
Setelah mengantar Naira ke gedung senam milik ibunya Okan pulang, membiarkan Naira naik angkut, ia juga tidak langsung pulang, ia bertemu temannya di salah satu cafe, setelah siang Okan baru pulang.
Saat ia keluar dari sana, tanpa sengaja ia melihat Naira berada di samping cafe bersama tiga anak-anak yang berprnampilan seperti pemulung. Ia mengumpulkan botol-botol bekas dari cafe bersama tiga anak-anak laki -laki.
“Apa dia seorang pemulung?” Okan terkejut.
“Kenapa Kan, kamu melihat siapa?” Tanya teman Okan yang ia temui tadi.
“Tidak ada Bro, Gue pulang duluan,” ujar Okan, ia bergegas ke parkiran.
‘Kenapa dia jadi pemulung? Bukankan nya gaji seorang arsitek itu besar’ Okan menyalahkan mesin mobil dan kembali ke kantor.
Ia menghiraukan Naira dan ketiga anak malang itu yang sedang menunggu angkot untuk membawa mereka pulang ke panti. Naira tidak membawa mobi mobil tersebut ia titipkan tadi di hotel.
Melihat mobil Okan melintas Naira hanya tersenyum kecil, ia tahu Okan pasti jijik dan malu mengajak mereka masuk ke dalam mobilnya, Naira maklum akan hal itu, Okan salah satu anak konglomerat.
Melihat anak-anak itu lapar, Naira mengajak mereka mengisi perut terlebih dulu sebelum pulang.
Saat sedang duduk makan bakso, tiba-tiba Okan datang dan berdiri di samping Naira, wajahnya terlihat panik.
“Kita perlu bicara sebentar, aku minta tolong,” ujarnya dengan wajah memelas.
“Ada apa?”
“Nanti saja kita bicarakan di dalam mobil saya, ini sangat urgent”
“Adik-adikku?”
“Aku akan memesan dan membayar taxi untuk mereka pulang,’ ujar Okan ia menghentikan taxi.
Okan panik karena mantan kekasihnya pulang ke Indonesia dan sedang dalam perjalanan, padahal Okan menolak Giovani, ia menyebutkan kalau ia akan menikah.
Saat wanita minta bertemu ia panik, karena ia tidak punya kekasih, tiba-tiba ia ingat Naira.
“Apa yang ingin kamu bicarakan?”
“Jadilah pacarku”
Naira terdiam, hal yang saat ia impikan di masa lalu, tetapi saat ini lelaki yang dulu ia cintai sudah ia benci.
“Jangan salah paham, mantan kekasihku ingin menemuiku”
“Lalu kenapa aku?”
”Aku terlanjur bilang kalau aku akan menikah dengan wanita pilihan ibu makanya aku pulang dan akan menikah, aku hanya ingin menghindarinya,"ujar Okan.
“Karena aku tidak punya waktu, dia sudah menuju ke sini aku akan membayarmu, aku yakin kamu sangat membutuhkan uang,” ujar Okan, ia yakin wanita itu akan menerima tawaranya karena ia melihat Naira memulung.
‘Adik-adikku di panti sangat membutuhkan uang, aku akan menerimanya’ Naira membatin.
“Baiklah, kamu membayar berapa untuk pura-pura jadi calon istri dan apa saja yang akan aku lakukan?"
“Sekali pertemuan ini , aku bayar kamu berapa saja”
"Maksudnya bukan hari ini saja?"
__ADS_1
"Ya ... mungkin,"jawab Okan dengan ragu, ia jug tidak tahu berapa lama mantan kekasihnya menerornya.
“Baiklah, katakan apa yang bisa aku lakukan?” Naira siap
“Mungkin pertama kali kita ke salon dulu, agar dia percaya, karena dia tahu seleraku,” ujar Okan melirik pakain milik Naira.
“Tidak apa- apa aku setuju, lagian aku tidak mungkin bertemu orang dengan penampilan seperti ini, aku bisa paham, soalnya aku juga bau sampah”
Tebakan Okan benar kalau Naira langsung merima tawarannya karena melihat ia mengumpulkan barang- barang bekas di tempat sampah, tetapi ia tidak tahu, ia mua menerima itu demi anak-anak panti yang membutuhkan uang.
Okan membawanya ke sebuah salon untuk merombak penampilanya, jika ia membawa wanita biasa ia yakin Giovani tidak akan percaya karena selera Okan dalam memilih wanita harus cantik, pintar.
Setelah hampir setengah jam, Naira sudah di ubah jadi wanita yang sangat berbeda cantik dan berkelas sekilas Okan terlihat sangat terkejut karena penampilan Naira sangat berbeda saat itu. Ia menatap tanpa berkedip, bongkahan indah milik Naira tidaklah kecil seperti yang ia pikiran.
'It's beautiful man' ucap dalam hati.
“Bagaimana? Norak ya biar aku ganti lagi,” ujar Naira kikuk, karena ia tidak terbiasa berpakaian memperlihatkan sebagai keindahan tubuhnya. Naira selalu menyembunyikan kecantikan dibalik pakaian longgar yang ia pakai. Begitulah cara ia menjaga diri karena ia sadar ia hanya anak yatim-piatu.
“Tidak, ini sudah cocok,” ujar Okan.
"Apapun akan aku lakukan nanti kamu jangan menolakku di depannya"
"Baiklah,"ujarnya tanpa pikir panjang.
'Wanita ini sangat cantik, kamu akan jadi milikku'Okan jatuh hati.
Mereka keluar dari salon menuju sebuah cafe, karena di sana Giovani menunggunya.
“Oh … nanti jika kamu bertemu dengannya, jangan katakan apapun, biar aku saja yang bicara,"pinta Okan.
Tiba di satu Cafe mereka sudah di tunggu wanita cantik bak bidadari, ia adalah mantan tunangan Okan.
“Siapa dia?” Ia marah saat mereka tiba.
“Kenalin dia calon istriku, ujar Okan mendaratkan satu ciuman di bibir Naira.
Mata wanita cantik itu terkejut, karena Okan mencuri ciuman pertamanya.
'Apa ini? apa ini ada dalam kesepakatan? Keparat kamu Okan!' Naira memaki dalam hati.
Tetapi, karena ia sudah berjanji tadi, ia hanya diam dengan perasaan geram.
Naira menyodorkan tangganya ingin bersalaman dengannya.
Wanita bertubuh tinggi semampai bukannya menyalam ia malah menyiram pakaian Naira dengan air dalam gelas.
“Dengar iya …. dia milik gue, kami sudah bertunangan dan sudah bersama selama bertahun-tahun gue tidak akan membiarkan wanita model kayak lu merebutnya dari gue”
“Apa yang kamu lakukan!” bentak Okan
Okan memberikan satu tangannya untuk mengerikan pakain Naira.
“Dengar … aku sudah bilang padamu jika aku sudah marah sulit untuk meredahkannya, saat itu aku sudah memohon dan meminta padamu untuk ikut pulang bersamaku, kamu malah memilih pekerjaan dan lelaki ... itu ah sudahlah"
“Sayang … maaafkan, aku salah, aku sudah kembali padamu,” ujar Giovani panik.
__ADS_1
“Maaf ... pintu hatiku sudah tertutup, bebearapa bulan aku menunggumu di Jerman, aku menunggu dengan sabar berharap kamu berubah pikiran dan setuju dengan pernikahan kita, tetapi APA? Kamu malah tidur dengan lelaki lain!” bentak Okan marah.
“Sayang … aku sudah bilang aku mabuk,” ujar Givoani.
“Aku tidak ingin kembali lagi”
“Sayang mamiku sakit … dia meminta bertemu dengan kamu,” bujuk wanita cantik itu setengah memohon.
OKan enggan menanggapinya.
“Nanti aku akan menemui mami, aku akan menjelaskan semuanya pada mereka”
“Tolonglah jangan seperti itu, aku baru selingkuh satu kali saja, kenapa kamu langsung marah begitu”
“Kamu menjijikkan …. sekarang kamu baru mengakuinya”
Giovani terkejut ia hampir menangis, karena tanpa sadar ia telah mengakui perselingkuhannya dengan temannya sesama model.
“Ayo kita pergi dari sini, wanita ini membuatku tidak bisa berkata-berkata lagi,” ujar Okan.
Mereka berdua meninggalkan gadis berwajah cantik, ia menangis sedih, karena Leon tidak mau menerimanya kembali, ia sangat membencinya namanya penghianatan.
Di sampingnya.
Naira ingin memukul kepala Okan dengan batu, karena ia menciumnya sembarangan
"Aku pulang ...,"ujar Naira setelah mereka keluar dari cafe.
"Aku akan menggantarmu"Okan menawar kan diri.
"Tidak usah"Naira berjalan meninggalkan Okan.
'Ada apa dengannya?' Okan mengedikkan pundaknya.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasi untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-Turun Ranjang( on going)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
- Bintang kecil untuk Faila (tamat)