Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Ketakutan terbesar Leon


__ADS_3

Sebelum perayaan ulang tahun hotel Hara menemukan satu fakta  tentang suaminya.


Tepat setelah Hara memarahi Okan pagi itu karena anak sulungnya tersebut menutupi satu masalah dari Hara, ia tidak masuk les  dan guru lesnya meneleponnya.


Malamnya Hara  dan Leon pulang, dari kantor karena ada banyak urusan di kantor mereka sering pulang larut malam, jadi paginya Hara baru bertanya pada Okan, tetapi anak lelaki berwajah tampan itu,  tidak mau  berterus terang, menyebabkan Hara jadi emosi.


“Kenapa begitu Bang? Apa kamu tidak percaya sama ibu.”


“Maaf Bu.”


“Maaf untuk apa? Ibu bertanya kemarin kamu kenapa tidak masuk Les?”


Okan diam, ia enggan buka mulut, ia tidak mau menyebutkan alasannya, ia berdiri dengan  marah. Tidak ingin istrinya meledak Leon  memegang telapak tangan Hara, ia tahu Hara akan sangat marah bila Okan bersikap diam dan tidak mau berterus terang.


“Bang …. ceritakan sama ibu kalau abang hanya ingin menolong Arjuna,”ujar Chelia.


Wajah Hara langsung berubah.


“Ada apa dengan Juna?” Tanya Hara menatap Chelia dengan serius.


“Juna tidak mau seolah dia lari dari rumah.”


“Kenapa?” Hara duduk kembali.


“Karena Om Toni dan Tante Kikan  mau berpisah,” ujar Okan.


“Apaaa?” Hara terdiam.


Ternyata bukan hanya Ken dan Rebeka, ternyata lelaki yang sudah ia anggap seperti abang lelakinya juga akan berpisah dan anak mereka yang jadi korban.


Tetapi Leon sepertinya sudah mengetahuinya ia tidal kaget.


“Juna sangat depresi mendengar kabar perpisahan kedua orang tuanya dia tidak mau sekolah dan tidak mau latihan, aku hanya menghiburnya Bu,” ujar Okan.


“Akan ada lagi anak satu lagi jadi korban, Thiani, Juna aku berharap Dimas tidak merasakan hal itu,” ujar Hara pelan.

__ADS_1


"Begini jadinya rumah tangga kalau tidak. mau Terbuka seperti ayahmu," ujar Hara berjalan keluar.


Hara merasa sedih, ia duduk di taman Bu Atin menasihatinya.


“Hara, jangan menuntut Leon  untuk selalu terbuka, Leon hanya bergantung dan percaya padamu,” ujar Bu Atin.


“Tapi Bu … aku hanya tidak ingin ada masalah seperti rumah tangga Ken,” ujar Hara dengan wajah kesal.


“Dia akan seperti anak kecil jika berhadapan dengan  cintamu Hara.”


“Ibu, memintaku ingin melakukan apa?”


“Lakukan yang terbaik, maka dia akan melakukan jauh lebih baik, jangan bersikap cuek lagi padanya,  jangan mendiamkannya kalau dia salah nasihati dia pelan-pelan, dukung dia, ceritalah terlebih dahulu agar dia terbuka juga padamu, percaya padanya,  agar dia percaya padamu, jangan tuntut dia berubah lebih dahulu, tetapi ubah lah dahulu diri kamu,  dia akan mengikuti mu dengan sendirinya,” ujar Bu Atin saat itu.


“Bu, dia bukan anak kecil lagi, dia seorang Leon Wardana bos besar pemilik Wardana group,” ujar Hara  tidak percaya.


“Hara. Leon sangat bergantung padamu, dia memintamu untuk menuntun nya.”


“Ibu dia sudah tua-,” ujar  Hara


“Tetapi tidak untuk hatinya, lakukan apa yang ibu bilang dan lihat hasilnya.” Bu Atin meninggalkannya.


Hara baru tahu,  kalau Leon mengalami  penyakit itu lagi, penyakit  yang menjurus ke penyakit phobia ketakutan berlebihan di tinggalkan orang- orang yang di cintai.  penyakit itu muncul pertama sekali saat ia kehilangan semua anggota keluarganya.


Hara penasaran dengan cerita ibu mertuanya yang melihat Leon menelepon seorang dokter, Hara mengeledah semua barang-barang Leon di kantor, akhirnya ia menemukan kartu nama seorang dokter psikolog yang menangani penyakit tersebut.


Fakta lain terungkap,  ternyata Leon beberapa kali belakangan ini menemui dokter tersebut, apa lagi sejak hubungan rumah tangga ketiga anak buahnya di guncang masalah.


Pantas saja, Leon beberapa kali terlambat pulang ke rumah.


Sejak saat Hara menemukan  rahasia Leon, ada perasaan  sedih, dalam hatinya,  ia merasa kasihan pada Leon karena mengalami penyakit ketakutan. Ia akhirnya sadar, kalau Hara tidak akan bisa memaksa Leon untuk bicara terus terang dan selalu terbuka padanya. Apa lagi dokter yang merawat Leon bilang, ia akan sembuh jika orang-orang sekitarnya perduli dan percaya padanya.


“Dok, apa suami saya selalu datang ke sini setiap saat?” tanya Hara saat itu, saat ia memberanikan diri menemui dokter yang merawat Leon.


Awalnya dokter wanita yang sudah berumur itu enggan memberitahukan  pada Hara, karena setiap dokter selalu menjaga kerahasian pasiennya. Tetapi setelah Hara membawa , surat nikah dan menunjukkan cincin pernikahan barulah dokter bertubuh tinggi itu  mau menjelaskan pada Hara saat itu.

__ADS_1


“Pak Leon datang kesini beberapa minggu terakhir, dia bilang tidak sanggup jika kehilangan keluarganya seperti teman - temannya, ia akan datang menemui saya jika kalian sedang marahan, untuk meminta obat  penenang,” ujar dokter menatap Hara dengan tatapan seolah-olah menuduhnya penyebab ketakutan Leon  “Kenapa baru sekarang kamu mengetahuinya?” tanya dokter itu menatap Hara dengan tatapan menyelidiki.


“Aku tahu, saat aku menemukan kartu nama Dokter di dalam laci meja kerjanya, Dok. Saya bukan istri yang  baik,  karena baru mengetahuinya,” ujar Hara memegang kepalanya.


“Tidak apa-apa itu artinya ada tiga orang yang mengetahui kalau dia punya gangguan psikologis, bersikaplah biasa saja dan seakan-akan kamu tidak  mengetahuinya, karena dia  tidak mau kamu mengetahuinya, dia bilang kamu kelemahannya dan kamu juga sumber kekuatannya dan alasan dia hidup sampai saat ini,” ujar dokter menatap Hara.


“Baik Dok, aku akan bersikap seakan-akan tidak tahu apa-apa, tolong jangan beritahu padanya kalau kita bertemu apapun yang terjadi,  saya mohon,” ujar Hara memegang punggung tangan dokter.


“Baiklah, aku mengerti, sekarang saya paham kenapa ia sangat mencintaimu, kamu wanita yang baik dan wanita yang sangat cantik, saya yakin ia akan sembuh jika kamu mempercayainya dan membuatnya nyaman dan selalu terbuka padanya, jangan tuntut dia untuk berubah, tetapi kamulah yang harus berubah untuk suamimu,” ujar dokter, ucapannya sama persis seperti yang dikatakan  ibu mertuanya.


“Baik Dok saya akan melakukanya,” ujar Hara saat itu, ia meninggalkan rumah sakit dengan  melakukan penyamaran, ia takut Leon meminta anak buahnya mengikutinya.


Seminggu sudah berlalu saat ia menemui dokter bagian psikologis, ia paham ada banyak rahasia yang di sembunyikan Leon darinya, tetapi Hara memutuskan tidak akan menuntut suaminya untuk  membuka rahasianya, karena hal itu bisa menyakiti hati suaminya, tetapi ia akan  mengubah dirinya sendiri.


‘Aku akan selalu mendukung Leon percayalah, jangan takut lagi’ ujar Hara dalam hatinya


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasi untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


 -Aresya(TERBARU)


-Turun  Ranjang( on going)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2