Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Tidak ada lagi harapan


__ADS_3

Setelah beberapa kali melakukan terapi dan berkat dukungan orang- orang terdekat Hara akan bisa melihat kembali.


Tetapi semua itu tidak lepas dari dukungan Maxell lelaki tampan itu yang meyakinkan Hara kalau ia mampu.


Saat Hara ketakutan saat melakukan terapi sinar ke matanya, Maxell selalu ada.


Hara ini ia benar- benar takut, bahkan sampai badannya menggigil karena ketakutan. Namun, Maxell meyakinkannya kalau Hara mampu.


"Hara, aku tahu kamu mampu, aku yakin kamu bisa," ujar Maxell mengusap keringat di dahi Hara.


"Tapi aku takut Kak, sinar itu sangat menyakitkan, aku merasa mataku ingin meledak," ujar Hara.


"Dengar .... jika kamu bertahan sedikit lagi, kamu akan sembuh, aku membawamu melihat bunga sakura yang sedang mekar dan aku juga akan membawamu ke taman bunga di kota ini," bujuk Maxell dengan sangat sabar.


" Apa kakak Maxell menemaniku?" Wajah Hara terlihat sangat takut, taku masuk ke dalam kotak, mirip peti mati itu.


" Baiklah aku yang akan menemanimu nanti," ujar Maxell .Lelaki tampan itu benar- benar mencintai Hara, awalnya ia mau perjodohan karena merasa kasihan. Namun, setelah beberapa bulan menjalani hubungan, ia menyadari kalau Hara, wanita yang sangat baik dan mereka memiliki banyak hobi yang sama. Sama - sama suka memasak, suka seni, suka suasana ramai, bahkan Maxell tidak malu memperkenalkan Hara pada teman- temannya sesama dokter walau Hara buta.


Teman- teman Maxell menyebut lelaki tampan itu, menjadi bucin sejak bertemu Hara. Karena ia rela melakukan apapun asal kemauan Hara tercapai. Misalkan, Hara sangat menyukai satu jenis bunga yang saat itu tidak ada di Jepang, hanya ada di Indonesia tepatnya dari hutan Kalimantan, Namanya bunga tahul. Maxell rela meminta temannya yang tinggal di Jakarta mengirim ke Jepang.


Hari ini, Hara akan menjalani proses terapi terakhir, mereka semua berharap hari ini berhasil.


Setelah serangkaian pengobatan yang sangat melelahkan dan menyakitkan untuk Hara, maka hari inilah puncaknya.


Tetapi siapa sangka diproses terakhir ia malah takut.


"Aku akan bersamamu Hara. Jangan takut, aku akan memegang tanganmu. Aku tahu alat itu menyakitkan, tetapi bertahanlah"


" Baiklah Kak, aku mau, tapi aku ingin kamu tetap di sisiku , saat aku membuka mata nanti .... aku ingin kamu orang pertama yang aku lihat," ujar Hara tulus.


Wajah maxell terlihat sangat bahagia mendengar kalimat dari Hara.


" Hara ...."


" Hmmm"


" Boleh aku memelukmu?"


"Baiklah." Hara merentangkan tangan dan memeluk Maxell.

__ADS_1


" Terimakasih kak Maxell, karena mau menerimaku dengan segala kekuranganku," ujar Hara.


" Aku mencintaimu Hara, tidak peduli walau kita baru kita kenal beberapa bulan. Namun, bagiku kamu wanita baik" ujar Maxell memeluk tubuh Hara erat.


Hara merasa tenang saat lelaki tampan itu memeluk tubuhnya. Hara merasa tidak sendirian lagi, kalau biasa ia merasa hanya memiliki Piter dan Bu Ina. maka saat ini, ia merasa punya orang spesial.


Akhirnya yang mereka nantikan tercapai juga.


Saat ia membuka mata pertama kalinya yang ia lihat lelaki tampan Maxell dan keluarganya dan Bu Ina.


Hara bisa melihat dunia lagi, orang pertama yang ia peluk adalah dr. Jakson dan istrinya.


" Terimakasih Om dan Tante akhirnya Hara bisa melihat lagi" ujar Hara tulus.


\*\*


Di sisi lain tepatnya di Jakarta


Bianca tidak main-main dengan ucapannya, ia wanita yang sangat nekat, karena Leon tidak   mau mengangkat teleponnya, ia selalu mengikuti Leon, memastikan lelaki itu tidak memiliki wanita Lain.


“Bos, bukankah itu, Bianca?” Ken  melihat wanita yang mengikuti mereka  ber- empat.


Tetapi semakin di kejar seperti itu, Leon semakin  kesal dan puncak kesabarannya hari ini, setelah mengikuti Leon setiap kali bepergian, akhirnya ia menemui Bianca .


Ini namanya Leon membuang Berlian mendapatkan emitasi, ia memilih Bianca berharap bisa melupakan masa lalu, tetapi bukannya lupa, ia malah pusing dan kesal dengan ulah Bianca yang terlalu manja menurutnya.


"Kenapa, Bi?"


 Bianca datang dengan penampilan yang berbeda rambut berwarna kuning dan baju yang terbuka, Leon tidak terkejut ataupun melarangnya, ia hanya mengutarakan beberapa kata, Bianca langsung diam.


“Jangan merubah dirimu demi orang ,   kalau kamu  yang merubah orang lain untuk lebih baik lagi, itu baru hebat,” ujar Leon seolah- olah ia membandingkan Hara yang mampu   merubah dirinya yang semakin lebih baik dulu.


“Aku hanya ingin tampil beda di depanmu,” ujar Bianca dengan wajah lesu padahal ia sudah merubah berpenampilan jadi sangat berbeda saat bertemu Leon, jadi pakaiannya terbuka. Namun Leon cuek dan bodoh amat, walau tatapan banyak orang pada Bianca melotot karena seksi.


“Jangan lakukan itu,  jadilah dirimu sendiri, itu akan lebih baik,” ucap Leon terlihat santai dan tidak ada dukungan dan tidak ada larangan bagi Bianca.


Bianca merasa malu sendiri saat itu, akhirnya sadar kalau Leon bukan lelaki yang bisa dipaksa apa lagi di tekan, ia akan hidup dengan apa yang ia inginkan.


“Aku sangat mencintaimu,”ujar Bianca pada akhirnya, ia  mengemis cinta juga pada Leon.

__ADS_1


"Aku hanya ingin kamu melihatku, karena selama ini kamu semakin menjauh dariku," ucapnya dengan mata berkaca - kaca.


“Begini saja. Jangan menunggu lagi, aku mengajakmu menikah saat itu, mungkin satu kesalahan ," ujar Leon.


Bianca langsung menangis sesenggukan, membuat Leon malu, dalam restauran itu kebetulan lagi suasana ramai.


"Aku tidak mau, aku tidak terima ... aku mau tetap bersamamu. Baiklah aku meminta maaf katakan apa yang aku rubah, aku berubah, tapi jangan putuskan hubungan kita Mas. Bagaimana nanti aku jelaskan sama keluargaku mommy sama dady pasti akan kecewa" ujarnya semakin menangis. Leon bukan orang bisa menenangkan hati seorang wanita, apalagi bukan wanita yang ia cintai.


“Baiklah nanti aku akan  datang ke rumahmu, saya akan bicara dengan orang tuamu”


“Baiklah aku akan menunggumu, tapi jangan putuskan hubungan kita” ujar Bianca.


Leon menghiraukan isak tangis dari Bianca, ia berdiri dan meninggalkannya di sana sendirian.


"Aku wanita gigi Pak Leon Wardana, aku terbiasa mendapatkan apa yang aku inginkan, jika aku tidak bisa memilikimu maka wanita lainpun tidak boleh memilikimu," ujarnya sinis menatap punggung Leon yang berjalan meninggalkannya.


Saat Hara menerima cinta yang tulus dari Maxell, tetapi di sisi lain Leon melepaskan cinta Bianca.


                               


Saat itu, Jakarta diguyur hujan deras, rasa sepi itu, semakin terasa sesak di dada , Leon menatap dari jendela hotel, bukanya semakin lupa tetapi malah semakin rindu.


“Jovita kamu di mana, apa kamu masih hidup? berikan aku satu petunjuk agar aku bisa membuat keputusan,” ucap Leon


Bersambung ….


KAKAK TERSAYAN JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2