Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Perhatian besar dari sang bos besar


__ADS_3

Setelah Jovita sadar, ia meminta Billy mengurus untuk di lakukan perawatan di rumah. Ia sadar, di manapun Leon berada di situ pasti ada bahaya,  saat Jovita sudah bisa minum dan mulai merasa pulih.



Orang-orang terdekat Leon.


Pada saat itu juga Rikko melapor kalau anak buah Damian mengawasi rumah sakit dan tahu kalau Leon  berada di rumah sakit,   hal itu sangat berbahaya.


Damian mantan anak buahnya yang  menjadi saingan bisnis Leon. Lelaki itu yang selalu ingin menjatuhkan Leon  tetapi tidak pernah berhasil, karena Leon selalu bermain cantik dan mengendalikan bisnisnya dengan sangat hati-hati.


 Setelah tiga hari mendapat perawatan di rumah sakit, Jovita di izinkan untuk di rawat di rumah dibawah pengawasan dr. Billy dua rekan dokter lain dan dua perawat di bawa ikut ke rumah, khusus untuk merawat Jovita.



Rumah Leon saat malam.


Saat rombongan mobil Leon tiba di depan rumah,  semua orag berdiri di depan pintu menyambut kedatangan Jovita , Jovita memang sangat ramah ke semua orang di rumah. Makanya saat ia  berada di rumah sakit  beberapa hari, rumah Leon sepi.


Saat ini, mereka berdiri menyambut kepulangan Jovita dari rumah sakit,  Salsa dan Sabrina dan Lana ketiga wanita dayang -dayang Leon menatap Jovita dengan tatapan sinis.


“Kenapa sih dia gak mati saja,” ujar Salsa sinis.


“Usahamu untuk menyingkirkannya belum maksimal.” celetuk Sabrina, ia tahu ada  kerjaan Salsa di balik  kemarahan Leon pada Jovita pagi itu.


“Diam lah lu,” ujar Salsa pada rivalnya.


Ketiga wanita peliharaan Leon,  selalu bersaing mendapatkan kehangatan dan perhatian dari  sang bos. Mereka merasa posisi  mereka mulai tergusur sejak ada Jovita .


“Jovita …! Sayangku, kamu sudah pulih?” Bi Atin berlari, saat ia ingin memeluk dokter menolaknya karena leher Jovita  belum  boleh ada gerakan.


“Bibi!”  Jovita meraih tangan wanita paruh baya itu dan mengecupnya.” Aku sudah baik Bu,”ucap Jovita.


“Nanti saja iya Bi, dia bawa dulu ke kamarnya ingin  istirahat,” ujar Iwan. Lelaki  berkumis tipis itu meminta Bi Atin minggir. Saat ini ia bertugas  lagi, sementara Toni di pindahkan ke Kalimantan oleh Leon, agar tidak bisa bertemu dengan Jovita.


“Bawa  dia kamar  bagian tidur,” pinta  Leon pada Rikko.


Orang yang membuat Leon Kuat.


Lelaki bertubuh atletis itu mengangguk dan meminta  bawahannya  mendorong kursi  ke kamar sebelah timur di lantai dua, kamar yang menghadap laut.


Saat tiba di kamar super luas itu,  mata semua orang sangat terpana, karena saat pintu di buka  yang kita lihat  hamparan laut. Jovita sangat suka dengan hal seperti itu.


Saat Leon dan Jovita di rumah sakit ternyata ia sudah meminta Iwan membawa tukang untuk merenovasi satu ruangan  untuk Jovita, ruangan  yang sangat nyaman,    tempat tidur yang menghadap laut yang di beri  dinding kaca.


“Bukan ini kamarmu?” tanya Jovita menatap Leon.



“Ini kamarmu Jovita dan nanti akan jadi kamar kita juga,  jadi nikmati saja dulu,” bisik Leon.


 Saat ia berjongkok depan Jovita seketika itu juga team medis dan anak buah Leon mundur tidak ingin merusak ke bersamaan mereka berdua.


“Bisakah penyangga leherku di lepas? Ini sangat menggangu, aku merasa seperti  suku Kismina yang memakai  perhiasan di leher,” ujar Jovita.


“Baru juga di rumah  sudah mulai ngeyel, pakai saja …  agar kamu cepat pulih,” ujar Leon

__ADS_1


“Baiklah,” ucapnya tidak ingin membantah karena Leon sudah  sangat baik padanya selama ia sakit.


 Jovita meminta kursi rodanya di putar menuju kaca dan ia menatap lautan indah  dengan perasaan berkecamuk. Setiap kali menatap lautan yang datang ke benaknya wajah sang  Ibu.


‘Ibu …Ibu … aku merindukan kalian, aku  sendirian’ ucapnya dalam hati.


Melihat Jovita bersedih, ia mendorong kursi roda  membawanya ke  tempat tidur.


“Sepertinya kamu terlalu banyak berpikir  Nona,  waktunya istirahat,” ujar Leon mengangkat tubuhnya ke ranjang.


“Tapi aku belum mau tidur”


“Tidurlah, agar kamu cepat pulih, kamu terlalu banyak merepotkan belakangan ini,” ujar Leon.


Leon menepati janjinya  menjaga dan merawat Jovita,  ia memberikan perawatan yang sangat bagus untuk Jovita. Bahkan Leon mendatangkan  seorang dokter  terkenal bagian saraf  dari Jepang.


Tidak  bisa dipungkiri, Jovita menghabiskan  miliaran harta Leon selama pengobatannya, itu juga membuatnya   merasa bersalah sedikit pada Leon. Tetapi  nominal segitu tidaklah seberapa untuk seorang Leon.


Leon menepati  ucapannya pada dr. Billy akan melakukan apapun untuk kesembuhan Jovita, memanjakannya dengan segala  kemewahan


“Kamu pasti takut malam ini tidur sini,  karena belum biasa tidur di sini,” ujar Leon


“Tapi aku sedang sakit Pak Naga,” ujar Jovita menatap Leon dengan mata besarnya, ia berpikir akan memintanya  …. melayaninya”


“Tenanglah gadis kecil, saya tidak akan memakan mu, selama ini, saya melakukan itu,  di luar kendali saya hanya terbawa amarah. JIka saya lagi waras percayalah,  saya tidak melakukanya,” ujar Leon.


Perhatian yang di berikan Leon, ternyata  membuat hati Jovita tersentuh, ia mendapatkan sisi yang berbeda dari Leon selama ia sakit.


Selama satu bulan Leon menemaninya tidur tiap malam dan tidak melakukan apa-apa pada Jovita.


“Tidak akan gadis kecil … kalau kamu tidak memancingku, makanya saya membeli pakaian  tertutup untuk kamu,  memintamu memakai pakaian itu” ujar Leon memakai dasi di kamar Jovita.


"Kamu hanya boleh memakai model pakaian seperti ini, jika bersamaku ini ...ini ...!" Leon menunjukkan model pakaian tertutup yang boleh di pakai Jovita selama bersamanya.



Model pakaian tertutup ala Leon.


Mendengar perhatian yang diberikan Leon, gadis muda itu tersipu-sipu malu.


Melihat dasi Leon tidak rapi  Jovita berdiri dan membetulkannya,  perhatian manis dan perlakuan baik yang di lakukan Leon padanya selama ia sakit, membuat hatinya bunga-bunga, cinta mulai bermekaran di dadanya.


Bahkan saat ia membenarkan dasi Leon jantungnya berdetak tak berirama,  ia menjadi gugup dan salah tingkah di hadapan lelaki berwajah tegas itu. Padahal Leon bersikap biasa saja padanya.


Sejak Jovita sakit Leon berusaha sangat keras agar tidak marah pada Jovita, ia tidak ingin menyakiti Jovita lagi . Melihatnya terluka saat itu membuat hatinya sakit.


“Kamu mau pergi kemana berpakaian rapi seperti ini?” tanya Jovita berharap ia diajak.


Kalau dulu Jovita tidak ingin pergi kemanapun bersama Leon, tetapi setelah Leon memperlakukannya dengan sangat baik  dari mulai sakit sampai sembuh, ia jatuh cinta pada Leon.



Wajah Jovita selalu tersenyum ceria.


Lalu bagaimana dengan Leon apa dia akan jatuh cinta pada Jovita? Saat gadis muda ini  berpikir kalau perhatian dari Leon selama ini salah satu, bentuk ungkapan cinta darinya. Jovita salah mengartikan perhatian Leon.

__ADS_1


“Saya ada pertemuan dengan klien, kamu mau saya bawakan apa, Katakan saja,”  ujar Leon masih  menatap dirinya di kaca.


Perhatian  seperti itu, membuat Jovita melupakan perbuatan  kejam Leon selama ini,  bahkan ia melupakan dendam atas kematian  orang tuanya.


' Ah, jatuh cinta itu memang membuat seseorang bisa lupa diri'


“Aku mau dibawa bunga,” ujar jovita  dengan senyuman manis.



“Baiklah nanti akan saya bawa,” ujar Leon sikapnya masih acuh dan dingin. Tetapi, bisa-bisanya membuat Jovita jatuh cinta pada Leon.


“Benar ....?” Jovita melompat kegirangan  lagi, saat Leon ingin   membawa bunga untuknya, ia memang suka bunga.


*


Leon menepati janjinya, saat ia pulang malam ia membawa bunga ukuran besar.


Jovita melompat kegirangan di dalam kamar, setelah lelah menonton film laga kesukaan Leon mereka berdua tertidur, begitulah mereka berdua habiskan selama Jovita sakit, melakukan hal-hal kecil yang membuat Jovita kembali ceria dan pulih cepat, karena Leon sudah berjanji akan melakukan hal itu pada dr.Billy, ia berjanji tidak akan menyakiti Jovita lagi secara fisik. Kini Leon menganggap Jovita Hara hanya gadis muda yang harus ia jaga.


Bahkan satu bulan  bersama Jovita tidak menyentuhnya, karena ia tidak ingin menyakiti Jovita, maka saat  tubuhnya  menuntut kehangatan, ia akan meminta ketiga wanitanya melayaninya.


Setelah Leon merenggut kesucian Jovita .... Kini ia berkata; sadar Jovita hanya gadis muda yang harus di jaga.


Anda sehat Bos Naga ....?


Apa itu adil untuk Jovita


Apa ini yang disebut luka yang berdarah?


Lalu bagaimana dengan perasaan cinta yang di rasakan Jovita. Apa  gayung bersambut atau  hanya cinta sepihak?


Bersambung …


KAKAK BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP BANYAK TIAP HARI


DAN AUTHORNYA


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


Warning!


Karya ini akan membuat perasaan kalian bagai diaduk-aduk,


Senang, menangis, seram, kejam dan patah hati.


Maka itu siapkan mental Kakak semua iya. Ini bukan cerita yang tiba-tiba jadi bucin akut

__ADS_1


__ADS_2