Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Akhirnya aku menemukanmu


__ADS_3

Piter akhirnya selamat, peluru di bagian dadanya berhasil diangkat.


Wajah Piter menghitam menahan rasa sakit, bisa dibayangkan lelaki  itu  menjalani operasi darurat tanpa  dibius.


Saat piter, Zidan, Iwan berhasil menggiring para penjahat itu dari rumah sakit, membawa jauh dari rumah sakit, walau Piter harus mengalami luka tembak. Tetapi semua itu mereka lakukan demi si Nona Hara.


Saat  orang-orang itu  meninggalkan rumah sakit


Leon mengikuti arahan yang di katakan Piter, ia masuk dan mengurus administrasi  Hara, saat masuk kekamar rawat seorang wanita tertidur pulas, ingin  rasanya ia memeluk Hara di dadanya, tapi ia tidak punya waktu melepas rasa rindu keselamatan jauh lebih penting. Leon segera keluar dari rumah sakit sebelum anak buah Bokoy menemukan mereka. Leon dibantu seorang suster untuk merapikan barang -barang akan dibawa pulang.



“Hati-hati iya pak kandungannya sangat lemah, dia tidak boleh banyak  bergerak,”ujar perawat mendengar kata kandungan Leon tersenyum sangat senang, karena Hara masih hamil.


“Tadi suaminya berpesan agar kursi rodanya dibawa pulang saja, ini sudah di beli,” kata suster, tapi mendengar kata suami, seketika raut wajah Leon berubah, bibir yang tersenyum tadi seketika terdiam.


‘Suami apaan? Aku nanti yang akan suaminya, bukan Piter, dia hanya akan jadi seorang  pengawalnya  untuk Hara, sampai kapan, pun' ucap  Leon dalam hati.


Jovita Hara masih tertidur pulas ,di bawa pengaruh obat tidur, karena dokter terpaksa memberinya obat tidur, sudah dua malam  Hara  tidak bisa tidur,  ia selalu gelisah dan tidak bisa tidur nyenyak  bahkan sering ngigau saat tidur.



Leon menutupi wajah Hara dengan kain dan memakaikan  Hara rambut palsu yang ia ambil dari laci, setelah melakukan  penyamaran, ia membawanya bumil itu, keluar dari rumah sakit.


Memastikan semua aman, baru ia membawa Hara kedalam mobil, menidurkannya di jok depan menyadarkan tubuhnya sudah nyaman, Leon baru menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan rumah sakit.


Membawa Hara ke Villa yang dikatakan Piter, sebuah Villa di daerah Puncak,  villa yang sudah dibeli Piter kembali untuk Hara.


  Leon sengaja membelokkan mobilnya setelah menunggu lima menit tidak ada yang mengikutinya, barulah Leon menyetir lagi ,  membawa Hara ke  arah villa.


Setelah menyetir beberapa menit dari rumah sakit, tidak lama kemudian gps map berhenti di sebuah  villa yang memiliki desain yang sangat unik.


 Leon menatap bangunan villa itu dari mobil, lalu kedua alisnya menyengit   Villa itu, mirip dengan desain rumah yang dibeli Leon dari Beny rumah keluarga Hara  yang ia bakar.


Leon menoleh Hara yang   masih tertidur pulas, ia keluar, Namun, baru berdiri sementara udara malam dipuncak sangat dingin,  dingin itu mulai menusuk kulit Leon , karena  buru-buru tadi, ia tidak membawa jaket


“Gila, ini dingin,” Keluh Leon menggosok-gosok  kedua telapak tangannya, turun dari mobil dan  menekan password untuk membuka  pintu .


Dari luar terlihat unik, ternyata di dalam sangat mewah dengan ukir-ukiran kayu  dari berbagai daerah Leon berlari lagi ke mobil lalu.

__ADS_1


Leon menggendong tubuh Hara, meletakkannya di sofa di dekat tunggu perapian, melihat ada tempat tunggu perapian seperti  gaya Eropa, Leon dengan cepat menyalakan api dan menyodorkan tangannya di atas api unggun, ia sengaja mematikan lampu  dalam ruangan, ia mengawasi keluar, ia masih takut kalau- anak buah  Bkoy mengikuti mereka.


 Leon mengawasi keluar rumah,  tetapi tiba-tiba Jovita  meringis seperti orang kesakitan memegangi kepala, ia terlihat gelisah dan tangannya memijit -mijit kepalanya,


“Kamu tidak apa-apa ,” tanya Leon setelah menyalakan lampu ruangan kembali.


“Kepalaku sangat pusing,” ucap  Hara, ia membuka mata, tetapi betapa terkejutnya yang di hadapannya bukanlah perawat yang biasa menanganinya  ataupun  Piter lelaki yang selalu sabar mendengar keluhannya.


Walau Piter terlihat tegas, tetapi hatinya sangat lembut pada perempuan, berbeda dengan lelaki yang di hadapannya saat ini, Leon selalu bersikap dingin pada siapapun, tidak perduli ia perempuan maupun itu nenek sekalipun.


“Ini tidak mungkin, kenapa kamu disini, aku berharap aku bermimpi,” ucap Hara mengucek-ucek matanya.


“Ini aku, kamu tidak mimpi,” ucap  Leon ingin memegang tangannya tapi Jovita buru-buru menyingkirkan.


“Jangan sentuh aku, mana Om Piter, aku mau piter  bukan kamu, apa yang kamu lakukan padanya?”


Leon  duduk di sofa disamping Hara


“Aku tidak melakukan apa-apa padanya, tetapi dia terluka, terkena tembakan dari penjahat yang mengejarmu, dia yang menyuruhku ke sini,” ujar Leon hanya menatap Hara dengan tatapan yang misterius. Walau ia rindu atau sangat senang  bisa bertemu Hara, ia tidak akan melakukanya apa-apa. Ia hanya duduk mendengar kemarahan Hara.



“Terluka?"


“Apa aku orang asing bagimu?” Leon menatapnya dengan tatapan tegas.


“Aku hanya  ingin Piter, aku tidak mau kamu, aku ingin orang-orang terdekatku yang menjagaku."


“Aku akan melakukanya.”


“Kamu tidak akan bisa seperti dia, pergilah dari sini, kamu tidak di butuhkan disini, Piter tidak akan pernah ngomong kasar padaku, ia  tidak akan pernah bilang kalau aku  anak kecil,  dia tidak pernah bilang aku bodoh, aku menyebalkan,”ucap Hara terdengar seperti anak kecil  yang sedang ngomel-ngomel.


“Baiklah hari itu aku salah karena telah menyingung dan menyakiti perasaanmu ,” ucap Leon ia duduk di meja kayu di depan Hara.


“Kamu  tidak tulus mengatakannya, kamu hanya ingin meledekku menganggap anak kecil”


“Hara, Hara tenangkan dirimu,  tubuhmu masih lemah,” ujar Leon menenangkan.


“Apa urusanmu? Kamu musuhku, kamu menyembunyikan bukti tentang kejahatan Bokoy maka itu kami kalah," ujar Hara ngegas.

__ADS_1


“Hara, Hara dengar …. Aku  tidak menyembunyikannya, aku ingin menggunakannya sebagai kartu terakhir”


“Maksudnya ….”


“Kamu ingat Jaksa yang dipecat yang aku temui di Penang Malaysia? Dia bersedia membantuku. Bokoy mengenal semua orang di kejaksaan, bukti apapun yang kamu berikan percuma, mereka akan  memutar balikkan fakta, Jadi aku  meminta bantuan mantan jaksa yang pernah menangani kasus Bokoy, orang yang aku temui di Penang Malaysia beberapa waktu dulu.


Dia bersedia membantu kita, makanya aku menahan bukti  tersebut”


Hara terdiam.


“Kamu bohong! Lalu, kenapa kamu tidak bicara padaku , kamu mengurungku kamu-”


“Hara tenanglah,” Leon  memeluknya dengan erat.


“Kalau kamu jujur dan berterus terang padaku, aku tidak akan curiga padamu, aku tidak akan mengalami semua hal buruk ini, Om Piter tidak akan terluka dan ak-”


“Hara tenangkan dirimu”


Leon tidak ingi Hara  mengomel dengan marah .....Leon menyumpal  mulut Hara dengan bibirnya, membuatnya diam.


“Terimakasih karena kamu baik-baik saja Hara, kamu membuatku ingin mati ketakutan,” ujar Leon ia memeluk Hara. Ia tidak marah pada Hara.


Akhirnya hati Leon bisa tenang karena, ia bisa bertemu Hara. Ia  telah berjanji pada hatinya kalau Leon tidak akan melepaskan Hara kali ini .


 Ia  telah memikirkan cara, kalau saja Hara menolak lagi menikah dengannya maka ia akan membawa paksa ke hadapan  tetua adat mereka, untuk menikahkannya dengan wanita cantik tersebut.


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2