Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Ternyata dia gadis dari masa lalu


__ADS_3

   Beberapa hari kemudian sejak kepulangan Okan, rumah Leon semakin  ramai . Lucas si bungsu selalu menganggu Okan ia minta tidur di kamar Okan dan maunya diantar ke sekolah sama Okan.


Pagi itu Okan mau mengantar Lucas ke sekolah, saat  ia ingin pulang lagi-lagi ia bertemu Naira.



‘Ah … kenapa bertemu dengan wanita lagi bagaimana kalau Luca mengadu sama ibu?’ Okan berpikir kalau Naira akan  bersikap akrap dengannya,  karena ia meminjamnya jadi kekasih pinjaman beberapa hari yang lalu.  Naira berjalan ke arahnya, Okan pura-pura  mengalihkan wajahnya ia berpikir Naira akan  menghampirinya, tetepi yang terjadi wanita itu hanya lewat tanpa menyapa karena ia Okan menghindarinya.


‘Jangan kwatir Pak wardana aku tidak akan bersikap sok akarap denganmu’ Naira membatin.


Ia berjalan masuk ke dalam  sekolah karena salah satu  anak panti masuk ke sekolah elite tersebut, karena dapat beasiswa.


“Ah … syukurlah dia tidak menyapaku,” ujar Okan ia menghela napas lega.


Menghidupkan mesin mobilnya dan berangkat ke kanator.


Saat malam tiba, Leon, Chelia Hara baru tiba dari luar kota.


“Bagaimana  Kan ada masalah di kantor?” Tanya Leon saat mereka duduk di meja makan.


“Tidaka ada ayah semuanya  bisa aku handle”


“Lalu bagaimana dengan  bagunan yang Ibu pesan kapan mulai di kerjakan”


“Oh, itu aku kurang tahu wanita itu tidak mengabariku lagi,” ujar Okan enggan membahas Naira.


“Wanita yang mana?”


“Arsitek yang Ibu tunjuk”


“Naira maksud kamu?”


“Namanya Naira?”


“Abang tidak kenal dia?” Tanya  Chelia menatap Okan dengan wajah serius.


“Tidak, memang siapa?”


“Ya ampun Bu dia tidak kenal …” Chelia menggeleng. “Begitu kalau wanitanya tidak cantik kamu pasti tidak akan open,” ujar Chelia.


“Dia Naira teman satu  kelas kamu dulu …,” ucap Hara.


“Naira … gadis yang memakai kaca mata tebal itu?”


“Ya”


OKan terdiam sesaat, pikiranya melintas pada enam yang tahu yang lalu, di mana seorang siswa ingin di pecat karena di tuduh memakai  narkoba, ia di fitnah sama anak-anak populer di sekolah itu, padahal sat itu Okan melihatnya sendiri  tetapi ia tidak mau membelanya ia cuek karena gadis itu culun.


Padahal saat itu gadis culun itu hanya mengambar di belakang sekolah,  ia tidak punya teman, waktu istirahatnya untuk mengambar dan melukis.


Mendengar masalah itu, ibunya meninggal, ia anak yatim yang tinggal bersama ibunya yang sakit-sakittan karena kejadian saat itu, ia kehilangan ibunya, sejak saat itu di panti.

__ADS_1


Hara merasa sangat kasihan mendengar kisah hidup Naira, ia membiayai kuliah Naira dan menganggapnyas sebagai keluarga, sering mengundangnya datang ke rumah dan mereka berteman baik dengan Chelia, begitulah cara Hara, agar  gadis yatim piatu menghilangkan rasa amarahnya dari Okan.


“Masa kamu tidak mengenalnya Bang padahal sudah bertemu beberapa  kali,” ujar Chelia.


“Aku tidak mengenalnya, karena dia juga tidak bilang padaku,” ujar Okan.


“Ya uda nanti saja kenalannya, kebetulan ibu mengundangnya untuk makan malam dengan kita. Itu dia uda datang”



Mata mereka melihat ke arah pintu, Naira datang, kali ini penampilanya berbeda lebih bersih dan modis.


“Selamat datang Nai, mari duduk  makan.” Gadis berambut panjang itu duduk.


Okan diam-diam melihatnya, ia tidak tahu kalau gadis yang ia minta pura-pura jadi calon istrinya, ternyata teman satu sekolahnya,  gadis di masa lalu yang suka padanya.


‘Apa saat ini dia masih suka denganku?’ Okan bertanya dalam hati.


“Nai … bagaimana pekerjaanmu apa semua baik?” Tanya Leon.


“Baik Pak, bagaimana perjalanan kalian, apa menyenangkan pulau Bajo, pulau impianku aku ingin berlibur ke sana"


“Bagus bangat Nai, aku bawa foto-foto bagus untukku, coba kamu lihat.” Chelia memberikan camera padanya.


Setelah selesai makan mereka duduk di ruang tamu.


“Wah … ini bagus bangat.” Naira mengagumi foto hasil jepretan Chelia. Naira mengobrol ceria saat bersama Chelia mereka berdua cocok, Okan hanya diam melihat adiknya dan Naira bercekrama, ia terus  menatap  Naira. Jika bersamanya  gadis ituhanya diam, padahal aslinya ia wanita yang sangat ceria sama seperti Chelia.


“Terimakasih banyak Bu, sudah, Nai … sudah bicara sama pegawai Pak Piter  dan sudah mulai berjalan, ibu panti dan anak-anak sangat senang Bu, mereka tidak sabar lagi akan pindah karena rumah yang saat ini sudah bocor di mana-mana”



“Baiklah Ibu senang membantu, jika kamu butuh bantuan minta tolong saja sama Okan,” ujar Hara menatap putra sulungnya.


“Kalian mengobrol saja, Nai nginap saja di sini temanin Chelia, dia butuh teman curhat,” ujar Leon.


“Baik pak,” balas Naira.


Okan kaget melihat kedekatan keluarganya pada gadis yang ia sepelekan beberapa hari ini, ia tidak tahu kalau kalau pacar pinjaman yang ia sewa beberap hari lalu dan ia cium itu, sangat dengan keluarganya.


Leon dan Hara naik duluan ke kamar mereka tinggallah  Chelia Okan, Naira masih duduk di sana.


“Nai, mau minum sesuatu  biar aku bikinin.” Ia berdiri, ia  memberi waktu untuk Okan bicara berdua dengan Naira.


“Boleh Ce, ak-


“Lemon hangat seperti biasa,” potong Chelia.


Chelia berjalan menuju dapur, ia melirik Okan yang duduk tinggal berdua dengan Naira.


“Kenapa kamu tidak bilang kalau kita satu kelas …?” Okan buka suara duluan.

__ADS_1


“Untuk apa?”


“Iya setidaknya aku tahu, kalau kamu sudah mengenalku,” ujar Okan.


“Jangan khawatir … aku tidak akan mengatakan apa-apa pada keluargamu,” ujar Naira bersikap acuh pada Okan, karena sejujurnya ia membenci Okan. Karena ulah Okanlah ia  kehilangan satu- satu keluarga yang ia miliki.


“Baiklah, aku juga berharap seperti itu,” ujar Okan, kali ini ia benar-benar merasa bersalah, ia ingin minta maaf atas kejadian masa lalu, tetapi Okan tidak punya keberanian mengucapkannya, ia hanya diam memainkan ponselnya matanya sesekali  melirik Naira . Gadis  manis itu juga sibuk dengan ponsel di tanganya.


Suasana kembali hening.


“Kalian berdua diam saja sih obrol apa gitu …,” ujar Chelia yang datang membawa nampan minuman. Hara, mendidik Chelia mandiri, jadi, wanita cantik itu bisa memasak dan melakukan pekerjaan rumah dengan baik.


“Ce … kita duduk di luar melihat bintang malam lebih seru, bawa gitar kamu Ce,"ujar Naira, ia benar-benar menjauhi Okan.


“Ok”


Naira dan Chelia duduk di luar menyanyikan beberapa lagu.


“Nai … apa kamu masih dendam pada abangku?” Tanya Chelia.


“Dendam tidak lagi … tetapi aku tidak suka mengobrol dan tidak suka dekat-dekat dengannya,” ujar Naira jujur.


“Bagaimana kalau tiba-tiba abangku suka sama kamu dan meminta kamu jadipacarnya apa kamu mau?” Tanya Chelia.


“Abangmu seleranya tinggi Ce, itu tidak akan terjadi, tetapi kalau itu terjadi aku akan menolaknya, aku lebih suka pasangan yang hangat dan ceria bukan dingin dan acuh seperti dia, aku mau seperti Danis pacarmu dan Jordan mereka ramah dan baik,” ujar Naira.


"Jika Okan memintaku, jadi kekasihnya aku menolak, karena perasaan cinta yang dulu sudah hilang dari dirinya"


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasi untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


 -Aresya(TERBARU)


-Turun  Ranjang( on going)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (tamat)

__ADS_1


__ADS_2