
Leon tidak ingin memojokkan Kaila atas apa yang barusan ia lakukan, walau sebenarnya ia marah, tetapi ada iblis yang lebih kejam yang akan ia hadapi.
Kaila masih memegang bagian bawahnya yang masih sakit, ini bukan pertama kali untuknya, tetapi sudah bertahun-tahun sejak ia putuskan tobat tidak melakukan hal seperti itu, makanya saat ia memasukkan milik Leon, ke bagian bawahnya, lubang itu , terasa sempit karena sudah jarang di pakai, belum lagi milik Leon besar dan mengeras, karena pengaruh obat yang ia minum. Kaila memasukkannya dengan sikap buru- buru, Kaila merasa seperti baru pertama belah durian, sakit dan kebas,tetapi ia menahannya, ia marasa menang dari Bianca wanita yang sejak dulu ingin ia kalahkan.
“Ikuti saja apa yang aku perintahkan,” ucap Leon dengan wajah datar ia membuka laci, untungnya ada camera, ia meletakkan camera di satu tempat tersembunyi, Saat Kaila mendekat, ia menjauh, tatapannya berbeda pada Kaila saat itu tatapan kecewa .
Pintu dibuka.
Mereka menatap mereka berdua dengan heran, karena Leon masih selamat.
Melihat gerakan tubuh Leon yang masih bertahan, Bianca yakin kalau Leon belum selamat , ia berpikir Leon hanya menunggu kematiannya kalau ia menahannya.
Sebelumnya Leon sudah melemparkan surat dari jendela kaca, sengaja membuang beberapa barang keluar jendela agar menarik perhatian keamanan hotel, Leon juga menulis surat, meminta keamanan memanggil Bimo .
Menyadari ada kejadian yang membahayakan Bosnya di lantai atas Bimo memanggil polisi, beberapa orang-orang Bianca menyamar jadi petugas hotel. Leon merasa di jajaran anak Buahnya ada penghianat.
Di dalam kamar, sesuai permintaan Leon Kaila diam, ia meringkuk ketakutan. Kalau saja Kaila melawan dan membantah Bianca seperti yang ia lakukan tadi, wanita itu akan marah dan emosi. Kalau Bianca marah dan emosi terkadang tidak bisa di control dan bisa melakukan hal yang nekat Leon tahu jelas akan hal itu.
Melihat Leon masih menderita seperti itu, Bianca semakin bersemangat.
“Apa kamu masih punya tenaga untuk bertahan?”Tanya Bianca.
Leon masih meringkuk, efek obat itu masih terasa. Namun, tidak sepanas yang tadi, Tidak lama kemudian Bimo sudah ada di depan pintu ruangan Leon, ia memberi kode memberi suara ketukan tiga kali.
Seandainya Zidan dan Ken, Toni ada bersama Leon, ia tidak akan mengalami nasib seperti itu, Leon tiba-tiba merasa rindu pada mereka.
Mendengar suara sebagai tanda dari Bimo. Leon memulai rencananya, ia tahu Bimo sudah menjaga dan menguasai pintu ruangan Leon, ia beberapa anak buahnya dan polisi berhasil melumpuhkan orang-orang Bianca yang berjaga di luar ruangan.
“Baiklah aku menyerah, tolong selamatkan aku, kemari lah mendekat bantu aku,” ucap Leon dengan suara terputus-putus, rencana di mulai.
Bianca tertawa menyeringai, ia mendekat tetapi menatap Leon dengan tatapan sinis.
“Cium kakiku, kalau kamu ingin aku menyelamatkanmu,” ujar Bianca mengarahkan kakinya.
Sepertinya rasa dendam pada Leon yang ia simpan selama ini membuatnya menjadi terobsesi ingin melihatnya menderita, dengan begitu ia merasa rasa sakit hatinya terasa diobati.
Demi menjalankan rencananya untuk menangkap iblis betina jahat itu, Leon mau melakukan ….
‘Jangankan menyentuh kakimu menjilatnya juga kamu suruh aku mau melakukanya yang terpenting kamu musnah dari muka bumi ini’ Leon membatin.
__ADS_1
“Baiklah, akan aku lakukan, tapi tolong bantu aku,” ucap Leon mengarahkan tangannya seolah-olah meminta tolong, aktingnya sangat bagus . Sementara camera itu terus merekam.
Bianca tertawa puas melihat Leon menderita. Bianca seperti orang gila, suara tawa yang merusak pendengaran dan membuat bulu kuduk merinding.
Lalu ia mengarahkan kakinya ke wajah Leon dengan gerakan seakan-akan sedang menginjak wajah Leon, Leon sengaja melakukanya mengarahkannya wajahnya ke kakinya seperti itu.
‘Aku pastikan kamu kali ini tidak selamat , dasar wanita gila’ ucap Leon dalam hati.
Setelah mengerahkan wajahnya ke kaki Bianca, lalu ia mengarahkan tangannya meminta Bianca menyelamatkannya.
Kaila diam dalam ketakutan, ia tidak tahu apa yang di rencanakan Leon.
Dengan wajah sinis Bianca berjongkok membelakangi camera , Leon sudah menyisipkan pisau kecil itu di balik tangannya. Saat Bianca mengarahkan tangannya dengan cepat Leon memberikan pisau kecil itu ke tangan Bianca, ia menggenggamnya. Lalu Leon mengarahkan ke perutnya sendiri dan menarik tangan Bianca. Ia menjadikan Bianca orang yang melukainya, Bianca dijebak, selama ini kejahatan wanita itu tidak memiliki bukti polisi tidak bisa menangkapnya, bisa saja Leon melenyapkannya, tetapi ia hanya tidak ingin melakukan cara seperti masa lalu.
“Aaa ….” Suara Leon saat pisau kecil itu menembus kulit perutnya.
Darah segar melumuri tangan Bianca , Leon sengaja menahan tangan Bianca di pisau itu untuk mendapatkan sidik jarinya.
Melihat yang terjadi Kaila berteriak histeris, Bianca mundur dengan tangan memegang pisau, melihat cairan memerah yang memenuhi tangan dan wajahnya, ia panik ketakutan, Lily ikut histeris karena tidak ada dalam rencana mereka kalau Bianca akan menghabisi Leon dengan pisau.
“Apa yang terjadi? aku tidak melakukannya,” ucap Bianca pucat . Ia juga tidak tahu dari mana datangnya pisau itu karena ia niatnya ingin berbagi kehangatan dengan Leon, tetapi saat ia merentangkan tangannya untuk menolong Leon, tiba-tiba ia sudah menghujam bagian perut Lelaki yang ia gilai itu dengan pisau di tangan.
“Aku tidak melakukan apa-apa?” ucap Bianca ketakutan.
Melihat darah yang membanjiri lantai, Kaila ketakutan ia tidak tahan dan pingsan.
Suasana semakin menegang saat Kaila pingsan dan Lily berteriak .
Terdengar dari arah pintu ada suara, ribut tidak lama kemudian pintu itu di dobrak.
“Polisi! angkat tangan!”
Sekitar dua orang polisi mengacuhkan pistol kearah mereka berempat. Saat seorang dari kedua lelaki itu ingin melawan, sebuah timah panas menembus dadanya, ia terkapar tinggal tiga orang.
Melihat Leon bersimbah darah di lantai dengan tubuh tidak bergerak dan darah membanjiri lantai di sampingnya, polisi menyadari ada bahaya, tidak mau mengambil resiko, polisi melumpuhkan lelaki satunya dengan tembakan di kaki.
Bianca sendiri mematung seperti orang bodoh, ia juga diborgol, Bimo baru di izinkan masuk saat mereka dilumpuhkan, betapa kagetnya saat Leon tidak bergerak lagi.
“Ya Tuhan. Boss! Panggilkan ambulan” teriak Bimo panik.
__ADS_1
Bimo terduduk di samping Leon, dengan panik karena ketakutan ia memeriksa nadi, saat mengarahkan wajahnya ke hidungnya, Leon masih bernapas. “Selamatkan rekamannya,” bisik Leon tiba-tiba saat Bimo mengarahkan kupingnya ke dadanya.
“Bos?”
“Aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil, kita harus menangkap wanita gila itu, ambilkan rekamannya sebelum diambil polisi” ucap Leon ia memang seperti memiliki banyak nyawa.
“Oh Tuhan syukurlah” Bimo bernapas lega.
Lalu ia meninggalkan Leon dengan posisi tergeletak tidak berdaya. Bimo melakukan semua yang dikatakan Leon, polisi juga tidak menyadari kalau camera itu sedang merekam, Bimo mematikan kameranya dan mengamankan rekamannya sebagai barang bukti yang kuat.
Saat ambulance datang Leon menolak di bawa lewat bawah sudah pasti banyak wartawan di bawah, ia meminta dr Billy yang di jemput ke hotelnya, ia memilih di rawat di hotel.
Sementara Kaila masih pingsan di samping Leon, tidak ada yang tahu kalau Kaila sudah melakukan hal yang tidak pantas pada atasannya
Kaila sendiri sudah ia angkat menjadi adiknya sendiri , tetapi hari ini wanita itu melakukan kesalahan besar, tetapi Kaila berkata itu demi menyelamatkan Leon.
‘Oh, sial … bagaimana aku menjelaskan hal yang memalukan ini pada Hara’ ucap Leon.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1