
Pulang dari rumah orang tua Jordan mereka berdua duduk di satu taman.
“Apa yang kamu pikirkan?” Tanya Jordan menyentil kuping Naira.
“Mikiran kenapa burung berpati itu pamer kemesraan di depan kita, apa kita juga harus bermesraan seperti mereka?” Tanya Naira menatap Jordan.
“Boleh, Jordan meraih kepala Naira dan memasukkannya ke bawah ketiaknya”
Pak …!
Naila menggebuk punggu Jordan dan ia menarik kedua kuping jordan, mereka berdua tidak terlihat seperti sepasang kekasih yang akan menikah, tetapi seperti dua sahabat yang selalu mengejerjai satu sama lain.
“Mau main baket gak?”
“Taruhan berapa kalau aku bisa masukin?” tanya Naira mengedipkan matanya pada Jordan.
“Aku traktir makan sepuasmu,” balas Jordan.
“Benar iya?”
“Ya”
Pasangan yang merencenakan pernikahan itu bertanding bola basket bak pemain profesional, tidak di duga Harves dan Okan datang juga.
Okan hanya berdiri mematung melihat keakrapan keduanya, Naira tertawa lepas dan sangat ceria saat bersana Jordan. Namun sangat berbeda jika bersama Okan.
“Hai Bro bisa ikuttan gak.” Harvis medekat.
Wajah Okan sangat sinis menatap Naira, tetapi wanita cantik itu bersikap santai, sementara Jordan tidak tahu kalau Okan ada persaan suka pada Naira.
“Kalian main saja, aku tunggu di sana,” ujar Naira ia memilih duduk.
“Oke,” jawab Jordan.
Tiba-tiba Okan merebut bola dari tangan Jordan ia menantang Jordan bertanding, Jordan yang tidak tahu menahu antara Okan dan Naira. Jadi, dia juga bersikap biasa saja.
Tetapi Okan semakin bringas, ia melampiaskan kekesalannya pada permainan kali ini, ia bermain sangat serius, ia sampai mengalahkan Jordan 8:3 set.
‘Ada apa dengan Okan, apa dia sedang kesal?’ Jordan membatin.
“Sudah dulu aku lelah.” Jordan memilih untuk duduk dengan Naira.
Tiba-tiba Okan pergi dan meninggalkan mereka.
“Ada apa dengannya? Apa terjadi sesuatu?” Tanya Jordan.
“Aku tidak tahu, tadi baik-baik saja,” ujar Harvis.
Hanya Naira yang taahu jawabannya kenapa Okan marah, tetapi ia memilih diam.
Karena okan pergi begitu saja tanpa sebab, jadi mereka juga bubar dan pulang masing-masing.
“Aku pulang saja … kamu juga lagi tugas kan?” Tanya Naira.
__ADS_1
Jordan.
Lelaki yang bertugas sebagai tentara itu hanya mengangguk, ia memakai seragamnya kembali, ia tadi melepaskannya saat Naira mengajaknya bermain basket.
“Kamu yakin Nai?” Jordan menatap Naira.
“Ya, kamu pergi saja duluan, aku juga masih ada pekerjaan”
“Aku juga pulang sajalah.” Harvis ikut pulang padahal tadi niatnya mau bermain basket bareng Okan.
Naira menyetir menuju proyek, ia ingin mengawasi pembangunn gedung tersebut, saat ia berdiri, suara Okan mengagetkannya.
“Apa kamu sengaja membuatku gila?”
“Maksud Bapak?”
“Naira Wirda Sabila …. ! Aku mengajakmu menikah, kamu menolaknya. Tapi tiba-tiba aku mendengar kabar kamu akan menikah dengan sahabat baikku, apa kamu sengaja mempermainkan kami?”
“Saya merasa tidak melakukan kesalahan Pak Okan Putra Wardana,” balas Naira tidak mau kalah.
“Aku mencintaimu Naira, aku jatuh cinta padamu,” ujar Okan.
“Maaf Pak Okan, saya tidak bisa,” ujarNaira.
Penolakan itu benar-benar menghancurkan hati Okan, padahal ia sudah merendahkan dirinya menyatakan perasaannya pada Naira.
Penolakan yang di lakukan Naira membuat Okan marah.
“Kamu melukai harga diriku Naira,” ujar Okan dengan tatapan tegas.
\*
Okan pergi ke rumah Jordan, ia bilang pada Piter kalau Naira ke kasihnya. Hal itu membuat Hilda sangat gembira. Karena tidak ingin Naira jadi menantunya, Chelia lah yang ia inginkan.
“Baiklah … aku akan telepon Jordan,” ujar Hilda bersemangat.
Ia memaksa Jordan untuk pulang dengan alasan, Jordan buru-buru pulang, tidak berapa lama lelaki berbadan tegap itu tiba di rumah. Ia berjalan tergesa-gesa ke dalam rumah.
“Mami!” Panggil Jordan naik ke kamar Hilda.
“Mami di taman,” pungkas Kiano adik Jordan, ia menyengitkan ke dua alisnya melihat sang kakak berlari dengan wajah panik.
Jordan berlari ke taman di sana ada Okan.
“Sinilah Nak!” Panggil Hilda dengan senyuman manis.
Jordan duduk dan mereka menjelaskam hubungan Okan dan Naira.
“Apa? Kapan Bro. Aku tidak tahu,” ujar Jordan.
“Saat aku baru tiba di Jakarta,” ujar Okan, ia lelaki yang sangat nekat, ia mengaku kalau Naira dan diri-Nya mau menikah. Jelas-jelas Naira menolak Okan, tetapi lelaki berwjah tampan itu, kalau sudah suka sama seseornag wanita, maka ia akan mendapatkanya.
\*
Setelah mendengar penjelasan Okan, malam itu Jordan meminta
Naira bertemu, setelah menunggu berapa lama akhirnya gadis cantik itu sampai juga. Padahal ia sudah berdandan cantik malam itu , ia berpikir kalau jordan akan mengajaknya berkencan.
__ADS_1
“Tumben kita bertenu di sini?” Wajah Naira berseri saat bertemu Jordan, tetapi sebaliknya, Jordan bersikap dinginnya padanya karena merasa dibohongin.
“Kita duduk tenang dulu ya,” ujar Jordan.
‘Ada apa dengannya apa dia cepek?’ Naira membatin.
Setelah mereka duduk dan memesan minuman.
“Ada apa mengajakku ketemuan?" Naira membuka percakapan terlebih dulu.
“ Habiskan saja jusnya baru kita bicara,” ujar Jordan denga tenang, Jordan lelaki yang baik dan tenang.
Melihat sikap tidak biasa dari Jordan, Naira merasakan hal yang buruk telah terjadi, ia menghabiskan jusnya dalam beberapa tegukan.
“Sudah,” ucapnya meneguk jus dalam gelas itu sampai tandas.
Jordan menghela napas panjang, sebenarnya ia tidak tega menyakiti hati Naira.
“Nai … mari kita putus”
“Haaa ... ?”
Naira kaget, baru juga hubungan mereka di mulai, belum juga beberapa hari sudah diputuskan, sepihak padahal baru juga tadi sore ia dan Ibu pengurus panti membahas tentang pernikahan untuknya.
“Aku meminta maaf Nai, jika aku menyakiti perasaanmu, kamu tidak bilang kalau kamu sama Okan punya hubungan, aku tidak mau jadi penganggu,” ujar Jordan.
‘Oh … Okan, dia yang melakukannya, baiklah apa yang bisa aku lakukan kalau orang kaya sudah, bertindak ’ Naira membatin.
“Baiklah, kalau itu yang kamu mau.” Naira berdiri ia ingin pergi.
“Nai, apa kamu tidak menjelaskan apa yang terjadi?" tanya Jordan kaget mendengar tanggapan Naira.
“Percuma …. apapun yang aku katakan, tidak aka bisa mengubah keadaan, orang kaya akan selalu menang, aku akan menerima keputusanmu, baiklah aku pulang.”
Pernikahn mereka yang sudah di rencanakan ahirnya gagal karena Okan, gagal menikah, memang sedih, apalagi di putuskan secara tiba-tiba. Naira berdiri dan meninggalkan Jordan yang masih duduk lemah.
"Maaf Nai kalau aku menyakiti hatimu," gumam Jordan pelan, ia melihat punggung Naira yang berjalan meninggalkannya.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasi untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-Turun Ranjang( on going)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
- Bintang kecil untuk Faila (tamat)