Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Roda Kehidupan


__ADS_3

Setelah menikah dan punya anak Leon merasa hidupnya sangat beruntung dan  menikmati kebahagian. Memiliki istri yang cantik seperti Hara dan  memilik sepasang anak kembar menjadi pelengkap kebahagian Leon saat ini. Ia juga sukses dalam bisnis dan sukses menjadi ayah dan suami idaman di rumahnya.


Hidupnya di pucak kebahagian saat ini, tetapi bukan hidup akan  berputar bagai roda pedati? Jika ada kegembiraan, maka ada saat juga merasakan kesedihan. Jika ada kelahiran maka ada juga kematian.


Selain Leon, ada juga ada orang yang juga bahagia, kehadiran si kembar, Bu Ina sangat bahagia, ia selalu datang ke ke rumah Hara untuk melihat  anak kembar itu.


Tetapi ia juga seorang nenek di rumahnya, Piter sudah memiliki dua orang anak lelaki, umur empat  tahun tiga bulan dan tiga tahun, ia juga sibuk untuk menjaga mereka, ia terlihat sangat bahagia,  menikmati hidup menjadi seorang nenek.


Sementara Hilda masih bekerja, saat ini,  menjadi direktur utama di salah satu hotel yang baru dibangun  Leon di Ibukota,  jadi kariernya melonjak naik. Ia beruntung karena ibu Ina mendukungnya untuk  tetap bekerja dan wanita itu  yang membantu mengawasi  kedua anak –anaknya dan di bantu satu orang suster.


Tidak ada yang tahu umur setiap manusia itulah yang terjadi. Bu Ina  yang sudah seperti ibu untuk Hara , wanita yang menempatkan dirinya sebagai seorang ibu untuk Hara,  Piter, Viky bahkan untuk Hilda.  Wanita tua itu tidak memiliki anak dari hasil pernikahan, karena itulah ia menjadikan mereka sebagai anak, tetapi belakangan ini, kesehatan wanita itu semakin. menurun tiap hari, setelah pak Darma meninggal, Bu Ina kehilangan partner hidupnya.


Satu tahun yang lalu pak Darma suami Bu Ina sudah pergi mendahului dirinya.  Ia meninggal karena kecelakaan motor, saat ia hendak pulang ke rumah setelah memangkas rambut, seorang anak mudah yang sedang ugal-ugalan datang dari arah depan menabrak motor Pak Darma, tubuh tua terpental dan meninggal di tempat.


Sejak saat itu Bu Ina seakan kehilangan semangat hidup, karena lelaki itu yang mendampinginya selama puluhan tahun, menerimanya,  apa  adanya,  tidak pernah bertengkar selama berumah tangga.


Walau mereka tidak memilik keturunan. Namun Hara dan Piter yang mereka jadikan anak, saat Piter  punya anak dan memanggilnya dengan sebutan oma dan opa, mereka berdua sangat bahagia.


Hari  itu, tiba-tiba Bu Ina mengajak Piter dan Hilda ke rumah Hara,  padahal rencana sebelumnya akan berlibur keluar kota. Tetapi karena permintaan wanita tua itu Hilda dan Piter setuju dan memboyong kedua anak  mereka yang super aktif itu ke rumah Hara. Nama anak Piter Jordan dan Kiano, anak Piter dan Hilda. Dua lelaki yang super aktif tida bisa diam.


Maka kehebohan pun terjadi di rumah Leon, hari itu, anak-anak Piter,  berlari mengeliling rumah dan taman,   suster mereka ikut  berlari mengikuti langkah ke dua  bocah tersebut.


Anak Piter keduanya lelaki yang sangat aktif bertemu dengan  si kembar Okan anak yang kalem dan pendiam,  tetapi kembarannya Chelia orang yang ceria, ia ikut  bermain saat kedua  anak Piter mengajaknya bermain.


Mereka  semua,  hanya diam melihat Jordan dan Kiano, lari-larian lalu saling bertengkar, menangis dan berisik, sementara Okan dan Chelia hanya diam melihat tamu mereka. Leon tersenyum melihat anak Hilda yang aktif itu.


"Abang Okan! Main donk sama abang Jordan," bujuk Hara, ia hanya acuh.


"Maaf iya Okan ... abang Jordannya, memang nakal," ujar Hilda.


"Maklum Mami memegang kepala botak preman saat hamil," ujar Piter, mereka semua tertawa.

__ADS_1


“Ada apa Bu, tidak biasanya ibu datang tidak memberi kamar, dulu?” Hara duduk di dekat Bu Ina, sejak ia memiliki anak ia tidak memangil bibi lagi tetapi Ibu.


“Tidak, Ibu hanya ingin melihatmu dan melihat mereka berdua,” ucap wanita itu wajahnya terlihat sudah keriput dan lelah.


Hara berpikir,wajah lelah itu karena Bu Ina lagi kurang enak badan,  ia tidak menduga kalau hari itu akan jadi hari yang terakhir untuknya,  untuk bisa melihat wanita yang sudah menjaganya dan menyayanginya seperti ibu sendiri.


Hara tidak  tahu,  kalau nasehat dan belain-belaian yang diberikan saat itu, jadi  pesan terakhirnya untuknya  dan untuk mereka semua.


“Iya, Ibu, tiba-tiba minta ke sini padahal tadi anak-anak ingin dibawa ke hotel,” ucap Hilda.


Bu Ina memberi nasehat-nasehat untuk Hara dan Leon. Mereka berdua menanggapinya dengan santai,  karena tidak ada  firasat  tentang hal buruk karena ia masih terlihat sehat.


Namun  tiba sore  hendak mau pulang hal yang berbeda terjadi.


“Sayang, ibu sangat mencintaimu, sangat menyayangimu terima kasih sudah menganggap ku seperti ibumu sendiri.” Lalu Bu Ina membuka kalung  yang biasa ia pakai. “Ini aku berikan untuk kamu,  aku mendapatkannya dari ibumu saat kamu masih kecil, ini aku berikan lagi padamu sebagai kenangan agar kamu tetap mengingat, ibu.” Ucap Bu Ina.


“Ibu kenapa? ibu baik-baik saja’ kan? Tidak boleh sakit nanti ibu akan melihatku punya anak banyak biar rame kata Leon,” ujar Hara, lalu memeluk Bu Ina dan menggodanya.


“Tidak hanya ibu merasa sangat lelah, ingin tidur,” ucapnya kemudian.


“Iya baiklah,” hanya tersenyum kecil.


Setelah  memberi nasehat dan memberi  hadiah untuk Hara, memberikan  hadiah untuk Celi dan Okan mereka pulang.


“Ada apa dengan ibu, kesannya kayak mau pergi jauh,” ujar Leon asal menebak.


“Iya aku juga berpikir seperti itu.”  Hara masih berdiri menatap punggung wanita sampai masuk kedalam mobil.


Besok paginya.                      **


Tepat saat Leon mau berangkat ke kantor, Piter memberi kabar kalau Bu Ina telah tidur selamanya dan tidak bangun-bagun lagi pagi itu.

__ADS_1


Sepertinya wanita itu sudah tahu kalau ajalnya sudah dekat,  maka ia mengucapkan kata-kata perpisahan pada orang –orang yang ia cintai.


Leon terdiam ia terkejut karena wanita itu masih sehat kemarin,  matanya menatap  Hara. Leon tidak ingin Hara terkejut mendengar wanita yang sangat berharga dalam hidupnya, Bu Ina sudah seperti malaikat untuknya.


‘Bagaimana ini apa yang akan aku katakan padanya’ Leon berpikir keras. Ia tidak ingi Hara  bersedih dan  menangis.


Kepergian Bu Ina pasti akan membuat Hara sedih, wanita itu yang selalu ada  untuknya.


Leon masih diam mendengarkan penuturan Piter, jantung Leon ikut bersemilir seakan ada rasa yang amat sedih, mendengar kepergian wanita yang lemah lembut tersebut.


“Katakan saja dengan hati-hati pada Hara, dia pasti sangat terkejut,” ujar Piter.


Leon menahan napas,  saat mendengar suara piter yang bergetar menahan rasa sedih, mendengar  kabar  buruk itu, Leon berjalan keluar,  meninggalkan meja makan.


Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2