Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Diajak kepesta


__ADS_3

Di Ajak Ke Pesta


Bab 30


“Apa urusanmu dengan  Jovita, kamu siapanya?” wajah Beni suram, seakan belum rela kalau jovita pada orang lain.


“Dia wanitaku,” ucap Leon, Jovita mengangkat kedua alis matanya, mendengar hal itu.


“Kerena anak pemilik perusaan masih hidup, jadi kami akan melanjutkan perusaan ini dan kembalikan pada orang yang seharusnya,” kata Leon, Jovita merasa senang, karena perusahaanya akan di berikan padanya, ternyata….


“Tidak semudah itu,  semua itu sudah diserahkan pak Iwan pada saya sebelum meninggal.” Beni mengaku


“Saya meragukan itu, karena satu keluarga itu meninggal, jangan-jagan kamu yang menghabisi mereka, karena ingin memiliki  perusaan itu,” kata Leon menuduh langsung.


Beni dan istrinya pucat bagai kapas, Jovita menatap Leon dengan tatapan  bingung,  karena setahunya Leon lah yang menghabisi keluarganya,  karena dendam pada ayahnya.


“Kenapa kamu menuduh saya seperti itu,” ujar Beni terlihat pucat.


Tapi  Jovita membaca gelagat Beni yang mencurigakan, Leon terus mencercanya dengan berbagai pertanyaan.


“Berhenti, jangan mengikuti, aku tidak tahu apa-apa”


“Ok, baiklah bagaimana dengan pemalsuan semua tanda tangan,  jelaskan  nanti pada polisi,” Leon memanggil dua orang polisi. Tapi anehnya polisi yang di maksud adalah anak buahnya  yang menyamar sebagai polisi intel dan mengangkut Beni.


Lagi-lagi  mata Jovita di buat melongo, ia berpikir polisi yang dimaksud leon adalah polisi yang bisa membantunya untuk mengungkap semuanya, tetapi saat kedua lelaki yang tidak memakai seragam polisi itu menyeret Ben


Ia sadar, ia semua pekerjaan Leon.


‘Oh, baiklah aku tidak tau apa yang kamu rencanakan, kalau ini masih bagian dari dendam masa lalu mu, maka lakukanlah,  aku bisa apa’ kata Jovita dalam hati.


Jovita berpikir saat Leon ingin memangil polisi ia sempat senang, ia berpikir kalau akan ada penyelidikan pada Beni, tetapi melihat anak buahnya menyamar jadi polisi, Jovita  langsung merasa lemas. Ia di bawa  ke acara ini hanya di jadikan untuk sebuah alat.


Beni dan istrinya di bawa oleh dua orang yang mengaku polisi, yang tak lain mereka adalah anak buah dari Leon


Setelah Beny diangkut polisi gadungan itu,  lebih tepatnya di bawah anak buah Leon ke salah satu tempat.


Saat itu juga,  perusaan milik keluarga Jovita  jatuh ke tangan Leon,  bukan hanya Perusahaan, rumah, mobil dan semua aset keluarganya yang  diambil alihBeny,  kini berpindah tangan ke Leon.


Ternyata Jovita di bawa ke pesta untuk membantunya mendapatkan semua   milik keluarganya.


“Baiklah, jika kamu hanya ingin harta kekuasaan milik keluargaku, ambillah saya berharap mengurangi dendammu,” kata Jovita, ia masih setia mendampingi Leon walau hatinya sakit, karena ia tidak bisa berbuat-apa-apa.


Ia hanya di jadikan alat untuk mendapatkan keinginan Leon.


Akhirnya acara selesai juga, banyak orang yang mengenalnya, dalam acara itu, Leon di kenal dengan Wardana, pemilik PT. Wardana Kontruksi.


Siapa kamu sebenarnya, ada berapa pekerjaan yang kamu miliki? di Kalimantan bukannya kamu pemilik rumah Bordir ?


dan kamu pernah bilang kamu seorang killer?’ Ia  menatap lelaki itu dengan mata sinis.

__ADS_1


Ia tidak tahu siapa lelaki ini sebenarnya dan apa pekerjaannya.  Lelaki yang selama ini bersamanya, lelaki yang sudah merusak masa depannya, menyakitinya, mengurungnya dan saat  semua harta milik ke keluarganya bahkan jatuh ke tangannya.


‘Apa harta keluargaku juga ia menginginkannya, tetapi tidak apa-apa, lebih baik kamu dari pada Beni’ Hara berucap dalam hati, ucap Hara menatap Leon.


“Berhenti menatapku seperti itu,” bisik Leon ke daun  telinganya, kesannya mereka berdua pasangan suami istri yang bahagia.


Jovita tidak menanggapinya, demi apapun, saat ini’ ia hanya ingin lepas dari leon, ia selalu berpikir ada keajaiban yang bisa melepaskannya dari Leon, ia beberapa kali  mencari alasan untuk bisa lepas, menghembuskan  napas  sangat berat, dadanya terasa sakit


Leon tau jovita bosan, seandainya ia tidak memborgol tangannya, ia mungkin sudah melarikan diri, seperti yang ia lakukan kemarin malam.


“Apa kamu bosan?” matanya menatap Jovita


“Iya.”


Baiklah, ia membawa Jovita ke salah satu cafe tidak jauh dari Hotel.


“Kok kita kesini?” protes Jovita


“Kamu bosan kan,  tunggu di sini, saya  tidak akan lama,” ujar Leon melepaskan borgolnya, saat melihat borgolnya di lepas mata Jovita bersinar bagai  permata yang terkena sinar matahari.


Dadanya di penuhi bunga-bunga dan tiba-tiba mata itu redup  lagi, ternyata Leon menyangkutkan borgol itu  ke salah satu besi  pembatas di dinding samping meja jovita


“Dasar iblis ….!”


Maki Jovita kesal, saat sadar dirinya di borgol  dan di tinggalkan di salah satu  cafe.


“Jaga dia layanin permintaannya,” pintanya pada seorang anak buahnya. Leon meninggalkannya  di cafe itu


Orang suruhan Leon memilih duduk di samping Jovita menutupi borgol itu dengan jaketnya.


“Hei..mas duduknya bareng aku saja di sini, aku bosan aku butuh teman mengobrol,” ia meminta lelaki berkulit gelap  itu duduk bersamanya.


“Maaf mbak, saya tidak berani yang ada nanti saya di hajar jika aku duduk dengan wanitanya,”  kata lelaki dengan raut wajah takut.


“Hei! Aku ini bukan wanitanya, aku ini tawanannya, lihat  borgol ini, mana ada lelaki yang memborgol wanitanya.


sini duduk nanti kalau ia datang aku kasih tau,” kata Jovita ia membujuk Lelaki itu.


“Maafkan saya Mbak, kita semua tidak ada yang berani membantah perintah Bos Naga,”


“Bos Naga… bos Naga… ia bukan Naga dia itu ikan cumi,” rutuk jovita kesal


“Non, mau minum apa, biar saya pesan?”


“Minuman yang bisa buat lupa ingatan, ada gak?” kata Jovita terlihat putus asa.


Ia duduk di dekat kaca, jadi ia bisa melihat kearah luar,  tepat di depan  kaca, berdiri dua orang lelaki muda memakai motor gede berpenampilan keren dua-duanya tampan pula.


“Waah lelaki tampan, seandainya saya bisa di bonceng salah satu dari mereka, saya akan minta di bonceng sampai ke bulan, agar tidak bertemu si ular Naga lagi,” ucap  Jovita, menatap kearah mereka dengan malas, salah satu tangannya  di buat menopang dagunya.

__ADS_1


Mendengar celoteh-celotehnya, anak buah leon hanya tertawa kecil, melihat tingkah jovita yang terlihat sangat bosan


Tapi tidak diduga, kedua lelaki tampan itu menoleh ke arahnya dan tersenyum.


“Ia menatapku Mas… lihat deh, tampan iya.”  Jovita mengajak lelaki itu terus mengobrol walau letak mejanya tidak begitu dekat,


“Bagaimana kalau aku menyuruh mereka menemaniku?”


“Jangan Non takut bos tiba-tiba datang, nanti bisa repot urusannya ,” katanya melarang Jovita.


Eh…  ternyata Jovita melambaikan tangan, pada kedua pemuda itu.


Ia selalu mencari masalah dalam hidupnya.


“Hai, nona duduk sendirian?”


“Hei …  kalian jangan ganggu wanita ini, pergilah cari tempat la-“


“Paman tenanglah  mereka hanya ingin duduk,”  potong Jovita


“Apa dia pamanmu?’


“iya  pamanku yang menjagaku,” kata Jovita berbohong.


Anak buah Leon terlihat berusaha mengusir kedua lelaki itu , ia takut ada masalah besar nantinya, tetapi karena Jovita terus membela mereka pengusiran itu tidak berhasil.


Hingga Leon sudah duduk di meja samping, dengan tangan melipat di dada mendengar  obrolan mereka dengan tenang dengan tatapan datar.


Jovita satu kuliah dulunya atau Alumni dari Kampus yang sama dengan  kedua lelaki itu, cerita tentang Dosen dan  tentang Rektor


Tawa Jovita terhenti tiba-tiba,  saat melihat Leon sudah duduk di meja sampingnya, dengan gayanya seperti biasa, tangan melipat di dada


“Apa dia juga pamanmu, Hara?”


“Tidak , pergilah,  dia  bodyguardku yang paling sadis,  lihat borgol di tangan ku.” Kata Jovita membisikkan ke kuping mereka berdua.


Kedua lelaki itu saling menatap, memilih pergi.


Bersambung ….


Bantu Vote  like dan kasih hadiah juga, iya kakak,  karena ikut  lomba


-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-The Cursed King(ongoing)

__ADS_1


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2