Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Kamu Karus Cemburu Padaku


__ADS_3

 Masih dalam suasana pesta di aula hotel, milik Leon.


Leon   sangat berubah sejak menikah dengan  Hara,  belajar dari sikap sang istri yang sering menunjukkan rasa peduli pada orang lain. Kali ini Leon rupanya ingin menunjukkan pada Hara kalau ia juga mampu melakukan hal baik pada orang lain, walau hanya hal kecil. Salah satunya saat seorang tamu yang sudah tua kesusahan saat ingin berdiri. Leon dengan  cepat membantu wanita itu untuk berdiri, melihat sang suami tentu saja Hara tersenyum manisnya sebagi ungkapan pujian dari Hara.


Melihat Hara senang melihat hal yang ia lakukan, tentu saja membuat Hati Leon berbunga-bunga, ia mengulum senyum saat Hara memajukan  bibirnya tanda kiss yang di tujukan pada Leon.


Leon bagai seorang anak kecil yang haus akan pujian dari dari orang tua, begitulah Leon saat itu, ia sangat semangat saat Hara selalu tersenyum. Tetapi kali ini Leon  sangat kesal saat Hara tidak cemburu karena ada wanita yang menggoda Leon.


“Masnya  pelayan hotel juga iya? Tampan bangat,” ujar seorang wanita muda karena Leon berdiri di dekat pintu aula.



“Apa?” Leon kaget  karena ia dipikir pegawai hotel.


Ken dan Zidan yang berdiri di dekat pintu menahan tawa karena bos berpenampilan keren seperti itu di anggap pegawai hotel.


“Mas foto donk,” ujarnya lagi menarik tangan Leon untuk berfoto, Leon melirik Hara, ia kaget saat Hara  ikut tersenyum padanya, tadinya ia berpikir kalau Hara marah atau cemberut  paling parahnya menarik  menyingkirkan wanita- wanita cantik itu darinya. Tetapi yang di lakukan Hara malah tersenyum manis.


Mata Leon menatap kaget.


‘Kenapa dia tidak cemburu saat  para wanita-wanita ini mengerumuniku’ Leon membatin tatapan matanya  kecewa melihat Hara.


Mereka semua rebutan minta foto dengan Leon.


“Mau gak jadi sugar Dadyku,” ujar seorang perempuan muda bercanda.


“Gak!’ Leon meninggalkan keempat gadis muda berpakaian seksi tersebut.


Melihat sang Bos marah Ken tertawa ngakak, lelaki yang satu ini yang gampang bangat tertawa walau hanya  masalah kecil.


“Bos,  terlihat sangat kecewa saat Non Hara tidak terlalu ambil pusing sama gadis-gadis muda tadi,” ujar  Ken. “Padahal inginnya Bos Non Hara itu datang membantunya, ada yang ingin perhatian ternyata,” ujar Ken lagi-lagi tertawa.


Zidan hanya diam tidak menanggapi  komentar Ken, tetapi matanya selalu menatap Clara. Saat Leon sang Bos dan Piter bisa  berubah  lebih hangat demi mendapat wanita yang mereka cintai tetapi sepertinya belum untuk manusia kutub utara yang satu ini. Zidan masih saja menyimpan egonya. Semu orang tahu kalau ia mencintai Clara tetapi ia  tidak mau berjuang dengan cintanya.


Leon menghampiri Hara yang sedang berdiri  sedang mengipas-ipas wajahnya.


“Kenapa kamu tidak marah?” Tanya Leon berbisik saat tiba di samping  Hara.


“Marah untuk  apa?” Tanya Hara  dangan ekspresi bingung.


“Lah … tadi. Gadis-gadis  itu menggoda suamimu,” ujar Leon  mengadu dengan mimik wajah serius.


Hara malah tertawa.



“Kok tertawa?”


“Mereka  tidak menggoda sayang,  mereka hanya kagum dengan ketampanan mu,” ujar Hara tersenyum manis.


“Terus kamu tidak marah?”


“Untuk apa marah? kan mereka hanya kagum, harusnya aku bangga donk karena suamiku tampan,” ujar Hara.

__ADS_1


“Baiklah,” ujar Leon menunjukkan ekspresi dingin dan kecewa


Ia  belum bisa menerima  kalau Hara tidak cemburu padanya,  ia menggosok-gosok ujung hidungnya dengan punggung tangannya. Lalu ia berkata lagi;


“Kamu harusnya cemburu sayang …,” ujarnya memaksa.


“Kenapa begitu?” Hara  menahan tawa melihat mimik wajah Leon.


“Karena aku selalu cemburu setiap kali ada lelaki yang melirik mu, dan kamu juga harus melakukan itu, jika ada wanita yang  mendekatiku. Kamu harus marah dan cemburu itu baru seimbang,” ujarnya lagi.


Hara tertawa mendengar Leon memaksanya untuk cemburu.


“Jangan tertawa Hara, begini,  bukankah kalau cemburu tanda cinta? Kalau kamu tidak cemburu berarti tidak cinta,” ujar Leon.


“ Mengekspresikan Cinta tidak harus selalu dengan cemburu, tetapi dengan saling memahami dan saling mengerti,” ujar Hara.


Leon diam.


“Baiklah,” ujarnya kehabisan kata-kata.


Anak buahnya yang  berjaga di pintu masuk dan pintu keluar, tetapi Leon  juga selalu mengawasi, ia tidak ingin ada penyusup yang datang ke pesta pernikahan Piter.


Hara  mengobrol dengan Clara dan istri Billy,  tamu yang datang pernikahan Piter tidak banyak hanya  jadi dengan begitu,  Leon dan anak buahnya bisa mengawasi semua  orang yang hadir di sisi lain Ken menangkap basah,  Zidan diam-diam mencuri pandang pada Clara.


Lalu Ken datang  mendekat.


“Menurutmu kenapa Clara pernah datang dengan pasangannya?” Tanya Ken.


“Mana aku tahu,” ujar Zidan mengalihkan  wajahnya.


“Sok tahu,” ujar Zidan  mengalihkan wajahnya.


“Gue akan bantu,” ujar Ken.



Zidan terdiam.


“Gengsi tidak akan menghasilkan apa-apa Bro belajarlah dari bos kita,” ujar Ken.


“Dia sudah punya calon suami Ken, apa yang kamu harapkan?’ Tanya Zidan.


“Nah gue benarkan?  lu  ada perasaan sama dia,” ujar Ken.


Zidan hanya diam.


“Tadinya tidak, tetapi setelah  dia pergi aku merasa sakit di sini,” ujarnya akhirnya ia mengaku.


“Iya itulah cinta Bro, setelah dia pergi barulah kita mengerti arti kehilangan. Kamu  yakin hubungan dia dan calon suaminya tidak dalam keadaan harmonis karena itulah  setiap kali acara mereka berdua tidak pernah datang”


“Lalu?’ Tanya Zidan.


“Kamu dekati dan  ajak dia kencan.”

__ADS_1


“Sudah lupakan,” ujar Zidan tidak mau mengikuti saran dari Ken.


Sementara Hara melihat  zidan yang selalu melirik Clara memulai aksinya sebagai makjomlang untuk Zidan dan Ken.


“Kak Clara, dr. Reza kemana?”


“Dia selalu sibuk Mbak.”


“Soalnya aku selalu melihat Kak Clara setiap kali ada acara datang sendiri tidak pernah dengan pasangan,” ujar Hara mengorek informasi tentang hubungan keduanya.


“ Dia selalu  bilang sibuk setiap kali aku ajak kemana-mana,” ujar Clara,  ia mengambil satu gelas berisi wine, terlihat jelas sekali kalau ia  kecewa dengan calon suami.



Clara.


“Kak Clara lebih baik menangis sekarang daripada  nanti setelah menikah,”ujar Hara.


“Maksudnya, Mbak?”


“Kalau kamu tidak merasa cocok atau hubungan kalian memang susah jangan di teruskan.”


“Iya, awalnya dia yang mengajakku berkencan dan tiba-tiba ia melamarku,  tetapi semakin ke sini,  banyak yang  berubah, aku seolah tidak dianggap jadi kekasih asal diajak alasan banyak,” ujarnya curhat panjang lebar


“Kak  Clara jangan di lanjutkan hubungan yang seperti itu, perjelas dulu lebih baik sama  Reza, kalau tidak jelas. Lebih baik sama  Kak Zidan,”  Mereka berdua menatap Zidan.


‘Aku tidak mau  berhubungan sama  mafia lagi  Mbak’ucap Clara dalam hati’


“Kamu takut berurusan sama kami lagi iya,’ ujar Hara membaca pikiran Clara, ia hanya tersenyum.


Apa Clara akan tetap pada pendirian tidak mau berhubungan dengan  Zidan, Maukah Zidan berusaha untuk mendapatkan wanita yang dicintai.


Bersambung ….


KAKAK TERSAYANG JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU IYA KAKAK


 Baca juga.


- Pariban Jadi rokkap( Baru)


-Aresya(Baru)


-Turun Ranjang(Baru)


-The Curet king( Baru)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (Tamat


__ADS_2