Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Bangkit atau terpuruk?


__ADS_3

Penyebab semuanya karena


Bokoy  marah besar saat Leon menghancurkan semua bisnisnya. Lelaki tua bangka itu sampai menyewa pekerja professional dari Negara Beruang Rusia, untuk menyingkirkan Leon.


Ia menyusun rencana licik, Bokoy menghasut Rudy dan seorang asisten rumah tangga Leon,  memberinya bayaran  fantastis untuk Rani, dapat bayaran sebesar itu mata wanita jahanam itu langsung  terpikat, dalam mimpi pun  wanita itu belum pernah melihat uang dalam jumlah  sebanyak itu. Tentu saja ia mau melakukannya, hingga ia tega memberikan obat tidur untuk Susan dan Rikko.


Bukankah uang bisa melakukan segalanya?


Awalnya Rudi memang menolak . Tetapi Bokoy menahan  adik perempuan Rudi,  dijadikan sebagai tawanan, menekan lelaki bertubuh besar itu,  untuk melakukan itu pada Leon. Ia tidak punya pilihan maka ia juga melakukannya.


                             **


Saat pagi hari Leon bangun, ia melepaskan infus itu dari tangannya dan melarikan diri dari rumah Billy, ia terpaksa  pergi diam-diam. Ia berpikir kalau dr Billy mengetahui  ia bangun Leon takut di beri obat bius lagi.


Saat Billy mendengar suara helikopter milik Leon berderu dan perlahan naik dan terbang.  Billy berlari ke halaman, ia menarik napas panjang.


“Hati-hati Pak Leon.” ucap Billy sangat kasihan melihat nasip tragis yang dialami Leon.


Ia berpikir Leon menemui Bokoy  yang ia yakini kalau lelaki tua bangka itu yang menyebabkan, ia kehilangan orang-orang terdekatnya.


“Jaga dirimu ,  hati-hatilah,"ucapnya lagi, berharap Leon kuat walaupun ia sudah kehilangan segalanya.


                     


Leon tidak  menghiraukan luka di tubuhnya, ia hanya ingin memastikan semua yang terjadi  tidaklah  benar, ia berharap apa yang ada dalam berita hari ini, tidak benar terjadi.  Masih berharap melihat Hara dan Bibi Atin.


Menurut  situs Berita lokal, gerbang di rumah itu sengaja dirantai dari luar, menurut pernyataan polisi kebakaran  faktor kesengajaan, terdengar juga beberapa kali ledakan dari dalam rumah, api susah di padamkan, butuh beberapa jam untuk memadamkan kobaran api, itu mungkin saja karena di gudang Leon menyimpan banyak material bangunan, kabel dan pralon sebua menyangkut  material  bangunan, Karena perusaan Besar Leon bergerak di bidang Konraktor.Gudang penyimpanan material ada di belakang mansion di samping lapangan.


Helikopter yang diterbangkan Leon melintas tepat diatas mansion, sisa asap masih terlihat. Rumah mewah berpagar tinggi itu jadi tontonan banyak warga yang penasaran dengan suara ledakan malam itu dan banyaknya korban jiwa dalam kebakaran.


Tadinya ia ingin mendarat di dekat puing rumahnya, ia ingin melihat sendiri , tapi Leon mengingat lagi apa yang di katakan Billy, ia adalah target buruan selanjutnya, ia menunda keinginannya dan menerbangkan helikopter itu, ke hutan pedalaman,  ia akan kerumah lamanya, rumah persembunyian tempatnya tidak terjangkau, hanya ia dan bi Atin yang tahu akses ke sana.


Setelah menyembunyikan helikopter diatas bukit, dari sana ia  masuk dari gorong-gorong besar menuju rumah bawah tanah yang ia bangun untuk ia bersembunyi.


Gorong-gorong saat ia membawa Hara pertama kalinya  ke hutan itu.

__ADS_1


   


Tiba di rumah persembunyian Leon, menyalakan shower menguyur tubuhnya, mendinginkan hatinya,   tidak tertahankan lagi, akhirnya ia menangis meraung-raung dalam kesunyian, meninju lantai kamar mandi, tidak menghiraukan luka  di tubuhnya, luka itu tidak ada apa-apanya di banding luka di hatinya, Leon merasa lelah dan tertidur di kamar mandi, menyadarkan kepalanya di dinding kamar mandi, untuk sekedar bangun ia tidak mampu lagi.


Malam berlalu Leon masih terduduk di sana, tubuhnya tidak berdaya, ia ingin memilih mati, tetapi  ia berpikir lagi, kalau ia juga menyerah itu artinya kematian orang-orang terdekatnya sia-sia, ia bangun membaringkan tubuhnya di ranjang.


Tiba-tiba pikirannya pada Hara dan


pada Bu Atin


Biasanya kalau Leon datang kerumah ini, ia juga akan datang, untuk melayani Leon, seluruh hidupnya ia habiskan untuk mengurus Leon.


“Maafkan aku Bi” ucap Leon memandang kosong kearah pintu kamar, seolah -olah bayangan kedua wanita yang ia sayangi datang dan tersenyum padanya. “Maafkan aku, aku tidak pernah mengungkapkan, aku  bersyukur ada bibi selama ini mendampingiku, maaf kalau aku tidak pernah memberikan apa-apa untuk Bibi,” ucap Leon dengan suara parau dan lemah pada akhirnya tubuhnya tertidur lagi dengan posisi  telungkup.


Bahkan lampu dalam ruangan itu tidak ia nyalakan, bisa dibayangkan rumah di bawah tanah, tanpa penerangan, sudah pasti sangat gelap dan menyeramkan, tapi tidak bagi Leon, kegelapan dan kesunyian malam ini, menggambarkan isi hatinya, sunyi gelap dak kosong.


Tak terbayangkan jika berada di posisi Leon, kehilangan orang-orang terdekat dalam satu malam, bahkan ada yang di depan matanya menghembuskan nafas, semua sangat berat baginya.


Sekarang pilihan ada di tangannya sendiri, apakah ia melangkah menuntaskan semuanya atau ia akan memilih terpuruk?


                       **


Disisi lain


Bkoy murka karena anak buahnya tidak ada yang berhasil melenyapkan Leon , kali ini, ia gagal lagi, padahal ia sudah menyewa  pekerja profesional dari Rusia untuk menyingkirkan Leon, tapi merekapun gagal .


Bokoy orang yang sadis dan kejam, tidak kenal kompromi saat kedua orang itu bilang mampu melakukanya dan nyawanya taruhannya, kini  ia meminta nyawa  mereka, karena tidak mampu melenyapkan Leon.


“Tidak berguna percuma saya membayar  mahal,” ucap Bokoy dengan kemarahan saat kedua orang berambut pirang itu di hadapannya dengan wajah menunduk dan meminta kesempatan sekali lagi, tapi Bokoy bukan orang yang gampang menerima kegagalan.


Dengan cepat tangannya mencabut pistol d dari balik punggungnya.


Doooor ....


Dooooor.

__ADS_1


Timah panas itu menerobos dada kedua orang itu hingga tembus ke belakang,


Dan teman satu lagi tepat di kening, keduanya tersungkur di lantai tidak berkutik seketika,  bidikan yang sangat mematikan, dalam hitungan menit langsung kehilangan nyawa.


“Bersihkan!” perintah Bokoy membersihkan tangannya  dengan sapu tangan yang disodorkan wanita yang selalu mendampinginya,


Ia menghembuskan  asap dari mulutnya  ke udara duduk di kursi kebesarannya, dan memangku wanitanya, tubuh tuanya  masih terlihat kuat terutama untuk urusan wanita.


Bukan hanya kedua orang itu yang nyawanya melayang,  bahkan kedua berambut pirang itu jadi santapan buaya peliharaan Bykoy,


Ia memiliki peliharaan yang termasuk ekstrem, mulai dari buaya, harimau  berwarna putih, bahkan ikan pemakan daging  dan bergigi tajam bak gigi mata gergaji, ikan piranha.


Kini dua orang lagi yang ia tugaskan mengawasi rumah Leon ikut jadi makanan Buaya karena mereka berdua gagal karena tidak mengetahui di mana Leon.


Bykoy mulai takut dan marah-marah pada anak buahnya. Ia takut leon akan datang mencarinya, itu sudah pasti, hanya  menunggu hari yang tepat.


Leon pasti datang uuntuk membuat perhitungan dengannya, bahkan lebih  mengerikan, Itulah ketakutan Bykoy,  jika Leon belum di tangkap berarti ia


jadi incarannya.


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2