
Ketatnya penjagaan di rumah Leon, tidak mengapa bagi Hara , ia sadar itu semua Leon lakukan demi kebaikan dirinya, maka itu ia tidak terlalu protes.
Tetapi terkadang rasa jenuh pasti ada, maka sore itu Hara ingin keluar dari rumah.
“Bu, ayo kita keluar aku jenuh d rumah, kebetulan ada Kak Zidan, Ken, Toni, kalau mereka yang mengawal Leon pasti tidak marah.
“Keluar, kemana?”
“Ke hotel saja, aku rindu sama Tiara, saat kecelakaan saat itu tidak pernah bertemu, Bu."
“Boleh, ibu juga ingin lihat suasana keramaian Jakarta,” ujar Bu Atin.
Mereka berdua keluar meminta ketiga lelaki tampan itu untuk menemani mereka.
“Baik sebentar, aku kabarin,” ujar ZIdan. Zidan masih sering main ke rumah walau ia sudah membeli rumah sendiri, dan Clara juga sudah hamil hanya beda beberapa minggu dengannya. Jadi istri Zidan dan Leon sama-sama hamil.
“Bagaimana?” Tanya Toni, tetapi matanya melirik Kikan perawat yang bertugas merawat Bu Atin.
“Boleh, kata Bos. Ayo.”
Melihat tatapan Toni selalu melirik Kikan Hara mengajaknya ikut jalan-jalan.
“Sus, ikut saja iya.”
“Saya ikut Bu?”
“Iya.”
Nona Hara layak mendapat julukan mak jomblang sukses, karena siapapun yang ia jomblangin pasti berakhir di pelaminan. Melihat Kikan ikut Toni terlihat jadi salah tingkah. Mereka berangkat dua mobil.
Leon mengijinkan Hara keluar karena ada anak buah terbaiknya yang mengawasinya . Kalau ada Zidan, Ken , Toni Leon tidak pernah khawatir, Karena anak buahnya yang lain semuanya masih baru.
Saat tiba di hotel, Leon sudah menunggu mereka di cafe hotel, saat duduk. Hara minta izin mau bertemu Tiara sahabatnya. Walau Hara sudah istri Bos ia tidak melupakan teman-teman lamanya. Saat ingin berdiri ternyata Tiara sedang melintas.
“Tiara!”
“Wanita berkulit eksotis itu menoleh, ia kaget melihat Hara, ia ingin berteriak dan ingin memeluk , tetapi melihat ada bos besar jadi bersikap tenang. Melihat sahabatnya sungkan Hara yang menghampirinya jarak lima meter hari Leon.
“Hara ….! Iya ampun kamu sudah hamil,” ujar Tiara mengusap perut Hara dengan wajah bersemangat. Leon selalu mengawasi Hara.
Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba seorang pria berpakaian tentara berdiri dari kursi cafe.
Toni.
__ADS_1
Melihat itu Toni juga berdiri dan duduk tidak jauh dari Hara.
“Hara ….? Jovita Hara kan?”
“Iya benar, siapa iya?”
“Aku Johan.”
“Oh … bang Johan. Apa kabar?”
“Sini, sini duduk kamu sedang hamil,” ujar sang tentara.
Melihat pemandangan akrab itu tanduk di kepala Leon seakan-akan keluar. Ia menatap tajam pada sang tentara. Mereka semua melihat Leon yang terbakar api cemburu.
Mengobrol akrap dengan Johan , ia teman Piter, ayah lelaki itu yang bersaksi di pengadilan kalau Piter tidak bersalah di masa lalu, ia tidak membunuh atasannya , ia hanya dijebak. Karena itulah Piter dan Hara sangat menghormati Johan dan keluarganya.
“Aku buru-buru nih, nanti kita telepon lagi iya salam sama Bang Piter dan Bibi, sama Om iya,” ujar Johan. Ia berdiri dan memeluk Hara, karena sudah menganggap seperti adik. Bagi Hara itu hal, tetapi seorang Leon itu hal yang luar biasa bahkan membakar hatinya. Dari hotel sampai pulang ke rumah Leon hanya diam.
Leon duduk, tetapi lagi-lagi mata Hara di buat menyengit bingung, walau Leon berusaha menutupi tetapi Hara tahu ia lagi marah.
‘Ya Tuhan, apa orang bunting juga perlu di cemburuin? aku kira setelah aku hamil ia bakal tidak cemburu lagi, ternyata cemburu juga.
Hara merasa bersalah karena membuat lelaki berhidung mancung itu jadi diam, tetapi tidak sedikitpun ada niat akan ingin membuat Leon cemburu.
“Kamu tidak apa-apa sayang?”
“Baiklah sayang, selamat malam,” ucap Hara.
“Malam.”
Hara juga tidur, ia membaringkan tubuhnya, tetapi tubuhnya menatap punggung Leon, ia tidak tahu harus bersikap seperti apa, jika Leon marah seperti itu.
Ia memajukan tubuhnya kearah Leon memepetkan perut buncitnya ke punggung Leon dan tangannya menyelinap memeluk pinggang.
Mata Leon terbuka, menatap tangan Hara melingkar di pinggangnya. Leon mengusap punggung tangan Hara dengan lembut. Ia juga merasakan badan bagian belakangnya menyentuh gundukan perut Hara.
Leon membalikkan tubuhnya menghadap Hara, menatap wajah Hara dengan dalam, perlahan Leon mendekatkan wajahnya .
Bibirnya menyentuh bibir mungil Hara, ia menyentuh dengan perlahan dan semakin dalam Leon mengecap bibir berwarna merah itu dengan lembut semakin dalam, melumatnya dengan nikmat. Hara menutup mata, ia juga menikmati sentuhan hangat yang diberikan Leon.
Leon melepaskan pangutannya dari bibir Hara, mengusap kepala wanita itu dengan hangat dan membawanya ke dadanya.
Leon begitu mencintai Hara, terlihat dari setiap tatapan mata yang ditujukan pada Hara. Terkadang ia lupa mencintai dirinya sendiri, karena terlalu dalam mencintai wanita hamil tersebut.
“Apa kamu cemburu tadi?”
“Iya.”
__ADS_1
“Leon, aku sedang hamil, siapa yang mau sama wanita bunting sepertiku. Kamu cemburunya tidak wajah Leon.”
“Aku tidak suka Hara, dilihat pria saja aku tidak suka, apa lagi dia memelukmu, seperti itu.”
“Leon dari pertama kita bertemu kamu selalu bersikap posesif padaku apa tidak bosan.”
“Tidak.”
“Sayang …. begini baiklah, pria itu namanya Johan dia teman Om Piter.”
“Harusnya kamu kenalkan samaku Hara, "ujar Leon.
“Tadi dia buru-buru, dia sedang bertugas, dia sedang mengawal atasannya di hotel kita. Kalau tidak buru-buru pasti aku akan aku kenalkan ke kalian semua, bukan hanya padamu bos untuk semuanya ” ujar Hara.
“Kamu yakin?”
“Iya Leon,” ujar Hara memutar bola matanya memperlihatkan warna putih di dalam matanya. ” lebay,” ujarnya mendengus kesal.
“Bodoh,” ujar Leo menurunkan tubuhnya dan menenggelamkan wajahnya di perut buncit Hara.
“Dasar tukar cemburu,” ujar Hara lagi.
“Aku cemburu pada wanitaku, pada istriku,” ucapnya menahan senyum, ia merasa seperti seorang pemenang.
Tetapi luka masa lalu membuat Leon terkadang membuatnya ketakutan, karena kesalahan masa lalu Leon memiliki banyak kekhawatiran dan kekhawatiran itu menjadi beban bagi diri sendiri, tidak mudah baginya melepaskan diri dari luka masa lalu itu.
Berbeda dengan Hara, walau luka masa lalu itu sangat menyakitkan dulu, tetapi ia melupakannya hal-hal buruk yang pernah ia lalui. Hara menganggap, luka masa lalu perjalanan menuju masa depan.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1