Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Pregenant


__ADS_3

Satu bulan kemudian.



Bumil cantik


Satu impian yang diharapkan Leon akhirnya terkabul, istrinya hamil. Namun,bertambah juga perhatian yang diberikan pada Hara, bukan perhatian tetapi lebih pada sikap posesif yang sangat berlebihan.


 Sebuah perhatian suami kepada istrinya, tetapi ada kalanya perhatian Leon  terasa berlebihan.


Sejak ia tahu Hara hamil, ia berubah menjadi lelaki yang cerewet dan banyak aturan, semua yang dilakukan Hara akan melapor padanya.


“Bu menu pagi ini makan besar banyak amat,” ucap Hara saat duduk di meja makan untuk serapan pagi ini.


Bu Atin mengedigkan kepalanya melihat Leon.


“Aku yang meminta banyak menu serapan sehat setiap pagi untuk kamu. Nona cantik,” ujar Leon.


“Ini tidak berlebihan Kali untukku,  terlalu banyak, sayang terbuang,” ujar Hara.


“Hara tidak ada yang terbuang, kamu harus banyak makan, bukan hanya kamu, ibu, aku juga mulai sekarang harus banyak makanan sehat biar kuat, Ujarnya, lalu ia menyendok sayur asam  ke piringnya.


Hara melirik Bu Atin, wanita itu hanya mengedipkan mata dan tersenyum.


“Sayur asam lagi Bos, perasaan  baru kemarin …. Apakah doa ibu terkabul?” Tanya Hara sembari tertawa.


“Doa apa?” Tanya Leon  menatap kedua wanita itu bergantian.


“Ada deh …,” ujar Hara menahan tawa. “ Hadeh …. hanya melihatnya saja aku sudak kenyang duluan,” ucap Hara protes.


Leon mengambil piring dan menyendok  ke mangkok Hara, salad buah segelas susu dan satu lembar roti gandum.


“Ini untuk kamu, jangan protes di makan saja.”


Saat Hara ingin membuka mulut mau protes, Ibu Atin yang duduk di depannya melarangnya dengan gelengan kepala.


Lalu ia mengangguk menunjuk mangkok yang berisi salad buah. Menyuruh Hara untuk patuh.


“Baiklah, Pak Leon…  aku akan menghabiskan semuanya.”


“Bagus sayang,  kalau kamu  sehat anak kita juga sehat’ kan?”


“Baiklah Bos… aku akan menghabiskan semuanya,” ucap Hara.


Hara  menuruti semua perhatian yang diberikan Leon, seperti kata sebelumnya, Bu Atin, saat mereka berdua tadi malam Bu Atin menasehati Hara dan berkata;


 “ Leon, akan melakukan itu hanya pertama-tama saja, turuti saja apa katanya,” kata Bu Atin.


“Nanti juga berubah, yakinlah, Leon hanya ingin menunjukkan kegembiraannya dan rasa senangnya lewat perhatian yang suka berlebihan itu,” ucap Bu atin saat Hara kesal dengan sikap posesif Leon.

__ADS_1


“Apa ibu yakin itu hanya sementara? tetapi menurutku ia terlalu berlebihan Bu, seakan-akan aku ini anak kecil yang harus diperhatikan, aku tidak suka sikap  berlebihannya.” protes Hara malam itu.


“Jangan khawatir sayang, anggap saja  sebagai bayaran karena dia yang mengidam,”bisik Bu Atin tertawa.


“Apa ibu yakin, dia menggantikanku ngidam ?”


“Iya, lihat saja, dia  beberapa hari ini,  akan menunjukkannya.”


“Wah  keren bangat …. kalau semua  suami di dunia ini menggantikan istri yang mengidam iya. Kalau aku,  hari pertama saja banyak khawatir Bu, tapi ke sininya biasa saja,” ujar Hara.


“Ya, suami  mengantikan mu,  lihat saja. Biasanya dia mana pernah makan berat-berat setiap pagi. Tetapi belakangan ini sudah  tiga hari  minta  dimasakin sayur asam, sampai-sampai Santi tadi pagi ikut bingung,” ujar Bu Atin tertawa.


       *


Di meja makan pagi ini.


“Ini susunya mumpung masih hangat, habiskan saja,” ujar Leon.



“Tunggu sebentar lagi, perutku itu kecil Leon,  kalau aku memasukkan semuanya sekaligus yang ada meledak.”


“Memang balon? meledak,” timpal Leon tertawa kecil.


Di rumah. Leon berubah menjadi seorang suami yang siaga dan perhatian.


Setelah serapan Hara mengantar Leon ke depan pintu.


“Iya kamu juga, jangan capek ,hati-hati,” ucap leon menoleh kanan-kiri, memastikan tidak ada mata yang melihatnya, Leon mengecup perut yang masih rata itu.


Leon masuk kedalam mobilnya tetapi sebelum masuk kedalam mobil,  lagi-lagi ia menoleh kearah anak buahnya dan saat mereka tidak melihat,  Leon mengedipkan mata pada Hara.


Sikap Leon yang tiba-tiba berubah ingin romantis itu membuat Hara jadi geli sendiri lalu tertawa.


“ Idiiih …. Manusia es batu, bisa cair juga” ucap Hara menahan tawa.


Leon berpikir anak buahnya tidak melihat, tetapi  mereka semua melihatnya,  dengan cara mencuri-curi pandang.


 Dalam perjalanan  berangkat kerja,  Leon kembali ke Leon yang aslinya,  diam dan menatap layar laptop di atas meja kerjanya.


Saat ini Zidan, Toni, Ken tidak mengawal Leon lagi, ketiga anak buah terdekatnya itu,  tidak  mengawal Leon seperti biasa. Mereka  bertiga  memegang tanggung jawab jadi bos di cabang  restaurant dan hotel Leon. Saat ini yang masih  mengawalnya Bram, Vincen dan Bimo si anak baru.


“Bos kita ke hotel apa ke restaurant yang di Kelapa Gading?” tanya Bimo menatap Leon.


“Iya.”


“Kita ke restaurant Bimo, itu maksudku,” ucap Leon dengan santai,  matanya  masih menatap serius ke layar laptop.


“Oh, baik Bos.”

__ADS_1


“BImo, saya ingin menambah keamanan di rumah, saya ingin pengamanan di rumah semakin diperketat lagi.”


‘Ha, untuk apa, bukan semua penjaga ada delapan orang? Apa semua itu masih kurang?’ tanya Bimo. Walau ia penasaran tetapi demi apapun,  ia tidak akan berani bertanya anak baru itu selalu takut melihat wajah tegas sang Bos.


“Penambahan  berapa lagi Bos?” Tanya Bimo.


“Tambah empat lagi.”


“Baik Bos.”


“Sebagai kepala keamanan  yang baru di rumah saya  Apa kamu tidak ingin bertanya, untuk apa penambahan itu?” tanya Leon.


“Iya, untuk apa Bos?”


Leon memberi jedah  baru menjawabnya, dada Bimo tersekat merasa rongga dadanya menyempit dan hanya sedikit mendapat pasokan udara, itu yang terjadi, ia selalu gugup berhadapan dengan Leon.


“Hara, sedang hamil Bimo, saya harap kamu  bisa menjaga keamanan di rumah saya.”


“Oh, selamat Bos,” ucap Bimo tulus


“Terimakasih  Bimo, karena itulah,  saya ingin penambahan keamanan di rumah dan saya juga ingin penambahan beberapa cctv di sana, bukan hanya itu tambahkan anjing pelacak bila perlu, kamu urus semua permintaanku dengan baik.”


“Siap Bos” ucap Bimo dengan patuh.


Leon ingin memberikan terbaik untuk Hara,  hal yang sangat wajar kalau Leon merasa khawatir  untuk kehamilan Hara  kali ini,  kejadian pilu di masa lalu terkadang membuatnya  masih merasa ketakutan.


Di balik rasa senang yang dirasakan Leon saat ini,  ada rasa takut yang juga ia rasakan, ia takut ada niat jahat yang ingin menyakiti Hara muncul kembali, Leon juga takut  kalau  kehamilan istrinya di ketahui orang lain maka semakin banyak bahaya yang akan datang.


Makanya ia berpesan pada semua keluarga,  agar kehamilan Hara disembunyikan dari orang luar, Leon berpikir cukup mereka saja yang mengetahuinya tidak perlu  ketahui media.


 Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2