Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Ternyata orang yang aku cintai psikopat kejam


__ADS_3

Leon masih menghentikan mobilnya di pinggir jalan pagi itu, ia  membiarkan putrinya tenang dulu.


“Bagaimana kalau Cece temanin ayah minum kopi lagi, ada polisi mendatangi mobil kita nih,” ujar Leon menatap  polisi lalu lintas yang menghampiri mobil mereka.


“Ayah kan sudah minum kopi tadi tidak boleh lagi,” ujar Chelia mengusap air matanya dan ia masih menangis sesegukan.


“Satu gelas lagi ya …” Tawar Leon pada dokter cantik itu.


“Tidak boleh ayah bahaya ke jantung ayah,” ujarnya lagi pundaknya  naik turun karena isakan tangis dari bibirnya.


Chelia sangat ketat menjaga kesehatan keluarganya ia selalu menjaga apa yang di makan ayahnya, Leon salah satu ayah yang sangat beruntung selain putrinya sangat dekatnya denganya , wanita cantik itu selalu menjaga kesehatanya, dia punya bidadari cantik di rumahnya yang selalu mengawasinya.


“Baiklah,  bagaimana kalau susu hangat?” tawar Leon lagi.


“Baiklah,” jawab Chelia.


Belum juga Leon menyalakan mesin  mobilnya, seorang polisi berompi menghampirinya.


“Selamat pagi Pak” Sapa Polisi memberi hormat sopan pada Leon.


“Pagi Pak”


“Bapak tidak tahu jalanan sedang padat? Kenapa Bapak berhenti di pinggir jalan?” Tanya polisi itu menegur Leon dengan tegas.


Sadar akan kesalahannya Leon tidak  membantah, ada putrinya bersamanya membuatnya menjadi lelaki yang baik di hadapan polisi.


“Maaf Pak saya salah, tadi putri saya mendadak pusing,” ujarnya Leon mencari alasan.


“Itu putri Bapak atau teman wanitanya?”


‘Is … kampret lu gak lihat wajahnya mirip denganku’ Leon memaki dalam hati.


“Dia putri saya Pak”


“Berikan KTPnya,” pintah polisi yang masih terlihat mudah itu pada Leon.


Leon dan Chelia memberikan kartu identitas mereka pada polisi, seorang polisi yang pangkatnya lebih tinggi datang mendekat, karena melihat bawahannya meminta KTP.


“Ada apa?”


“Siap  Dan. Ini Dan …  tadi, seorang pengendara mobil  melapor pada kami, ada pengendara yang berhenti di jalan dan sedang bermesraan dan berpelukan di dalam mobil”


“Astaga ….” Leon tertawa renyah.


“Dia ayahku Pak Polisi,” rutuk Chelia kesal.


Polisi tersebut menunduk dan menoleh ke dalam mobil, tiba-tiba matanya terkejut.


“Leon …?”


“Beny …!?”


“Apa Komandan mengenalnya?”


“Ini Pak Leon Wardana, pemilik Wardana Group, ini bukan wanitanya dia putrinya”


“Oh maaf Dan … saya hanya menjalankan tugas,” ujarnya


“Tidak apa-apa Pak Polisi apa yang kamu lakukan itu. Tetapi lebih baik  periksa dulu kepastianya sebelum membuat keputusan,”  desis Chelia kesal.


“Maaf Mbak saya hanya menyimpulkan apa yang saya lihat,” jawab polisi  muda itu tanpa mau  disalahkan.

__ADS_1


“Pak Polisi yang terhormat …! terkadang, apa yang kita lihat bukanlah keberannya,’ ujarnya mulai terbawa emosi.


Melihat Chelia yang terbawa amarah, Leon hanya mengangguk kecil pada polisi muda,  saat melihat wajah pria muda itu dan membaca namanya Leon awalnya sudah tahu siapa ia.


“Pak Leon bagaimana kalau kita ngopi dulu,” ujar Beny.


Lalu Beny melirik kiri -kanan memastikan tidak ada orang lalu ia berkata;


 “Nanti kamu menyusul minum kopi,” ujarnya menyenggol polisi muda tersebut. Dia adalah Beny polisi teman Leon.


Leon mengarahkan mobilnya ke depan supermarket , ia dan Chelia turun.


Sementara dari sebrang jalan Beny datang.



“Jangan marah lagi Ce, tdak baik marah-marah,” ujar Leon menasihati putrinya.


“Aku kesal ayah, dia  main tuduh saja,” rutuk Chelia masih cemberut.


“Wah … Chelia sudah anak gadis sekarang, cantik lagi,” ujar lelaki berseragam polisi  menyodorkan tangannya.


“Om …. Beny apa kabar lama tidak bertemu.” Chelia menyambut tanganya dan menyalimnya.


“Wah … makin sukses perut udah kemana-kemana itu,” ujar Leon menepu-nepuk perut  bucit Beny.


“Ha …haa sukses apaan, hanya memastikan jagoan itu melakukan pekerjaan yang tepat. Ha... ha.... kita sudah tua ternyata ya Pak Leon, jambang subur bangat dipelihara, "ujar Beny melirik saja Leon yang semakin menua.


“ Anak sudah besar jadi tubuh sudah menua, jagoanmu mengikuti jejak ayahnya baguslah, pertama melihatnya tadi aku sudah tahu kalau dia jagoanmu,” ujar Leon.


Tidak lama  kemudian polisi muda yang menghentikan mobil mereka tadi datang.


“Sini kamu!”


“Masa kamu lupa. Ini loh ayahnya Okan temanmu satu team bola basket dulu”


“Oh … oh maaf. Saya hanya menjalankan tugas tadi,” ujarnya matanya menatap Chelia, melirik jubah doktek yang di kenakan gadis cantik itu.


“Itu  adik Okan, namanya Chelia”


“Hai Mbak!” Menyodorkan tanganya.


“Hai juga,” sambut Cheli tidak bersemangat, bahkan terlihat jutek.


Sebenarnya ia bukan sombong, tetapi ia masih marah dan Danis mengirim pesan padanya.


[Sayang kamu lagi di mana? Aku menunggumu di rumah sakit sebentar lagi ada operasi untuk kita tanganin]


[Aku hari ini izin, aku lagi tidak enak badan]


[Lah … kemarin kamu bilang sudah sembuh?]


[Pusing lagi kepalaku, sudah aku mau tidur dulu ….] Balas Chelia mematikan ponselnya.


Ia meletakkannya di atas meja dengan kesal.


Ada rasa marah kecewa dalam hatinya setelah ia tahu kenyataan pahit,  kalau dokter senior yang ia kejar- kejar selama ini ternyata  ingin mencelakainya  ingin membalas dendam pada keluarganya.


Leon hanya  menghela napas panjang melihat wajha putrinya, melihatnya sedih dan menangis seperti itu membuatnya ikut sedih.


“Ayah aku tunggu di mobil  saja iya,” ujar Chelia.

__ADS_1


“Baiklah”


“Om maaf iya, Chelia lagi sakit kepala,” ujar Chelia melirik Beny dan putranya.


“Baiklah Nak, om juga mau bertugas lagi,’ balas Beny.


Chelia berjalan menuju mobilnya meninggalkan ayahnya mengobrol dengan Beny dan  putranya Harvis.


“Apa terjadi sesuatu?” tanya Beny melirik  kearah mobil.


“Tidak … biasalah Okan memarahinya tadi malam”


“Oh … Okan pulang Om?”


“Ya, kemarin, mainlah ke rumah,” ujar Leon memberi lampu hijau pada Harvis.


“Baik Om,” balasnya bersemangat.


Leon pamit karena ingin mengantar Chelia ke rumah sakit.


Tiba di rumah sakit, Chelia masih duduk diam.


“Kenapa Nak?” Tanya Leon menatap wajah putri cantiknya.


“Yah, harus kah aku pindah dari rumah sakit ini, aku tidak ingi bekerja lagi dengannya, aku juga tidak ingin melihat wajahnya,” ujar Chelia.


“Ayah yakin kamu bisa mengatasinya Nak, jadikan kepulagan Okan alasanmu menjauhinya”


“Ayah benar, tapi  bagaimana dia mencoba mencelakaiku lagi?”


“Jangan khawatir, Noa akan selalu menjagamu”


“Noa …?”


“Dia … pengawal pribadi tersembunyi yang akan perintahkan untuk menjagamu, jadi, jangan heran kalau tiba-tiba dia jadi petugas kebersihan rumah sakit, jadi perawat, jadi tukan es. Semua itu demi menjagamu, turunlah , lihat itu dia, jadi petugas parkir,” ujar Leon menunjuk pria berseragam parkir memakai kumis dan Toni.


“Oh, jadi selama ini orang aku bilang mirip dengannya itu dia sendiri?”


“Ya”


Chelia hanya tertawa kecil, ia tidak marah karena ia tahu kalau ayahnya tidak melakukan itu, mungkin Chelia sudah lama kehilangan nyawa.


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasi untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


 -Aresya(TERBARU)


-Turun  Ranjang( on going)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2