
Hal yang mengejutkan.
Sejak Hara tiba hotel Leon tidak seperti biasanya, kali ini ia hanya banyak diam, bukan karena rasa sakit atau karena luka yang dialami, tetapi ada hal yang lain yang sangat menganggu hati dan pikirannya.
Menyimpan rahasia besar dan menyembunyikan dari Hara salah satu siksaan terberat untuknya, ia ingin menceritakan kebenaran itu pada Hara. Tetapi Leon merasa sangat malu dan merasa tidak ada harga dirinya lagi di hadapan wanita yang ia cintai.
“Apa lukanya sangat sakit, sayang?” Hara mendekat, ia juga membawa bubur untuk Leon hari itu.
“Hara, biarkan suster yang merawat ku, aku tidak tenang kalau anak-anak kamu tinggalkan seperti itu di rumah Om Piter,” ucap Leon terdengar seperti sebuah alasan untuk mengusirnya.
“Tak, apa-apa sayang, kan, ada ibu dan suster yang menjaga mereka, lagian aku sudah izin pada mereka, bahkan Okan tahu kamu sakit, padahal sebelumnya aku belum memberitahukan padanya kalau kamu terluka, tetapi ia melihat televisi di kamar mbak di rumah Om Piter,"ujar Hara ceri panjang Lebar., tetapi seperti Leon kurang berminat mendengar cerita kali ini.
“Apa dia mengetahuinya?”Tanya Leon datar.
“Iya, bocah laki-laki itu selalu membuatku kaget dengan pemikirannya," ucap Hara tertawa kecil.
Leon diam, bahkan saat Hara bercerita tentang anak-anak mereka dengan semangat empat lima, Leon terlihat tidak mendengarkan, kalau biasanya Leon selalu bersemangat mendengar cerita tentang pertumbuhan buah hati mereka. Namun , kali ini jiwa Leon seakan berkelana jauh ke dunia yang lain, dia hanya diam dengan tatapan kosong.
“Apa kamu mendengar ku?” Hara menatap dengan tatapan sedih kearah Leon.
“Hara, aku ingin istirahat.”
“Oh, baiklah, aku kembali nanti.”
“Sayang tidak usah … pulanglah ada Bimo dan dokter yang menjagaku di sini,” ujar Leon dengan lemah, wajahnya sangat pucat.
“Apa kamu marah padaku? Kenapa dari tadi kamu seakan –akan marah padaku,” ujar Hara menatap Leon dengan suara dada bergemuruh, tiba-tiba jantungnya terasa berdetak sangat cepat.
“Tidak ada Hara, aku hanya memikirkan bagaimana cara untuk menangkap para penjahat yang menyakitiku.”
“Maka itu ... jangan suruh aku pergi, aku hanya ingin menjagamu di sini,aku ingin melihatmu,"cerca Hara.
“Baiklah, aku ingin istirahat.” Leon menutup mata, ia benar-benar tidak mau menatap wajah Hara, kejadian yang memalukan yang ia alami membuat jarak dengannya dengan Hara.
__ADS_1
“Baik, aku juga akan cari udara dulu ke bawah,” ucap Hara ia keluar, tetapi saat turun ia melupakan tas miliknya, ia buru-buru balik lagi, saat ia ingin masuk kebetulan pintu kamar Leon terbuka sedikit, jadilah, Hara menguping di balik pintu.
Bimo sedang bicara dengan Leon;
“Apa kamu menyimpan rekaman itu?”
“Iya Bos.”
“Nanti berikan padaku aku ingin melihatnya sebelum kita serahkan ke polisi, hanya dengan inilah wanita gila itu akan mendapat hukuman berat atas apa yang dilakukan padaku, aku tidak akan memaafkannya.”
“Bos bagaimana dengan Mbak Kaila?”
“Biarkan dia di rumah sakit, dengan begitu itu akan membuat hukuman wanita itu bertambah berat, Oh satu hal lagi, jangan biarkan masuk siapapun ke ruang kerjaku, ada banyak berkas berharga yang tergeletak di atas mejaku.”
“Apa perlu aku menyimpannya, Bos?” Tanya Bimo.
“Tidak perlu, kamu hanya perlu menguncinya agar tidak ada yang memasukinya,” ucap Leon dengan nada suara tegas.
“Bagaimana dengan Non Hara, Bos?”
“Ke-kenapa Bos?” tanya Leon penasaran.
Mendengar pertanyaan sederhana itu , Leon marah membuat Bimo dan Hara terkejut, ia menggertak Bimo dengan nada kesal;
“Kamu bekerja untukku, agar kamu bisa melakukan semua perintahku Bimo …! aku tidak menggaji kamu tinggi-tinggi hanya untuk mengurusi urusan pribadiku.” Bentak Leon tegas.
“Ba-baik Bos.”
Hara sadar ada hal yang besar yang menganggu pikiran Leon, ia tidak pernah semarah itu pada Bimo.
‘Apa yang telah terjadi padamu sebenarnya Leon? apa yang coba kamu sembunyikan dariku? Aku harus mencari tahu sendiri’ Hara membatin.
Hara berencana mencari tahu kebenaran dari kejadian itu, Semua itu tampak mencurigakan bagi Hara, kerena sikap Leon yang sangat berubah membuat Hara akan mencari tahu sendiri. Terluka dan dilukai orang sudah hal biasa untuk Leon, tetapi sikap Leon kali sungguh berbeda .
__ADS_1
Hara pura- pura berjalan baru datang dan ia juga mengetuk pintu kamar Leon, agar kehadirannya di sadari.
“Sudah sana pergilah, lakukan semua yang aku katakan,” pinta Leon tegas.
Bimo hanya mengangguk, lalu ia pamit keluar.
“Tidak jadi tidur, sayang?”
“Tadi Bimo datang melaporkan perkembangan di kantor polisi.”
“Oh, apa perkembangannya?” tanya Hara ingin tahu.
“Hara nanti saja bahas nya, kepalaku pusing, aku ingin tidur” Leon menutup mata, menghiraukan Hara bahkan ia tidak bertanya kenapa Hara kembali lagi ke kamar itu.
“Baiklah istirahatlah, aku tadi ketinggalan dompet jadi aku kembali mengambil dompet dan ponselku,” ucap Hara tetapi Leon diam, ia menutup matanya. Hara tahu ia belum tidur hanya pura-pura tidur , tidak mungkin baru tutup mata langsung tertidur.
‘Aku tahu kamu pura-pura tidur tidak ingin melihat kehadiranku di sini’ Hara membatin, dengan dada yang terasa di bakar dan remuk, ia keluar dari kamar Leon.
“Begini rasanya di abaikan dan di acuhkan orang yang kita cintai, rasanya sakit di sini,” ucap Hara memegang dadanya, ia berjalan keruangan di sebelah Leon, ia ingin bertemu Bimo dan anak buahnya, Namun saat ia ingin masuk, lagi-lagi menguping mendengar obrolan Bimo dan anak buah yang lain.
“Apa luka Boss sangat parah?”
“Luka itu tidak parah, hanya harga dirinya yang terluka, karena wanita gila itu, memberinya obat perangsang dan memaksa bos melakukannya dengan Lily, dan ingin di rekam tetapi bos menolak, ia memilih mati dari pada menuruti kemauan gila wanita itu.” ujar Bimo.
“Bos memang orang yang luar biasa ,”ujar seorang anak buahnya.
Saat mendengar itu, Hara memilih mundur, Hara menemukan satu petunjuk, kalau Leon diberi obat perangsang.
“Apa karena itu Leon tidak mau menatapku dia merasa bersalah karena telah meniduri salah seorang dari wanita itu? tidak apa-apa Leon, kamu tidak sengaja itu karena terpaksa, karena pengaruh obat,” ucap Hara berjalan meninggalkan kamar Bimo.
Kini ia duduk di taman dia atap Hotel, Hara merasa kasihan pada Leon, di paksa melakukan hal yang memalukan, Namun Hara tidak tahu kalau ada hal yang lebih besar telah terjadi.
Apakah Hara akan mengetahuinya? Apa jadinya kalau Hara mengetahui fakta yang sebenarnya?”
__ADS_1
Bersambung …