
Masih dalam rumah sakit
Danis akhirnya menunjukkan kemarahanya pada Chelia.
“Apa selama ini kamu tidak pernah mencintaiku?" Tanya Chelia memperjelas.
“Apa itu penting sekarang?” Danis balik bertanya.
“Ya …”
“Apapun yang aku katakan kamu tidak akan percaya, kan?”
“Baiklah … kamu benar, tidak ada gunanya membicarakan hal itu lagi” Chelia menarik napas berat, ia merasa sesak di dada.
“Aku marah pada keluargamu, pada Om Leon, karena dialah yang meminta orang tua kami berpisah”
“Kamu salah, kenapa kamu bisa menuduh ayah seperti itu. Orang yang selalu salam paham dan curiga pada orang lain. Yakinlah hidupnya tidak akan tenang,"ujar Chelia lagi.
“Karena di masa lalu ... om Leon Bos Mafia dan ayah kami anak buahnya, kalau tidak begitu tidak mungkin mereka bertiga kompak melakukan hal yang sama kalau bukan permintaan bosnya”
"Kamu hanya asal menuduh Danis”
“Apa kamu tahu kalau ayah kita adalah geng mafia di masa lalu?”
“Ya. Saat kami beranjak dewasa, ayah sudah menceritakan semuanya pada kami, jadi, kami berdua sudah tahu”
“itu artinya kamu sudah tahu kalau mereka sering melenyapkan orang-orang?” Tanya Danis ia seakan-akan mengimintidasi Chelia.
“Itu hanya masa lalu, semua orang punya masa lalu buruk dan baik,"balasnya bijak.
Mereka berdua masih mengobrol serius, saat Chelia ingin pergi Danis menahannya.
“Kamu juga tahu kalau yang memerintah mereka ayahmu”
Danis berpikir kalau Chelia akan terkejut sama seperti mereka, Juna, Thiani yang sangat terkejut, karena mereka mengetahui pekerjaan ZIdan dan Toni, Ken.
“Danis, aku sudah bilang itu semua masa lalu, ayah dan om ZIdan bukan mafia lagi , mereka saat ini pemgusaha”
“Bagiku mereka ber empat masih mafia”
“Terserah kamu saja. Mari kita mulai saat ini kita saling menyapa”
“Baiklah, aku juga tidak ingin menjalin hubungan dengan orang yang menyebabkan keluargaku hancur”
Chelia tadinya ingin berdebat panjang tetapi Leon sudah menasehatinya.
“Baiklah lakukan apapun yang kamu mau, aku hanya mau bilang mulai saat ini, kita bersikap tidak saling mengenal”
“Tidak masalah bagiku karena sebenarnya, tujuanku hanya ingin membalas kematian keluargaku pada lelaki itu dan ayahmu,” ujarnya.
Cheli tidak ingin berdebat panjang.
Ia memilih pergi menghindari Danis, ia meminta pada seniornya untuk menggantikan posisinya dalam team Danis.
“Apa ada Masalah dengan Danis?” tanya senior menatap Chelia.
“Ya, begitulah, hanya tidak ingin ribut saja”
“Bagaimana kalau kamu yang menggantikan Helen ke rumah sakit cabang?”
‘Itu lebih baik dari pada di sini’
__ADS_1
“Baik saya mau!”
Chelia setuju untuk pindah tugas ke rumah sakit cabang tempatnya di Kelapa Gading tepat di samping restaurant milik keluarganya.
*
Melihat Chelia pindah rumah sakit Danis sangat semakin gila dan marah antara cinta dan demdam.
“Siapa yang menginjinkan kamu masuk ke team saya?” Tanya Danis marah - marah, ia keluar dari rumah sakit untuk bertemu Juna.
“Bagaimana apa kamu sudah melakukannya?Kita harus Hancurkan keluarga Leon!”
“Sabar … kita lihat dulu situasinya”
“Sabar, sabar! Dari kemarin apa yang kalian kerjakan?”
Danis melampiaskan kemarahanya pada Juna dan Thiani
“Ada apa denganmu …? Kenapa marah-marah tidak jelas begini?”
“Aku ingin mereka semua hancur”seru Danis dengan kesal.
“Ya, kami mengerti tetapi kita harus menyusun rencana dengan benar, jangan sampai kita malah di tangkap polisi,” ujar Juna.
“Lakukan secepatnya, bos sudah meminta kita melakukanya,”ujar Danis.
Ia duduk di sofa, mendengar Chelia pindah rumah sakit, membuatnya sangat kesal dan marah.
Beberapa hari kemudian
.
Beny akhirnya datang memenuhi undangan Leon, ia datang bersama Harves putra mereka.
Walau hatinya sakit, tetaapi tidak muda baginya untuk melupakan Danis, makanya belakangan ini ia banyak diam.
“Ce … bagaimana tempat kerja barumu?” Tanya Okan membangunkan Chelia dari lamunannya.
“Baik, hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri”
“Sekarang memang tugas di mana?” tanya istri Beny ia seorang Bidan.
Ternyata mereka bekerja di rumah sakit yang sama dengan Chelia, Okan bisa tahu kalau Harvis suka sama adiknya, dari pada sama Danis. Leon dan Okan lebih memilih Harvis.
“Oh … kalian berdua bisa sering bertemu”
“Ya, mohon bimbinganya Tante,” ujar Chelia.
“Ah … tante hanya bidan di sana, tapi tetap senang kamu ada di sana”
Saat mereka mengobrol ternyata Naira ikut di undang datang juga.
“Naira ….?” Beny menyengitkan kedua alisnya karena terkejut dia tidak tahu gadis polos itu mengenal keluarga Leon.
“Ee… Om, Harvis ada di sini?”
“Kalian saling mengenal?” tanya Leon.
“Dia langganan kantor polisi,” cletuk Beny sembari tertawa.
“Astaga … kriminal?” Hara kaget.
__ADS_1
“Bukan Bu … dia justru wanita yang berani dan cocoknya jadi polisi”
“Lalu?”
“Kantor mereka di samping kantor polisi, jadi, hampir tiap hari nantangin polisi main basket, wanita yang satu ini jago main basket,” ujar Harves.
Makan bersama mengobrol dan bercekrama itulah yang terjadi di rumah Hara, setelah selesai makan. Leon mengajak Beny untuk bicara, ternyata Leon punya tujuan mengajak Beny bertemu.
“Ada pak Leon, kenapa memintaku datang?"
Leon tidak bisa mengelak lagi.
Ia menceritakan semuanya pada Beny, tentang penyelupan barang ilegal Namun menggunakan nama orgasasi gelap mereka.
“Sebenarnya aku datang ke sini ingin membahas itu dengan bapa Juga, ini lihat.” Beny memberikan simbol organisasi gelap Leon di masa lalu.
“Dari mana ini?”
“Anak buahku menemukan itu dari tangan anggota mereka, bahkan aku tidak mempublish tentang penangkapan ini, karena aku yakin, ada kakap besar yang mencoba membuka jalan lama yang kamu tinggalkan dulu”
“Apa dia ingin menjebak ku?”
“Lebih tepatnya dia ingin menarik kalian kembali dengan memaanfkan anak-anak itu, otak mereka di pengaruhi, kamu dalam bahaya Pak Leon”
“Aku tahu Pak Beny … mereka mencucui otak Danis dan Arjuna, mereka berdua anak Toni dan Zidan”
“Oh ….” Beny kaget ternyata organisasi gelap yang mereka incar ada anak-anak temannya di dalamnya.
“Mereka anak-anak yang malang, aku juga merasa bersalah pada mereka, aku tidak bisa menyelamatkan mereka,” ujar Leon.
“Apa yang terjadi kenapa mereka jadi ….”
“Ceritanya panjang Pak Beny suatu saat aku akan ceritakan yang aku mau katakan, tolong selidiki, siapa kakap besar yang memanfaatkan mereka”
Danis membenci ayahnya dan Leon karena ada mafia musuh Leon yang saat itu mencuci otak mereka, Leon tahu semuanya, ia juga tahu kalau Danis memasukkan obat-obattan ilegal ke rumah sakit. Leon hanya meminta polisi untuk mengagalkannya, ia tidak ingin Danis di tangkap polisi, ia ingin putra sahabatnya tersebut sadar dan bertobat. Tetapi belakangan Danis bukannya semakin tobat ia semakin berani.
Leon sudah membujuk Zidan kembali ke Indonesia, untuk menyelamatkan anak-anak itu, bukan hanya Zidan, Toni, Ken juga. Kini, mantan mafia bisa berkumpul.
Apakah mereka berhasil menyelamatkan anal-anak itu keluar dari dunia gela itu?”
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasi untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-Turun Ranjang( on going)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
- Bintang kecil untuk Faila (tamat)