Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Aku yang berhak untuknya


__ADS_3

Setelah melarikan  dari dapur pagi itu Hara, tidak mau keluar kamar lagi, Hara sempat berpikir kalau Leon  akan mengejarnya,  setelah ia muntah-muntah di dapur. Ia sempat  berpikir kalau Leon akan  bertanya  tentang bayinya. Ternyata Bu Atin yang datang.


   Tok … Tok …


“Ini Bibi Non”


“Oh Bibi. Masuk Bi.” Wanita itu membawa  teh madu untuk Hara.


“Ini teh hangat Non, tapi apa tidak sebaiknya kamu minum susu hamil Non”


“Aku tidak suka Bi”


“Non, tadi Leon menatapmu curiga-”


“Biarkan saja Bi, tidak apa-apa”


“Non lalu bagaimana?”


“Aku tidak akan  memintanya  menikahiku, Bi”


“Kenapa Non?”


“Setelah aku pikir-pikir Pak Leon tidak cocok untuk jadi suamiku Bi . Setiap kali aku memikirkannya yang datang malah  … ucapan-ucapan kasar yang  menyakitkan yang pernah ia  katakan padaku. .


Harusnya sih yang  menikahiku dia. Namun, saat ini hatiku menolaknya, entahlah Bi … Hati kan, tidak bisa dipaksa. Mungkin hati ini sudah menjauh darinya.


Saat ini, aku suka lelaki yang humoris seperti Bang Ken, Iwan, Toni itu saja mereka mirip seperti ayahku


Zidan, Rikko Pak Leon mereka tidak masuk dalam list suami idamanku”


“Tapi anak yang kamu kandung butuh ayah Non Hara”


“Jangan khawatir Bi, Kami akan membesarkannya nanti”


“Kami ….? Kami itu siapa Non?”



Hara hanya tersenyum kecil. “Aku mau mandi iya Bi”


Seketika wajah Bu Atin  menegang.


Disisi lain.


Leon  tidak mengejar Jovita atau memaksanya. Namun, setelah ia yakin bayinya masih ada, Leon menemui Bi Atin.


“Apa denganku tepat Bi?” Tanya Leon langsung pada intinya.


“Bibi tidak bisa berbohong,” ujar Bu Atin.


“Kemarilah.” Ia menarik  tangan Leon dari taman  ke dapur.

__ADS_1


“Aku tidak tahu apa yang direncakan Non Hara,  tetapi Bibi mau bilang berjuanglah  untuk mendapatkan perhatiannya , Bibi merasa Nona Hara punya rencana lain untuk kehamilannya.


Bibi melihat ada luka yang masih membekas di balik sorot matanya padamu Pak Leon. Kamu tidak bisa menyalahkannya ataupun memaksa. Aku pikir, ada orang lain yang ingin mengantikan posisimu"


Leon langsung diam.


“ Aku akan bertemu dia, Bi. Aku yang berhak, dia anakku dia darah dagingku


“Pak Leon jangan membuat  dia bertambah marah, emosimu dan amarahmu akan menghancurkan segalanya. Posisimu  berat di disini Pak Leon .... Dia bukan istrimu bahkan bukan kekasihmu, kamu yang menolak dulu menikah dengannya.


Jadi kamu  tidak punya hak sedikitpun untuknya maupun bayi dalam kandungannya. Itu yang bibi takutkan, jika dia istrimu kamu berhak melarang dia  bahkan mengurung dia. Tetapi saat ini kalian tidak ada ikatan dan tidak punya hubungan apa-apa”


Wajah Leon langsung menegang, apa yang dikatakan Bu Atin semuanya benar,  Leon tidak punya hak sedikitpun untuk Hara maupun bayinya.


Leon terdiam,  terlihat jelas ada ketakutan di wajahnya saat Bu Atin  mengingatkannya.


“Lalu bagaimana Bi.” Bu Atin melihat kanan -kanan kiri lalu memegang tangan Leon dengan penuh kasih sayang.


“Leon …. gunakan hatimu Nak, jangan gunakan pikiranmu, kamu masih ingat saat kamu remaja dulu,  saat kamu terluka parah kamu bilang sama Ibu, salah satu impian ingin memiliki keluarga, kamu yang menyakiti Hara. Jangan salahkan dia kalau dia membencimu saat ini. Tetapi berjuanglah demi anakmu Leon"


“Baiklah Bu,” ucap Leon.


Tidak ada yang tahu hubungan mereka berdua bukan hanya sekedar  majikan dan pembantu. Bu Atin sebenarnya  sudah seperti ibu baginya. Wanita itu mengenal Leon dari remaja  menyelamatkan nyawanya beberapa kali saat mereka di hutan dulu.


 Namun, demi  melindungi Leon dari musuh-musuhnya,  ia meminta Leon menjadikannya sebagai pembantu. Karena  ia tidak mau orang lain memanfaatkannya karena ia banyak mengetahui  rahasia  besar Leon.


Bu Atin melihat kanan kiri, lalu ia membuka kalung yang di pakai.


“Ini pakai, itu  hasil doa ritual Ibu,  beberapa hari ini,” bisik Bu Atin.


Melihat seorang asisten rumah tangga datang ke taman belakang.


“Baiklah Pak Leon lakukan dengan Baik”


“Baik Bi”


Leon kembali ke kamarnya, saat ia melihat ke kamar Jovita tiba-tiba ia merasa sangat takut. Ia takut Hara tidak menerimanya ,  kini ia menyesal kenapa dulu ia  menolak menikahi Hara.


Ia mengepal tangannya dengan kuat saat ia mengingat saat Jovita Hara menangis ingin menikah dengan Leon.


Kata-kata yang menyakitkan  yang pernah Leon katakan pada Jovita Hara, sekarang karma ia terima. Leon pernah berkata pada Jovita Hara.


‘Banyak wanita di luar sana dengan suka rela memberikan tubuhnya pada pria lain ,  Lalu  dia hamil. Apa dia akan menutut pertanggungjawaban dari pria itu? Tidak kan?’ teriak Leon saat itu pada Jovita Hara.


Kini dia mendapat karma dari kata-kata yang menyakitkan itu.


“Apa yang harus aku lakukan?” Leon berdiri di balkon kamarnya, ia menatap lautan dengan tatapan kosong.



Melihat Leon  berdiri di balkon, Hara juga  tidak mau keluar.

__ADS_1


“Tidak, aku ayahnya, aku  berhak untuk anakku,” ucap Leon . Ia menemui Bu Atin dan mengajak ke empat bawahannya membantunya lagi.


“Bi ajarain aku memasak lagi makan malam untuk Hara”


“Ha, tadi barusan kan, gagal”


“Gagal pertama , kedua, ketiga”


“Keempat,” celetuk Bu Atin menahan tawa.


“ Ya, Keempat, tetapi bukan berarti gagal seterusnya, kan, Bi?”


“Baiklah, sekarang apa?”


“Aku ingin menyajikan spaghetti dan steak daging, Bi”


“Baik,” ucap wanita itu, ia menghargai usaha Leon.


Meminta  para asisten rumah tangga menyiapkan bahannya .


Leon meminta Bantuan Zidan dan Rikko menyiapkan meja di pinggir  kolam renang.


Leon kembali berusaha keras, memasak makan  malam untuk Hara. Tapi lagi- lagi ia menolak bantuan memasak dari Bu atin, hingga akhirnya berhasil.


Namun, soal rasa  tidak tahu,  tapi mengenai  tampilan Rikko dan Ken membuat tampak cantik dengan riasan yang indah, terlihat meyakinkan.


Dua masakan sudah  Leon masak, spaghetti, dan steak . Kini  tinggal mengajak Jovita untuk dinner romantis seperti yang ia rencanakan.


                                       *


Suasana malam ini, sangat indah, bintang di langit seakan  tersenyum  bersinar lebih terang, menampakkan kecantikan yang sangat indah di langit,  angin  malam seakan berbisik riang, melihat keindahan di samping kolam renang di rumah Leon,  taman kecil di samping kolam renang disulap jadi tempat yang romantis.



 Sebuah meja ber-alaskan warna putih tampak berdiri dengan indah, sebuah lilin di atas mangkok berisi air dan bunga, serta menghias meja dengan kelopak bunga mawar merah, menambah betapa romantisnya suasana malam itu.


Apakah Leon berhasil membuktikan dirinya kalau ia lelaki yang layak jadi suami, lelaki yang di idamkan Jovita? Apa malah Jovita menolaknya?


Bersambung ….


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA IYA! SAYA IKUT CRAZI 3 BAB UPDATE SATU HARI.,  SELAMA TUJUH HARI. BANTU BERI KOMENTAR YANG BANYAK DI SETIAP BAB.


LIKE DAN VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2