Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Dirayu Sekretaris Gila


__ADS_3

Iblis tidak suka jika ada  orang memiliki kehidupan yang bahagia, ia akan mengusiknya.


Hal  itulah yang dialami Leon,  saat ia mulai menikmati kehidupan yang lebih baik, kesembuhan Hara jadi salah satu rasa syukur terbesarnya dan memiliki dua orang anak jadi pelengkap kebahagian Leon saat itu.


Hara sudah pulih dari sakit yang di deritanya  selama ini, kematian Bu Ina sempat membuatnya sempat sangat sedih,  tetapi itu tidak berlangsung lama karena Leon melakukan semua cara agar  istrinya terhibur dan pulih.


Akan tetapi, kali ini ada seseorang yang mencoba merusak pilar indah yang ia bangun dengan bersusah payah, pilar indah yang dimaksud  rumah tangganya.


Ia sudah melakukan penolakan  secara terang-terangan pada sekretarisnya,  wanita yang memiliki tubuh seksi. Akan tetapi,  ia seakan -akan wanita yang memiliki kulit yang tebal, setebal kulit badak, ia tidak menghiraukan penolakan  Leon.


Setelah selesai menelepon anak-anaknya Leon menyandarkan kepala di kursi, tiba-tiba Liliy datang  membawa nampan makan untuk  Leon,  dibantu seorang petugas hotel.


“Aku sudah membawa  makan siang untuk Bapak.”


Leon hanya diam  dan  masih duduk tenang,  duduk di kursi kebesarannya, sebelah tangannya memijit kepalan tangan. Barang kali  kalau Lily seorang lelaki ia sudah menghajarnya dengan  tinju tangannya , tetapi sayang yang ia hadapi saat ini seorang wanita. Wanita yang  mencoba merayunya.


“Nona Lily,  saya sudah bilang kalau saya belum lapar dan saya  bisa makan sendiri, saya tidak meminta untuk dibawakan  makan, tolong kalau anda mau kerja maka bertanggung jawab saja untuk pekerjaan.”


“Aku akan temani bapak makan.” Bahasanya tiba-tiba jadi informal pada bosnya, kuping Leon semakin panas mendengar.


“Tolong singkirkan itu dari ruangan saya.”


“Ini makanan yang bapak suka, aku sudah bertanya dan sudah baca menu makanan yang biasa Bapak pesan,” ujar Lily tidak menghiraukan pengusiran Leon padanya.


“Apa kamu tidak dengar yang saya katakan? saya belum lapar, kamu tidak perlu menyediakan makanan untukku , kamu saya gaji di sini untuk bekerja bukan untuk mengurus saya,  ada istriku yang akan melakukan itu, saya tidak butuh wanita lain yang melakukannya, cukup istriku saja.”


“Tapi aku mau jadi teman  bapak makan dan kita makan bersama, kenapa harus marah untuk hal itu, banyak kok  yang saya temui, seorang bos yang  meminta sekretaris nya untuk makan bersama, aku pikir  bapak bukan tipe lelaki yang mempermasalahkan hal itu.”


“Saya tidak  tahu tentang bos lain, tetapi ini tentang saya, jadi, sekarang tolong  keluar dari ruangan saya dan  bawa semua itu dari sini, "ujar Leon dengan suara tegas.


Lily  sepertinya wanita yang bebal dan tidak tahu malu, ia enggan melakukanya, Akhirnya Leon yang mengalah,  ia berdiri ingin keluar, saat melewati Lily hal tidak terduga terjadi, saat ia berdiri, Lily ikut berdiri dan menghalangi tubuh Leon  merentangkan tangannya.


“Aku ingin bersama  Pak Leon, aku menyukai bapak.” Lily memeluk tubuh Leon dari depan.


Leon terkejut dengan sikap berani Lily.” Apa yang kamu lakukan …..!”Bentaknya terkejut.

__ADS_1


Bukanya  berhenti, ia malah menarik leher Leon  dan memburu bibirnya lelaki bertubuh tinggi itu. Leon menolaknya dengan tegas, ia memegang kedua lengan wanita itu mendorongnya  menjauh dari tubuhnya.


“Tolong jangan tolak aku, aku mencintai Bapak,” ucap Lily merengek.


“Dengar …  jangan paksa saya melakukan hal buruk padamu, pergilah dengan baik-baik!” Wajah Leon memerah.


“Aku tidak mau, apa hebatnya istrimu? aku jauh lebih cantik darinya aku akan melayani  sampai puas.”


Leon menggeleng melihat sikap murahan  sekretarisnya.


‘Wanita murahan yang menjijikkan’ Leon membatin.


“Aku tidak butuh itu, dari wanita lain aku hanya ingin melakukan itu dengan istriku,”ujar Leon, ia mulai kehabisan kesabaran.


“Aku janji tidak akan melaporkannya pada istrimu, aku hanya ingin melakukannya dengan bos tidak ada maksud apa-apa.”


“Kamu salah orang, kalau kamu ingin menggodaku dengan tubuhmu Ibu Lily ... sudah ada ratusan wanita yang sepertimu yang memuaskan  ranjangku di masa lalu. Tetapi saat ini,  aku sudah tidak menginginkan semua itu, karena sudah ada istriku yang memberikan jauh yang  lebih nikmat dan halal,” ujar Leon.


“Kamu munafik, mana ada kucing menolak, ikan?” Ujar Lily mulai kesal.


“Kenapa tidak? Kalau kucingnya sudah kenyang dia tidak akan  melakukan itu.” balas  Leon dengan sikap tenang yang bisa membuat lawannya merasa  kesal.


“Apa ukuran melon itu tidak terlalu besar?” tanya Leon dengan mata meneliti  menatap kebagian dada yang dipamerkan Lily.


Mata Lily tiba-tiba memerah saat Leon bukanya tertarik malah berdiri mengeliling tubuhnya dan memberi komentar, Lily bak sebuah pajangan yang hanya bisa di lihat dan review. “Saya pikir kamu memesan yang terlalu gede untuk tubuh kamu,  apa kamu tidak berat membawanya?”Tanya Leon, ia menatap bagian dada dan bagian belakang tubuhnya. Lily salah cari mangsa.


Lily benar-benar marah atas komentar Leon, lalu ia menarik Leon memaksa dan memburu bibirnya dan mendorong Leon hingga ia terjatuh di sofa.  Lily mendudukinya dari atas, saat itu, seakan-akan  dialah pria  yang memaksa, Leon hanya diam dan sesekali ia senyum sinis melihat sikap murahan wanita yang menjadi sekretaris tersebut.


“Aku membuatku gila Bos, tidak ada yang pernah menolak Lily , siapapun tidak ada yang pernah lolos dari rayuanku,” ucapnya marah dan dada besar itu  naik turun ia masih duduk di atas perut Leon.


Leon tidak panik ia hanya ingin melihat sampai dimana kemampuan wanita barbar itu bertindak.


“Mereka- mereka yang berhasil kamu goda,  pastilah  lelaki yang lemah dan lelaki yang tidak memilki cinta, saya orang yang memiliki segalanya kenapa aku harus merusak kehidupan untuk perempuan rendah seperti kamu?” ujar Leon santai, iblis di lawan.


Mendengar itu Lily semakin marah.

__ADS_1


“Aku berjanji akan merusak kehidupan Yang kamu sombong kan itu ....! Aku bersumpah ….” Lily meraih ponselnya ternyata ia menelepon  dengan video call ke ponsel Hara, untung Leon menyadarinya.


Melihat wanita gila itu mengusik Hara, ia marah, lalu merampas ponsel  dan mematikan.


“Kamu …!” Mata Leon melotot tajam.


Leon marah besar,  karena wanita itu ingin mengusik Hara , lalu ia mendorong Lily  menyingkir dari atas tubuhnya, Leon menangkap kedua tangannya dan mengikatnya ke belakang dan mendudukkannya kembali di sofa.


Saat lily  ingin teriak Leon menutup mulutnya dengan sapu tangannya.


“Dengar! Saya tidak ingin kamu merusak nama baikku di depan para pegawaiku, aku sedang baik dan akan membantumu memakai  pakaianmu.”


Lalu Leon menelepon Bimo,


“Iya Bos.”


“Kamu masuk keruangan saya.”


“Baik Bos.”


Bimo masuk, ia sangat terkejut karena ada seorang wanita  tanpa busana dengan mulut ditutup dan tangan diikat kebelakang.


Bimo sudah berpikir  hal yang gila saat  melihat pemandangan itu.


‘Apa bos yang melakukan ini? ‘ Bimo membatin, matanya melotot tajam melihat kedua belon  besar itu.


Leon seperti iblis tampan, ia seakan-akan tahu apa yang di pikirkan Bimo padanya.


“Jangan berpikir macam-macam!  wanita gila itu yang menanggalkan pakaiannya di depanku, alasanku mengikatnya dia  juga ingin menelepon Hara dengan panggilan video call,  dia juga ingin berteriak minta tolong agar orang mengira kalau yang memaksa.


“Apa yang ingin dia lakukan?” mata Bimo menatap kaget, “Apa seseorang menyuruh nya?’


“Saya tidak tahu Bimo, tolong singkirkan dia, saya tidak ingin dia menginjakkan kaki  lagi di hotel ini.”


“Baik Bos.”

__ADS_1


Mata Bimo sesekali menutup, ia takut junior ikut terbangun saat melihat pemandangan dua gunung besar tersebut, Bimo membantu wanita gila itu berpakaian,  lalu membawanya pergi.


Bersambung ….


__ADS_2