
Okan dan Chelia masih duduk di taman.
“Baiklah sekarang berhenti membahas tentang aku bagaimana dengan kamu?” Tanya Okan menatap saudara kembarnya.
“Apa?” tanya Chelia.
“Sudah berapa lama kamu bertemu dengannya?” Tanya Okan.
“Sama siapa?” tanya wanita bermanik coklat tersebut.
“Ayolah Che … kamu pasti tahu siapa yang aku maksud, aku tahu apa perl
“Dia, baru dua kali,” ucapnya jujur.
“Apa ayah tahu ini?”
Chelia Putri Wardana
"Kami bertemu saat dia bertugas di rumah yang sama denganku, "ucap Chelia
“Lalu?”
“Itu hanya kebetulan,” balas Chelia
“Jangan menemuinya lagi Ce .. dia hanya ingin mempermainkanmu”
“Kamu salah Kan, dia anak yang baik”
“Ce dia kepala gengster, dia mendekatimu hanya untuk membalas dendam pada kelurga kita”
“Apa …? Dia anggota kriminal?” Chelia terkejut.
“Orang yang melukai lehermu di rumah sakit, Thiani dia bekerja sama dengan Danis dan Juna"
“Itu tidak mungkin Okan, dari mana kamu tahu?”
“Aku menyelidikinya”
Chelia langsung terdiam, ternyata Danis dan Chelia diam-diam menjalin hubungan jarak jauh selama ini, belakangan Danis datang ke Jakarta untuk menemui Chelia dan bekerja di rumah sakit yang sama dengan Chelia.
“Aku mau tidur sudah larut,” ujar Chelia.
“Ce …!”
Gadis cantik yang berprofesi sebagai dokter itu berhenti, lalu membalikkan badannya.
“Ya”
“Jangan menemuinya lagi, jangan biarkan ibu sedih lagi … aku sudah mengecewakan mereka berdua, aku berharap kamu juga jangan melakukannya.” ujar Okan.
Chelia hanya diam, ia tidak men iyakan dan tidak menolak juga.
Ia meninggalkan Okan yang masih berdiri di taman.
‘Aku berharap kamu tidak melakukan kesalahan’ Okan membatin.
Tiba dalam kamar, Chelia diam ia tidak tahu siapa yang akan ia percaya saat ini, apakah ia akan mendengar saudaranya atau lelakiyang ia cintainya.
*
Saat pagi tiba Chelia berangkat ke rumah sakit lebih pagi tidak seperti biasanya.
“Kok … berangkatnya pagi sekali Nak?’ tanya Hara yang baru turun dari kamarnya.
“Iya Bu, aku ada operasi pagi ini,” balas Chelia, ia tidak berani menatap wajah ibunya.
“Kakak Cece habis nangis iya matanya bengkak,” sontak Leon dan Hara menoleh ke arah Chelia.
__ADS_1
“Siapa yang nangis … ngak tuh …,” desis Chelia mencubit pipi adik bungsunya.
“Gak … mata Kak Cece bengkak,” tambahnya lagi.
Gadis yang di panggil Cece itu meniup wajahnya adiknya dengan gemas, tetapi Leon sepertinya tahu Okan telah mengatakan sesuatu pada adiknya.
“Kamu buruan serapannya, kalau tidak kakak tinggalin, kakak ada tugas penting di rumah sakit saat ini,” ujar Chelia mengucek-ucek rambut Lukas.
“Kakak duluan saja nanti aku sama abang Okan, kan, sudah ada di sini,” balas Lukas.
“Biar ayah yang antar kamu Ce,” timpal Leon meneguk kopi di gelasnya.
“Ayah tidak ke kantor hari ini?”
“Tidak, ayah sakit punggung ingin ke rumah sakit bersama kamu”
“Baiklah tampan, mari kita pergi,” ujar Chelia, gadis cantik itu sangat dekat dengan Leon, bahkan ia memberikan nama julukan pada ayahnya si 'tampan'
Karena permintaan Hara, Leon memberi sedikit kebebasan pada putrinya, kalau dulu saat masih kuliah Leon yang selalu menjemput dan mengantar putrinya ke sekolah. Sekarang karena ia sudah dewasa Leon memberinya sedikit kelonggaran, wanita cantik itu sudah diperbolehkan menyetir sendiri kalau lagi bertemu temannya.
Chelia juga sudah boleh jalan- jalan bersama temannya, semua itu Leon lakukan karena Hara yang menasihatinya, ia tidak mau Chelia merasa di kekang.
Dalam mobil Leon hanya diam.
“Apa ayah lagi marah?”
“Tidak sayang, ayah tidak marah, hanya berpikir kenapa tadi malam putriku menangis sesegukan?”
“Ayah, aku mau jujur sama ayah … tapi jangan marah ya”
“Baiklah”
“Aku sama Danis punya hubungan … ayah marah?”
“Ayah tahu sayang”
Chelia kaget karena Leon mengetahui hubungannya dengan Danis.
“Da-dari mana ayah tahu?”
“Ayah kan sudah pernah bilang Ce, ayahmu ini mantan penjahat”
“Lalu benar apa yang di bilang Okan?”
Leon mengangguk, Leon tahu semua tentang putrinya walau ia memberinya kebebebasan bukan berarti Leon membiarkan putri cantiknya begitu saja.
Leon membayar seorang bodyguard profesional menjaga Chelia, Chelia tidak tahu kalau Noah sopir yang mengantar jemputnya ke rumah sakit seorang bodyguard yang disewa Leon untuk menjaganya.
“Danis … hanya ingin memaanfaatkanmu untuk membalasku dan bang Okan”
Leon menyerahkan ponsel miliknya pada Chelia di sana ia melihat rekaman di mana Danis hanya ingin memperalat Chelia untuk membalas dendam pada Okan dan Leon atas kematian ibunya.
Danis Zidani
Air dalam mata Chelia mengalir deras menyusuri pipi mulusnya, ia tidak tahu lelaki yang ia cintai dari kecil itu adalah orang yang jahat yang akan menghancurkan keluarganya.
“Lalu kenapa ayah tidak melarangku?”
“Ayah tidak ingin kamu berpikir mengkekangmu Ce”
“Lalu bagaimana kalau dia mencelakaiku ayah”
“Dia sudah sering melakukannya, dari beberapa tahun lalu, tetapi ayah mencegahnya”
“Maksudnya …?”
“Kamu ingat saat kamu pingsan saat di hotel?”
__ADS_1
“Danis yang melakukannya dia meminta rekanmu memasukkan obat tidur di minumanmu”
“Astaga!”
“Bukan hanya itu Ce … mobilmu yang mogok di tegah jalan beberapa lalu dan ada penjahat yang mencelakaimu itu ulah dia”
“Apa dia sejahat itu ayah?”
“Iya”
“Apa yang harus aku lakukan ayah?” Chelia memeluk Leon, ia menangis sedih setelah ia tahu Leon menyamar jadi Ob di salah satu Villa di Jawa Barat demi menjaga putrinya.
“Jangan- jangan ayah jatuh saat aku kemping?” tanya Chelia panik
“Iya”
“Ayaaah … maafkan aku.” Chelia menangis hiteris setelah tahu semua pergorbanan Leon padanyas selama ini, Leon sampai pincang karena tertusuk besi saat menyelamatkan Chelia dari kebakaran malam itu.
Leon menghentikan mobilnya di pinggir jalan saat melihat Chelia menangis histeris memeluknya.
‘Terimakasih para Leluhur karena akhirnya putriku sadar juga'ujar Leon mengusap buliran air dari sudut matanya.
“Tidak apa-apa sayang ayah sangat senang , karena kamu selamat,” ujar Leon memeluknya.
“Aku janji akan membuangnya ke tempat sampah ayah,” ujar Chelia, pada akhirnya dokter cantik itu sadar juga kalau cinta tulusnya pada Danis kesia-siaan.
“Kamu yakin Nak?” Tanya Leon, karena ia tahu putrinya sudah lama suka pada Danis, bahkan saat mereka duduk di bangku SMA.
“Bukannya kamu sangat mencintainya?” Tanya Leon.
“Cintaku lebih besar pada keluargaku dari pada orang jahat itu, untuk apa bertahan dengan orang yang berniat mencelakaiku,” ujar Chelia.
“Terimakasih Ce,” ujar Leon, melepaska pelukannya ia mengusap air mata putrinya.
“Untuk apa Yah?”
“Karena kamu sudah sadar,” ujar Leon dengan mata berkaca-kaca, Leon pernah sampai sakit gara-gara memikirkan hal itu, ia tahu putrinya hanya di jadikan mainan oleh Danis, tetapi ia tidak bisa melarangnya ia tidak ingin putrinya sakit hati padanya, jadi ia hanya bisa mengawasi dan menjaga Chelia diam -diam.
Noah yang mendampingi Chelia selama dua pukuh empat jam, lelaki itu rela menyamar menjadi apa saja demi melindungi Chelia,
Chelia tidak tahu dalam tubuhnya ada banyak camera mata-mata yang di pasang Noah atas perintah Leon, hanya di kamar mandi tidak ada camera pengawas.
“Terimakasih ayah, aku mencintaimu, maaf mengecewakanmu,” ujar Chelia menunduk .
“Tidak sayang, ayah selalu bangga padamu, kamu wanita yang baik persis seperti ibumu, ayah yakin kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari dia,” ujar Leon.
“Baik ayah aku tahu, aku janji akan melupakan si keparat itu,” ujar Chelia.
Mendengar kata keparat dari putri nya Leon hanya tersenyum kecil karena kata keparat itu sering sekali keluar dari mulutnya saat ia sedang marah.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasi untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-Turun Ranjang( on going)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
- Bintang kecil untuk Faila (tamat)