
WARNING!
SIAPKAN EMBER DAN TISSU , UNTUK MEMBACA 2 BAB SELANJUTNYA KARENA MENGANDUNG BANYAK BAWANG.
Satu bulan berlalu akhirnya Jovita pulih seperti sedia kala lagi dan kembali ceria. Melihat itu Leon akhirnya bisa bernapas lega.
Kamar Jovita.
Malam itu, Leon meminta izin pada Jovita tidak ingin tidur di kamar itu.
“Malam ini, saya tidak ingin tidur di sini, tidurlah lebih awal,” ucap Leon.
“Kenapa?” tanya Jovita masih tersenyum manis, ia membuka kulit pisang di tangannya, Jovita mulai mengantungkan hidupnya pada Leon.
Ia yakin malam ini, bisa tidur dengan Leon dan memberikan sentuhan, karena selama satu bulan ini, Leon membuatnya berpikir keras, kenapa tidak mau menyentuhnya lagi.
“Jovita kamu sudah sembuh, kamu tidak akan membutuhkan aku lagi,” ucap leon.
“Tapi katakan dulu kamu mau kemana ?”tanya Jovita memelas wajah cerianya mulai pudar.
“Saya ingin ganti oli”
“Maksudnya?” tanya Jovita polos, ia tidak tahu apa maksud Leon.
“Dasar anak kecil … saya ingin tidur di kamar Salsa, udah? Apa perlu saya jelaskan detailnya apa yang akan kami lakukan dan gaya apa yang kami lakukan? saya tidak ingin melakukannya padamu, karena saya tidak ingin menyakitimu,” ucap Leon
Raut wajah Jovita langsung berubah mendengar hal menjijikkan itu dari Leon, lelaki yang ia kagumi. Leon meninggalkannya
*
Saat pagi tiba Leon datang ke kamar Jovita untuk tidur.
Bal
Balkon kamar Jovita saat pagi.
Mata Leon tertutup, rasa ngantuk mendera tidak tidur semalaman membuat matanya sangat berat, tangannya masih melingkar di pinggang Jovita.
“Jangan menatapku seperti itu ,” ucap Leon.
“Tapi aku ingin bangun,” ucap Jovita tiba-tiba merasa aneh dengan bau keringat di tubuh Leon. Bukan seperti bau yang biasa ia cium. Tubuh Leon saat ini bercampur dengan bau parfum orang lain. Jovita merasa bergidik dan jijik
“Tidak boleh”
“Apa aku harus tidur lagi?” Jovita menjauhkan tubuhnya
__ADS_1
“Iya tidurlah”
“Aku lapar, badanku sudah lemas,” keluh jovita memegang perutnya.
Leon mencari telepon di samping ranjang,
“Kita serapan di sini saja,”
“Apa kita serapan seperti ini?” ucap jovita merasa sangat aneh dengan bau tubuh Leon bahkan ia merasa seprai ranjang miliknya ikut bau.
“Hmm” jawab Leon menutup matanya.
Kamu jangan berpikir aneh-aneh, berhenti menatapku seperti itu, itu membuatku marah, kamu menatapku dengan tatapan jijik.” Leon tersinggung degan tatapan dan penolakan yang diberikan Jovita.
“Apa kamu bisa tidur nyenyak di ranjang ku saat ini?” tanya Jovita menatap Leon.
“Kenapa?"
“Tadi malam kamu ke kamar Salsa terus kenapa kamu mengeluh padaku pagi ini tidak bisa tidur,” ucap Jovita ada bagian yang sakit dalam hatinya, itu terjadi , karena ia berharap terlalu banyak daru Leon.
“Diam lah sebentar saja”
“Leon, aku bukan boneka tidurmu, kamu tadi malam kan bersama Salsa kenapa tidak dia yang kamu jadikan boneka tidurmu, kenapa harus aku …?”
“Lalu kamu ingin apa Jovita …?”
“Saya juga tidak ingin seperti ini Jovita Hara …. Saya sudah mencoba untuk tidak menemui mu dan membiasakan diri tidur tanpa kamu, tetapi apa? Saya tidak bisa tidur”
“Tapi ada Salsa, Sabrina dan lana”
Mereka hanya bertugas memuaskan hasrat ku Jovita! tidak lebih. Apa aku harus menjabarkan hal itu juga”
“Lalu aku apa?” tanya Jovita dengan wajah sangat terluka.
“Jovita jangan mulai lagi …. saya hanya ingin hidup tenang sekali saja di dekatmu, tidak bisa kamu melakukan permintaanku kali ini saja. Kepalaku saki”
“Bagaimana kalau aku bilang … aku mencintaimu, aku siap mengantikan tugas mereka,” ucap Jovita
“Jangan lakukan itu” Suara Leon terdengar sangat datar.
“Kenapa ?” tanya Jovita dengan suara bergetar.
“Karena saya tidak bisa mencintai siapapun”
“Kenapa?”
“Saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar kenapa aku tidak bisa mencintaimu anak kecil! Saya sudah berulang kali katakan padamu. SAYA TIDAK PUNYA CINTA DAN TIDAK BUTUH CINTA”
__ADS_1
“Kalau kamu tidak bisa menjadikanku istrimu. lalu aku jadi apa mu?” Tanya Jovita bendungan di matanya benar-benar tumpah, ia merasa malu mengungkapkan perasaan cintanya pada Leon
“Partner tidurku, apa tidak bisa hanya itu saja?” tanya Leon dengan wajah menghitam menahan amarah, dia sangat marah saat melihat air mata Jovita.
“Tolong jangan lakukan itu …. Kamu sudah merusak masa depanku, apa kamu hanya menjadikanku hanya sebatas partner tidurmu. Lalu apa bedanya aku dengan ketiga wanita mu itu”
“Lalu kamu mau apa?” apa kamu juga ingin jadi wanita pemuas nafsuku juga? Saya sudah bilang berapa kali padamu … saya tidak memiliki cinta yang akan aku berikan padamu, saya tidak tahu apa cinta dan bagaimana mencintai.
mereka bertiga tidak pernah meminta cinta padaku, mereka hanya meminta limit kartu kreditnya ditambahkan agar mereka bertiga bisa belanja puas itulah cinta buat mereka bertiga dan buat saya juga.
Saya tidak butuh cinta Jovita …..! Cinta itu hanya akan membuatmu menderita dan membuat rasa sakit ….! Untuk apa saya memilikinya, hidupku sudah menderita dari saya dilahirkan ke dunia ini. Apa saya harus menanamkan penderitaan baru lagi. Mencintai itu satu kebodohan Jovita Hara ….!
Saya dan mereka bertiga hanya butuh kemewahan kebebasan dan hidup glamor”
“Dunia yang aku jalani tidak seperti itu Leon “
“Iya …! itu yang saya maksud Jovita Hara. Duniamu dan duniaku berbeda!” teriak Leon marah.
“Tapi kenapa kamu memberikan perhatian besar padaku selama ini membuatku jatuh hati padamu. Kamu yang membukanya, makanya aku masuk dan merasa nyaman”
“Kamu naif Jovita, ada banyak lelaki di luar sana yang memberikan kemewahan pada wanita. Apa mereka mengartikan itu cinta? Tidak, kan?”
“Jangan pernah mencintaiku selama kamu berasa di rumah ini, karena kamu tidak akan mendapatkan cinta itu dariku!”
Jovita mematung air dalam matanya benar-benar tumpah.
Tapi aku tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia Leon, aku hanya ingin bergantung padamu”
“Saya akan memberikan kemewahan di dunia ini untukmu Jovita, semuanya yang kamu inginkan akan aku berikan. Tapi jangan meminta cinta dariku. Karena aku tidak ingin terikat dengan hubungan ataupun atau sejenisnya. Aku juga tidak akan Sudi menanam benihku di rahim wanita manapun, aku akan hidup sendirian dan matipun sendirian di dunia ini!”
Jovita sampai bergelig mendengar kemarahan Leon.
‘Wanita mana yang menorehkan luka begitu dalam di dalam hatimu Leon’ bisik Jovita dalam hati.
Tubuh Leon sampai bergetar karena meluapkan amarahnya, urat-urat di wajahnya saling bertarikan matanya memerah.
Bersambung ..
KAKAK BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP BANYAK TIAP HARI
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1