Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Menggantikan bos untuk bicara


__ADS_3

Dalam kamarnya, Jovita Hara kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang, melihat cairan merah yang mengalir deras dari dada Leon membuat lutut kakinya,  seakan- akan tidak mampu menopang tubuhnya.


‘Masih banyak yang ingin aku lakukan, tapi lelaki keras kepala itu membuat pekerjaanku tertunda, aku akan membuka email ayah, aku yakin seseorang  pernah mengirim sesuatu ke email ayah. Aku akan memberikan itu pada bang Tigor.


 Aku harus mencari tahu bagaimana kelanjutannya, apakah  bang Tigor,  bisa  memasukkan lelaki tua itu ke penjara?’ Hara membatin. Ia ingin menghubungi Tigor sang pengacara  yang ia sewa, tetapi saat mencari benda persegi empat itu, mendadak tidak ada.


“Aiiis kemana sih?” Jovita mencari di sekeliling  ranjang di bawah bantal, selimut, di bawah ranjang, tapi tidak ketemu.


"Apa Leon ....?"


Disisi lain Leon  tersenyum kecil, menatap layar ponselnya yang tersambung ke cctv, tadi saat ia ke kamar Hara,  ia masih sempat-sempatnya meletakkan camera pengawas di didalam  pot bunga di kamar Hara,  karena yang dipasang yang pertama dapat ditemukan olehnya,  dicopot dan dibuang sama Hara, Leon terpaksa memasangnya lagi dengan diam-diam.


Saat ini,.sambil berbaring di ranjang Leon bisa melihat Hara kelimpungan mencari ipad miliknya.


“Cari sampai kamu capek, kamu tidak akan menemukannya Nona Hara, karena ada di tanganku,” ujar Leon menatap ponselnya.


Ia terpaksa mengambil iPad tersebut, karena itu yang di jadikan alat komunikasi oleh Jovita Hara, Leon terpaksa mengambilnya, agar ia tidak bisa berhubungan lagi dengan orang-orang di luar, Ia tahu Jovita Hara merencanakan sesuatu pada Bokoy .


Ia berpikir lelaki itu bukanlah tandingan Jovita, ia yakin Jovita Hara tidak akan bisa memasukkan Lelaki jahat itu ke dalam penjara. Leon takut, jika merasa di usik terus menerus, Bokoy malah semakin nekat  mengincar  Hara, maka itu ia harus menjaga Jovita Hara dan bayinya.


Karena itulah, ia harus menyingkirkan alat komunikasi tersebut,  sebelum ia mengetahui apa yang terjadi, bahkan Leon sengaja mematikan saluran televisi ke rumahnya agar Hara tidak lagi menonton berita , ia takut Hara mengamuk lagi seperti tadi.


“Hara, dari pada kamu kelimpungan mencari benda itu kenapa kamu tidak tidur saja, demi bayimu dan kesehatanmu,” ucap  Leon menatap ponselnya.


Sementara di sebelah kamar Leon Hara memegang batang lehernya karena merasa pusing, karena tidak menemukan benda tersebut.


‘Aku harus keluar dari rumah ini,  aku harus bantu dan lihat bang Tigor. Aku sudah bayar-bayar mahal, tetapi belum mendapatkan  hasil' Hara membatin.


Ia pusing, ia sudah  membayar pengacara dengan bayaran selangit, bahkan ia menjual perhiasan milik ibunya tetapi tidak menghasilkan apa-apa.


 Hara dengan  yakin keluar dari kamarnya, ia melirik kamar Leon dan berjalan pelan menuju pos keamanan di mana Rikko dan  anak yang lain lagi duduk santai.


“Kak Rikko!”


“Non ada apa?” Lelaki tampan itu berdiri mendekati Hara. “Ada apa Non Hara, ingin makan sesuatu?”


“Ha?” Tanya Hara bingung.


“Maksudku … kamu ngidam mangga atau ingin makan yang asam -asam?” Mereka berempat baru membaca buku panduan tentang wanita hamil


Wajah Hara langsung merah, ia merasa canggung jika menyingung kehamilannya, apa lagi pada anak buah Leon, biar bagaimanapun, ia merasa dirinya hamil tanpa pernikahan. Hara lahir dan besar di keluarga yang memegang nilai adat yang tinggi, Hamil di luar nikah tentu satu hal yang salah di matanya.


Tetapi ia sudah berjanji pada Leon kalau ia akan menjaga bayinya sampai lahir.


“Oh, bukan tentang itu Kak, aku ingin hal yang lain”


“Baiklah katakan!”


“Izinkan aku keluar sebentar, aku akan memakai penyamaran."

__ADS_1


“Jangan Non, tidak  boleh, di luar sangat  berbahaya. Bos berpesan agar kami menjagamu  lebih ketat lagi”


“Hanya sebentar saja Kak, aku ingin bicara pada pengacara  yang aku sewa dan ingin mencari tahu tentang om Piter”


“Non tidak tahu kalau Bos sudah menyelamatkan Piter?”


“Apa be-benarkah?” Wajah Hara sangat gembira.


“Bos  belum memberitahukannya?” Tanya Rikko lagi.


“Belum. Tapi kapan kak?”


“Ah kamu tidak tahu Non, bagaimana Bos bertarung nyawa menghadapi Bunox.” Rikko  memulai  rencana untuk mengambil simpati Hara untuk sang bos.


“Lalu apa yang terjadi? Apa omku baik-baik saja, dia sehat?”


“Dia baik-baik  saja, tapi yang ingin aku  ceritakan ini perjuangan bos Leon Non”


“Baiklah, apa yang terjadi?”


“Bos bertarung nyawa untuk menyelamatkan Piter demi kamu Non.”


Tidak jauh dari perlakuan Bos yang licik. Rikko juga melakukan hal yang sama, ia menceritakan perjuangan  Leon  untuk melepaskan Piter. Tetapi semua yang dikatakan Rikko semuanya bohong, ia membuat cerita seolah-olah Leon berjuang mati-matian menyelamatkan Piter . Padahal nyatanya ia dan Zidan yang menyelematkan Piter.


Benar saja wajah Hara  merasa bersalah.


“Lalu Pak Leon terluka?” Tanya Hara kemudian.


“Lagi Non, sebenarnya masakan  kemarin itu, bukan ulang tahun Zidan,” Iwan tiba-tiba ikut bicara.


“Lah kok kalian bilang …?”


“Sini, sini duduk dulu Non.” Iwan meminta Hara duduk di kursi di taman disamping pos jaga.


“Lalu”


“Aku tidak ulang tahun saat itu  Non. Ni lihat.” Zidan sampai mengeluarkan kartu identitasnya dari dompet.


“Lalu kalian berbohong donk," ucap Hara bingung.


“Jadi begini ….” Rikko menceritakan semua kebenaranya.


“Tangan Bos sampai -sampai terluka Non, itu semua demi kamu,”ucap Iwan sedikit lebay.


Keempat lelaki tampan itu bekerja sama menaklukkan hati Hara, mereka  menggantikan sang bos yang tidak bisa  mengungkapkan kalimat romantis lewat kata-kata dan lewat ungkapan.


Maka keempat lelaki tampan itu yang mengantikan melakukannya.


“Kenapa kalian tidak bilang,” ujar Hara  hatinya sedikit melunak.

__ADS_1


“Non, Bos Leon tidak mengizinkan kita,” ujar Rikko.


Tiba-tiba si Ken lelaki kocak yang mengaku dirinya lelaki paling tampan di kampungnya, sanking tampan banyak yang mengantri wanita-wanita ke rumahnya.


Ia datang membawa piring yang isinya potongan mangga muda garam dan kecap.


“Apa itu tanya mereka semua?”


“Bos bilang orang hamil suka makan mangga muda, jadi, aku memanjat mangga di samping juniorku di gigit semut tentara,” ujar Ken.


Hara tertawa terbahak-bahak,  saat Ken memperlihatkan  celana yang robek saat memanjat mangga.


“Baiklah sebenarnya aku tidak begitu suka mangga muda, tapi karena Kak Ken sudah berusaha aku menghargainya,” ujar Hara awalnya hanya memakan satu potong, tiba-tiba ia merasa nagih dan tidak merasa asam dan memakannya seperti cemilan. Melihat Hara memakan dengan santai ke empat lelaki tampan itu rupanya penasaran.


“Memang tidak asam Non?” Tanya Ken.


“Tidak, buatku enak, coba saja.” Ken tanpa ragu mencopot satu dan mengunyah .... seketika  matanya melotot dan mulutnya penuh dengan air. Ia meringkuk dengan wajah yang aneh, karena menahan rasa asam yang luar biasa .


Tetapi ia tidak mau  terjebak sendiri,  ia menahannya membiarkan Iwan mencoba.


“Bagaimana, Ken?”


“Enak jawab Ken berbohong”


Dengan cepat Iwan dan Rikko mencoba satu satu dan  mereka berdua sama menggelepar menahan rasa asam. Kenzo tertawa terbahak-bahak karena  berhasil mengerjai rekannya. Tetapi Zidan tidak, ia tidak mencoba mencicipi mangga  muda tersebut. Namun, ikut tertawa lepas saat melihat reaksi berlebihan dari Iwan,  ia seperti orang yang kesetrum saat memakan mangga muda.


Tawa  dan kehebohan mereka mengundang perhatian Leon, ia bangun melirik dari jendela melihat Hara tertawa  lepas  bercanda dengan mereka berempat. Leon ikut tersenyum kecil saat melihat Hara tidak  marah lagi.


“Jadi Non ....  Bos melakukan semuanya agar kamu tidak marah jangan marah lagi sama Bos iya,” ujar Ken memelas seperti anak kecil yang membujuk temannya.


“Baiklah Kak Ken,” ujar Hara tersenyum manis.


Melihat Hara tidak marah lagi, misi pertama keempat lelaki tampan itu berhasil Leon beruntung, walau dia tidak punya keluarga. Namun, ia  memiliki lima anak buah yang sangat perduli dan sayang padanya.


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2