Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Cinta Diujung Nestapa


__ADS_3

Leon  tahu kalau Hara pergi Ke Kalimantan, ia meminta bantuan Kinan dan Nana mantan anak buahnya dulu saat di Kalimantan.


“Na, aku ingin kamu hanya mengawasinya dari jauh, laporkan apa yang dia kerjakan,” ujar Leon lewat telepon.


“Baik Bos, wanita berambut blonde itu meminta Kinan membantu melacak nomor telepon Hara, sementara Nana dan beberapa orangnya mengawasi Hara, malam itu mulai saat di hotel dan pagi itu ke makam putranya. Leon mengetahui semuanya.


Tetapi Leon  sengaja membiarkan Hara ke Kalimantan, karena ia berpikir Hara hanya  melihat makam putranya.


Leon tidak tahu kalau Hara, hanya ingin pamit  untuk menikah dengan Maxell. Leon berpikir ia hanya  merindukan putranya setelah ia melihat Hara menangis di dalam mobil pagi itu, saat mereka menuju Bandung.


“Sampaikan salamku juga untuk putraku,” ujar Leon melihat foto Hara ziarah, foto yang di kirim Nana.


 Ia kembali sendirian dari Bandung menuju Jakarta


Baru juga ia tiba di hotel  menemui Ken, Bram dan ZIdan.


Namun, teman Leon di kepolisian mengabarkan sebuah berita yang membuat jantung  Leon berdebar kuat.  kalau Bunox melarikan diri dari penjara di bantu beberapa mafia  musuh Leon di masa lalu.


“Pak Wardana berhati-hatilah, saat kami memeriksa  kamarnya di penjara,  kami menemukan foto dirimu  dan Nona Hara, nyalakan  televisi Mento Tv” ujar polisi,  jantung Leon  semakin berdetak cepat.


“Baik terimakasih,” ujar Leon mematikan teleponnya.


“Ada apa Bos?”Tanya Zidan ikut panik saat melihat  wajah Leon pucat.


“Nyalakan TV.” Ken  buru-buru menyambar remote televisi.


“Ada  apa Bos?”


“Pilih Mentro TV.” Ken mengarahkan  remote kontrol ke layar televisi.


Penyiar televisi memberitakan;


Lapas terbakar dan belasan narapida kabur, salah satunya bandar narkoba yang paling di takuti. Bunox  Saksak.


Wajah mereka seketika menegang.


“Hara dalam bahaya!” Leon menelepon Nana.


“Iya Bos”


“Nana, kamu tahan Non Hara jangan sampai  keluar dari hotel”


“Bos dia sudah menuju Bandara”


“Nana minta anak buahmu untuk masuk ke Bandara cepat!” Zidan meneriaki Nana.


“Ba-baik tapi ada apa?” Nana gemetaran.


“Gawat! Bunox dan Kipar melarikan diri dari penjara, dia pasti akan mencari Non Hara  sama Bos”


Leon menekan nomor Piter, ia tidak perduli mereka musuh atau teman,  tetapi saat ini keselamatan Hara yang paling penting.


“Ada apa?” Suara Piter meninggi si ujung telepon.


“Apa kamu tahu bagaimana menghubungi Hara?”

__ADS_1


“Itu bukan urusanmu Pak leon Wardana”


“Dengar ….! Hara Dalam bahaya, Bunox keluar dari penjara!”


Piter terdiam sebentar.


“Siapa?”


“Pak Piter Bunox anak buah Bokoy orang yang  ingin membunuh Hara dan ingin membunuh saya kabur dari penjara”


“Apa dia inginkan dari Hara?”


“Pak Piter, dulu dia masuk penjara karena gagal membunuh Hara,  menurut polisi ada Foto Hara dan fotoku di bawah bantal Bunox kamu pikirkan sendiri apa yang terjadi”


‘Astaga, Maxell akan menemui Hara  di Bandara di Kalimantan’


Piter mematikan telepon miliknya.


“Sial, belum selesai bicara sudah di matikan,” ujar Leon kesal.


Saat sedang sibuk tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke nomor Leon, dari nomor tidak di kenal.


“Halo”


“Bos ini saya”


“Toni ….!?”


Mata mereka semua menatap  Leon dengan tegang, Toni tidak pernah mau muncul lagi sejak kecelakaan itu, bahkan ia menolak  pulang ke jakarta. Tetapi kali ini ia menelepon Leon.


“Iya Bos ini saya, mau bilang sama Bos,  seorang teman  meneleponku dari penjara, kalau Bunox menuju Kalimantan, Kabarin Nana, katanya Bunox, akan memulai kerusuhan di cafe Bos yang di Kalimantan,  dia juga bilang target utamanya kamu dan Non Hara”


“Apa … untuk apa?” toni ikut panik.


“Ziarah ke kuburan putranya”


“Baik Terimakasih Ton.”Leon menutup telepon


“ Kita pulang ke rumah …. Siapkan  helikopter kita akan ke Kalimantan,” pinta Leon dengan sikap buru-buru.


“Ada apa Bos?”


“Keparat itu menuju Kalimantan, Toni bilang dia ingin memulai keributan  membakar Cafe yang di Kalimantan. Beritahukan Nana agar dia berhati- hati.


Mereka berempat meninggalkan hotel pulang kerumah dan dari sana akan terbang ke Kalimantan.


“Bos …..” Ken menatap dengan wajah tegang.


“Ada apa?” Leon menatap tegas,


“Mereka sudah memulainya  melakukan kerusuhan tadi  malam, Nana  belum tahu karena dia mengikuti Non Hara”


“Sial, aku tahu tujuan dia ke Kalimantan si brengsek itu ingin menemui para Tetua adat  beberapa hari lagi akan ada pemilihan  ketua adat.  Telepon Ibu Zidan ….!  Apa ibu di rumah?”


“Baik Bos.” Zidan menghubungi Bu Atin

__ADS_1


Bunox dan Leon sama -sama putra salah satu suku di Kalimantan, persaingan kedua ini sudah sangat lama terjadi,  bahkan dari remaja sampai menjadi anak buah Bokoy. Ayah Bunox salah seorang tokoh adat, tetapi mendapat hukuman dari ketua adat atas sesuatu hal. Bu Atin  yang tahu masalahnya.


“Ini Bos.”  Zidan memberikan teleponnya ke Leon, saat ini mereka sedang perjalanan  menuju ke rumah.


Leon bicara serius dengan Bu Atin memakai bahasa  daerah mereka.


“Aku berharap Keparat itu tidak menemukan Hara di Kalimantan,” ujar Leon panik.


“Apa ibu sudah sempat mendaftarkan pada Tetua?”


“Sudah Nak, mereka bilang  untuk  meniti hari pernikahan yang baik, mereka akan melakukan ritual saat bulan purnama besok malam,” ujar Bu Atin.


“Apa ayahnya yang memberikan Bunox?”


“Bisa jadi Nak … itu artinya kalian berdua dalam bahaya besar,” Bu Atin.


“Itu artinya aku membangunkan setan yang sedang tidur,” ujar Leon.


“Pergilah ke sana Nak, nanti Ibu akan  menyusul ibu akan menemui  Tetua adat yang di jakarta dulu,” ujar Bu Atin.


Leon ternyata sudah mendaftarkan pernikahannya pada ketua adat yang ada di daerahnya. Ia ingin  tahu waktu yang tepat untuk melakukan pernikahan di tahun itu. Hal itu  malah membawa masalah  baru.  Kemunculan Nama Leon dan Hara  memancing amarah Bunox,  ia kabur dari penjara di bantu beberapa rekannya sesama penjahat.


Akhirnya Leon menyusul  Hara ke Kalimantan.


Leon  menggunakan helikopter miliknya terbang ke Kalimantan.


“Bos apa yang akan kita lakukan?” Zidan memasang wajah serius, ia sadar Bunox manusia kejam yang tidak punya belas kasih.


“Aku berharap dia tidak menemukan Hara di bandara, aku ingin Hara sudah terbang Ke Jakarta,” ujar Ken, mendengar nama Bunox si manusia kejam, dua tahun lalu ia memerintahkan anak buahnya menusuk perut Hara yang sedang hamil dan meminta  anak buahnya melakukannya membunuh Hara karena ia tahu Hara sedang mengandung anak Leon. Saat itu yang jadi tumbalnya  pakai adalah almarhum Iwan.


Jadi memikirkan  nama di brengsek itu  membuat Ken merasa khawatir.


“Bos, bagaimana kalau Bos meminta Toni untuk datang ke Jakarta” Zidan memberi usulan.


“Iya Bos, kita kekurangan orang.” Ken ikut mendukung.


“Dia tidak akan mau.” Leon  sudah menyimpulkan duluan.


Ia mengumpulkan  semua anak buahnya yang pernah yang rekrut dulu, apakah Leon  dan orang-orangnya berhasil menemukan Hara dan Maxell di Bandara? Atau malah Bunox yang akan menemukan mereka berdua?”


 Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2