Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Patah hati


__ADS_3

Wanita cantik itu berjalan dengan tenang menuju rumah sakit tempat di mana ia bekerja seorang dokter dengan Danis, akhirnya Chelia berani turun dari mobil ayahnya. Leon memberinya nasihat- nasihat dan memberitahukan kalau Noah akan selalu mengawasinya dari tempat tersembunyi.


Baru juga tiba di ruangannya, Danis sudah menyolong masuk.



“Katanya  kamu sakit sayang,” ucapnya sembari menutup pintu.


Ia meraih  dagu Chelia ingin menikmati bibir  merah indah tersebut,  Chelia mundur dan menolak dengan halus.


“Maaf, kepalaku sangat pusing,” kilah Chelia dembari memijit keningnya.


“Apa sangat sakit?” Tanya Danis  mendekat,  tangan Chelia menepisnya dengan pelan.


Wajahnya sempat kaget saat Chelia   menjauhinya.


“Maaf Danis,  berikan aku waktu sebentar, kepalaku benar-benar sakit,” ucapnya menolak.


“Ok, baiklah …  kabarin aku jika kamu membutuhkan bantuan,” ujar  Danis, ia keluar dengan cepat tangannya merogoh saku celananya dan menelepon seseorang.


“Apa ada sesuatu terjadi? kenapa,dia bersikap berbeda padaku pagi ini?”


“Bos, saya baru dapat kabar kalau Okan baru tiba tadi  malam”


“Keparat …. pasti di yang sudah meminta Chelia menjauhiku”


“Lakukan seperti yang aku katakan,” ujar Danis.


Danis selain bekerja sebagai dokter, ia juga ikut dalam sebuah orgasasi   gelap yang menyelupkan obat-obat terlarang ke luar negeri.


Ia ingin menghidupkan kembali organisasi Mafia yang di tinggalkan Leon, saat  orang tua mereka berusaha keras  keluar dari dunia hitam tersebut. Danis jusru ingin mengendalikannya kembali, semua itu  mereka lakukan karena dendam pada ayah mereka yang menyakiti  ibu mereka bertiga.


Setelah mengetahui kalau Leon adalah bos  dari ayah mereka, Danis berpikir kalau Leon yang memerintahkan ketiganya untuk menceraikan istri merela bertiga, karena pemikiran yang salah dan dendam yang membara membawa Danis jadi pribadi yang jahat.


Dulu ia anak yang baik, sopan, pintar karena itulah Chelia memiliki perasaan padanya, walau sudah ditentang Okan, Chelia dengan diam-diam mencari informasi tentang Danis di luar negeri, ia yang selalu mengejar lelaki tampan itu.


Setelah mereka lulus kuliah dan mejadai dokter keduanya menjalin hubungan jarak jauh, setelah beberapa bulan Danis pindah  ke Jakarta  bekerja di rumah sakit yang sama dengan Chelia, wanita cantik itu sangat senang dan selalu terlihat bahagia setiap pulang dari rumah sakit.


 Karena hal  itu Leon tidak mau melarang Chelia secara langsung, walau ia tahu Danis hanya  memaanfaatkannya. Leon hanya mengawasinya  secara diam-diam.


Dalam ruangannya Chelia merasa sakit di dadanya, lelaki yang sudah ia cintai sejak lama berniat menghabisinya.


Saat ia ingin keluar dari ruangannya, Danis datang lagi di tangannyaa ia membawa obat untuk Chelia.


‘Apa ini obat apa racun yang akan mencelakaiku’ Ia membatin.


“Sayang, ini minum obatnya”

__ADS_1


"Danis mari kita bicara ….”


Danis meletakkan kotak kecil di atas meja lalu ia duduk di kursi di meja Chelia.


“Apa?”


“Mari kita akhiri sampai di sini?”


Bukannya sedih atau terkejut Danis malah tertawa menyerangai.


“Kamu minta putus?’


“Iya”


“Ha … ha … bukannya selama ini kamu yang mengejar-ejarku dan tergila-gila padaku?”


“Aku tahu …  selama ini akukah yang jatuh cinta padamu dari kita sekolah di SMA. Aku bahkan rela melakukan apapun saat itu, berbohong pada ayah, pada Okan, pada guru demi membelamu, saat kamu tidak mengejerkan PR aku mencuri buku PR Okan dan menyalinya  memberikan pada guru, aku tidak mau kamu di hukum di halaman, setiap kamu di hukum aku selalu sedih”


“Lalu sekarang apa yang terjadi Nona Wardana?”


“Saat ini … mataku terbuka, Danis tidak pernah suka denganku”


“Baiklah …  akan aku jelaskan walau ini di luar rencananaku, iya aku tidak pernah  mencintaimu, awalnya, semakin seiring berjalannya waktu aku mencintaimu,” ujar Danis.


Hati wanita cantik itu sudah terlalu sakit, ia tidak perduli lagi dengan penuturan Danis.


Chelia bergegas pergi sementara Danis hanya diam, apa yang di lakukan Chelia saat ini  di luar rencananya.


“Bagus Nak,” ujar Leon ia masih menunggu putrinya di parkiran, seolah-olah ia sudah tahu kalau putrinya akan meneleponya dan memintanya menjemput.


Chelia keluar  lagi dari  rumah sakit,  sebelum menelepon ayahnya ia masuk ke dalam kamar mandi dulu, membasuh wajahny, ia tidak ingin menunjukkan  wajahnya sedihnya pada ayahnya, ia tidak tahu kalau Leon sudah mendengar semuanya.


Setelah membasuh wajahnya ia menarik napas panjang dan menghembuskannya  lewat mulut, Chelia melakukannya beberapa kali untuk mengurangi rasa sesak di dalam dadanya, setelah melakukan ritual kecil ia menelepon Leon.


“Halo sayang”


“Yah … aku ingin pulang tolong jemput aku lagi”


“Baiklah, kamu turun ke parkiran”


Aaa … Ayah masih di sana dari tadi?”


“Iya”


Tiab-tiba Chelia merasa sangat sedih, karena selama ini ia tidak mau berterus terang pada ayahnya tentang hubungannya dangen Danis.


“Ayaaah …,” ujarnya terisak-isak.

__ADS_1


“Jangan menangis Ce, keluarlah ayah menunggumu di depan pintu rumah sakit,” ujar Leon.


Ia tahu putrinya patah hati, jadi ia ada saat itu. Chelia   keluar buru-buru dari dalam rumah sakit dan masuk ke dalam  mobil ayahnya,   mobil  hitam model sport itu meninggalkan rumah sakit, Awalnya  mereka berdua hanya diam. Leon  memberi waktu untuk putrinya untuk menenangkan pikiranya sendiri.


Tetapi tiba-tiba Chelia  menangis dan memeluk ayahnya, sama seperti tadi pagi Leon menghentikan mobilnya di depan sebuah super market, ia membiarkan putrinya menangis, walau ia hanya diam, saat melihat orang yang disayangi menangis karena patah hati ia merasa dadanya ikut sakit,. Namun, Leon memilih diam sesekali tangannya memberikan tissu untuk putrinya dan satu tangannya mengusap ujung kepala Chelia.



“Ayah … aku bodoh ya?”


“Tidak sayang  lelaki itu yang bodoh karena menyenyiakan wanita cantik sepert kamu”


“Aku dulu sangat mencintainya, tetapi, sekarang aku membencinya, ayah aku ingin pindah dari dari sana, aku tidak ingin melihat dia lagi”


“Baiklah, pindahlah”


“Yah, maafkan aku karena tidak terus terang pada ayah untuk hubungan kami”


“Tidak apa-apa yang penting sekarang kamu sudah  sadar, buktikan padanya kalau kamu bisa  bahagia, kamu wanita kuat sama seperti ibumu”


“Ayo kita kecan ayah, temanin aku satu hari ini, aku patah hati, hanya ayah yang bisa mencintaiku dengan tulus”


“Baiklah sayang... mari kita melihat pantai, "ujar Leon


Demi menghibur putri cantiknya yang patah hati Leon rela tidak masuk kantor satu hari itu.


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasi untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


 -Aresya(TERBARU)


-Turun  Ranjang( on going)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


- Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2