
Di Ajak Ke Pesta
Bab 30
“Apa urusanmu dengan Jovita, kamu siapanya?” wajah Beni suram, seakan belum rela kalau jovita pada orang lain.
“Dia wanitaku,” ucap Leon, Jovita mengangkat kedua alis matanya, mendengar hal itu.
“Kerena anak pemilik perusaan masih hidup, jadi kami akan melanjutkan perusaan ini dan kembalikan pada orang yang seharusnya,” kata Leon, Jovita merasa senang, karena perusahaanya akan di berikan padanya, ternyata….
“Tidak semudah itu, semua itu sudah diserahkan pak Iwan pada saya sebelum meninggal.” Beni mengaku
“Saya meragukan itu, karena satu keluarga itu meninggal, jangan-jagan kamu yang menghabisi mereka, karena ingin memiliki perusaan itu,” kata Leon menuduh langsung.
Beni dan istrinya pucat bagai kapas, Jovita menatap Leon dengan tatapan bingung, karena setahunya Leon lah yang menghabisi keluarganya, karena dendam pada ayahnya.
“Kenapa kamu menuduh saya seperti itu,” ujar Beni terlihat pucat.
Tapi Jovita membaca gelagat Beni yang mencurigakan, Leon terus mencercanya dengan berbagai pertanyaan.
“Berhenti, jangan mengikuti, aku tidak tahu apa-apa”
“Ok, baiklah bagaimana dengan pemalsuan semua tanda tangan, jelaskan nanti pada polisi,” Leon memanggil dua orang polisi. Tapi anehnya polisi yang di maksud adalah anak buahnya yang menyamar sebagai polisi intel dan mengangkut Beni.
Lagi-lagi mata Jovita di buat melongo, ia berpikir polisi yang dimaksud leon adalah polisi yang bisa membantunya untuk mengungkap semuanya, tetapi saat kedua lelaki yang tidak memakai seragam polisi itu menyeret Ben
Ia sadar, ia semua pekerjaan Leon.
‘Oh, baiklah aku tidak tau apa yang kamu rencanakan, kalau ini masih bagian dari dendam masa lalu mu, maka lakukanlah, aku bisa apa’ kata Jovita dalam hati.
Jovita berpikir saat Leon ingin memangil polisi ia sempat senang, ia berpikir kalau akan ada penyelidikan pada Beni, tetapi melihat anak buahnya menyamar jadi polisi, Jovita langsung merasa lemas. Ia di bawa ke acara ini hanya di jadikan untuk sebuah alat.
Beni dan istrinya di bawa oleh dua orang yang mengaku polisi, yang tak lain mereka adalah anak buah dari Leon
Setelah Beny diangkut polisi gadungan itu, lebih tepatnya di bawah anak buah Leon ke salah satu tempat.
Saat itu juga, perusaan milik keluarga Jovita jatuh ke tangan Leon, bukan hanya Perusahaan, rumah, mobil dan semua aset keluarganya yang diambil alihBeny, kini berpindah tangan ke Leon.
Ternyata Jovita di bawa ke pesta untuk membantunya mendapatkan semua milik keluarganya.
“Baiklah, jika kamu hanya ingin harta kekuasaan milik keluargaku, ambillah saya berharap mengurangi dendammu,” kata Jovita, ia masih setia mendampingi Leon walau hatinya sakit, karena ia tidak bisa berbuat-apa-apa.
Ia hanya di jadikan alat untuk mendapatkan keinginan Leon.
Akhirnya acara selesai juga, banyak orang yang mengenalnya, dalam acara itu, Leon di kenal dengan Wardana, pemilik PT. Wardana Kontruksi.
Siapa kamu sebenarnya, ada berapa pekerjaan yang kamu miliki? di Kalimantan bukannya kamu pemilik rumah Bordir ?
dan kamu pernah bilang kamu seorang killer?’ Ia menatap lelaki itu dengan mata sinis.
__ADS_1
Ia tidak tahu siapa lelaki ini sebenarnya dan apa pekerjaannya. Lelaki yang selama ini bersamanya, lelaki yang sudah merusak masa depannya, menyakitinya, mengurungnya dan saat semua harta milik ke keluarganya bahkan jatuh ke tangannya.
‘Apa harta keluargaku juga ia menginginkannya, tetapi tidak apa-apa, lebih baik kamu dari pada Beni’ Hara berucap dalam hati, ucap Hara menatap Leon.
“Berhenti menatapku seperti itu,” bisik Leon ke daun telinganya, kesannya mereka berdua pasangan suami istri yang bahagia.
Jovita tidak menanggapinya, demi apapun, saat ini’ ia hanya ingin lepas dari leon, ia selalu berpikir ada keajaiban yang bisa melepaskannya dari Leon, ia beberapa kali mencari alasan untuk bisa lepas, menghembuskan napas sangat berat, dadanya terasa sakit
Leon tau jovita bosan, seandainya ia tidak memborgol tangannya, ia mungkin sudah melarikan diri, seperti yang ia lakukan kemarin malam.
“Apa kamu bosan?” matanya menatap Jovita
“Iya.”
Baiklah, ia membawa Jovita ke salah satu cafe tidak jauh dari Hotel.
“Kok kita kesini?” protes Jovita
“Kamu bosan kan, tunggu di sini, saya tidak akan lama,” ujar Leon melepaskan borgolnya, saat melihat borgolnya di lepas mata Jovita bersinar bagai permata yang terkena sinar matahari.
Dadanya di penuhi bunga-bunga dan tiba-tiba mata itu redup lagi, ternyata Leon menyangkutkan borgol itu ke salah satu besi pembatas di dinding samping meja jovita
“Dasar iblis ….!”
Maki Jovita kesal, saat sadar dirinya di borgol dan di tinggalkan di salah satu cafe.
“Jaga dia layanin permintaannya,” pintanya pada seorang anak buahnya. Leon meninggalkannya di cafe itu
Orang suruhan Leon memilih duduk di samping Jovita menutupi borgol itu dengan jaketnya.
“Hei..mas duduknya bareng aku saja di sini, aku bosan aku butuh teman mengobrol,” ia meminta lelaki berkulit gelap itu duduk bersamanya.
“Maaf mbak, saya tidak berani yang ada nanti saya di hajar jika aku duduk dengan wanitanya,” kata lelaki dengan raut wajah takut.
“Hei! Aku ini bukan wanitanya, aku ini tawanannya, lihat borgol ini, mana ada lelaki yang memborgol wanitanya.
sini duduk nanti kalau ia datang aku kasih tau,” kata Jovita ia membujuk Lelaki itu.
“Maafkan saya Mbak, kita semua tidak ada yang berani membantah perintah Bos Naga,”
“Bos Naga… bos Naga… ia bukan Naga dia itu ikan cumi,” rutuk jovita kesal
“Non, mau minum apa, biar saya pesan?”
“Minuman yang bisa buat lupa ingatan, ada gak?” kata Jovita terlihat putus asa.
Ia duduk di dekat kaca, jadi ia bisa melihat kearah luar, tepat di depan kaca, berdiri dua orang lelaki muda memakai motor gede berpenampilan keren dua-duanya tampan pula.
“Waah lelaki tampan, seandainya saya bisa di bonceng salah satu dari mereka, saya akan minta di bonceng sampai ke bulan, agar tidak bertemu si ular Naga lagi,” ucap Jovita, menatap kearah mereka dengan malas, salah satu tangannya di buat menopang dagunya.
__ADS_1
Mendengar celoteh-celotehnya, anak buah leon hanya tertawa kecil, melihat tingkah jovita yang terlihat sangat bosan
Tapi tidak diduga, kedua lelaki tampan itu menoleh ke arahnya dan tersenyum.
“Ia menatapku Mas… lihat deh, tampan iya.” Jovita mengajak lelaki itu terus mengobrol walau letak mejanya tidak begitu dekat,
“Bagaimana kalau aku menyuruh mereka menemaniku?”
“Jangan Non takut bos tiba-tiba datang, nanti bisa repot urusannya ,” katanya melarang Jovita.
Eh… ternyata Jovita melambaikan tangan, pada kedua pemuda itu.
Ia selalu mencari masalah dalam hidupnya.
“Hai, nona duduk sendirian?”
“Hei … kalian jangan ganggu wanita ini, pergilah cari tempat la-“
“Paman tenanglah mereka hanya ingin duduk,” potong Jovita
“Apa dia pamanmu?’
“iya pamanku yang menjagaku,” kata Jovita berbohong.
Anak buah Leon terlihat berusaha mengusir kedua lelaki itu , ia takut ada masalah besar nantinya, tetapi karena Jovita terus membela mereka pengusiran itu tidak berhasil.
Hingga Leon sudah duduk di meja samping, dengan tangan melipat di dada mendengar obrolan mereka dengan tenang dengan tatapan datar.
Jovita satu kuliah dulunya atau Alumni dari Kampus yang sama dengan kedua lelaki itu, cerita tentang Dosen dan tentang Rektor
Tawa Jovita terhenti tiba-tiba, saat melihat Leon sudah duduk di meja sampingnya, dengan gayanya seperti biasa, tangan melipat di dada
“Apa dia juga pamanmu, Hara?”
“Tidak , pergilah, dia bodyguardku yang paling sadis, lihat borgol di tangan ku.” Kata Jovita membisikkan ke kuping mereka berdua.
Kedua lelaki itu saling menatap, memilih pergi.
Bersambung ….
Bantu Vote like dan kasih hadiah juga, iya kakak, karena ikut lomba
-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-The Cursed King(ongoing)
__ADS_1
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)