
Setelah dikurung selama tiga hari, akhirnya Okan, dilepaskan, setelah dipastikan orang tua itu aman.
“Apa bos yakin dia sudah baik-baik saja?” Toni menatap Okan.
“Iya, kalian boleh pulang, aku berharap kehancuran rumah tangga kalian tidak ada hubungannya dengan dukun itu,” ujar Leon
“Tidak Bos,” jawab Ken dengan yakin, tanpa ada rasa penyesalan, sementara Toni dan Zidan hanya diam lalu mereka pulang meninggalkan rumah Leon.
“Apa yang ayah lakukan kenapa, menutup mataku?” tanya Okan dengan tatapan bigung.
‘Apa ini sudah jadi anakku atau masih setan di tubuhnya?’ tanya Leon menatap wajah Okan dengan ragu.
“Percayalah, itu sudah anakmu Pak Leon,” ujar pak tua yang membantunya.
“Oh, iya karna itu-“
“Iya karena kamu kemarin melihat setan, jadi harus ditutup matamu agar tidak menganggumu lagi, tetapi jangan takut setanya sudah kakek usir,” potong orang tua membantu Leon menjawab pertanyaan putranya.
“Setan?” Okan menatap mereka bergantian.
“Iya , kamu tahu kenapa kamu didekati setan dan ingin dijadikan temanya?” tanya orang tua itu mendekat dan duduk di bibir ranjang, di mana Okan sedang duduk.
“Tidak tahu, Kek”
“Begini … jangan suka sendirian, jangan suka melamun sendiri, jika kamu sendirian terus, roh jahat akan mendekatimu mengajakmu main bersamanya, karena mereka pikir kamu tidak punya teman, sekarang kakek tanya apa kamu punya teman di sekolah?”
Okan berpikir sejenak, dalam ingatannya, ia kehilangan tiga teman, karena pindah sekolah, lalu ia menggelengkan kepalanya ia tidak punya teman.
Miris memang, ketika seorang anak seumuranya tidak punya teman bermain ada dua kemungkinan.
Ia korban buling di sekolah dan kedua ia punya kelainan fisik, tetapi Okan bukanlah dalam hal keduanya, justru kebalikanya, ia anak yang berfrestasi di sekolah dan wajah yang tampan.
Lalu kenapa ia bisa terjerumus?
Ia sudah targetkan utamanya, makanya sang dukun, menjadikan anaknya sebagai alat, untuk menangkap Leon.
Ceritanya guru Okan tadinya, seorang atlet di salah satu cabang olah raga basket, tetapi ayahnya memintanya untuk menjadi seorang guru di mana Okan bersekolah.
“Aku tidak punya teman karena temanku pada pindah kesekolah,” jawab Okan.
“Iya, kalau kamu kehilangan satu teman, kamu ,kan, bisa cari teman baru tidak ada yang salah untuk hal serperti itu “
__ADS_1
“Iya kakek, aku paham”
“Ok, bagus jangan lakukan itu sediri, agar mahluk-mahluk tidak menganggumu lagi,” ucap orang tua itu memberi nasihat.
“Baik Kek,” ucap Okan ia masih terlihat bigung.
“Ini, pakai gelangnya kalau kamu merasa ada roh jahat yang mendekati kamu gelang ini akan mengingatkan kamu, tetap pakai” Orang tua itu memberi sebuah gelang dari kulit pohon, memakaikannya di tangan Okan, gelang tersebut akan melindunginya senantiasa bila masih ada roh jahat yang akan mendekatinya.
*
Di kamar Chelia, Hara masih terlihat shock atas kejadian yang menimpah putranya, ada rasa bersalah dalam hatinya, karena ia selalu mendesak Okan untuk berubah, tanpa mencari tahu apa penyebab ia bisa seperti itu.
Hara duduk menemani putrinya tetapi pikirannya jauh berkelana menimang kejadian yang belum terjadi yakni berandai-andai. Ia memikirkan kejadian senandainya ia membawa putranya ke asrama.
‘Apa yang terjadi saat itu? Apa aku akan kehilangan putraku?’ bisiknya dalam hati.
Hingga pintu kamar terbuka, ia tidak mendengar, Leon sudah berdiri disampingnya.
“Jangan kebanyakan melamun, kamu nanti ikut kesurupan,” cletul Leon membangunkan Hara.
“ Bagaimana kedaan Okan?” tanya Hara.
“Dia sudah pulih, temuilah, dia mencarimu.”
“Baiklah, tetapi kita harus melakukan apa yang dikatakan orang tua itu agar semuanya selamat”
**
Leon akhirnya menuruti apa yang dikatan orang tua pemuka agama itu, ia memindahkan Okan dan Celia dari sekolah yang lama.
“Sayang, sekolah mereka berdua tidak perlu yang harus elite, kita cari sekolah biasa saja agar Okan tidak merasa terbenani dan bisa bergaul dengan banyak orang dari semuah kalangan”
“Baiklah aku setuju”
Leon dan Hara akan memasukkan kedua anak kembar itu kesekolah negeri yang tempatnya tidak jauh dari hotel, jadi mereka bisa mengawasinya setiap saat.
Tetapi saat mereka memindahkan keduanya, ada sedikit drama yang terjadi, karena tidak semua yang dipikirkan orang tua sejalan dengan anak mereka.
“Kenapa Ayah dan Ibu memindahkan kami begitu saja tanpa bertanya apa kami suka apa tidak, lagian kami juda sebentar lagi akan lulu.”Chelia marah.
“Aduh salah lagi dah …, kepala Ayah sakit, Ibu saja yang mengurus itu, aku mau tidur, aku lelah untuk berpikir.” Leon meninggalkan Chelia dan Hara, ia pergi ke kamar untuk tidur.
__ADS_1
Kini Hara yang harus memutar otaknya untuk menjawab pertanyaan anak gadisnya.
“Begini Nak, di sekolah kalian yang lama …. “ Hara berat untuk menceritakanya.
“Kenapa Bu? soalnya Okan lagi? di sekolahku yang dulu, aku juga belum pamit pada guru-guruku, kenapa harus pindah tiba-tiba?” Ia tidak mau dipindahkan dari sekolah yang lama.
Jika Okan saudara kembarnya tidak punya teman di sana, tetapi sebaliknya pada saudara kembarnya, ia banyak teman. Chelia juga anak yang pintar bergaul dan di sayang- guru.
“Abang Okan di ganggu mahluk jahat di sana Nak,” ujar Hara.
“Tetapi kata aya kan sudah selesai.”
“Ibu hanya takut mereka melakukannya, karena itulah Ibu dan Ayah memindahkan kalian berdua , maaf kalau kami tidak mengabarimu terlebih dulu, tetapi kami melakukan ini demi kebaikan abang juga. Apa kamu, masih marah?”
Untuk anak moderen seperti Chelia, ia tidak percaya dengan kekuatan ilmu hitam dan perdukunan, maka saat di minta pindah dengan alasan itu, Chelia sebenarnya keberatan, tetapi ia tidak mau membatah kedua orang tuanya.
“Baiklah, kalau memang seperti itu, tetapi bagaimana kalau adek tidak punya teman baik di sana Bu?” tanya Celia terlihat ragu.
“Pasti bisa sayang, kamu itu pintar cari teman seperti ibu, aku percaya sama kamu, Ibu memutuskan kalian berdua untuk duduk dalam satu kelas, tidak apa-apa iya.”
“Apaaa?”
“Jangan seperti itu Nak, agar kamu bisa menjaga abang Okan juga,” bujuk Hara pada putri cantiknya.
Chelia hanya bisa menghela napas berat, walau keberatan tetapi gadis cantik itu tidak menolak, kalau ia dipindahkan dari sekolah lamanya.
‘Aku beharap di sekolah yang baru semua baik-baik saja’ Hara membatin.
Bersambung …
Akak yang baik , jangan lupa tetap dukung karya ini kasih like vote dam komentar. Kalau bisa bantu share di facebook kalian iya kakak agar makin banyak lagi yang menonton. Jangan lupa baca juga karyaku yang lain.
Terimakasihnya untuk semuanya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
__ADS_1
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)