Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Saat Piter Mabuk


__ADS_3

Piter akhirnya tahu  siapa orang di balik penyebab Hara masuk rumah sakit.


Saat bicara dengan Hilda, awalnya wanita cantik itu tidak mau buka mulut, tetapi dengan keahliannya. Piter mendapatkan informasi luar biasa.


Cinta bisa mengubah segalanya , bisa melakukan apapun, kalau sudah cinta yang bicara,  akhirnya Piter paham.


"Bagaimana aku bisa membina hubungan denganmu. Kamu sak tidak mau jujur padaku," ujar Piter.


"Apa kamu mencintaiku?" Tanya Hilda memelas.


"Aku mencintai wanita yang jujur sama Pasangannya," ujar Piter.


Cara itu berhasil, Hilda yang sangat mencintai Piter menceritakan semuanya pada Piter, ini pertama kalinya bagi Hilda tidak bisa menjaga rahasia, semua itu.


" Bos melakukan itu karena dia sangat mencintai Nona Hara,"ujar Hilda.


'Itu tidak ada, apa-apanya Leon Wardana, walau kamu memberikan nyawamu tidak cukup membayar penderitaan Hara yang kamu lakukan selama ini'


Piter akhirnya tahu juga, rahasia Leon yang membawa  Hara dan mengurungnya di Kalimantan. Leon saat itu mengurung Hara merebut mahkotanya, karena kemarahannya yang salah alamat.


Selama ini Piter tidak tahu, karena saat Hara belum kecelakaan ia pernah bilang kalau Leon hanya menyelamatkannya dari orang suruhan Bokoy, yang melenyapkan  keluarganya malam itu, Piter  tahu juga di masa lalu ternya Leon sebenarnya …. di minta Bokoy  melakukan pekerjaan itu juga pada keluarga Hara,


Setelah mendengar semua itu Piter malamnya pergi ke bar


“Kamu benar-benar brengsek Leon Wardana! Kamu tidak pantas mendapatkan Hara, akan aku pastikan itu” ucap Piter dengan kemarahan  tidak sanggup  menerima kenyataan pahit itu.


“Hara maafkan Om, aku tidak tahu kamu mengalami hari yang sangat berat dan hari yang buruk karena lelaki kurang ajar seperti Leon, aku tidak tahu bagaimana kamu menahan rasa kelaparan saat itu, hatiku sakit mendengarnya Hara” ucap Piter mabuk berat mengoceh dan mendumal, untungnya yang punya bar adalah temannya , maka itu tidak menyeret Piter dari dalam Bar kerena mabuk ia sudah mulai membuat kerusuhan.


Tapi temannya pemilik Bar membawanya ke satu ruangan, dan membiarkannya mengoceh dan mengeluarkan  semua uneg-uneg dalam hatinya, kemarahan yang tidak tertahan rasa sakit hati yang ia tujukan pada Leon.


“Kamu tidak pantas Leon mendapatkan Hara.  Setelah semua apa yang kamu lakukan padanya di masa lalu,” ujar Piter merasa sangat terpukul. Piter menemukan semua kejahatan Leon pada Hara dimasa lalu.


Malam itu, seisi  rumah Hara bingung, karena tidak biasanya Piter tidak pulang dan tidak mengabari ke rumah.


“Om apa ada masalah  di kantor?” tanya Hara ia terlihat mondar-mandir menunggu Piter pulang.


“Tidak ada sih, harusnya kami mengadakan perayaan, karena Piter memenangkan tender yang harganya Miliaran”


“Wah selamat untuk kedua omku, kalian memang hebat,” ucap Hara mengacuhkan jempol tangannya tanda pujian untuk Vikki.

__ADS_1


“Tapi kalau tidak ada masalah kenapa  Om Piter tidak pulang, nomornya juga tidak aktif, ada apa?” tanya Bi Ina yang sudah seperti ibu untuk mereka  bertiga.


“Iya nih, sudah larut malam lagi” Hara menguap beberapa kali.


“Bibi tidur saja sama Hara, biar saya  menunggunya, sepertinya aku tahu dia kemana, tempat dia biasa minum,” ucap Vikki meraih kunci mobilnya dan memakai jaket.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 23:31  biasanya mereka berlima sudah tidur dengan nyenyak, tetapi saat satu anggota keluarganya belum pulang membuat mereka terjaga.


Bagi Hara merekalah keluarganya saat ini, harus menjada satu sama lain, saling  tertawa dan saling mengerti.


Mobil Vikki berhenti di salah satu komplek  di daerah Jakarta Selatan, rumah elit bercat warna serba hitam itu di sulap jadi Bar, dari luar terlihat hanya sebuah rumah biasa dan café biasa. Tetapi saat masuk ke dalam pintu kedua , semua kenikmatan dunia tersaji di dalamnya.


Vikki langsung menemui Lardo pemilik Bar, lelaki bertato di wajah itu sudah mengenal vikki karena pernah di kenalkan Piter,


Lelaki berkulit gelap dan memiliki tato di wajahnya, ia mendekati Vikki.


“Mencari Piter, Bro?”


“Iya Bro, tidak biasanya dia mematikan ponselnya” ucap Vikky dengan suara teriakan karena suara bising musik itu menutupi pendengaran mereka. Lardo membawanya ke satu ruangan VIP ruangan yang kedap suara.


“Sepertinya dia banyak beban dalam hatu, dari tadi hanya mendumal tidak jelas, bawa saja Bro”


**


Pukul 24:00 saat Vikki menyusuri jalanan  lengang ibu kota, sesekali Piter mengoceh tidak jelas di jok belakang.


“Aku akan mengahabisimu Leon wardana lihat saja nanti, dasar pecundang” ucap Piter  dalam ocehannya.


“Apa lagi yang dilakukan Leon  membuatmu  marah? Ada baiknya kamu mendengar langsung darinya Bro, dia juga sulit sama seperti Hara,"ujar Vikky.


Vikki hanya melirik sekilas ke belakang.


Tiga tahun baru ia ketahui semua kebenaranya, dulu Hara selalu  menyembunyikan dan mencoba mengubur apa yang di lakukan Leon padanya, dulu kalau ia bertanya pada Hara apa yang terjadi jawabannya  hanya bilang Leon menyelamatkannya.


Tetapi mengetahui kejadian itu sekarang , ia merasa bersalah karena  Piter berpikir tidak melakukan apa-apa saat Len menyekap Hara di hutan, Lelaki umur empat puluh tahun itu merasa bersalah karena tidak melakukan apa-apa untuk Hara saat itu,


“ Ada apa denganmu, apa ini tentang Hara lagi? Sudahlah jangan terlalu keras pada dirimu, semua akan baik-baik saja, Hara juga akan lebih baik lagi kedepannya, Leon juga tidak seperti yang kita pikirkan lebih baik kamu bicara berdua dengan Leon” ucap Vikki yang duduk  di depan setir, Vikky sudah tahu semuanya.


Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, mobil itu berhenti di rumah berpagar hitam, Hara dan  Bi Ina  belum tidur kedua wanita itu itu keluar melihat Piter di gotong karena mabuk berat.

__ADS_1


“Hara… sayang maafkan Om iya,” ucapnya  berlutut di depan Hara


“Om mabuk? Kenapa ada masalah apa?” Hara buru- buru menarik tubuh Piter dari lantai.


“Oh tidak, hanya ingin minum sedikit saja niatnya tadi …. Tapi, ternyata bablas  jadi sepuluh botol, bawakan aku ke kamarku aku tidur saja, besok agar kita bangun untuk menghabisi lelaki jahat itu.”


“Siapa om?”


“Hara … orang mabuk jangan di tanya-tanya dia tidak tahu apa yang dia ucapkan” Vikki ingin menggotongnya naik ke kamarnya.


“Tunggu, tunggu dulu Vikky … aku haru bilang sekarang sama Hara kalau Le-“


“Eh, bukannya  besok ita ada rapat penting di kantor, kamu yang pimpin rapatnya,kan , ayo kita tidur ini sudah pagi,” Vikku terpaksa memotong  pembicaraan Piter sebelum ia membeberkan semua rahasia Leon pada Hara, bisa- bisa Hara nanti mengalami sakit kepala yang berlebihan karena memaksa otaknya berpikir dan mencoba mengingat masa lalunya.


“Aku tahu, tapi hatiku sakit mendengar semua itu, aku ingin minta maaf pada Hara, aku ingin minta  maaf Pak Iwan di kuburan sana, karena saat itu kau tidak bisa melindungi Hara, hingga dia terluka seperti ini, aku ingin lenyapkan lelaki itu, percayalah”


Vikki mulai panik Piter sudah mulai tak terkontrol, ia mengedipkan  mata pada Bi Ina agar membawa Hara kekamarnya sebelum Piter  membuka semuanya.


Ternyata Piter parah kalau mabuk, Vikki sampai kewalahan di buatnya, terpaksa pak Darma membantunya menggotong Piter ke kamarnya, kalau tidak, ia akan  di bawa parang ke rumah Leon untuk memberinya pelajaran .


Di tidurkan di kamar dan di kunci dari luar. “Ia mengoceh sepanjang malam terserahlah yang penting,  jangan sampai keluar, dia payah kalau banyak minum tidak bisa mengontrol diri sendiri” ucap Vikki menyeka keringat di dahinya.


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Baca juga  cerita yang lain;


Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2