
Setelah Jovita sadar, ia meminta Billy mengurus untuk di lakukan perawatan di rumah. Ia sadar, di manapun Leon berada di situ pasti ada bahaya, saat Jovita sudah bisa minum dan mulai merasa pulih.
Orang-orang terdekat Leon.
Pada saat itu juga Rikko melapor kalau anak buah Damian mengawasi rumah sakit dan tahu kalau Leon berada di rumah sakit, hal itu sangat berbahaya.
Damian mantan anak buahnya yang menjadi saingan bisnis Leon. Lelaki itu yang selalu ingin menjatuhkan Leon tetapi tidak pernah berhasil, karena Leon selalu bermain cantik dan mengendalikan bisnisnya dengan sangat hati-hati.
Setelah tiga hari mendapat perawatan di rumah sakit, Jovita di izinkan untuk di rawat di rumah dibawah pengawasan dr. Billy dua rekan dokter lain dan dua perawat di bawa ikut ke rumah, khusus untuk merawat Jovita.
Rumah Leon saat malam.
Saat rombongan mobil Leon tiba di depan rumah, semua orag berdiri di depan pintu menyambut kedatangan Jovita , Jovita memang sangat ramah ke semua orang di rumah. Makanya saat ia berada di rumah sakit beberapa hari, rumah Leon sepi.
Saat ini, mereka berdiri menyambut kepulangan Jovita dari rumah sakit, Salsa dan Sabrina dan Lana ketiga wanita dayang -dayang Leon menatap Jovita dengan tatapan sinis.
“Kenapa sih dia gak mati saja,” ujar Salsa sinis.
“Usahamu untuk menyingkirkannya belum maksimal.” celetuk Sabrina, ia tahu ada kerjaan Salsa di balik kemarahan Leon pada Jovita pagi itu.
“Diam lah lu,” ujar Salsa pada rivalnya.
Ketiga wanita peliharaan Leon, selalu bersaing mendapatkan kehangatan dan perhatian dari sang bos. Mereka merasa posisi mereka mulai tergusur sejak ada Jovita .
“Jovita …! Sayangku, kamu sudah pulih?” Bi Atin berlari, saat ia ingin memeluk dokter menolaknya karena leher Jovita belum boleh ada gerakan.
“Bibi!” Jovita meraih tangan wanita paruh baya itu dan mengecupnya.” Aku sudah baik Bu,”ucap Jovita.
“Nanti saja iya Bi, dia bawa dulu ke kamarnya ingin istirahat,” ujar Iwan. Lelaki berkumis tipis itu meminta Bi Atin minggir. Saat ini ia bertugas lagi, sementara Toni di pindahkan ke Kalimantan oleh Leon, agar tidak bisa bertemu dengan Jovita.
“Bawa dia kamar bagian tidur,” pinta Leon pada Rikko.
Orang yang membuat Leon Kuat.
Lelaki bertubuh atletis itu mengangguk dan meminta bawahannya mendorong kursi ke kamar sebelah timur di lantai dua, kamar yang menghadap laut.
Saat tiba di kamar super luas itu, mata semua orang sangat terpana, karena saat pintu di buka yang kita lihat hamparan laut. Jovita sangat suka dengan hal seperti itu.
Saat Leon dan Jovita di rumah sakit ternyata ia sudah meminta Iwan membawa tukang untuk merenovasi satu ruangan untuk Jovita, ruangan yang sangat nyaman, tempat tidur yang menghadap laut yang di beri dinding kaca.
“Bukan ini kamarmu?” tanya Jovita menatap Leon.
“Ini kamarmu Jovita dan nanti akan jadi kamar kita juga, jadi nikmati saja dulu,” bisik Leon.
Saat ia berjongkok depan Jovita seketika itu juga team medis dan anak buah Leon mundur tidak ingin merusak ke bersamaan mereka berdua.
“Bisakah penyangga leherku di lepas? Ini sangat menggangu, aku merasa seperti suku Kismina yang memakai perhiasan di leher,” ujar Jovita.
“Baru juga di rumah sudah mulai ngeyel, pakai saja … agar kamu cepat pulih,” ujar Leon
__ADS_1
“Baiklah,” ucapnya tidak ingin membantah karena Leon sudah sangat baik padanya selama ia sakit.
Jovita meminta kursi rodanya di putar menuju kaca dan ia menatap lautan indah dengan perasaan berkecamuk. Setiap kali menatap lautan yang datang ke benaknya wajah sang Ibu.
‘Ibu …Ibu … aku merindukan kalian, aku sendirian’ ucapnya dalam hati.
Melihat Jovita bersedih, ia mendorong kursi roda membawanya ke tempat tidur.
“Sepertinya kamu terlalu banyak berpikir Nona, waktunya istirahat,” ujar Leon mengangkat tubuhnya ke ranjang.
“Tapi aku belum mau tidur”
“Tidurlah, agar kamu cepat pulih, kamu terlalu banyak merepotkan belakangan ini,” ujar Leon.
Leon menepati janjinya menjaga dan merawat Jovita, ia memberikan perawatan yang sangat bagus untuk Jovita. Bahkan Leon mendatangkan seorang dokter terkenal bagian saraf dari Jepang.
Tidak bisa dipungkiri, Jovita menghabiskan miliaran harta Leon selama pengobatannya, itu juga membuatnya merasa bersalah sedikit pada Leon. Tetapi nominal segitu tidaklah seberapa untuk seorang Leon.
Leon menepati ucapannya pada dr. Billy akan melakukan apapun untuk kesembuhan Jovita, memanjakannya dengan segala kemewahan
“Kamu pasti takut malam ini tidur sini, karena belum biasa tidur di sini,” ujar Leon
“Tapi aku sedang sakit Pak Naga,” ujar Jovita menatap Leon dengan mata besarnya, ia berpikir akan memintanya …. melayaninya”
“Tenanglah gadis kecil, saya tidak akan memakan mu, selama ini, saya melakukan itu, di luar kendali saya hanya terbawa amarah. JIka saya lagi waras percayalah, saya tidak melakukanya,” ujar Leon.
Perhatian yang di berikan Leon, ternyata membuat hati Jovita tersentuh, ia mendapatkan sisi yang berbeda dari Leon selama ia sakit.
Selama satu bulan Leon menemaninya tidur tiap malam dan tidak melakukan apa-apa pada Jovita.
“Tidak akan gadis kecil … kalau kamu tidak memancingku, makanya saya membeli pakaian tertutup untuk kamu, memintamu memakai pakaian itu” ujar Leon memakai dasi di kamar Jovita.
"Kamu hanya boleh memakai model pakaian seperti ini, jika bersamaku ini ...ini ...!" Leon menunjukkan model pakaian tertutup yang boleh di pakai Jovita selama bersamanya.
Model pakaian tertutup ala Leon.
Mendengar perhatian yang diberikan Leon, gadis muda itu tersipu-sipu malu.
Melihat dasi Leon tidak rapi Jovita berdiri dan membetulkannya, perhatian manis dan perlakuan baik yang di lakukan Leon padanya selama ia sakit, membuat hatinya bunga-bunga, cinta mulai bermekaran di dadanya.
Bahkan saat ia membenarkan dasi Leon jantungnya berdetak tak berirama, ia menjadi gugup dan salah tingkah di hadapan lelaki berwajah tegas itu. Padahal Leon bersikap biasa saja padanya.
Sejak Jovita sakit Leon berusaha sangat keras agar tidak marah pada Jovita, ia tidak ingin menyakiti Jovita lagi . Melihatnya terluka saat itu membuat hatinya sakit.
“Kamu mau pergi kemana berpakaian rapi seperti ini?” tanya Jovita berharap ia diajak.
Kalau dulu Jovita tidak ingin pergi kemanapun bersama Leon, tetapi setelah Leon memperlakukannya dengan sangat baik dari mulai sakit sampai sembuh, ia jatuh cinta pada Leon.
Wajah Jovita selalu tersenyum ceria.
Lalu bagaimana dengan Leon apa dia akan jatuh cinta pada Jovita? Saat gadis muda ini berpikir kalau perhatian dari Leon selama ini salah satu, bentuk ungkapan cinta darinya. Jovita salah mengartikan perhatian Leon.
__ADS_1
“Saya ada pertemuan dengan klien, kamu mau saya bawakan apa, Katakan saja,” ujar Leon masih menatap dirinya di kaca.
Perhatian seperti itu, membuat Jovita melupakan perbuatan kejam Leon selama ini, bahkan ia melupakan dendam atas kematian orang tuanya.
' Ah, jatuh cinta itu memang membuat seseorang bisa lupa diri'
“Aku mau dibawa bunga,” ujar jovita dengan senyuman manis.
“Baiklah nanti akan saya bawa,” ujar Leon sikapnya masih acuh dan dingin. Tetapi, bisa-bisanya membuat Jovita jatuh cinta pada Leon.
“Benar ....?” Jovita melompat kegirangan lagi, saat Leon ingin membawa bunga untuknya, ia memang suka bunga.
*
Leon menepati janjinya, saat ia pulang malam ia membawa bunga ukuran besar.
Jovita melompat kegirangan di dalam kamar, setelah lelah menonton film laga kesukaan Leon mereka berdua tertidur, begitulah mereka berdua habiskan selama Jovita sakit, melakukan hal-hal kecil yang membuat Jovita kembali ceria dan pulih cepat, karena Leon sudah berjanji akan melakukan hal itu pada dr.Billy, ia berjanji tidak akan menyakiti Jovita lagi secara fisik. Kini Leon menganggap Jovita Hara hanya gadis muda yang harus ia jaga.
Bahkan satu bulan bersama Jovita tidak menyentuhnya, karena ia tidak ingin menyakiti Jovita, maka saat tubuhnya menuntut kehangatan, ia akan meminta ketiga wanitanya melayaninya.
Setelah Leon merenggut kesucian Jovita .... Kini ia berkata; sadar Jovita hanya gadis muda yang harus di jaga.
Anda sehat Bos Naga ....?
Apa itu adil untuk Jovita
Apa ini yang disebut luka yang berdarah?
Lalu bagaimana dengan perasaan cinta yang di rasakan Jovita. Apa gayung bersambut atau hanya cinta sepihak?
Bersambung …
KAKAK BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP BANYAK TIAP HARI
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
Warning!
Karya ini akan membuat perasaan kalian bagai diaduk-aduk,
Senang, menangis, seram, kejam dan patah hati.
Maka itu siapkan mental Kakak semua iya. Ini bukan cerita yang tiba-tiba jadi bucin akut
__ADS_1