Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Tidak Akan Aku Biarkan Kamu Mendapatkannya


__ADS_3

Hara  masuk  ke salah satu rumah sakit swasta ternama di Jakarta Selatan, di mana dr, Shena bekerja. Leon juga memiliki beberapa persen saham di sana, karena Hara melahirkan dan mendapatkan perawatan dulu di rumah sakit tersebut ,  jadi boleh di bilang; Leon salah satu pemilik  rumah sakit mewah itu.


Hara langsung menuju lantai lima, sesuai pesan yang di berikan dr, Shena padanya, karena terlalu banyak pikiran atau karena gugup Hara  beberapa kali  merasa mual dan ingin muntah.


Hingga tiba di lantai Lima,  Hara berdiri di pintu ruangan ia menarik napas panjang dan menghembuskannya. Hara melakukan ritual kecil sebelum bertemu dokter cantik itu. Lalu satu tangannya mengetuk  daun pintu  bertuliskan dr, Shena.


       Tok …. Tok ….!


“Masuk” suara lembut terdengar menyahut dari dalam ruangan.


"Bu Hara masuk,." Wanita cantik bertubuh semampai itu,   berdiri dan mempersilahkan Hara duduk.


“Apa aku menganggu, Dokter cantik?” ucap Hara basa-basi.


“Apa sih yang tidak, untuk nyonya Bos,” balas dr. Shena.


 Mengobrol hangat dan basa-basi dengan wanita cantik itu , Hara semakin gugup,  menjadi dokter pribadi  untuk Hara saat ia sakit,  hubungan mereka akrap.


“Ada apa?” tanya dr, Shena menatap Hara yang terlihat beberapa kali menghela napas dan tiba-tiba ingin muntah. “Apa Ibu hamil lagi?” tanya Shena dengan wajah sumringah.


Namun, Hara menggeleng,


“Berikan aku penundaan kehamilan, kalau bisa menghancurkan rahim sekalian ”


“A-a-apa? Mata bermanik abu-abu itu menatap Hara dengan  tatapan terkejut.


“Tolong berikan aku sekarang,  tidak punya banyak waktu” Hara melirik jam di pergelangan tangannya.


“Ibu Hara begini-“


“Dokter ,  aku tidak punya banyak waktu,  berikan saja apa yang aku minta”


“Tapi untuk apa?”


“Nanti aku jelaskan, tolong jangan beritahukan ini pada siapa-siapa aku mohon ,” ucap Hara.


“Tapi apa harus seperti ini Bu, tidak ada jalan keluar lain?”


“Tidak ada Dokter, tidak ada pilihan lain,  tolong berikan yang paling  bagus,  kalau bisa langsung hancur saat baru diminum”


“Ibu Hara jangan biarkan aku berdosa, bagaimana kalau pak Leon tahu semua ini”


“Dokter  …  tolong jangan biarkan dia sampai tahu,  tolong.”


“Aku tahu kalian punya masalah, tetapi tidak bisakah di pikirkan ulang lagi?”Tanya dokter itu memohon.


“Shena, aku datang kesini karena aku percaya padamu, Tolong … “

__ADS_1


“Ibu, menjadikanku seorang kriminal dan akan mendapatkan masalah besar nantinya.”Shena berdiri.


“Tolonglah  ….” Hara sampai mengatupkan kedua telapak  tangannya tanda memohon.


Wanita cantik itu tidak bisa menolak , tetapi ada rasa, takut dan gelisah di wajahnya saat memberikan obat permintaan Hara.


“Baiklah ini,” ucapnya dengan berat hati.


“Terimakasih Dokter, aku berhutang budi padamu karena kamu menyelamatkan hidup keluargaku,” ucap Hara mendengar itu  kedua alis wanita berkulit putih itu hanya menyengit bingung.


Hara  pamit pulang, “Apa kamu tidak mau minum dulu?” tanya dr Shena mengajak untuk mengobrol.


“Tidak, sepertinya kamu juga punya pasien lagi mengantri, aku buru-buru.”Shena menghela napas dan  berkata ….


“Baiklah, obat yang aku berikan obat yang paling manjur, itu resep dokter tidak bisa sembarangan di berikan pada orang, itu sangat berhasil, bahkan diminum setelah berhubungan pun bisa sangat berhasil, tetapi tolong pikirkan lagi,” ujar dr Shena dengan wajah lesu. Ia berpikir obat itu untuk Hara.


“Bagaimana efeknya, berapa lama?”


“Hanya tiga pulu  menit, dia akan keluar.


“Baik Dokter cantik,” ujar Hara cipaka-cipiki, lalu ia turun, ia menunggu   sebentar,  takut dr, Shena mengikutinya.


Tidak lama kemudian, tidak ada yang mengikutinya,  Hara  berdiri menghela napas,  Hara melakukan ritual-ritual kecil lagi.


"Ibu aku minta maaf, karena tidak bisa melawan kejahatan dengan kebaikan, seperti yang ibu ajarkan padaku, aku sudah berbuat baik padanya, berharap dia berubah, ternyata aku salah. Untuk melawan iblis, aku harus berubah jadi iblis juga," ujar Hara.


Lalu ia membuka kalung yang ia pakai,  karena merasakan ada guncangan di dadanya,  setelah duduk dan menenangkan diri beberapa menit. Baru ia berdiri dan menghampiri satu ruangan di mana Kaila wanita yang membuat hatinya remuk.


Saat ia masuk ternyata Kaila di jaga dua orang  pengawal.


“Non Hara?” mereka berdua terkejut dan sebaliknya Hara sangat tenang.


“Iya,  saya ingin menjenguk Kaila”  Ia masuk.  Kaila  duduk santai di ranjang memangku laptop dan beberapa bekas di atas ranjangnya,  ia tidak sakit , ranjang rumah sakit  itu hanya untuk  menumpang tidur.


Entah kenapa ia merasa terbakar saat  melihat wanita itu,  bahkan saat ini, ia tidak memakai kain yang biasanya menutup kepalanya.


“Bu-bu Hara?” Ia tiba-tiba merasa sangat gugup.


‘ Hara kamu tidak boleh lemah, kamu harus kuat’ Hara membatin menguatkan dirinya sendiri.


“Kai, bagaimana kabarmu?” Hara memeluknya.


Tentu saja itu sikap pura-pura, tetapi dalam hatinya  ia sudah  mendidih, ia mencari cara bagaimana caranya ia memberi Kaila pil pencegah kehamilan, maka ia dapat ide ….


“Aku baik-baik saja bu, hanya sedikit shock, "ujar Kaila.


“Terimakasih karena telah menyelamatkan , Leon,” ucap Hara, Kaila semakin terlihat gugup.

__ADS_1


“ Sebenarnya Leon melarang ku  menjenguk mu, karena tidak mau ada orang yang mengikuti ku, tetapi aku berpikir aku harus menjenguk mu,  dan mengucapkan terimakasih padamu karena telah melakukan hal besar untuk suamiku, kalau Kamu tidak ada,  entah bagaimana nasip Leon,” ucap Hara.


“Iya , aku han-“


“Iya kamu penyelamat Leon Kai.”


“Maksudnya?” wajah Kaila pucat.


“Kalau kamu tidak meminta bantuan, polisi tidak akan datang ,kan. Semua pegawai hotel menganggap mu sebagai penyelamat suamiku Kai,” ujar Hara


“Oh, i-iya.” ucap Kaila ia seperti ingin terkena serangan jantung saat Hara mempermainkan kata-katanya.


“Aku hanya  tidak ingin pak Leon celaka, Bu,” ucap Kaila mengusap keringat di keningnya.


“Di luar sangat bahaya Kai,  kamu tetaplah di sini dulu, Oh  iya,  aku tadi meminta vitamin penguat tubuh dari dr, Shena untuk kamu, ini minum, kamu harus tetap kuat, tadi, ibu dan si kembar ingin menjenguk kamu kesini, kamu sudah seperti adek  bagiku Kai kamu harus tetap sehat . Ok. Ini minum, aku juga harus minum satu,”  mungkin karena panik melihat Hara,  Kaila meminum dan menurut, ia meminum obat berwarna orange  yang diberikan Hara dan menelannya, Hara juga minum, tetapi warna yang berbeda. Kalau Kaila di beri obat pencegah kehamilan maka untuk Hara obat penyubur kandungan,  dua obat yang kegunaannya saling bertolak belakang.


‘Aku dan suamiku sudah melewati banyak badai besar Kaila, jangan kamu pikir kamu bisa merusaknya, bukannya  jamannya main jambak-jambakan dengan wanita pelakor seperti kamu, aku akan bermain cantik’ ucap Hara dalam hati.


“Kai, jangan kasih tahu Leon,  aku kesini iya, nanti dia semakin khawatir padaku.”


“Iya Bu”  Kaila  menunduk merasa sangat canggung kedatangan Hara yang tiba-tiba,  membuatnya sport jantung.


“Kai, aku hanya menjenguk sebentar, aku pamit katakan padaku kalau kamu butuh sesuatu,” ucap Hara  memeluk Kaila, ia pamit pulang, saat ia keluar ruangan.  Hara juga


Memanggil seorang suster yang menjaga Kaila.


“Awasi dia, berikan kabar padaku kalau  tiba-tiba dia datang bulan hari ini.”


“Baik Bu,” ujar perawat, Hara memberikan satu amplop.


Ia juga memanggil orang yang menjaga ruangan Kaila.


“Jangan katakan pada Bosmu,  aku datang  menjenguk Kaila.”


“I-iya Bu.”


“Baiklah,  jaga dia baik-baik jangan biarkan dia keluar dari ruangan ini.”


Hara berjalan keluar rumah sakit.  tetapi saat ia tiba di halaman rumah sakit ia tersenyum  miring.


“Tidak akan aku biarkan kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan Kaila,” ujar Hara.


Sebenarnya Ken sudah memperingatkannya beberapa tahun lalu kalau Kaila memiliki rasa suka sama Leon. Tetapi Kaila berpikir kalau ia berbuat baik  pada Kaila wanita itu tidak akan mau merusak rumah tangganya.


“Ibarat kata’ Aku seperti memelihara singa dari kecil udah di sayang, sudah besar, malah menerkamku, pelajaran buatku jangan pernah baik pada wanita yang  mencoba  mendekati suamimu, "ujar Hara.


‘Aku tidak melakukan kesalahan, ini hanya mencegah saja, jadi kalau suatu saat kamu datang dan mengaku hamil, maka aku  tidak akan tinggal diam’ ucap Hara dalam benaknya.

__ADS_1


Bersambung …..


Jangan Lupa kasih like dan Vote iya Kakak.


__ADS_2