
Leon tidak pernah menduga kalau ia akan mengalami hal yang memalukan seperti saat ini, ia berpikir karena ia sudah meninggalkan masa kelam itu dan meninggalkan semua hal-hal yang buruk di masa lalu, Leon hidupnya akan baik-baik saja, ia berpikir kalau tidak ada lagi masalah, ternyata masih ada sisa-sisa dari masa lalu yang mengusik kehidupan rumah tangganya.
Pagi itu ia sengaja datang lebih awal dari biasanya, bahkan ia hanya datang dengan supir, Bimo akan datang menyusul ke hotel.
Saat ia tiba di ruangannya, ia minta susu jahe ke pegawai hotel, ia meminumnya .
Tetapi baru beberapa menit ia habiskan isi dalam gelas, ia mulai merasakan ada yang salah dengan tubuhnya, Leon merasa tubuhnya panas bergejolak, meminta sesuatu yang tidak mungkin ia dapatkan saat itu, di tempat itu. Seseorang mencampurkan obat perangsang ke dalam minuman jahe yang ia pesan.
Leon dibuat tersiksa atas permintaan tubuhnya, Leon sudah berkeringat dingin dan merasakan sakit kepala yang parah, ia sudah menjepitnya dengan kedua kakinya tetapi junior miliknya semakin memberontak.
Junior milik Leon berdiri tegak, tidak bisa di jinakkan , ia butuh seseorang untuk menyelamatkannya dari siksaan itu.
“Gila, apa yang mereka lakukan padaku, siapa yang melakukan ini!?” Teriak Leon mencengkram kuat sisi meja kerjanya, saat ia menderita tiba-tiba pintu terbuka, Bianca datang.
“Kamu, memang iblis?” Leon menatap tajam menyadari kalau ia sudah ke dalam perangkap monster.
“Aku hanya ingin membantumu,” ucapnya dengan santai.
“Ahhh …!” Leon mengerang menahan siksaan permintaan tubuhnya.
“Jangan menahannya, kamu bisa menuntaskan,” ucapnya dengan tatapan seakan-akan sangat puas melihat Leon menderita.
“Kamu memang wanita tidak punya malu , aku tidak akan mau menuruti,” ujar Leon tetapi ia tidak bisa mengontrol tubuhnya. Ia merasa otaknya akan pecah jika ia tidak menuntaskannya saat itu juga. nyawa akan jadi taruhannya. Jika ia tidak melakukannya ia akan mati, entah obat yang yang dicampurkan ke dalam minumannya, Leon merasa semakin tidak bisa mengendalikan dirinya , ia seperti narkoba, ia merasa barang setan di campur ke obat perangsang, jantungnya semakin berdetak semakin cepat, tubuhnya semakin terasa panas.
“Pilihan ada di tangan mu sayang, jika mau melakukannya kamu akan selamat, tetapi, jika kamu tidak mampu melakukanya kamu akan menderita lalu mati, kamu akan kehilangan istri dan kedua anakmu bahkan segalanya. Bagaimana? sebentar lagi kamu akan mimisan dan mati,”ujar wanita jahat itu.
Tidak lama kemudian Kaila masuk di bawahan todongan pisau di lehernya, seorang lelaki menyergapnya saat ia tiba dan baru mau duduk di kursinya, lelaki itu juga merampas ponselnya. Lalu membawa Kaila masuk ke dalam ruangan Leon. Lalu mendorongnya masuk,
“Pak Leon, apa yang terjadi ?” tanya Kaila ketakutan.
“Tadinya kamu tidak masuk hitungan, kamu di luar rencana, tetapi karena sudah datang lebih cepat dari biasanya, jadi kamu terlibat dalam pertunjukkan ini,” ucap Kaila.
Mata Kaila menatap kedua wanita jahat itu bergantian.
__ADS_1
“Jadi ini ulah mbak Bianca? Mbak yang menyuruh Lily datang ke hotel ini untuk menjebak Pak Leon?”
“Iya, tapi tidak berjalan mulus, wanita ini bukan perayu, dia tidak berguna,” ucap Bianca menatap Lily wanita itu hanya menunduk penuh sesal. “Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk penampilanmu tetap saja tidak berguna.”
Pak …
Ia menampar Lily dengan keras, ternyata wanita itu adalah suruhan Bianca.
“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Kaila dengan wajah panik.
“Aku akan menyelamatkan bosmu kalau dia tidak menuntaskannya saat ini juga, dia akan mati.”
“Apa maksudnya?” Tanya Kaila, ia menatap Leon yang meringkuk di lantai, ia mencakar lantai, ia melihat bosnya begitu menderita.
Bianca meminta anak buahnya mengarahkan camera, lalu ia merobek pakaian Lily. “ Kita akan membuat Film penyelamatan untuk Leon.”
“Kamu wanita yang sangat jahat! Tidak akan aku biarkan kamu mempermainkan hidup Bos.”
“Oh jahat mana? dia apa aku? ini tidak sebanding dengan apa yang dia lakukan padaku, menjadikanku seorang Kriminal, membuatku jadi wanita yang gila, dia meninggalkanku karena wanita itu.”
“Aku akan mengirim pada wanita itu. Wanita yang merebut dia dariku.”
“Pak Leon akan melenyapkan mu nanti Mbak Bianca, dia sudah berapa kali menyelamatkanmu, itu karena ia mengingat jasa kedua orang tua angkat mu,” ujar Kaila.
“Kamu diam! jangan ikut campur Kaila, kalau kamu ingin selamat, kamu juga ingin Bosmu kan, jangan harap dia tidak pernah melirik mu,” ujar Bianca ia merendahkan Kaila, setan di tubuh Kaila ikut terbangun saat Bianca merendahkannya.
“Aku tidak sejahat seperti kamu,” ujar Kaila.
“Itu karena kamu wanita yang lemah dan tidak pantas untuk Leon,” balas Bianca lagi, ia mendekat.
Pak ….
Bianca menampar Kaila dengan keras.
__ADS_1
“Kamu akan mendapat masalah besar nantinya kalau kamu melakukan itu.” teriak Kaila dengan berani.
“Diam !” Teriak Bianca.
Leon sudah tidak tahan lagi, ia mengigit lengannya dan meringkuk di pojok ruangan , ia mencoba bertarung dengan keinginan tubuhnya, tangannya dengan gamang menyentuh setiap bagian tubuhnya yang berkedut meminta pelampiasan, tidak lama kemudian seperti yang di katakan Bianca. Hidung Leon mengeluarkan cairan merah, tetapi walau tidak berdaya, dengan sisa tenaganya ia menolak mengikuti kemauan gila Bianca, ia memilih mati tersiksa dari pada harus menyentuh kedua wanita itu bergantian, seperti permintaan Bianca ia ingin mendokumentasikannya dan mengirimnya pada Hara.
“Kamu memilih mati? ok, bagus itu pilihanmu, aku juga harus merekamnya dan mengirim ke istrimu dan anakmu, biar mereka melihat bagaimana ayah mereka mati secara perlahan-lahan, kamu sudah mulai mimisan dan sebentar lagi tubuhmu akan kejang-kejang kemudian tidak sadarkan diri. Lalu …. kamu mati, karena aku menambah dosis besar dalam obat itu, aku juga menambahkan narkoba ke dalamnya,” ujar Bianca.
Lalu Bianca tertawa lebar, suara tawa yang memenuhi ruangan kerja Leon, ia seperti iblis betina yang sedang menunggu mangsanya untuk mati.
“Pilih sekarang, kamu mau meniduri lily dan aku, atau kamu pilih mati?”
Leon masih bertahan dengan dengan pilihannya, ia lebih baik mati dari pada tunduk pada perintah iblis betina seperti Bianca.
Saat ini, mereka hanya menonton Leon, hidungnya semakin mimisan, melihat nyawa bosnya dalam bahaya Kaila melirik kamar di sebelah tubuh Leon. Lalu ia bangun ia menarik Leon, membawanya ke dalam kamar di sebelah, lalu ia mengunci pintu.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)