sering sekali merasa mengantuk.

__ADS_1


Leon memanfaatkan , waktu berbenah, saat Jovita tidur, ia tahu. Bokoy bukan orang gampang menyerah, anak buahnya pasti akan tahu keberadaanya cepat atau lambat nanti.


Melihat ada selimut tebal Leon memasukkannya kedalam bag besar berwarna hitam,  tidak lupa juga ia memasukan air minum dan cemilan, merasa kelelahan dan akhirnya tertidur, karena malamnya ia tidak tidur. Alat komunikasi ia letakkan di atas meja.


Leon bermimpi.


“Hei, bangun dasar tukang tidur,” kakak Leon mencubit pipi, seperti kebiasaan mereka waktu kecil.


“Hei, bangun ini sudah siang, kamu nanti dimarahin ibu gurumu  kamu tidak mau di hukum’kan!” teriak Ibu Leon menarik tangannya sampai duduk.


Leon terbangun, ternyata ia ketiduran, di luar sudah mulai gelap.


'Ibu membangunkan, pasti ada sesuatu' Leon bergegas ia mengintip dari sudut jendela,Ternyata ibunya menyelamatkan hidupnya, ia melihat dua mobil mengawasi Villa.


Iya Tuhan mereka di sini, Leon merangkak ke tempat di mana Jovita  tidur dengan pulas,  tidak ada waktu untuk membangunkan lagi, menggendongnya langsung membawanya.


“Ada apa?”


“Sttt... ada orang datang di luar,” ucap Leon.


Mata Jovita membulat terlihat aura takut di wajahnya.


“Siapa mereka?” tanya Jovita semakin ketakutan.


“Anak buah Bokoy, tenanglah, kita akan pergi dari sini,  pergi dari pintu  belakang dengan diam-diam,” ujar Leon .


“Bagaimana?" Tanya Hara.


“Tenang saja, dengan cepat tangan Leon memukul jendela  pintu belakang, ia tidak perduli dengan luka di tangannya, ia tidak menghiraukan cairan merah yang mengalir deras dari tangannya.


Dengan usaha keras, ia keluar dari jendela, dengan berlari secepat  dengan tangan mengendong Tubuhnya, tidak lupa juga tas yang sudah ia persiapkan tadi, ia menyangkutkan ke lehernya, ia menundukkan  badannya di dalam semak-semak,  mendengar suara kaca pecah, orang-orang berlari kearah belakang Leon menutup pintu arah kebelakang sebelum lari, untuk mengulur waktu.


Ia bersembunyi di semak-semak di belakang villa, Leon berpikir karena sudah malam tidak melihat mereka ke belakang, ternyata dugaannya salah.


Lelaki berpakaian penutup kepala khas anak buah Bokoy, menyusuri hingga belakang villa.


Zidan sudah mengarahkan senjata.


“Gila mereka menuju kesini” Leon memasukkan tubuh Jovita ke sebuah kubangan lumpur di sampingnya dan menindihnya dari atas, ia menekan kedua sikut tangannya untuk menopang tubuh besarnya,  agar tidak menekan perut Jovita.


“Bos apa perlu saya lenyapkan?" Tanya Zidan.


" Tahan dulu, nanti masalahnya semakin rumit aku hanya ingin Hara selamat dari sini"


"Baik jika dia menemukan Bos, saya akan menembaknya," ujar Zidan dari atas bukit.


“Bertahanlah sebentar tutup mata dan percaya padaku,” ucap Leon menempelkan bibirnya di bibir Hara, membantunya bernafas dalam kubangan lumpur. Hingga akhirnya.


“Disini tidak ada…!” Teriak salah seorang dari penjahat tersebut, berdiri tepat di samping mereka.

__ADS_1


Lelaki yang memakai penutup kepala itu meninggalkan kubangan lumpur itu,


Perlahan Leon melepaskan pangutannya, dan mengangkat tubuhnya dari kubangan untuk memberinya Hara oksigen. Wajah di Hara dan kepala berlumpur yang kelihatan hanya mata bulat memutar, ia mengisyaratkan kalua ia ingin batuk, dengan cepat dan Leon menyumpal mulutnya lagi dengan bibirnya.


Sebelum suara batuk Hara menarik perhatian penjahat itu, ia bertahan  lama  dengan bibir kedua saling menyatu


                


“Kamu menindih perutku,” bisik Jovita pelan, setelah beberapa lama


Leon mengangkat tubuh sedikit, tapi rasa sakit dan perih dari lengannya tidak tertahankan lagi, luka itu terkena air lumpur membuatnya semakin sakit.


Orang-orang itu masih mencari di sekeliling mereka, membuatnya tidak bisa berbuat banyak, Leon menanggalkan kaos berwarna krem miliknya, agar tidak mencolok warnanya,  ia tidak memakai baju bagian atas dan bajunya ia letakkan di bawah kepala Hara.


“Bertahanlah sedikit lagi,” bisik Leon dengan dada naik turun dan kening berkeringat, luka lengannya  membuatnya  tidak mampu menopang beban berat tubuhnya,


“Perutmu menekan perutku," ujar Hara lagi.


“Maaf, aku merasa tanganku tidak kuat” Bisik, Leon, ia tidak mau anak yang di kandung Hara kesakitan, ia mengangkat tubuhnya keatas dengan sisa-sisa tenangnya,  hingga akhirnya suara mobil meninggalkan Villa.


Leon dengan cepat mengangkat tubuh Hara dari kubangan lumpur itu, mengusap lumpur dari wajahnya.


“A-apa kamu merasa sakit,” tanya Leon panik.


Saat Leon panik, Hara malah menertawakan wajah Leon.


" Kamu mirip topeng monyet," ucapnya tertawa kecil


"Hara, kamu masih bisa tertawa saat aku ingin pingsan saat melihat kamu meringis tadi" ujar Leon panik


Ia sangat bersyukur karena bisa selamat dari Bokoy, Leon tahu lelaki tua itu tidak main-main kalau sudah mengincar seseorang , ia tidak akan berhenti sebelum yang di buru lenyap, ia tahu mobil yang barusan pergi bisa saja akal-akal anak buahnya, mereka tahu Jovita bersembunyi di sekitar villa, jika mereka berpikir jika ada suara mobil pergi, Jovita akan kembali ke Villa, Leon tahu semua tentang anak buah Bokoy  karena ia pernah bagian dari mereka.


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing

__ADS_1


__ADS_2