Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Bukan menantu pilihan


__ADS_3

Sinar mentari pagi itu menerobos masuk  melalui cela gorden yang tidak tertutup rapat di rumah Leon, wajahnya sedikit memicing karena merasa  silau , tidak seperti biasanya ia bangun kesiangan seperti ini,  kalau biasanya ia selalu bangun pagi, sebelum ayam berkokok Leon sudah bangun dan melakukan olahraga. Tetapi pagi ini, semuanya sangat berbeda.


Apa yang dikatakan Ken seolah- olah menyadarkan Leon. Ia berpikir harus bangkit.


“Apa yang dikatakan Ken benar, aku yang memilih menolaknya, baiklah, saatnya melanjutkan hidup”


Tadi malam memilih pulang ke rumah dan malam itu,  tidur di rumahnya.


Tapi entah kenapa  saat pulang kerumahnya, tubuhnya berat untuk diajak bangun,  sudah hampir jam  tujuh pagi,  tapi Leon masih memeluk bantal guling .


Tok … Tok …


“Iya” sahut Leon menarik selimut menutup tubuhnya, ia hanya memakai boxer pendek  tidak memakai baju.


Memperlihatkan tato Naga di dadanya dan otot - otot tubuhnya yang  keras di tubuhnya.


“Ini Ibu, apa boleh masuk?” tanya bu Atin.


“Iya bu, masuk aja,”


Wanita itu membawa madu  di campur  Lemon, bibir tersenyum kecil,  walau Leon memperlakukannya seperti Ibu sendiri dan memberikan semua yang di inginkan, ia tetap tampil sederhana.


Mendengar  semua yang terjadi Bu Atin memilih berdamai dengan hati dan memaafkan Leon.


“Ini minumlah, kurangin minum kopi dan minuman itu,” kata Bu Atin menunjuk botol kosong di atas nakas. “Bukankah lambungmu  lagi sakit? Jangan dipaksakan sebelum itu akan semakin rusak nanti ,Nak,”


“Iya Bu”


“Apa kamu tidak masuk kantor hari ini?”


“Aku ingin istirahat di rumah”


“Baiklah , ibu akan masakin bubur untuk kamu.” Bu Atin ingin  meninggalkan kamar.


“Bu,


"Iya"


"Aku minta maaf, aku harap ibu tidak kecewa lagi padaku”


“Tidak apa-apa Nak, itulah hidup semua ada prosesnya dan pasti akan masalah, begitu juga hati ibu”


“Hara … sudah menikah Bu”


“Ibu sudah tahu, maka itu lupakan dan mulai hidupmu dengan Bianca,” ujar Bu Atin. “Bukankah karena wanita itu kamu menolak Hara saat itu?”


“Baiklah Ibu”

__ADS_1


“Ibu ingin mengenalnya Nak”


“Bu, sebenarnya aku memilih dia buka-”


“Aku mengerti,” potong Bu Atin


“Maafkan Bu, membuatmu kecewa dia bukan wanita yang seperti ibu idamkan”


“Leon, jangan menilai orang dari luarnya kenalkan saja ibu padanya, kita akan memperbaiki hubunganmu dengan Bianca. Jika Hara sudah bahagia kamu juga harus membangun kebahagiaanmu”


“Baiklah, akan aku ajak ibu bertemu dengannya, tetapi  aku berharap ibu tidak kecewa dan jangan berharap terlalu banyak darinya.


“Iya ibu akan siap-siap mulai sekarang” kata Bu Atin bersemangat,  baginya saat ini adalah  kebahagian Leon,  ia akan sangat senang, bila  Leon bangkit dan melupakan Jovita dan lebih senang lagi jika Leon menikah dan punya anak ,ia akan punya cucu karena bagi wanita itu Leonlah keluarga satu-satunya yang ia miliki. Karena  Hara.


         **


Saat  diajak ingin bertemu Bianca melompat kegirangan, saat Leon memintanya  ingin mengenalkan dengan  orang tuanya,  Bianca berusaha tampil beda dengan berpenampilan   berkelas.


“Ibu bagaimana apa aku malu- maluin, Nak?”


“Ibu cantik” jawab Leon datar, tanpa memperhatikan penampilan Ibunya dengan jelas. Leon terpaksa mengajak Bianca  bertemu, ia tidak ingi mengecewakan Bu Atin lagi. Ia membuktikan pada Ken kalau ia bisa melupakan Hara.


Di sisi Lain Bianca sangat bahagia saat Leon mengajaknya  menemui ibunya,  Bianca  mengeluarkan semua pakaian  di dalam lemarinya untuk ia coba.


" Aku sudah bilang, kalau kamu tidak akan bisa melupakan ku Leon," ujar Bianca membanggakan diri.


                        *


“Kenapa tidak bersemangat? Sudahlah, kamu harus bangkit, hidup tidak bisa berjalan di tempat, cari kebahagiaanmu, kalau dia sudah bahagia masa kamu tidak.” Bu Atin menepuk-nepuk punggung tangan Leon.


Leon sengaja tidak ingin makan siang di restauran  miliknya, ia tidak ingin karyawannya melihatnya Leon dan Bianca, Leon paling tidak suka karyawannya bergosip tentang dirinya.


 Saat tiba di restauran yang sudah dipesan,  ternyata Bianca sudah tiba sepuluh menit lebih dulu, wanita itu benar-benar menunjukkan kegembiraannya saat bertemu Leon, dari pagi hingga siang ia dan asisten rumahnya sibuk mempersiapkan  dirinya agar ia terlihat sempurna di depan ibunya Leon. Ia berpikir jika  Leon sekaya itu, ia berpikir kalau ibunya Leon orang yang terpandang dan elegan dan mungkin punya group sosialita. Ia melambai kearah Leon dan Ibunya saat mereka  datang, tapi ia berpikir kalau  Bu Atin asisten rumah tangga karena penampilannya yang sederhana dan saat itu Bu Atin berjalan di belakang leon.


“Selamat datang Mas Leon, ibunya mana? Tanya Bianca melirik ke belakang mereka padahal Bu Atin sudah  berdiri di depannya, saat itulah wajah bu Atin merasa tidak enak ,ia melihat Leon dengan tatapan  kecewa.


“Perkenalkan ini ibu saya” ucap Leon memegang telapak tangan Bu Atin.


Bianca merasa bersalah dan terus saja meminta maaf, ia menghancurkan kerja keras sendiri, wajahnya memerah


“Maafkan saya Ibu, saya  mengira-“


“Pembantu?” tanya bi Atin datar.


“Bukan, bukan Bu. Saya han-“


“Tidaka apa-apa mari duduk,” ucap Bi Atin dalam benak Bu Atin Bianca anak yang baik dan mirip dengan Hara karena itu pilihan Leon. Tetapi saat melihat wanita itu, ia hanya ia wanita kaya yang manja.

__ADS_1


‘Pantas Leon  melihat tidak ada perasaan cinta’  sangat berbeda saat  melihat Jovita, walau Leon bilang tidak menyukai Jovita lagi tapi sorot matanya tidak bisa berbohong’ Bu Atin membatin.


Karena sudah diawali dengan rasa salah paham  suasana sangat canggung. Bianca terus saja mengutuk kelakuannya yang menyinggung Bu Atin , wanita paru baya itu juga  merasa tahu diri, kalau ia hanya pembantu Leon, ia diam. Leon  jangan ditanya, manusia kutub utara itu sibuk mengunyah makanan yang sudah di pesan, sesekali matanya menatap arah jalanan.


“Kita jadi canggung begini, gak enak, ibu mau pesan apa lagi?” tanya Bianca memecah keheningan.


“Tidak Non, ibu sudah  kenyang malah ingin tidur, mungkin ibu akan pulang duluan saja, kalian teruskan mengobrol,” ucap Bu Atin  setelah selesai menyantap makan siang mereka.


“Tapi makan penutupnya belum Bu,” kata Bianca wajah terlihat panik sangat bu Atin minta pulang duluan.


“Apa ibu ingin pulang duluan?” tanya Leon tidak melarang ibunya untuk pulang.


“Iya nak, ibu baru ingat hari ini ibu mau belanja,” katanya pada Leon.


Bianca menatapnya dengan tatapan menyelidiki.


‘Kenapa jadi ibu Leon yang belanja, apa tidak ada asisten rumah tangga?’


 Lgai- lagi matanya menatap Bu Atin dari bawah sampai ke atas, ia meragukan Bu Atin ibu Leon


 Itu juga  yang membuat wanita paru baya itu merasa tidak nyaman dengan tatapan Bianca.


“Ibu pulang duluan, Nak”


“Baiklah, saya ibu antar ke depan” Leon mengantar Bu atin ke depan.


“Bagaimana Bu?” Tanya Leon dengan wajah datar.


“Dia bukan menantu idaman ibu, Ibu minta maaf, pilihan ada di kamu Nak, kamu yang akan menjalaninya” ujar Bua Atin terus terang.


“Baiklah aku mengerti Bu”


Bersambung ….


KAKAK TERSAYAN JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2